Balas Dendam Istri

Balas Dendam Istri
BAB 63. Hari pernikahan.


__ADS_3

...Ini adalah pernikahan keduaku bukan pernikahan pertamaku, Amanda....


Dua penata rias sedang mendandani Amanda, wanita cantik itu akan disulap menjadi lebih cantik di hari sakral ini.


Amanda melihat pantulan dirinya di cermin, menerima dengan pasrah wajahnya mau dipoles seperti apa.


Amanda menyentuh dadanya yang saat ini merasakan debaran kuat, ada gelisah juga senang. Entah mengapa seperti itu


Ada apa dengan aku, semoga ini bukan bertanda buruk, doa Amanda.


Di ruang lain, Valentino juga merasakan hal yang sama, saat ini Valentino sudah selesai bersiap dan sedang bersama sekertarisnya Son.


Balutan jas hitam yang pas di tubuh kekarnya membuat Valentino lebih gagah dan tampan, ahirnya tepat hari ini pria sejuta pesona itu akan melepas status lajang.


Debaran kuat jantungnya juga dirasakan, apa lagi ini adalah pernikahan yang pertama, Valentino baru merasakan bahwa rasanya sangat menegangkan.


"Son, coba kau pegang tanganku," pinta Valentino sembari mengulurkan tangannya.


Hah mau apa si bos minta aku untuk memegang tangannya, kenapa dia aneh sekali harusnya kan Nona Amanda yang diminta untuk memegang tangannya, kenapa harus aku? batin Sekertaris Son yang bingung dengan permintaan Valentino.


Tapi Sekertaris Son menurut tidak mungkin membantah perintah bos nya yang sudah bicara.


Tangan Sekertaris Son sudah memegang telapak tangan Valentino. Diam tidak ada reaksi, bingung apa sih maksudnya.


"Bagaimana rasanya?"


Rasa! rasa apa sih bos, ini tidak ada rasanya aku tidak rasain apa-apa batin sekertaris Son menjawab. Sungguh saat ini ia bingung dengan tingkah bos nya satu ini.


"Kenapa kau diam saja, aku sekarang sedang gugup dan telapak tangan aku terasa sangat dingin." Valentino memberitahu yang seketika membuat Sekertaris Son langsung ngeh.


Hah mana aku tahu apa bila hal itu yang kau maksud, yah iya telapak tangan Anda terasa dingin. Hah bos bos gitu aja mau pamer. Ya iya aku ini jomblo, batin Sekertaris Son yang hanya mampu menjawab dalam hati.


"Hehe, mana aku tahu Tuan, ya rasanya dingin. Apa Tuan butuh sesuatu?" tanya Sekertaris Son siapa tahu Valentino butuh sesuatu untuk menghilangkan rasa gugup, ya begitulah cara pikir Sekertaris Son yang belum pernah jatuh cinta jadi tidak mengerti mengapa Valentino harus merasa gugup segala.


Valentino acuh mendapat pertanyaan Sekertaris Son, dan lebih milih kembali duduk, Valentino masih ada waktu tiga puluh menit, dan setelah itu akan turun kebawah melangsungkan pernikahan.


Wajah Valentino tiba-tiba mendadak dingin, entah apa yang sedang pria itu pikirkan, namun tiba-tiba bertanya hal lain yang berkaitan dengan pernikahannya.


"Apa kau sudah pastikan semuanya aman, Son?" tanya Valentino menatap lurus ke depan dengan tatapan dingin seraya bersandar di kursi.

__ADS_1


"Aman Tuan, saya sudah meletakkan beberapa orang ku untuk menjaga tempat acara sampai acara selesai," jelas sekertaris Son yang sejak kemarin sudah menjaga rumah Valentino.


Ya, ijab qobul akan dilakukan di rumah Valentino, setelah itu resepsi pernikahan akan dilangsungkan di gedung. Di sana juga sudah banyak penjaga yang menjaga gedung pernikahannya karena tidak mau sampai musuh Valentino atau pun musuh Amanda merusak acara pernikahan ini.


"Bagus, aku mau kau harus jeli dan terus awasi keadaan sampai jangan lengah," ucap Valentino dengan perintah tegas.


"Baik Tuan."


Setelah pembicaraan itu mereka berdua diam tidak lagi bersuara, sampai tiba waktunya Valentino harus keluar dari dalam kamar.


Dengan ditemani sekertaris Son, Valentino turun ke bawah menuju lantai satu, di bawah sana sudah banyak sekali orang-orang lebih banyak keluarga dari saudara dan kerabat semua berkumpul menyaksikan pernikahan Valentino dan Amanda.


Sampainya di lantai satu Valentino duduk di depan pak penghulu, dan saat ini akan memulai ijab qobul nya.


Amanda masih berada di dalam kamar, saat ini sudah selesai di rias dan disulap menjadi sangat cantik.


Mommy Vio sampai terkagum-kagum melihat kecantikan Amanda, luar biasa pantas saja putranya jatuh cinta dengan janda satu ini, benar-benar cantik batin Mommy Vio.


"Sayang, jangan gugup," ucap Mommy Vio tersenyum saat menggenggam tangan Amanda yang terasa dingin dan bergetar.


"Iya, Mom."


Tidak hanya telapak tangan yang bergetar, tapi seluruh tubuh Amanda, merasakan gugup luar biasa.


Jihan juga Rita berada di ruang ini sedari tadi menemani Amanda, melihat kedekatan calon mertua Amanda dengan Amanda, Jihan juga Rita jadi iri .


Pengen cepat nikah seperti Amanda, tapi takut apa bila mendapat mertua galak, Jihan dan Rita bergidik ngeri bersama membayangkan mendapat mertua jahat.


"Kalian berdua juga harus segera menyusul menikah," celetuk ucapan Mommy Vio menyadarkan lamunan Jihan juga Rita.


Hehe, Jihan juga Rita tertawa meringis bersama.


"Kalau Mommy punya anak dua maulah yang satu dikasih buat aku, tapi sayangnya Mommy punya anak cuma satu." Jihan bicara sembarang sembari tertawa, yang langsung mendapat cubitan Rita.


Hahah! Mommy Vio tertawa. "Kamu ada-ada saja."


"Kalau kalian mau nanti Mommy kenalkan dengan keponakan Mommy."


"Serius Mom." Jihan menyahut cepat.

__ADS_1


"Tentu saja."


"Aku juga mau Mom." Rita ikut-ikutan menyahut, yang langsung membuat Mommy Vio terkekeh.


Astaga kalian membuat aku malu batin Amanda yang melihat tingkah dua temannya.


Di lantai satu.


Valentino sudah menjabat tangan pak penghulu siap melakukan ijab qobul saat ini.


"Saya nikahkan-."


"Berhenti!"


Suara lantang campur amarah berasal dari arah pintu masuk, membuat semua orang menoleh ke belakang.


Tomi, gumam Valentino dengan sorot mata tajam, melihat Tomi yang berdiri di pintu masuk dengan tangan pria itu yang di pegang dua bodyguard Valentino.


Bugh!


Sekertaris Son langsung memukul wajah Tomi, dan mau membawa Tomi pergi dari sana, tapi suara teriakan Tomi membuat semua orang tercengang.


"Amanda aku masih suami kamu! kau tidak bisa menikah dengan pria lain, Amanda!" teriakan Tomi begitu jelas di dengar oleh banyak orang di ruangan itu. Yang sengaja Tomi lakukan untuk membuat pernikahan Amanda gagal.


Menyelipkan kata suami kamu untuk membuat Amanda malu.


Sekertaris Son bersama bawahnya langsung menarik Tomi keluar dan mendorong tubuh Tomi di halaman rumah. Tomi dihajar.


Bugh! Bugh!.


Sementara itu di ruangan tersebut menjadi tegang dan seketika bisik-bisik dari ibu-ibu yang duduk di belakang mulai terdengar.


"Hah masa iya pengantin wanitanya masih punya suami," ucap Ibu baju merah.


"Pebinor dong namanya." Ibu baju kuning menimpali.


"Eh dia turun tuh," ucap Ibu baju hijau menunjuk Amanda yang turun bersama Mommy Vio.


"Hah mau apa dia kan masih punya suami tapi ko nikah lagi sama pria lain." Ibu baju coklat ikut mencibir.

__ADS_1


"Iya, tidak akan absah pernikahan mereka." Ibu baju ungu ikut menegaskan.


Begitu pun seterusnya bisik-bisik tidak sedap dari bibir ibu-ibu yang duduk di barisan belakang.


__ADS_2