Balas Dendam Istri

Balas Dendam Istri
BAB 10. Semakin iri


__ADS_3

Ternyata Ibu Lili dan Ayah Andre tidak lama tinggal di rumah Amanda, pagi ini akan kembali ke Singapura, Amanda dan Tomi sama-sama mengantar Ibu Lili dan Ayah Andre ke bandara.


Amanda memeluk Ibu Lili sebelum pisah dan melambaikan tangan ke arah Ibu Lili dan Ayah Andre sebelum ahirnya mereka masuk ke dalam pesawat.


Amanda dan Tomi masih menunggu di bandara sampai pesawat yang ditumpangi Ibu Lili dan Ayah Andre dinyatakan lepas landas.


Pagi ini ada sebuah acara promosi gaun peluncuran bulan ini dari Fashion Amanda Corp, yang membawakan gaunnya seorang model terkenal, acara tersebut di sebuah gedung untuk pameran.


Tomi juga akan hadir di sana, namun saat mau mengajak Amanda untuk berangkat sekalian, Amanda menolak dengan alasan ada urusan lain, dan akan datang sedikit terlambat.


Tomi tidak memaksa dan ahirnya pergi lebih dulu meninggalkan Amanda yang saat ini masih di bandara, sedang memesan taksi online.


Setelah taksi online sudah datang, Amanda langsung masuk ke dalam, mobil langsung menuju gedung tempat acara, tadi Amanda berbohong sama Tomi bila ada urusan, sebenarnya Amanda hanya ingin datang tanpa ada Tomi yang mengawalnya.


Amanda mau bicara dengan model yang sudah terpilih menjadi ambassador di perusahaannya.


Tidak lama kemudian mobil yang Amanda tumpangi sudah sampai, tidak tahu entah sudah sampai atau belum Tomi di tempat ini, Amanda tidak peduli langsung berjalan menuju ke dalam.


Mulai memasuki lift dari lantai satu menuju lantai sepuluh dan keluar dari sana, Amanda langsung membuka pintu yang di dalamnya ada Ratu seorang model.


Dua wanita yang saat ini mendadani Ratu pergi sebentar, saat Amanda memberi kode ingin bicara berdua dengan Ratu.


"Aku minta kamu harus profesional, jika kamu berhasil menampilkan terbaik, saya akan menambah uang pembayaran untuk kamu." Amanda bicara tepat di samping Ratu, duduk sembari melihat Ratu.


"Terimakasih Nyonya, saya usahakan," jawab Ratu optimis.


"Baiklah sampai bertemu nanti." Amanda tersenyum, namun Ratu yang melihat senyum itu seperti sebuah peringatan.


Setelah Amanda pergi dua wanita tadi masuk kembali dan melanjutkan tugasnya untuk merias Ratu.

__ADS_1


Sedangkan Amanda sendiri tidak perlu berpenampilan berlebihan, dari rumah tadi Amanda sudah ber make-up tipis-tipis.


Saat Amanda tiba di ruang acara, semua teman sosialitanya di dunia bisnis menyambut Amanda mereka semua berpelukan.


Kolega bisnis yang Amanda undang cukup banyak untuk melihat pemeran gaun yang akan di luncurkan bulan ini.


Amanda terkenal sebagai seorang desainer terhebat, banyak sekali gaun-gaun karya Amanda yang terkenal mendunia.


Semua orang di ruangan ini sudah tidak sabar menunggu ingin melihat gaun yang akan dipromosikan.


Dinda, Tomi, sudah berada di ruangan ini juga, Merry duduk di sebelah Amanda, sebentar lagi acara akan di mulai, pembawa acara sudah mulai masuk ke atas panggung.


"Terimakasih yang sudah hadir di acara ini, ikut mendukung acara ini, sebuah acara pameran gaun yang sangat cantik, dan akan terlihat cantik bila dipakai orang yang cantik, hahah." canda Pembawa acara.


"Dan mari kita semua lihat bersama-sama penampilan model cantik kita dalam menampilkan gaun busana peluncuran bulan ini dari Fashion Amanda Corp ... kita sambut ... Ratu ..." Lanjut ucapnya pembawa acara dengan suara semakin meninggi, diiringi suara tepuk tangan meriah.


Suara musik mulai terdengar, Ratu menyembul keluar bejalan memasuki panggung dengan langkah anggun gaya model, dua tangannya memegang sisi kiri kanan gaun tersebut, pandangan lurus ke depan aura wajah dan bibir seksi.


Ratu kembali sedikit mengangkat gaunnya kemudian memutar badannya dan menjatuhkan lagi gaun itu, tangannya berpindah satu di pinggang satunya lagi tetap posisi lurus, berdiri sedikit miring dan sedikit membusungkan dadanya, dengan kepalnya sedikit diangkat.


Tepuk tangan meriah mensupport tampilan Ratu, Ratu memutar badannya lagi lalu berjalan dengan langkah berlenggok-lengggok kembali ke ruang sebelumnya dan acara selesai.


"Amanda selamat." Temanya memeluk Amanda saking bangganya.


"Amanda aku akan langsung beli gaun itu."


"Nyonya pembelian gaun langsung banyak," ucap Merry yang saat ini menunjukan hp nya.


"Amanda selamat ini bagus banget, aku akan langsung beli."

__ADS_1


Suara-suara teman-teman bisnis Amanda, yang mendukung Amanda, semua mensuport Amanda, bahkan yang melakukan transaksi pembelian lebih dari lima puluh orang saat ini, setelah pemilikan barusan, kemarin persediaan untuk peluncuran pertama sekitar seratus gaun, dan saat ini persentase jumlah transaksi yang masuk lagi menambah dan terus menambah.


Di balik kebahagiaan Amanda saat ini, ada wanita yang menatap benci dan kesal melihat keberhasilan Amanda.


Dinda iri melihat Amanda yang semakin sukses, Dinda tangannya terkepal dengan menatap tajam ke arah Amanda.


Semakin melihat Amanda tersenyum, Dinda semakin marah, tanpa sadar membanting ponselnya.


"Dinda apa yang kamu lakukan!" sentak Tomi yang duduk di sebelah Dinda.


Dinda tidak menjawab dan langsung pergi dari tempat itu, Tomi ikutan menyusul Dinda. Amanda bersama teman-temannya masih bercengkrama di sana.


"Aku tidak akan membiarkan Amanda terus bahagia, aku harus segera melakukan sesuatu membuat wanita itu merasakan apa yang aku rasakan," ucap Dinda marah seraya terus berjalan menuju mobil.


"Dinda kamu kenapa sih!" Tomi meraih tangan Dinda membuat langkah wanita itu terhenti. Dinda menatap Tomi tajam, padahal pria itu tidak tahu apa kesalahannya.


"Aku benci Tomi! aku benci!" teriak Dinda histeris. Membuat Tomi semakin bingung.


"Aku tidak mengerti mengapa kamu tiba-tiba marah seperti ini," ucap Tomi dengan benar-benar bingung.


"Ahh! sudahlah percuma bicara dengan orang seperti kamu yang tidak peka!" Dinda langsung masuk ke dalam mobil, dan segera melajukan mobilnya.


"Dinda Dinda!" teriak Tomi mengejar mobil Dinda, karena tadi Tomi berangkat bersama Dinda, dan wanita itu malah pergi meninggalkannya.


Sialan! umpat Tomi, yang ahirnya memilih pesan taksi online, yang kemudian pergi dari tempat tersebut.


Amanda mentraktir makan-makan semua karyawan di perusahaan, mereka bebas memesan semua makanan di restoran mewah, satu restoran sudah Amanda boking khusus untuk menyenangkan para karyawannya.


Setelah teman-temannya pergi Amanda juga ikut pergi dari tempat tersebut, kini sudah berada di dalam mobil bersama Merry.

__ADS_1


Sementara Dinda yang saat ini sedang menemui seseorang, memberikan uang pada orang tersebut, dan setelah orang itu pergi, Dinda tersenyum iblis.


Biarlah sekarang kamu tersenyum puas Amanda, karena setelah ini hidupmu akan berakhir, seperti persahabatan kita yang sudah berakhir sejak lama, sejak kamu mendapatkan semuanya, dan aku mulai membencimu, batin Dinda dengan tatapan tajam.


__ADS_2