
Cek kandungan Amanda sudah selesai, saat ini Amanda bersama Ibu Lili juga Merry sudah berada di dalam mobil yang sedang melaju.
Amanda dan Ibu Lili duduk di kursi belakang, Amanda tampak puas dengan hasil pemeriksaan hari ini, terlihat dari bibirnya yang terus mengulas senyum. Ibu Lili yang diam-diam memperhatikan ikut bahagia juga.
Ibu Lili menggenggam tangan Amanda, seketika membuat Amanda menoleh padanya. "Seorang anak pasti akan bahagia apa bila tinggal bersama ayah dan ibunya, apa kamu tidak mau merubah keputusan kamu, Nak?"
Senyum yang tadi terulas di bibir Amanda seketika meredup mendengar ucapan Ibu Lili barusan.
Amanda menggeleng. "Maaf jika aku terdengar egois dan terlihat begitu jahat untuk calon anakku, setiap orang pasti memiliki kesempatan dan aku sudah memberikan kesempatan itu padanya, namun di sia-siakan olehnya. Dan kini aku tidak bisa lagi, maaf."
Ibu Lili mengangguk perlahan, ia juga mengerti apa yang Amanda rasakan, selanjutnya mereka berdua saling diam, menyelami pikiran masing-masing.
Tidak lama kemudian mobil yang Merry kendarai sampai di bandara, saat ini juga Ibu Lili akan pulang ke Singapura.
Amanda hanya bisa mengantar sampai di dalam bandara, tidak menunggu sampai Ibu Lili masuk dalam pesawat, karena Amanda ada urusan penting saat ini juga.
Setelah berpamitan dan memeluk Ibu Lili, Amanda pergi dari bandara menuju mobilnya.
Setelah Amanda berada di dalam mobil, tidak lama kemudian mobilnya melesat pergi, kali ini tujuan Amanda bukan ke perusahaan, tapi ke suatu tempat yang sedang ada acara.
Dua puluh menit mobil yang membawa Amanda kini sudah tiba di tempat tujuan.
Tempat ini masih dalam satu kota Jakarta, hanya saja sedikit jauh dengan letak perusahaan Amanda.
Di tempat inilah Amanda membuka sebuah butik baru dan hari ini akan Amanda resmikan, saat Amanda keluar dari dalam mobil, seketika melihat banyak orang yang sudah hadir di depan butik barunya, tentu mereka sedang menunggu Amanda.
Mereka ada sebagian karyawan Amanda, ada juga sahabat juga teman bisnis, sebagai saksi pembukaan butik barunya Amanda.
Saat Amanda juga Merry berjalan bersama mendekat, suara-suara mereka semua mengucapkan selamat untuk Amanda.
Amanda kemudian berdiri di belakang pita yang terbentang di depannya, sebelum memotong pita itu, Amanda memberikan sambutan sedikit.
"Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mau hadir datang kemari menyanggupi undangan saya."
__ADS_1
"Terimakasih untuk sahabat aku." Amanda melihat Jihan juga Rita dan Jefry. "Terimakasih untuk teman bisnis dan para pekerja ku yang setia." Amanda melihat semua orang di depannya mereka semua tampak tersenyum berseri-seri.
Kemudian Amanda mengambil gunting yang Merry bawa di atas nampan, setelah membaca doa Amanda menggunting pita itu, dan bersamaan pita terputus suara tepuk tangan meria bersahut-sahutan.
Dari mobil yang baru sampai, orang di dalamnya tidak langsung keluar, melihat jalannya acara dari Amanda memberikan sambutan kemudian mengambil gunting lalu berdoa hingga memotong pita.
Kecantikan Amanda pagi ini dengan setelan jas warna blue, rambutnya dibiarkan tergerai indah. Semakin membuat Valentino terpesona yang juga diundang hadir.
Saat semua orang bergantian berjabatan tangan dengan Amanda mengucapkan selamat atas pembukaan butik baru, Valentino menyembul keluar dari dalam mobil dengan membawa sebuket bunga.
Sebelum berjalan, Valentino berdiri gagah di samping mobil seraya melepas kaca mata hitamnya.
Valentino berjalan menuju tempat tersebut dengan tersenyum serta padangan mata yang hanya tertuju pada Amanda.
"Dia bukannya CEO PRIMER Group," bisik seseorang pada teman sebelahnya.
"Iya dia CEO PRIMER Group." Temannya menjawab.
"Eh, ada CEO PRIMER Group." Orang lain juga ada yang bicara lirih.
Setelah sampai di depan Amanda, Valentino menyerahkan buket bunga di tangannya untuk Amanda. "Untuk kamu hadiah atas butik baru."
Amanda menerima buket bunga itu seraya tersenyum. "Terimakasih."
Adegan singkat Amanda bersama Valentino barusan tidak disia-siakan oleh mereka yang melihat, mereka semua ada yang memfoto juga ada yang merekam video. Kemudian sebagian ada yang di post di akun sosial media mereka.
Ada beberapa juga yang minta foto bareng sama Amanda juga Valentino.
Jihan juga Rita foto bersama Amanda juga Valentino, Jihan tidak sia-siakan momen ini untuk di post di sosial media. Tidak lupa juga tag Amanda juga Valentino.
Seketika para fans Amanda dan Valentino di sosial media langsung rame komentar-komentar di sana, saat ada foto Amanda bersama Valentino.
Setelah peresmian sudah selesai, para tamu undangan tadi dipersilahkan untuk masuk ke dalam butik, khusus untuk hari ini ada diskon besar-besaran apa bila membeli pakaian.
__ADS_1
Di dalam sana juga sudah ada pekerjanya, jadi Amanda tidak perlu menunggunya.
Amanda mengajak tiga sahabatnya, Valentino juga serta Merry ke Cave di seberang jalan sana.
Di cave sana tempat duduk mereka terpisah, Amanda hanya duduk berdua dengan Valentino, Merry ikut Gambung dengan rombongan Jihan juga Rita. Semua ini rencana Jihan supaya Amanda ada waktu bersama Valentino.
Saat minuman jus serta puding strawberry sudah datang, Amanda merasa lega setidaknya ada alasan untuk pura-pura makan puding atau jus alpukat di depannya.
Kenapa aku jadi gerogi seperti ini? plis kondisikan mata kamu Valentino jangan menatap aku seperti itu, batin Amanda sembari menyeruput jus alpukat.
"Em, Valentino kamu juga makanlah itu pudingnya," ucap Amanda seraya menunjuk puding di depan Valentino.
Hem.
Dimata Valentino memandangi wajah cantik Amanda lebih enak, mengalahkan enaknya puding dan jus alpukat, meski sudah diperintah Amanda untuk meminum jus, Valentino tetap tidak melakukannya.
Amanda menghela nafas panjang. "Ah ayo lah di minum, atau nanti aku yang akan menghabiskan." Amanda sampai berdiri mengambil jus alpukat milik Valentino dan menyodorkan ke pria itu, Amanda gemas karena Valentino terus lihatin dirinya. Valentino ahirnya meminum jus alpukat itu.
Adegan barusan Jihan rekam diam-diam, kemudian di unggah ke sosial media dengan caption so sweet.
Sebenarnya terjadi juga hal sama di meja Jihan, Jefry juga sedari tadi menatap Merry, hanya saja Merry cuek tidak pedulikan Jefry, Merry malah asyik ngemil.
Baru kali ini aku menemukan wanita yang aku tatap sedalam ini dia tidak salah tingkah, apa dia sudah punya pacar dan menjaga diri untuk pacarnya, hah jadi penasaran, batin Jefry sembari mau meminum sprite tapi yang diambil tangannya adalah minuman fanta milik Jihan karena mata Jefry tidak lepas terus memandangi wajah Merry.
Jihan yang melihat minuman fantanya di minum Jefry langsung memukul keras lengan pria itu. "Jefry, kenapa minuman aku kau minum!"
"Minuman kamu," ulang Jefry dengan kening berkerut, setelah melihat botolnya ternyata merek fanta dan sprite punyanya masih ada.
Jefry hanya tertawa gara-gara lihatin Merry sampai salah ambil minuman bahkan sampai meminum habis tidak mengenali rasa fanta dan sprite.
Jihan langsung merebut sprite milik Jefry dengan wajah ditekuk.
...****************...
__ADS_1
SEKARANG HARI SENIN. PLIS KASIH VOTE UNTUK SI CANTIK AMANDA 🙏🙏🙏 biar author semangat up....