Balas Dendam Istri

Balas Dendam Istri
BAB 34. Penculikan Amanda.


__ADS_3

Keesokan harinya Amanda yang ditemani Merry belanja kebutuhan rumah seperti bahan makanan mentah, di sebuah mall.


Merry membantu Amanda membawakan troli belanjaan, Amanda memasukkan beberapa minuman saji, seperti yogurt juga teh. Dan beberapa kardus susu hamil.


Amanda sengaja membeli banyak karena supaya tidak bolak-balik belanja, mengingat waktunya sangat sibuk untuk bekerja.


Sekarang mereka berjalan ke arah sayuran, di saat Amanda sibuk memilih sayuran segar untuk dibelinya, Merry yang tiba-tiba menoleh tanpa sengaja melihat pria yang kemarin mengikuti mobilnya.


Ternyata dia masih berusaha mengincar Nyonya, apa yang harus aku lakukan ya? batin Merry sembari berpikir.


Saat Amanda menghampiri Merry memasukkan sayuran segar ke ranjang troli, Merry membisikkan sesuatu ke telinga Amanda.


Amanda terkejut namun hanya sesaat, kemudian mereka berdua pergi dari tempat tersebut.


Dua pria yang mengikuti Amanda dan Merry segera berjalan untuk mengikuti mereka namun tiba-tiba kehilangan jejak tidak melihat keberadaan Amanda dan Merry lagi.


"Dimana dia," ucap pria itu sembari mengedarkan pandangannya diantara banyaknya pengunjung mall.


"Waduh Bos kalo kita hari ini tidak berhasil, Bos Dinda bakalan memarahi kita Bos," ucap temannya yang langsung dapat kosek di kepalanya dari pria yang dipanggil bos.


"Kebanyakan bingung lo, lanjut cari!" bentak pria yang dipanggil bos.


"Ba-baik Bos," ucapnya yang langsung mengikuti langkah bosnya yang mulai mencari keberadaan Amanda.


Mereka berdua mencari ke seluruh tempat mall, dari lantai bawah sampai lantai teratas, namun tetap saja tidak menemukan Amanda, sampai orang tersebut frustasi.


"Itu orang demit atau manusia sih," gerutu pria itu yang sudah lelah mencari tapi tetap tidak menemukan.


Saat ini mereka kembali lagi ke lantai satu, bingung pikirannya mau lanjut mencari atau menyudahi, mencari satu orang di tengah keramaian juga bukan suatu hal yang mudah.


Saat pria yang dipanggil bos itu sedang melihat ke arah lain, tiba-tiba temannya memukul-mukul bahunya sembari bicara panik.


"Bos Bos lihat itu dia kan wanita yang kita cari," ucapnya penuh semangat.


Pria yang dipanggil bos langsung melihat Amanda. "Cepat ayo tangkap dia!"


Mereka berdua kemudian mengejar Amanda yang saat ini berjalan ke arah pintu keluar mall, sungguh ini kesempatan emas bagi pria jahat itu, karena apa bila penculikan di luar mall tidak akan banyak orang yang tahu.


Saat Amanda sudah siap mau masuk ke dalam mobil, tiba-tiba dua pria itu menghalangi dengan memegang tangan kanan kiri Amanda.

__ADS_1


"Hei lepaskan aku!" teriak Amanda memberontak minta dilepaskan. Amanda tidak mau diculik, Amanda terus berusaha memberontak.


"Diam!" bentak pria jahat itu.


Amanda tidak mau menurut. "Tolon-," ucapan Amanda terhenti saat tiba-tiba pria itu membungkam mulut Amanda dengan sapu tangan yang sudah dikasih obat tidur. Perlahan Amanda kemudian tidak sadarkan diri.


Salah satu pria itu membopong tubuh Amanda untuk dibawa masuk ke dalam mobilnya, tidak lama kemudian mobil mereka melesat pergi.


"Nyonya melihatnya sendiri, kan," ucap Merry yang berdiri di samping Amanda yang saat ini mereka berdua tengah berdiri di depan pintu keluar mall, melihat ke arah mobil penculik itu.


"Maaf mungkin cara saya menolong Nyonya harus mengorbankan orang lain, tapi Nyonya tenang saja aku akan pergi sekarang untuk menyelamatkan wanita itu." Merry menunduk merasa bersalah.


Amanda menoleh ke arah Merry yang saat ini menunduk. "Kamu tahu tempatnya?"


"Tahu Nyonya, wanita itu tidak akan mematikan hp nya, saya yang memintanya, andai saya tidak menemukan dia, saya akan terus mencarinya Nyonya, ini sudah tanggung jawab saya," jelas panjang lebar Merry masih dengan kepala menunduk.


"Pergilah."


"Terimakasih, Nyonya."


Setelah bicara pamit Merry langsung berjalan pergi menuju mobil dan segera melajukan mobilnya untuk mengejar mobil penjahat itu.


Dengan mengendarai kecepatan penuh sembari melihat JPS yang terhubung dengan ponsel wanita Amanda palsu, mobil yang Merry kendarai berhasil mengejar mobil penjahat itu.


Sampai mobil yang dibawa penjahat itu memasuki jalan sempit yang pinggirnya hutan cukup luas.


Merry dalam kondisi tenang tetap terus mengikuti mobil penjahat itu, sampai tiba mobil penjahat itu berhenti di sebuah rumah papan yang sudah tua.


Merry melihat dua orang jahat itu sedang membawa Amanda palsu masuk ke dalam rumah tua itu.


Posisi mobil Merry saat ini cukup jauh dari tempat mereka, ada pohon besar yang menghalangi mobil Merry jadi aman mereka tidak akan tahu apa bila sedang diikuti.


Namun Merry masih mampu melihat mereka dari dalam mobilnya, saat Merry mau turun dari dalam mobil, tiba-tiba melihat ada sebuah mobil yang baru datang dari arah depan, jadi mobil itu tidak tahu ada mobil Merry karena melewati jalan yang beda.


Merry penasaran dengan orang di dalam mobil itu yang tiba-tiba berhenti di halaman rumah tua.


"Dinda!" ucap Merry terkejut melihat Dinda menyembul keluar dari dalam mobil, apa lagi saat Dinda berjalan cepat memasuki rumah tua itu.


Aku tidak menyangka bahwa dalang dibalik penculikan ini adalah Dinda, batin Merry marah, tangannya mengepal kuat.

__ADS_1


Dengan marah Merry membuka pintu mobil sembari meraih pistol yang sudah Merry siapkan. Berjalan cepat menuju rumah tua itu tanpa rasa takut.


Di dalam rumah tua.


Dinda yang sudah senang mendengar kabar Amanda berhasil diculik, tertawa bahagia, namun saat melihat wajah wanita dihadapannya yang tangan dan kakinya diikat serta mulutnya dibungkam.


Dinda menggeleng cepat. "Dia buka Amanda!"


Ha! dua pria itu terkejut bersamaan.


"Kalian berdua bodoh!" maki Dinda pada dua pria itu.


"Tidak bos wajahnya sudah sama dengan yang di foto," ucap salah satu pria itu yang tidak mau disalahkan.


"Masih ngeyel kalian! lihat ini lihat wajah aslinya!"


Dinda menarik wig rambut panjang yang wanita itu pakai, dan menghapus polesan make up untuk menyerupai wajah Amanda.


Dinda marah campur kesal sudah ditipu.


"Lihat dia!" siapa dia!" bentak Dinda lagi dan dua pria itu hanya bisa menggelengkan kepala karena bingung memikirkan bagaimana bisa orang yang tadi dirinya culik begitu mirip dengan wanita yang dirinya cari di foto.


Dor!


Dinda dan dua pria jahat itu langsung kaget saat mendengar suara tembakan.


Dinda menoleh dan seketika netra matanya bertemu dengan tatapan tajam Merry yang baru masuk.


Dalam hati Dinda sudah menduga pasti Merry yang melabuhi dua orang suruhannya.


Dinda memukul lengan pria jahat itu. "Cepat kau hajar dia!" perintah Dinda, namun dua pria jahat itu langsung menggelengkan kepala.


"Tidak bos, dia bawa senjata api aku takut," ucap salah satu pria penjahat itu dan temannya menimpali dengan anggukan kepala cepat.


"Dasar preman kampungan!" maki Dinda sangat marah.


"Bos bos," ucap temannya itu yang langsung membuat Dinda dan Bosnya itu melihat ke arah depan.


Merry mengarahkan pistolnya ke arah mereka bertiga, Merry menarik pelatuknya.

__ADS_1


Dor!


Ahh! mereka bertiga langsung lari berpencar, untung langsung berlari bila tidak salah satu diantara mereka pasti akan tertembak.


__ADS_2