Balas Dendam Istri

Balas Dendam Istri
BAB 88. Pria penipu.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Gedung Fashion Amanda Corp.


"Iya, Mom ada apa?" tanya Amanda pada Mommy Vio setelah sambungan telepon Amanda terima.


"Bisa tidak kamu jemput Mommy," ucap Mommy Vio di sambungan telepon.


Sebenarnya saat ini pekerjaan Amanda masih banyak, apa lagi baru pukul sepuluh pagi, jelas pekerjaan Amanda belum seberapa yang berkurang, tapi mau menolak Amanda tidak enak hati.


"Bisa Mom. Mommy dimana sekarang?" tanya Amanda ahirnya, tidak mau mengecewakan mertuanya.


"Ada di restoran xx sayang, cepatlah kemari," pinta Mommy Vio di sambungan telepon sebelum ahirnya dimatikan.


Amanda kemudian meminta Merry untuk datang ke ruang kerjanya, tidak lama kemudian wanita berambut pendek seperti polwan itu datang.


"Nyonya," sapa Mery seraya menunduk hormat.


"Merry, saya mau keluar. Tolong kamu lanjutkan pekerjaan aku ya? Mommy Vio meminta aku menjemputnya di restoran xx."


Merry mengangguk mengerti mendengar penjelasan Amanda itu.


"Terimakasih, Merry. Jika begitu saya pergi sekarang." Amanda berdiri kemudian berjalan pergi meninggalkan Merry tetap di ruang kerjanya.


Setelah Amanda keluar, Merry menutup pintu serta menguncinya, Merry melanjutkan pekerjaan Amanda.


Amanda yang saat ini sudah berada di dalam mobil, menjalankannya sendiri tanpa sopir. Tapi tanpa sepengetahuan Amanda, anak buah Valentino mengawasinya.


Amanda menerima telepon dari Valentino, Amanda memasang handset bluetooth ke telinganya, karena saat ini sedang berkendara.


"Sayang, kamu harus hati-hati."


Terdengar suara Valentino di sambungan telepon setelah Amanda angkat.


"Aku pasti hati-hati, jangan khawatir," jawab Amanda seraya menyalip mobil di depannya.


"Baiklah jika begitu panggilan aku tutup ya, jangan lupa kabarin apa bila sudah sampai," ucap Valentino terdengar penuh khawatir.


Amanda tersenyum seolah Valentino mampu melihat. "Ok."

__ADS_1


Amanda melepas handset bluetooth dari telinganya, dan kembali fokus menyetir.


Tiga puluh menit, mobil sampai di restoran xx tempat Mommy Vio berada. Amanda langsung masuk ke dalam restoran setelah mobilnya diparkirkan.


Amanda menuju ruang VVIP. Baru saja kakinya melangkah masuk, Amanda langsung mendapat sambutan Mommy Vio, wanita paruh baya itu memanggil Amanda, sontak saja menjadi pusat perhatian banyak orang.


"Amanda sayang ke marilah!" teriak Mommy Vio, karena tempat keberadaannya dengan Amanda cukup jauh tapi masih mampu melihat kedatangan Amanda.


"Siapa dia?"


"Dia cantik sekali."


Bisik-bisik mereka saat melihat kedatangan Amanda, apa lagi yang menyambut Amanda tadi Mommy Vio, jelas menjadi tanya besar bagi mereka yang belum tahu siapa Amanda.


Amanda saat ini sudah berdiri di samping Mommy Vio.


Saat melihat Mommy Vio berdiri, semua orang yang duduk di ruang VVIP itu diam, ingin melihat apa yang mau Mommy Vio sampaikan.


"Kalian yang mungkin belum tahu siapa wanita cantik yang berdiri di samping aku ... Dia adalah menantu kesayangan aku."


Mommy Vio memeluk Amanda dari samping setelah selesai bicara.


Amanda jadi tidak enak hati melihat keterkejutan mereka semua yang baru tahu.


Mommy Vio mengajak Amanda duduk di sampingnya, Mommy Vio menggeser piring berisikan makanan untuk Amanda, tadi sebelum Amanda datang, Mommy Vio sudah memesankan makanan kesukaan Amanda.


Amanda tersenyum ke arah Mommy Vio setelah melihat piring yang digeser mommy Vio ke arahnya berisikan makanan kesukaannya .


"Terimakasih Mom," ucap Amanda.


Amanda menyuap makanannya, namun baru sekali suap, Amanda teringat Valentino. Dan segera memberi kabar pria itu bahwa dirinya sudah sampai.


Setelah memberi kabar menyimpan kembali hp di tasnya, Amanda lanjut makan lagi.


"Nyonya Vio ... Menantunya cantik banget. Pekerjaannya apa sih?" tanya salah satu teman Mommy Vio, dia baru dari Australia, jadi saat pernikahan Amanda dan Valentino tidak bisa datang.


Mommy Vio merangkul pundak Amanda, menunjukan bahwa dirinya sangat sayang sama Amanda. "Menantu saya seorang pengusaha ... Namun sekali pun dia wanita biasa aku tidak mempermasalahkan. Yang penting putraku mencintainya." Mommy Vio tersenyum menatap temannya itu.


"Wah ... Hebat ya? Menantu Nyonya seorang pengusaha," timpal teman Mommy Vio yang lain.

__ADS_1


Mommy Vio dan Amanda hanya menanggapi dengan tersenyum.


Diantara mereka ada yang senang melihat kebahagiaan Mommy Vio, tapi juga ada yang tidak senang, karena merasa gagal untuk menjadi calon besan.


Sementara itu di tempat lain.


"Jordan! Kenapa kau menolak aku! Bukankah dulu kau mencintai aku!" bentak Ervina. Dia sangat marah karena Jordan mengusirnya. Dan lebih parahnya pria itu menarik Ervina untuk keluar dari Mansion nya dan mendorongnya sampai jatuh tersungkur di halaman.


Jordan tersenyum miring. "Aku hanya pura-pura, lagian sekarang kau tidak ada guna. Ada target yang lebih bisa membalaskan rasa dendam aku."


"Apa kau bilang! Aku tidak ada guna," ulang Ervina hampir tidak percaya mendengar ucapan Jordan barusan setelah dirinya menemani pria itu tidur setiap malam.


"Ya, aku sudah tidak butuh tubuhmu lagi! Sekarang pergilah!" Setelah berkata seperti itu Jordan berbalik dan mau berjalan.


"Jordan brengsek kau!" Dua anak buah Jordan menahan tangan Ervina, wanita itu terus memaki Jordan.


Jordan menghentikan langkahnya seraya tersenyum menyeringai, berbalik badan menatap Ervina yang saat ini sedang marah. "Satu hal lagi, jangan berani usik aku atau aku akan membunuh keluarga kamu," ucapnya begitu dingin sampai membuat Ervina membeku dan ketakutan.


Ervina tidak berani berkutik lagi setelah mendapat ancaman itu, Ervina pergi dari sana dengan perasaan penuh kekesalan.


Di Restoran xx.


Amanda yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi tiba-tiba ada pria berjas hitam menghampirinya.


"Nyonya Amanda," sapa pria itu.


Amanda hanya menanggapi dengan menaikan satu alisnya. Diam dan menunggu apa yang ingin pria itu bicarakan.


"Nyonya, di mobil Anda saat ini ada Tuan Valentino. Baru saja beliau datang ingin bertemu Anda."


"Baiklah aku ke sana sekarang," ucap Amanda yang langsung pergi dari sana ingin menemui Valentino.


Pria tadi yang memberi informasi mengekor di belakang Amanda.


Setelah berada di luar restoran, Amanda terus berjalan menuju mobilnya. Sampai di sana Amanda segera membuka pintu mobilnya, tapi di kursi depan dilihatnya tidak ada Valentino, Amanda mencoba menengok kursi belakang, juga tidak ada Valentino.


Amanda balik badan mau bertanya kemana Valentino, tapi baru saja Amanda berbalik pria tadi lebih dulu membius Amanda, sampai Amanda tidak sadarkan diri.


Memasukkan Amanda ke dalam mobil tersebut, dan pria itu yang menjalankan mobil Amanda.

__ADS_1


"Beres Bos, ini saya sudah berhasil menculik dia," ucap pria itu di sambungan telepon bicara dengan bosnya, setelah menjalankan mobilnya beberapa meter.


__ADS_2