Balas Dendam Istri

Balas Dendam Istri
BAB 40. Bertemu lagi dalam satu frame.


__ADS_3

Pagi ini Amanda sudah sembuh dari sakitnya, saat ini Amanda sudah berada di perusahaannya sedang bersiap mau pergi ke kota sebelah bersama Merry.


Pintu ruang kerja Amanda terbuka, Merry berjalan masuk ke dalam.


"Merry, semua data-datanya apa sudah kamu siapkan, beserta proposal ya?" tanya Amanda tanpa melihat lawan bicara, matanya masih fokus dengan layar laptop di depannya.


"Semua sudah siap Nyonya."


"Baiklah, duduklah sebentar sepuluh menit lagi kita berangkat," ucap Amanda yang masih mau menyelesaikan pekerjaannya.


Jemari lentik Amanda begitu lincah mengetik di laptop, hingga tepat sepuluh menit kemudian Amanda sudah menyelesaikan pekerjaannya itu.


Amanda menutup laptopnya, kemudian berdiri mengajak Merry untuk berangkat sekarang.


Mereka berdua sama-sama berjalan menuju lift yang membawa mereka turun ke bawah, sampainya di lobby pintu lift terbuka, Amanda dan Merry keluar dari sana.


Namun saat sampainya mereka baru keluar dari pintu keluar perusahaan, bertemu Jefry yang sepertinya mau masuk ke dalam.


"Kalian mau pergi?" tanya Jefry menatap bergantian Amanda juga Merry.


Amanda mengangguk.


Jefry menghela nafas panjang. "Padahal aku ingin mengajak kamu kumpul bareng teman-teman."


"Tidak bisa Jefry, aku ada kerjaan penting di luar kota sekarang," jelas Amanda yang langsung membuat Jefry tidak bisa membujuknya.


"Baiklah apa bila seperti itu, hati-hati di jalan," putus Jefry kemudian.


Amanda berjalan lebih dulu, Merry menunduk hormat pada Jefry sebelum ahirnya menyusul langkah Amanda.


Jefry terpaku dengan Merry terus melihat wanita itu yang berjalan menyusul Amanda, sampai mereka berdua masuk ke dalam mobil.


Jefry masih terus melihat mobil Amanda sampai Merry melajukan membawanya keluar dari area perusahaan.


Siapa nama wanita itu? Merry haha, gumam Jefry yang terkekeh mengingat nama Merry, Jefry kemudian pergi dari sana, karena yang mau ditemui sudah pergi.


Perjalanan ke kota xx tidak lah lama, setelah menempuh waktu dua jam kini mobil yang dikendarai Merry sudah sampai di kota tersebut.


Amanda dan Merry berjalan bersama masuk ke dalam gedung perusahaan GG. sampainya di dalam sana, sudah banyak sekali yang berdatangan, Amanda dan Merry mengambil kursi untuk ikut duduk di sana.

__ADS_1


Sekitar sudah ada sepuluh orang yang sudah datang, namun masih ada dua kursi lagi yang kosong.


Tidak lama kemudian ada yang masuk ke dalam lagi, saat Amanda tanpa sengaja menoleh kini melihat orang yang baru datang itu.


Valentino, batin Amanda.


Valentino belum menyadari apa bila Amanda berada di ruangan ini juga, saat tanpa sengaja menoleh juga kini Valentino melihat wajah Amanda.


Mereka berdua jadi saling pandang sama-sama terkejut, karena semalam saat mengobrol di apartemen tidak saling mengatakan bahwa akan menghadiri rapat di bisnis yang sama.


Namun ahirnya mereka saling melempar senyum, karena pemimpin rapat ini sudah membuka rapatnya.


Setelah dua jam berlangsung rapat di dalam sana, kini ahirnya selesai mereka semua di dalam ruangan itu saling berjabatan tangan.


Kemudian mereka semua bubar untuk kembali ke kotanya masing-masing.


Amanda juga Valentino keluar bersama, Merry juga sekertaris Son berjalan di belakang mereka.


"Aku tidak menyangka bahwa kita akan bertemu lagi di sini," ucap Valentino sembari berjalan di samping Amanda.


"Iya, semalam kau juga tidak bercerita bahwa akan menghadiri rapat di kota ini," jawab Amanda seraya menoleh menatap Valentino sebentar.


"Seandainya bercerita kan kita akan mengetahui sejak semalam bila memiliki rapat yang sama," jawab Amanda yang tersenyum terkekeh juga.


"Jadi aku salah nih?" tanya Valentino sembari menunjuk dirinya dengan mata sedikit melebar.


Amanda tertawa seraya menggelengkan kepala. "Tidak kau tidak salah."


Langkah kaki mereka terhenti karena sekarang sudah berada di luar gedung. Amanda menatap Valentino dengan tersenyum sembari menunduk hormat pada Valentino.


Valentino pun melakukan hal sama pada Amanda, saat Amanda berjalan pergi menuju parkiran mobilnya, Valentino terus memperhatikan Amanda, apa lagi saat melihat rambut Amanda yang dibiarkan tergerai indah. Membuatnya terpesona.


Saat tadi berdiri berdekatan dengan Amanda, Valentino bisa mencium aroma wangi shampo dari rambut Amanda.


Sekertaris Son memperhatikan arah mata Valentino yang terus tertuju pada mobil yang membawa Amanda pergi sampai tidak terlihat lagi, namun bibir Valentino masih saja terus tersenyum.


"Bos, apa kita tetap berdiri di sini atau ikut pulang," celetuk ucapan sekertaris Son yang langsung membuat Valentino tersadar dari lamunan.


Valentino menatap kesal ke arah sekertaris Son, karena sudah merusak bayangan indah Valentino barusan yang sedang bersama Amanda.

__ADS_1


"Sorry Bos," ucap sekertaris Son yang langsung mendapat pukulan keras Valentino di bahunya.


Kemudian mereka berdua pergi juga dari sana.


Setelah berada di dalam mobil yang sedang melaju, Valentino yang duduk di kursi belakang, bibirnya senyum-senyum sendiri, entah apa yang sedang pria itu pikirkan, tampaknya terlihat bahagia, sekertaris Son yang melirik dari kaca mobil sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah Valentino.


"Son."


Hemm.


Mulai bicara dia, tadi cuma membisu dan senyum-senyum sendiri, batin sekertaris Son.


"Dia sangat cantik kan? Hahah."


Sekertaris Son mulai paham kearah mana pembicaraan Valentino.


"Cantik Bos."


Valentino langsung menatap tajam punggung sekertaris Son. "Kau tidak boleh bicara cantik, hanya aku yang boleh." Nada bicaranya ketus membuat sekertaris Son serba salah.


Hah terus aku menjawab apa? tadi bertanya dan setelah aku jawab ternyata salah batin sekertaris Son merasa kesal.


"Lalu saya jawab apa Bos." Sekertaris Son menyalip mobil di depannya.


"Terserah, yang penting jangan jawab cantik, segala pujian hanya kau yang boleh mengatakannya."


"Ah, siap!" Sekertaris Son mengalah mengikuti kemauan bosnya yang rada-rada sableng pikirnya harus sabar.


Tuh kan? dia tertawa, batin sekertaris Son saat mendengar tawa Valentino dari kursi belakang.


"Dia memang cantik," ucapnya lirih, namun sekertaris Son masih mampu mendengar dan hanya tersenyum mengejek.


Apa setiap kali orang jatuh cinta akan berubah aneh, entahlah aku belum pernah, semoga saja aku tidak berubah aneh andai kelak aku jatuh cinta, batin Sekertaris Son sembari tersenyum geli.


Kemudian setelah itu tidak ada lagi suara-suara mereka, sekertaris Son fokus mengemudi, Valentino tidur di di dalam mobil.


Semalam sepulang dari apartemen Amanda Valentino tidak tidur sesampainya di rumah, langsung menyelesaikan pekerjaannya yang terbengkalai saat dirinya tinggal pergi, dan semua pekerjaan itu sudah Sekertaris Son bawakan ke rumah Valentino.


Jadi saat ini wajar apa bila Valentino merasa mengantuk, jarang sekali pria itu tidur di dalam mobil apa bila dalam perjalanan, biasanya selalu sambil kerja di dalam mobil sibuk dengan laptopnya.

__ADS_1


__ADS_2