Babi Beranting

Babi Beranting
53 pedoman mencari Ranti


__ADS_3

Sedangkan Zuhri, setelah meninggalkan rumah mbah Abun. dia berencana pulang terlebih dahulu ke rumahnya. rencananya nanti setelah melaksanakan salat asar, dia akan menemui Galih dan Daus. namun di kantor kelompok yang ada di halaman rumah Zuhri, terlihat Galih dan Daus yang sedang melamun, entah apa yang sedang mereka pikirkan.


"Permisi Jang! Boleh ikut gabung." ujar Zuhri menyapa mereka, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


"Boleh! silakan duduk Mang." jawab Galih yang terlihat tidak bersemangat, sambil menggeser tempat duduknya, memberikan ruang kepada orang yang baru datang.


Sebelum duduk Zuhri pun membagi tatapan ke arah mereka berdua, yang terlihat raut wajahnya sangat muram seperti sedang memendam kesedihan yang teramat dalam. "lagi berdiskusi apa nih, kayaknya serius banget?" tanya Zuhri mengawali pembicaraan.


"Begini Mang! kita lagi mendiskusikan tentang Ranti yang menghilang, saya sangat sedih merasa kehilangan Ranti." jawab Galih tidak ada yang ditutup-tutupi.


"Oh begitu! kebetulan Mamang menemui kalian berdua, Ada yang ingin didiskusikan tentang menghilangnya Ranti dari kampung kita. karena dengan hilangnya Ranti, mau, Tidak mau. itu akan mengganggu usaha kelompok kita. Selain itu Ranti juga tetangga kita. Maka sudah sewajarnya kita harus memikirkan apa yang menjadi beban tetangga kita."


"Terus bagaimana Mang?"


"Dari dasar itu, kita tidak cukup hanya untuk memikirkannya saja. Tapi kita harus mencari cara agar kita bisa menemukan Ranti secepatnya."


"Benar Mang!"


"Kalau Mamang boleh tahu, sudah sejauh mana diskusi kalian berdua, untuk mencari keberadaan Ranti?" tanya Zuhri sambil membagi tatap ke arah anak muda yang sedang duduk di hadapannya.


"Saya sudah memiliki rencana untuk mencoba mencari Ranti, karena pekerjaan di kelompok, kayaknya lagi senggang, jadi saya akan memanfaatkan waktu luang itu, untuk mencari keberadaan Ranti."


"Syukur kalau begitu! berarti Ujang memang salah satu orang yang memiliki rasa Iba terhadap tetangga yang sedang kesusahan. tapi sebelum mencari, alangkah baiknya Ujang mendengarkan saran Mamang. siapa tahu aja, ini bisa bermanfaat bagi kalian berdua."


"Saran Apa itu mang?"


"Dengan hilangnya Ranti, tentu bukan kita saja yang akan mencari orang itu. Pasti akan ada orang-orang yang ikut membantu mencari keberadaan Ranti. terutama bapaknya juga akan ikut mencari. baik menyuruh orang atau membayar orang atau dirinya sendiri yang ikut terjun mencari anaknya."

__ADS_1


"Terus"


"Kita harus memiliki pedoman atau cara mencari Ranti agar tujuan kita jelas, dan tidak terlalu-larut dalam pencarian yang tidak akan menghasilkan."


"Pedoman seperti apa itu mang?"


"Pedoman agar kita bisa mudah menemukan Ranti."


"Caranya?"


"Sekarang Ujang cari tahu atau Tolong dengarkan berita-berita yang ada di kampung tetangga. siapa tahu aja di kampung itu ada kejadian aneh tentang babi hutan."


"Lah Kenapa? Kan kita mencari Ranti, kita bukan mencari babi Mang. Lagian saya tidak butuh babi, Saya hanya membutuhkan ranti." ujar Dali yang terlihat heran.


"Jangan heran dan jangan bingung Jang!"


"Begini jang Galih  Jang Daus! Tolong dengarkan apa yang hendak Mamang sampaikan dengan teliti. Ranti menghilang ini bisa diakibatkan oleh keteledoran orang tuanya." jawab Zuhri menjelaskan.


"Keteledoran Seperti apa Mang?" tanya mereka berdua serempak.


"Dahulu ada kejadian yang sama persis seperti sekarang. dulu ada orang yang melakukan pesugihan dengan siluman babi, namun yang memuja bapaknya, tapi yang jadi babi anaknya. karena anaknya itu ingin mencoba memakai baju yang sangat aneh, yang dimiliki oleh orang tuanya. sehingga Tak aya lagi anaknya itu berubah menjadi babi, dan sampai sekarang tidak ada kejelasan Ke mana perginya babi itu. dari dasar itu, Mamang menyimpulkan bahwa kejadian yang menimpa Ranti Sama persis dengan cerita zaman dahulu. kenapa? karena ketika Mbah Abun pergi ke kota, tiba-tiba di kampung kita ada babi hutan yang berada di tengah jalan. bukannya Jang Daus yang bertemu pertama kali dengan babi hutan itu, Bukannya itu hal yang aneh tidak wajar. masa ada babi siang-siang berjalan di tengah jalan, biasanya kan babi mereka akan bergerak mencari makan ketika malam hari dan mereka lebih memilih semak-semak daripada jalan besar." jelas Zuhri panjang lebar.


"Terus kita harus ngapain?"


"Berangkat dari cerita itu, maka ketika kita akan mencari Ranti, kita harus memiliki pedoman atau tujuan mencarinya seperti apa. karena hanya akan sia-sia, ketika kita terus-menerus mencari Ranti yang berbentuk manusia, tapi kenyataannya Ranti sudah berubah menjadi babi hutan. menurut saya  sambil mencari keberadaan Ranti, Ujang berdua harus mencari keberadaan babi hutan yang sangat aneh, yang berbeda dengan babi hutan pada umumnya."


"Aneh seperti apa?"

__ADS_1


"Babi hutan yang memiliki anting di kedua telinganya. Dan keanehan-keanehan yang lainnya. intinya beda dengan babi hutan pada umumnya." Jawab Zuhri menjelaskan sesuai apa yang diperintahkan oleh Mbah Abun.


"Saya masih belum mengerti mang. Yang hilang Ranti tapi yang dicari babi hutan.


"Pokoknya! Ujang harus percaya sama Mamang. karena tidak nutup kemungkinan kalau Mbah Abun melakukan pesugihan." jawab Zuhri sambil cilingukkan takut pembicaraannya ada yang mendengar.


Mendengar jawaban Mang Zuhri seperti itu, membuat Galih dan Daus saling menatap tidak percaya, dengan apa yang disampaikan oleh Zuhri. karena menurut mereka pembicaraan Zuhri itu sangat jauh ngelantur dari kenyataan. mereka berpikir masa di zaman yang sudah agak modern, masih ada orang yang tega menggadaikan kehidupannya dengan melakukan pesugihan dengan siluman. namun untuk membantah pendapat Zuhri, mereka tidak punya keberanian. karena walau bagaimanapun mereka masih butuh dengan sosok orang tua seperti Zuhri, sosok orang tua yang sudah penuh dengan pengalaman, sosok orang tua yang sudah banyak makan asam manisnya kehidupan. akhirnya tempat itu terlihat sepi, mereka bertiga disibukkan dengan lamunannya masing-masing.


"Bentar dulu Mang!" ujar Galih setelah terdiam agak lama.


"Ada apa Jang Galih?" tanya Zuhri sambil menatap ke arah orang yang bertanya.


"Kalau Mamang berbicara seperti itu, berarti Mamang menuduh Mbah Abun melakukan pesugihan siluman babi."


"Bukan seperti itu Jang! yang jadi ketakutan Mamang, takut Bah Abun melakukan seperti apa yang menjadi cerita zaman dahulu."


"Apa sebabnya, Mamang bisa sampai memiliki pemikiran seperti itu?" tanya Galih sambil menatap ke arah Zuhri.


"Ketika kemarin ada babi hutan di tengah-tengah kampung, kejadian itu berbarengan dengan hilangnya Ranti, Bukannya itu hal yang sangat aneh?"


"Tapi saya belum yakin Mang! dengan apa yang disampaikan oleh Mamang. karena menurut saya kejadian adanya babi itu tidak ada hubungannya dengan Ranti yang menghilang. bagaimana kita membuktikan kalau hilangnya Ranti ada hubungan dengan babi aneh itu?"


"Untuk sekarang Mamang belum bisa membuktikan, tapi apa salahnya kalau Jang Galih dan Jang Daus mempercayai ucapan Mamang, sebagai bahan pemikiran, ketika hendak mencari keberadaan Ranti. apalagi kalau Kejadian ini kita hubungkan dengan kejadian-kejadian sebelumnya, di mana kampung kita sering dijarah oleh babi hutan, Babi yang sangat aneh. karena babi itu mencari makan di lesung para warga. bahkan menurut keterangan Mang Sarman Dia pernah melihat bahwa ada babi hutan di dekat rumah mbah Abun. Jadi menurut Mamang tidak menutup kemungkinan kalau kejadiannya sama seperti cerita yang pernah terjadi zaman dahulu. Dan sekarang adalah waktu yang tepat kita mencari kebenaran desas-desus yang ada di tengah-tengah masyarakat, desas-desus bahwa Mbah Abun memiliki pekerjaan yang tidak biasa dengan apa yang kita kerjakan. selain kita mencari Ranti, Kita juga harus memperhatikan kehidupan Mbah Abun. tapi maaf, ini bukan nuduh, ini adalah bahan pemikiran kita semua, yang cinta sama kampung kita sendiri. Agar kita semua bisa hidup dengan damai." jawab zuhri panjang lebar.


Mendengar penjelasan Zuhri seperti itu membuat mereka terdiam, berpikir mencerna apa yang diutarakan oleh orang yang ada di hadapannya. sekarang pemikirannya sudah mulai terbuka, namun belum sepenuhnya percaya dengan apa yang disampaikan. hati kecil mereka masih menyanggah, karena memang pada dasarnya mereka tidak memiliki keyakinan tentang pesugihan.


"Terima kasih atas sarannya Mang Zuhri, nanti saya akan coba mencari kebenarannya Seperti apa. sekalian saya mohon izin, Besok saya tidak akan masuk ke kantor kelompok. saya akan mulai mencari keberadaan Ranti." ujar Galih mengambil keputusan.

__ADS_1


"Syukur kalau seperti itu. Mamang sangat senang melihat semangat Jang Galih. tenang saja masalah kantor bisa Mamang handle. karena kita tidak akan merasa tenang bekerja Kalau tidak ada Ranti. Lagian kalau tidak ada anaknya Mbah Abun kita mau menjual kerajinan ke siapa.  Begitu juga bah abun, dia tidak akan tenang berusaha ketika anaknya tidak ada, dia akan terfokus mencari anaknya yang hilang, menyampingkan urusan pekerjaan."


__ADS_2