
Malam harinya Amanda keluar rumah, mau bertemu Merry, kini Amanda sudah duduk di cave, hanya cave biasa tidak begitu mewah, sengaja milih tempat ini supaya tidak ada orang yang mengenali.
"Nyonya, maaf saya baru sampai, tadi di kantor lagi banyak kerjaan," ucap Merry saat baru sampai, Amanda mengangguk, Merry menarik kursi lalu duduk di sana.
Kemudian keduanya saling mengobrol, Amanda menanyakan soal kerjaan kantor, Merry menjawab bahwa semua terkendali aman.
Amanda kemudian menceritakan ingin belajar ilmu bela diri, namun kondisinya yang saat ini sedang hamil, tidak memungkinkan.
Merry tidak ingin melihat Amanda bersedih, sebisa mungkin Merry akan membantu Amanda.
"Mungkin untuk beberapa gerakan tangan, Nyonya bisa mempelajarinya nanti, saya bisa membantu Nyonya."
"Serius?" tanya Amanda antusias.
"Iya Nyonya, yang jelas kita harus menghindari gerakan tendangan," jelas Merry lagi, Amanda semakin senang, setidaknya walau hanya sedikit Amanda masih bisa mempelajarinya.
Amanda benar-benar akan mempersiapkan diri untuk menghadapi Tomi, soal bisnis sudah ada beberapa orang yang akan membantu melindungi perusahaannya.
Namun untuk rumah tangganya, hanya Amanda sendiri yang tahu harus berbuat apa? karena tidak mungkin melibatkan orang lain ke dalam rumah tangganya.
Amanda tersenyum seraya menggenggam tangan Merry. "Terimakasih Merry, aku harap kita bisa menjadi partner yang baik."
"Baik Nyonya." Merry balas menggenggam tangan Amanda.
Kemudian mereka berdua harus terpisah, Amanda pulang lebih dulu, barusan ada kabar bila mertuanya datang ke rumah.
Sementara Merry masih berada di cave menghabiskan makanannya. Amanda yang saat ini masih dalam perjalanan pulang, hatinya mendadak bingung, setelah tahu kedatangan mertuanya disaat hubungannya dengan Tomi sedang tidak baik-baik saja.
Amanda hanya berpikir positif saja, menenangkan hatinya, mengingat sedang hamil tidak boleh banyak pikiran.
Sampai ahirnya mobil yang Amanda kendarai tiba di rumah, Amanda baru saja menyembul keluar dari dalam mobil, di teras sana sudah ada wanita paruh baya melambaikan tangan ke arah Amanda.
Amanda tersenyum dengan langkah cepat menghampiri sang Ibu mertua.
__ADS_1
"Amanda anakku sehat-sehat sayang," ucap Ibu Lili yang saat ini memeluk Amanda, gadis itu juga merasa bahagia didatangi sang ibu mertua.
"Amanda sehat Ibu, bagaimana keadaan Ibu dan Ayah sendiri?" tanya Amanda setelah melerai pelukannya.
"Seperti yang kamu lihat sayang, kami sangat sehat," ucap Ibu Lili disertai tawa haru, sudut bibirnya sampai mengeluarkan cairan bening, Amanda menghapus air mata itu.
Amanda mengajak Ibu Lili dan Ayah Andre masuk ke dalam rumah, saat ini Tomi belum pulang, namun tadi sudah Ibu Lili telfon dan saat ini sedang berada dalam perjalanan pulang.
Sembari mengajak kedua mertuanya istirahat di kamar tamu, Amanda terus kepikiran soal gimana harus bersikap di depan kedua mertuanya, saat nanti Tomi pulang.
Yang ada dalam pikiran Amanda Tomi akan menunjukan kemarahannya, karena jelas pria itu tadi pergi dengan sangat marah.
Hah, tapi Amanda akan menerima apa pun itu, dan akan menghadapi setenang mungkin apa pun itu.
Kedua orang tua Tomi tinggal di Singapura, dan pasti saat ini sangat lelah, Amanda membiarkan mereka istirahat dulu, Amanda keluar alasan mau membuat teh hangat.
Padahal Amanda hanya ingin menemui Tomi, menunggu pria itu pulang, dan akan bicara lebih dulu, sebelum Tomi bertemu dengan ayah ibunya.
Dan benar saja tidak lama kemudian mobil Tomi masuki gerbang, Amanda langsung menghampirinya sebelum Tomi masuk ke dalam rumah.
"Aku tahu," jawab acuh Tomi seraya mau berjalan lagi.
"Eh tunggu, aku minta jaga sikapmu, jangan tunjukan hubungan kita yang tidak sedang baik-baik saja!" Amanda bicara tegas, Tomi bukannya menjawab malah mendekati Amanda dengan gerakan cepat merengkuh pinggang Amanda, membuat jarak keduanya menjadi dekat.
"Kenapa hem? kamu takut." Tomi bicara dengan seringai tipis, Amanda menatap tajam dan melepas tangan Tomi yang merengkuh pinggangnya.
Amanda masuk ke dalam rumah lebih dulu, Tomi menyusul dari belakang. Amanda masuk ke dalam kamar, sedangkan Tomi menemui dua orang tuanya.
Amanda sedang mondar-mandir di dalam kamar, malam ini pasti Tomi akan tidur di kamarnya lagi, tidak mungkin pisah ranjang, Amanda bingung memikirkan solusinya.
Amanda yang lagi panik, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk, ternyata bibi memberitahu untuk makan malam, tapi Amanda menolak karena masih kenyang.
Sementara itu di ruang makan, saat ini Tomi dan kedua orang tuanya sedang menikmati makan malam.
__ADS_1
Bibi menyampaikan bila Nyonya Amanda masih kenyang, mereka tidak mempermasalahkan, dan tetap lanjut makan.
Selesai makan malam, orang tua Tomi kembali istirahat, sedangkan Tomi menuju kamar Amanda.
Saat mendengar suara pintu dibuka, Amanda yang sudah berada di atas ranjang, pura-pura tidur, tidak mau berinteraksi dengan Tomi, melihatnya saja malas, apa lagi bicara dengannya.
Tomi membersihkan diri lebih dulu, karena setelah pulang dirinya belum mandi, selama Tomi mandi, Amanda berbalas chat dengan Merry, membicarakan rencana besok ingin belajar ilmu bela diri, dan membahas pekerjaan di kantor yang belum Merry mengerti.
Saat mendengar pintu kamar mandi dibuka, Amanda menyudahi berbalas chat nya, kembali pura-pura tidur.
Setelah berpakaian kemeja malam, Tomi ikut naik ke atas ranjang, posisi Amanda yang memunggungi Tomi, memudahkan Tomi memeluk Amanda dari belakang.
"Lepaskan Tomi!" seru Amanda seraya mengalihkan tangan Tomi yang tadi sempat memeluknya.
Kau aku ijinkan tidur di kamar aku, tapi tidak sudi aku kau peluk! batin marah Amanda.
Tomi menghela nafas berat, namun tetap memaksa diri untuk terus memeluk Amanda, kali ini Tomi memeluknya kuat, Amanda tidak bisa mengalihkan tangan Tomi.
Amanda terus memberontak ingin Tomi menjauhkan tangannya, tapi malah membuat Tomi marah. "Diam!"
Amanda menghentikan aksinya, melawan juga percuma, Amanda kalah tenaga. Ahirnya malam ini mereka tidur dengan Tomi memeluk Amanda.
Setelah pagi tiba, Tomi dan Amanda sama-sama sibuk hari ini, mertuanya ditinggal di rumah berdua saja, mereka berdua memaklumi kesibukan Amanda dan Tomi karena sama-sama pembisnis.
Belajar ilmu bela diri hari ini lancar, Amanda sudah bisa tiga gerakan, besok akan belajar lagi, Amanda pulang ke rumah sudah hampir malam, jam enam sore baru tiba.
Mertuanya malam ini mengajak Amanda dan Tomi makan malam di luar, Amanda tidak ada alasan untuk menolak, ahirnya tepat pukul tujuh malam mereka berangkat ke restoran.
Sampai di sana mereka bertiga menunggu Tomi datang, semua makanan yang dipesan sudah tersaji di atas meja, lima belas menit kemudian Tomi datang.
Pria itu mencium tangan ibunya juga ayahnya, tidak lupa mencium kening Amanda, Ayah dan ibunya tersenyum melihat kemesraan anaknya.
Makan malam dimulai, semua menyantap makanannya masing-masing, tiba-tiba Tomi menyuapi Amanda, dengan senyum malu-malu ahirnya Amanda terima suapan Tomi, keromantisan yang mereka buat hanya untuk menyenangkan Ibu Lili dan Ayah Andre.
__ADS_1
Dan benar saja mereka berdua terlihat begitu senang.