
Di Singapura.
Tomi yang baru saja menjemput Ibu Lili di bandara, kini dia sedang tiduran di ranjang, tadinya dengan harapan Ibu Lili ke Indonesia akan memberikan informasi baik untuknya tentang Amanda, ternyata tetap hasilnya sama saja, Tomi beranggapan ibunya tidak bisa membujuk Amanda.
Malah tadi saat dalam perjalanan pulang, Ibu Lili menceritakan kandungan Amanda yang sehat, tapi Tomi merasa kesal karena yang ia mau dengar kabar Amanda mau memaafkannya bukan kabar kandungan Amanda.
Sungguh aneh bukan tidak suka mendengar kabar buah hatinya, ya itu lah Tomi si manusia aneh.
Dan sekarang demi untuk mengobati rasa rindunya pada Amanda, Tomi membuka akun sosial media milik Amanda, seketika mata Tomi terbelalak lebar saat melihat foto Amanda bersama Valentino juga ada Jihan dan Rita di foto tersebut, tapi fokusnya Tomi hanya tertuju pada Amanda dan Valentino.
"Beraninya! beraninya dia foto bersama pria lain! apa dia sudah tidak menghargai aku sebagai suami, hah!" Tomi bicara marah, tidak terima melihat Amanda berdekatan dengan pria lain, padahal sudah jelas di dalam foto itu ada Jihan juga Rita.
"Hah, aku harus ke Indonesia sekarang! aku akan memberikan perhitungan dengannya!" Tomi menyimpan kembali ponselnya.
Tomi tidak bisa membiarkan semua ini, dengan marah dan tanpa berpikir panjang, Tomi keluar dari dalam kamar.
Di ruang tengah masih ada Ibu Lili juga Ayah Andre yang masih duduk bersantai di sana. Tiba-tiba Ibu Lili dikagetkan dengan langkah cepat Tomi yang sedang turun menapaki anak tangga.
Setelah Tomi sampai di lantai satu, Ibu Lili berdiri menatap Tomi. "Tomi kau mau kemana!" suara Ibu Lili sedikit meninggi karena campur panik melihat wajah Tomi yang memerah seperti menahan kekesalan.
Tomi menatap tajam ke arah Ibu Lili. "Aku mau pulang ke Indonesia sekarang."
"Tidak Tomi! hukuman kamu belum berakhir!" ucap Ibu Lili tegas.
"Bu, Amanda sudah mengkhianati aku, lihatlah di akun sosial media milik Amanda, dia sudah berani dekat dengan pria lain, aku masih suaminya, Bu!" Tomi mengacak rambutnya sendiri saat dilarang pulang oleh ibunya.
"Ibu sudah melihatnya, lagian itu bukan salah Amanda, itu hanya teman dan hanya sekedar foto biasa, apa yang kamu cemburui."
__ADS_1
Tomi tertawa. "Apa kata Ibu, Bu! Amanda masih istri aku dan bagaiman jika Amanda selingkuh dengan pria itu." Pikiran Tomi mulai tidak waras bicara ngada-ngada yang semakin membuat Ibu Lili pusing.
Tomi tidak sadar bahwa dirinya yang sudah selingkuh dan juga yang sudah menyakiti Amanda sampai tidak tersisa, tapi masih berpikir egois tidak mau melihat Amanda berdekatan dengan pria lain. Padahal di foto tersebut sudah jelas ada Jihan juga Rita.
"Tomi masuk kamar! ikuti perintah ibumu!" Ayah Andre ikut bicara tegas, baginya cukup selama ini terlalu mempercayai Tomi sampai membuat putra satu-satunya itu salah jalan.
Sebagai Ayah tentu Ayah Andre merasa sakit hatinya mengetahui fakta yang sebenarnya tentang Tomi dari Amanda yang tempo hari itu Amanda tunjukan bukti keburukan Tomi.
Selama ini Ayah Andre tahunya Tomi adalah anak yang terbaik, penurut dan tidak pernah macam-macam, tapi nyatanya tidak, sungguh Ayah Andre sangat kecewa.
"Ayah Ibu, ayo lah jangan seperti ini padaku." Tomi makin frustasi saat ayahnya juga ikutan melarangnya untuk pergi dengan seperti ini kemungkinan besar dirinya akan sulit untuk menemui Amanda.
Aku harus segera ketemu Amanda dan memukuli pria itu! batin marah Tomi sembari mengepalkan tangan.
"Tomi, Ibu dan Ayah berbuat seperti ini semua, ini demi kamu! tolong kamu tenang dan rubahlah sikap kamu! hanya ini cara satu-satunya yang dapat kamu lakukan demi bisa kembali dengan Amanda, apa bila kamu tidak mau nurut sama Ibu, rumah tangga kamu dan Amanda pasti akan selesai!"
Setelah bicara panjang lebar sembari marah-marah, Ibu Lili berjalan pergi meninggalkan Tomi.
Tomi beralih mendekati Ayah Andre. "Ayah aku-."
"Masuk ke dalam kamar," potong cepat Ayah Andre hingga Tomi tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ahirnya Tomi dengan perasaan kesal kembali menaiki tangga untuk menuju kamarnya berada.
Ayah Andre yang masih berdiri di bawah sembari menatap ke arah Tomi yang berjalan naik, hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Punya anak satu saja susah diatur, mending kalo masih kecil sudah besar pula, batin Ayah Andre yang merasa kesal sama Tomi.
Di dalam kamar Tomi langsung membanting semua barang-barang, Tomi marah campur kesal.
__ADS_1
Kesal dengan Amanda juga kesal dengan ayah ibunya yang ikut campur, Tomi sudah seperti tahanan yang tidak boleh kemana-mana.
Arghhhh! Teriak Tomi meluapkan emosinya.
Sementara itu di dalam kamar lain, Ibu Lili saat ini sedang menangis duduk di pinggiran ranjang, hatinya sangat sedih melihat Tomi yang keras kepala.
Tomi memang sedang di hukum Ibu Lili untuk tidak boleh ke Indonesia dan menemui Amanda, setidaknya sampai Amanda melahirkan, hanya khawatir bila Tomi akan berbuat nekat dan mencelakai Amanda juga calon Cucunya.
Tapi sepertinya susah menahan Tomi selama itu di Singapura, mengingat tadi Tomi sudah ingin kembali ke Indonesia hanya karena melihat foto Amanda bersama pria lain.
Ayah Andre tidak tega melihat sang istri yang menangis, Ayah Andre memeluk Ibu Lili menenangkan istrinya.
"Ibu harus berbuat apa Ayah?" tanya Ibu Lili campur tangis dalam pelukan Ayah Andre.
"Sabar, Bu. Mungkin saja pelan-pelan Tomi bisa berubah," hibur Ayah Andre supaya Ibu Lili tenang tidak perlu mikir macam-macam.
"Tapi Ibu khawatir Ayah, apa bila Tomi nekat," ucap Ibu Lili yang semakin menangis.
Ayah Andre tidak menjawab lagi hanya mengusap-usap punggung Ibu Lili, sementara Ibu Lili menangis sepuasnya dalam pelukan Ayah Andre.
Setelah Ibu Lili merasa lebih tenang, Ibu Lili berjalan keluar kamar menuju kamar Tomi, Ibu Lili membuka pintu kamar Tomi, terkejut seketika melihat kamar Tomi yang berantakan hampir semua barang berserakan di lantai.
Namun saat ini Tomi sedang tertidur, saat memastikan aman Tomi sedang beneran tidur, Ibu Lili mencuri paspor milik Tomi, supaya Tomi tidak bisa kabur.
Dengan langkah pelan-pelan Ibu Lili keluar dari dalam kamar Tomi, dan segera berjalan menuju kamarnya.
Sampainya di dalam kamar, Ibu Lili segera menyimpannya di dalam laci kemudian menguncinya.
__ADS_1
Ibu Lili mendekati Ayah Andre dan menceritakan bahwa baru saja berhasil mengambil paspor milik Tomi.
Sebisa mungkin Ibu Lili dan Ayah Andre akan menahan Tomi di Singapura.