Babi Beranting

Babi Beranting
82. diskusi


__ADS_3

"Ya sudah, ayo kita temui Mbah Abun. Tapi sebentar, Bapak ganti baju terlebih dulu," jawab Pak RT menyanggupi.  kemudian dia masuk ke dalam rumah untuk mengganti bajunya.


Sedangkan Galih, dia menyandarkan tubuh ke kursi, pikirannya terbang ke mana-mana, mencari cara untuk mencari keberadaan kekasihnya. karena dia sudah melakukan berbagai cara untuk mencari Ranti, namun belum membuahkan hasil, cuma menghabiskan waktu dan tenaga.


Sebelum Pak RT keluar dari rumahnya, terlihat dari arah jauh ada orang yang mendekat ke rumah ketua Kampung Ciandam itu. ternyata setelah diperhatikan, orang yang datang adalah Mbah Abun, yang sengaja hendak menemui Pak RT, Karena dia sudah menemukan jalan baru untuk menemukan anaknya.


Melihat kedatangan Mbah Abun, Galih terlihat sangat senang. "Selamat Sore Bah. kapan pulang, bagaimana keadaan Ranti?" cerocos Galih sambil bangkit dari tempat duduknya, kemudian dia mengulurkan tangan untuk mengajak Mbah Abun bersalaman. tak lupa dia mengangkat tangan yang sudah keriput itu, didekatkan ke keningnya.


"Belum, Jang Galih...! Abah masih bingung, masih sedih. ngomong-ngomong Pak RT nya ada?" jawab Bah Abun yang terlihat tidak semangat.


"Ada, lagi di dalam." jawab Galih.


Setelah mengetahui orang yang dicari Mbah Abun ada di rumahnya, dia pun duduk, matanya melirik ke arah dalam rumah dari pintu terbuka. terlihatlah pak RT yang keluar dari kamar karena ketua kampung itu, mendengar ada orang yang berbicara di depan rumahnya.


Pak RT terlihat sangat senang, karena sebenarnya dia Dan Galih mau menemui bandar kerajinan anyaman Kampung Ciandam. Sehingga dia tidak harus repot-repot pergi ke rumah Mbah Abun


"Alhamdulillah, ternyata orang yang mau kita temui datang ke sini. Bagaimana kabarnya Abah?" tanya pak RT yang sudah lama tidak bertemu dengan tetangganya


"Berkah Jang RT, badan Abah sehat, tidak ada yang kurang sedikitpun. cuman hati saja yang sedang kalut marut."


"Yah, mau bagaimana lagi bah, ini namanya cobaan. Abah Yang sabar aja...! Oh iya, bagaimana hasil pencarian anak Abah?" tanya Pak RT.


"Begini Jang RT, saya datang kemari, Saya ingin melaporkan hasil pencarian anak saya, sekaligus Saya ingin berdiskusi tentang bagaimana cara mencari keberadaan Ranti, karena sampai saat ini anak itu belum diketahui jejaknya ada di mana," jelas Bah Abun menyampaikan tujuannya.

__ADS_1


"Sebenarnya saya dan Galih, tadinya mau menemui Abah. namun kebetulan Abah sudah datang ke sini. kita berdua ingin mendiskusikan tentang Ranti, karena ini berkaitan dengan orang banyak, gara-gara hilangnya Ranti perusahaan anyaman kita terbengkalai


"Iya benar, gara-gara Ranti tidak ada, abah tidak fokus untuk mengurus usaha kita."


"Kalau begitu, sekarang Bagaimana rencana Abah? silakan jelaskan secara blak-blakan, agar kita berdua bisa membantu." jelas Pak RT memberi keleluasaan.


"Begini Jang RT, Abah mau minta tolong sama Jang RT. karena abah mau mengadakan sayembara dalam rangka berusaha mencari keberadaan Ranti, tapi untuk sementara saya tidak akan membahas anak terlebih dahulu, karena ada cara lain untuk menemukan keberadaan Ranti."


"Nah, nah, bagaimana tuh bah," potong Galih yang terlihat penasaran.


"Begini Jang Galih, Abah membutuhkan babi betina, tapi babinya bukan babi sembarangan."


"Babi yang seperti Apa itu, Bah?" tanya Galih yang semakin penasaran.


"Bonus apa itu , Bah?" Tanya Galih yang sejak dari tadi memperhatikan pembicaraan orang tua itu dengan teliti, Mungkin dia takut ada yang terlewat.


Sebelum melanjutkan pembicaraan, Mbah Abun membagi tatap ke arah dua laki-laki yang ada di hadapannya. seolah Dia memberi tanda bahwa yang hendak ia sampaikan adalah berita yang sangat penting. "kalau orang yang menemukan babi aneh itu seumuran, maka Abah akan menikahkan dengan Putri semata wayang Abah. tapi, kalau umurnya berada di atas Ranti, maka pria itu akan dijadikan kakaknya. kalau berada di bawahnya, maka pria itu akan dijadikan adiknya."


"Bagaimana kalau yang menemukannya perempuan?" tanya Pak RT yang sejak dari tadi menyimak.


"Maka Abah akan menjadikan perempuan itu Saudara sekandung bagi Ranti, Abah tidak akan membeda-bedakan baik dalam kasih sayang dan pembagian harta warisan, Abah akan membagi rata bersama Ranti."


"Nah...., dengar Jang Galih! Ini kesempatan emas," tanggap Pak RT sambil menatap ke arah pemuda yang sedang manggut-manggut. kemudian Galih menghiasi bibirnya dengan senyum, Mungkin dia merasa bahagia karena dia tidak akan sia-sia ketika berkorban mencari keberadaan Ranti.

__ADS_1


"Iya bener Pak RT, apa yang disampaikan oleh Mbah Abun ini adalah kesempatan emas, dan sangat menggiurkan. tapi yang masih menjadi pemikiran saya, di mana mencari keberadaan babi yang sangat aneh, seperti yang di bilang oleh Mbah Abun," ujar Galih mengungkapkan kebingungannya.


"Yah, Pasti sangat susah Jang Galih! Tapi itu sesuai dengan hadiah yang ditawarkan. Dan yang perlu yang Galih ketahui, kalau benda yang sangat berharga pasti akan susah menemukanya. berbeda dengan yang tidak berharga, kita akan menemukan setiap hari. tapi itu tidak membuat kedua sudut bibir kita terangkat kan. Ditambah lagi Rezeki itu tidak turun langsung dari langit, kita harus tetap berusaha untuk mendapatkan kebahagiaannya," jawab Pak RT memberi penjelasan


"Iya bener, Pak RT. tapi, selanjutnya Bagaimana Mbah?" tanya Galih sambil mengalihkan pandangan ke arah Mbah Abun.


"Begini Jang galih, Jang RT. Abah minta tolong sama kalian berdua agar menyebarkan berita ini ke semua warga, biar sayembara yang Abah buat, bisa diketahui semua orang, agar semakin banyak orang yang mengikuti sayembara, semakin besar peluang babi aneh itu ditemukan," pinta bah Abun sambil membagi tatap ke arah galih dan pak RT.


"Baik bah kalau begitu, nanti saya akan menyampaikan berita ini ke semua warga yang ada di kampung. dan saya akan meminta orang-orang itu agar menyebarkan berita ini ke semua orang lain."


"Kapan mau menyampaikan berita ini?" tanya Mbah Abun yang terlihat tidak sabar, karena dia ingin cepat-cepat menemukan keberadaan anaknya.


"Sekarang juga bisa Bah. nanti saya akan umumkan bahwa Abah sedang mencari babi aneh, babi yang beranting. Nanti kalau warga-warga sudah tahu, mereka akan saling berbicara dengan para tetangga tetangga Kampung lainnya. sehingga berita ini akan cepat menyebar ke seluruh penjuru Kampung dan kota. seperti yang Abah ketahui, bahwa pembicaraan manusia lebih kencang daripada Gong yang dipukul."


"Benar itu Pak RT," Timpal Galih membenarkan.


"Ya sudah kalau seperti itu, Abah mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada kalian berdua."


Singkat cerita, akhirnya pembicaraan diskusi itu selesai. Mbah Abun berpamitan untuk kembali ke rumahnya, dengan membawa hati yang sangat bahagia, karena kesusahannya sudah mulai agak berkurang, karena akan banyak orang yang mau membantu.


Setelah kepulangan Mbah Abun, Bapak RT dan galih mereka berdua bergegas menuju ke arah pos ronda. setelah mereka sampai mereka memukul kentongan, memberi pertanda bahwa ada hal yang penting yang ingin mereka sampaikan. hingga akhirnya para warga Kampung Ciandam, mereka berbondong-bondong mendatangi pos ronda. tua, muda, laki-laki, perempuan, anak kecil dan dewasa. mereka bergegas menuju ke pos, karena mungkin mereka sangat penasaran dengan apa yang akan disampaikan.


"Ada apa ini Jang RT, kayaknya ada berita penting, sehingga memukul kentongan sekeras itu." tanya aki Tardi yang ikut hadir, kemudian dia duduk di batu yang ada di depan pos ronda.

__ADS_1


__ADS_2