Balas Dendam Istri

Balas Dendam Istri
BAB 33. Orang mencurigakan.


__ADS_3

"Nih tiga puluh juta," ucap Dinda menyerahkan amplop coklat yang di dalamnya berisi uang.


"Apa bila seperti ini kan, kerja jadi semangat bos," ucap pria itu disertai tawa.


"Semangat-semangat, awas kalo sampai kamu gagal," ucap Dinda ketus.


"Tenang bos pasti beres, wanita di foto ini, kan?" tanya pria itu sembari memperlihatkan foto yang ia pegang.


Dinda mengangguk.


"Ok, beraksi bos," ucap pria itu lagi yang kemudian langsung berlalu.


Setelah pria itu pergi, Dinda menatap tajam lurus ke depan, seolah pandangannya itu menembus keberadaan Amanda.


Kemarin kau menghinaku bahkan mempermalukan aku, hari ini akan tamat riwayat kamu Amanda! batin Dinda marah, Dinda tidak terima dengan perlakuan Amanda juga dua teman Amanda kemarin, Dinda berencana membalas perbuatan mereka.


"Tidak masalah aku harus menjual tas branded aku lagi, yang penting si Amanda bre-ngsek itu dapat aku kasih pelajaran!" Dinda tersenyum sinis.


Kemudian Dinda meninggalkan tempat kosong tersebut.


Fashion Amanda Corp.


Pintu ruang kerja Amanda terbuka, Merry masuk ke dalam.


"Nyonya saatnya kita berangkat bertemu klien," ucap Merry sembari menunduk hormat.


Amanda yang baru saja fokus di layar laptopnya langsung menghentikan kegiatannya itu.


Amanda bangkit dari duduknya, kemudian mereka berdua berjalan bersama keluar dari perusahaan tersebut.


Saat ini Amanda dan Merry sudah berada di dalam mobil yang menuju perusahaan klien. Saat dalam perjalanan Merry merasa ada sebuah mobil yang mengikuti mobilnya, perasaan Merry mulai curiga khawatir seperti yang sudah-sudah. Tapi Merry berusaha tenang tidak mau sampai membuat Amanda takut.


Empat puluh menit, mobil yang Merry kendarai sudah tiba di tempat tujuan, Amanda dan Merry berjalan masuk ke dalam gedung. Namun sebelum itu Merry sempat menoleh ke arah mobil yang mengikutinya tadi. Dalam hati Merry semkin yakin pengemudi mobil itu ada maksud jahat.


Informasi kehadiran Amanda di infokan pada pemimpin perusahaan itu, tidak lama setelah Amanda datang, pemimpin perusahaan itu datang menemui Amanda.


Kini mereka memasuki sebuah ruangan untuk membicarakan soal kerja sama.


Merry yang duduk di sebelah Amanda menunjukan beberapa gambar desain baju pada pria pemimpin perusahaan ini.

__ADS_1


Pria itu mulai mencermati beberapa gambar yang Merry tunjukan, pria itu manggut-manggut mulai paham.


Pria tersebut meletakkan lagi gambar desain baju itu ke atas meja. "Saya menyukai desain pakaian ini, karena perusahaan kami juga bekerja di bidang desain baju, saya sangat berharap kerja sama ini bisa menguntungkan bagi kita berdua."


"Terimakasih karena sudah menyukai hasil gambar desain pakaian ini," ucap Amanda dengan tersenyum.


Merry kemudian menyerahkan sebuah map, sebagai tanda tangan kontrak antara keduanya.


Setelah Amanda dan pria itu sama-sama sudah tanda tangan yang berarti sepakan dengan hasil meeting barusan. Amanda pamit ijin pergi.


Amanda dan Merry yang baru saja keluar dari gedung tersebut kini sedang duduk di dalam mobil, Merry belum menjalankan mobilnya karena Amanda sedang minum, Merry kembali menatap spion dan ternyata mobil yang tadi mengikutinya masih ada di sana.


Merry ingin memastikan siapa orang di dalam mobil itu, setelah Amanda selesai minum, Merry melajukan mobilnya membawa pergi dari tempat tersebut.


Dalam perjalanan setelah menempuh waktu lima belas menit, Amanda meminta Merry untuk menghentikan mobilnya di sebuah supermarket yang berada di depan sana.


Merry membelokkan mobilnya memasuki area supermarket tersebut.


"Kamu di sini saja Merry, aku sendiri saja," ucap Amanda setelah mobil berhenti yang kemudian langsung membuka pintu mobil.


Setelah Amanda berjalan masuk ke dalam supermarket, Merry melihat ke arah spion mobil, orang yang mengendarai mobil mengikuti mobil Merry telah keluar, kini Merry bisa jelas melihat wajah orang itu yang ternyata juga masuk ke dalam supermarket.


Jadi benar orang tersebut mengincar Nyonya, batin Merry masih terus melihat ke arah orang tersebut.


"Merry ada masalah apa!" ucap Amanda panik saat tiba-tiba Merry mengendarai mobil dengan cepat.


"Nyonya dalam bahaya." Merry bicara tanpa menoleh ke belakang, saat ini fokus ke jalanan karena posisi berkendara ngebut.


"Aku?" tanya Amanda pada dirinya sendiri, perasaan sejak tadi baik-baik saja pikir Amanda, yang memang tidak mengetahui bila ada mobil yang mengikuti sejak tadi.


"Sejak kita berangkat ke perusahaan klien tadi, ada yang mengikuti mobil kita Nyonya. Dan saat Anda masuk ke dalam supermarket tadi, mereka orang juga ikut masuk ke dalam sana, namun beruntungnya Anda kemudian keluar. Jadi saya segera mengendarai cepat supaya mereka tidak bisa mengejar lagi."


Deg.


Amanda terkejut mendengar penjelasan Merry, sampai tidak pedulikan lagi Merry yang mengendarai mobil begitu kencang dan lihai bak pembalap mobil, entah sudah berapa banyak mobil yang sudah Merry salip, bahkan ada yang langsung menekan klakson setelah Merry menyalip mobilnya.


Merry membawa mobilnya melewati jalur yang beda tidak seperti biasanya, tapi Amanda sudah tidak mau memikirkan lagi, terserah Merry mau membawa dirinya kemana.


Tidak lama kemudian mobil sampai di perusahaan Fashion Amanda Corp.

__ADS_1


"Sudah aman Nyonya, mari kita keluar," ucap Merry sembari menoleh ke belakang.


Amanda juga Merry sama-sama keluar dari dalam mobil, dan segera masuk ke dalam perusahaan.


Sementara itu orang yang mengikuti mobil Merry, langsung mengumpat saat kehilangan jejak tidak menemukan mobil Merry lagi yang hilang entah ke arah mana.


Mobil orang itu kini berhenti di pinggir jalan.


"Bagaimana ini bos?" tanya temannya yang duduk di sebelahnya.


Orang yang dipanggil bos langsung memukul lengan temannya itu. "Jangan bagaimana bos bagaimana bos! mikir! punya otak buat mikir jangan buat bertanya!" marah-marahnya sama temennya itu.


Ahirnya mereka putuskan untuk pergi, dan akan melanjutkan nanti lagi.


Saat tiba malam hari, setelah Merry mengantar Amanda pulang ke apartemen. Amanda belum beranjak keluar dari dalam mobil. Amanda sedang berpikir.


"Merr?"


"Iya Nyonya," jawab cepat Merry sembari menoleh ke belakang.


"Malam ini kamu nginap di apartemen aku ya?"


Tanpa pikir panjang Merry menyetujui, dirinya juga khawatir bila terjadi apa-apa sama Amanda, mengingat tadi siang ada mobil yang mengikuti.


Kemudian mereka berjalan masuk ke dalam gedung apartemen, masuk lift dari lantai satu menuju lantai 25 dan keluar dari sana.


Setelah berada di depan pintu apartemennya, Amanda membukanya, Merry ikut masuk ke dalam.


Merry istirahat dahulu di ruang tamu, Amanda saat ini mandi di kamarnya.


Tiba-tiba bel apartemen Amanda bunyi, Merry membuka pintu yang ternyata adalah Tomi.


"Dimana Amanda aku mau bertemu!" Tomi masih saja berusaha ingin mendapat maaf dari Amanda meski sudah di tolak berulang kali.


Merry menghalangi segera tubuh Tomi yang mau masuk ke dalam. "Maaf Tuan Anda tidak diijinkan masuk!" Merry bicara tegas dan dingin.


"Apa urusanmu! menyingkirkan!" bentak Tomi berusaha mau mendorong tubuh Merry, tapi bukannya Merry yang tumbang malah Tomi yang terdorong keluar.


Ahh! Sial! Tomi merasakan sakit perutnya.

__ADS_1


"Maaf Tuan saya terpaksa melakukan itu," ucap Merry yang baru saja menendang perut Tomi sekuat tenaga.


Merry kemudian menutup kembali pintunya.


__ADS_2