Balas Dendam Istri

Balas Dendam Istri
BAB 46. Melihat Amanda di halte.


__ADS_3

Awal pekan, biasanya semua orang pekerja baik pekerja kantor atau pun pekerja lainnya akan merasa sibuk di awal pekan.


Setelah melewati satu hari libur di hari Minggu pekerja kantor akan mendapat pekerjaan banyak di awal pekan.


Seperti saat ini di Fashion Amanda Corp, salah satu perusahaan besar yang miliki jumlah karyawan sampai ribuan orang untuk penempatan di pabrik pakaian dan di kantor pusat. Belum juga yang ditempatkan di anak cabang perusahaan.


Salah satu perusahaan yang berani bersaing di dunia bisnis, dan tidak pernah terdengar gosip keburukan mengenai Fashion Amanda Corp.


Semua bekerja dengan baik, melayani dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat, barang-barang yang dijual pun miliki brand kualitas terbaik.


Dan siapa sangka pemilik sekaligus pemimpin perusahaan tersebut adalah seorang wanita cantik bernama Amanda Saputri.


Baru saja Amanda menyelesaikan sebuah konsi pers mengenai Perusahaan Fashion Amanda Corp.


Yang langsung tayang di televisi nasional, nama Amanda menjadi sebuah inspirasi bagi wanita muda yang mau berkarir dan berkarya.


Mereka semua yang menyaksikan konsi pers tersebut ikut merasa bangga.


Saat ini Amanda bersama Merry juga beberapa orang pria berjas hitam mendampingi Amanda untuk berjalan keluar gedung tempat konsi pers diadakan.


Apa bila tidak didampingi sudah dapat dipastikan para wartawan akan mendekat dan memintai wawancara. Saat ini saja kamera pada berlomba-lomba mengambil gambar Amanda.


Setelah Amanda dan juga Merry masuk ke dalam mobil, wartawan yang berdiri di depan mobil Amanda menyingkir kemudian Mery melajukan mobilnya.


Tujuan Amanda melakukan konsi pers ini untuk memperkuat hak miliknya, untuk jaga-jaga apa bila Tomi melakukan hal curang, dan dengan adanya konsi pers ini semua orang akan tahu bahwa pemilik perusahaan tersebut adalah Amanda real Amanda.


Di Singapura.


Ibu Lili yang baru saja melihat berita hangat mengenai Amanda jadi terharu sampai tidak sadar meneteskan air mata.


Ayah Andre duduk di sebelah Ibu Lili saat melihat istrinya itu menangis.


"Ada apa Bu?" tanyanya sembari melihat layar ponsel yang Ibu Lili lihat.


"Ibu bangga sama Amanda Ayah ... Dia luar biasa lihatlah Ayah." Ibu Lili menunjukan berita hangat mengenai Amanda.

__ADS_1


Setelah Ayah Andre membacanya juga melihat Vidio konsi pers hatinya juga merasa bangga.


"Apa-apa yang bodoh memang putra kita, punya istri cantik pintar kaya paket lengkap malah disakiti," celetuk Ayah Andre yang menghina Tomi.


Ibu Lili langsung menghela nafas lesu mendengar ucapan Ayah Andre.


"Bagaimana jika mereka bercerai beneran Ayah ... Ibu tidak yakin akan mendapatkan menantu sebaik Amanda lagi ... Tomi! benar-benar anak itu sangat bodoh!" Ibu Lili ikutan mengumpati Tomi, apa lagi saat mengingat di Singapura Tomi susah diatur, makin kesini makin tidak yakin bila pernikahan Tomi dan Amanda bisa terselamatkan.


"Sudahlah Bu? Terima saja apa pun yang terjadi nanti," putus Ayah Andre selanjutnya yang langsung mendapat helaan nafas berat Ibu Lili.


Di Indonesia.


Amanda saat ini sudah sampai di kantor, Amanda sedang menyelesaikan pekerjaannya, banyak file-file yang harus Amanda tandatangani.


Di luar perusahaan banyak sekali papan ucapan selamat sukses untuk Amanda, pemberian dari teman-temannya juga ada dari karyawannya. Semuanya menyayangi Amanda membuat wanita calon ibu muda itu semakin yakin dan tidak perlu takut menjalani hari-hari ke depan meski nanti akan berstatus janda, semuanya sudah Amanda pikirkan.


Setelah waktu terus berputar mengejar orang-orang yang mengerjakan pekerjaannya yang harus diselesaikan hari ini juga. Ada yang bertindak cepat ada juga yang masih bersantai-santai. Tidak terasa sudah tiba sore hari.


Masih ada beberapa berkas yang belum Amanda baca tentu juga belum Amanda tandatangani, Amanda merasa sudah capek kemudian pulang diantar Merry.


Setelah menempuh beberapa radius meter, Merry melihat Amanda yang duduk di kursi belakang melalui kaca mobil.


Amanda terlihat seperti meringis kesakitan, Merry jadi khawatir.


"Apa kita perlu mampir ke rumah sakit Nyonya?" tanya Merry langsung mendapat gelengan cepat kepala Amanda.


Merry kembali fokus mengemudi lagi, tidak ada pembicaraan lagi antara keduanya, dan sepertinya Amanda mulai tertidur, dalam hati Merry berkata kasihan pada Amanda.


Harusnya wanita hamil bersantai di rumah tapi Amanda harus bekerja demi mempertahankan perusahaannya.


Saat mobil berhenti di lampu merah, Amanda bangun dari tidurnya. Amanda mencari tas kerjanya dan setelah sadar ternyata lupa tadi saat keluar dari ruang kerjanya tidak membawa tas.


"Ada apa Nyonya?" tanya Merry saat melihat kegelisahan Amanda.


"Tas aku ketinggalan, apa kamu bisa mengambilkan?"

__ADS_1


"Bisa Nyonya," jawab cepat Merry.


"Tapi kamu sendiri ya, aku tunggu di halte depan situ."


Merry melihat halte di depan sana. "Apa tidak apa-apa Nyonya di sana sendiri?" tanya Merry memastikan.


Amanda menggeleng. "Tidak."


Setelah lampu berganti warna hijau Merry melajukan mobilnya menuju halte depan sana, setelah Amanda keluar mobil dan menunggu di halte, Merry melajukan mobilnya untuk mengambil tas Amanda yang tertinggal di perusahaan.


Di halte sana Amanda tidak sendirian ada beberapa orang yang juga sedang berdiri di sana.


Cuaca memang saat ini sedang buruk, tapi dikira tidak akan hujan, tiba-tiba mendengar suara petir yang menggelegar dan tidak lama dari itu hujan turun deras mengguyur bumi.


Amanda terkena air hujan yang mengalir dari atas halte, meski tidak membuat tubuhnya basah kuyup.


Mobil Valentino yang sedang melaju tidak jauh dari halte, Valentino menajamkan matanya saat samar-samar melihat Amanda di halte seperti merasa kedinginan. Dan benar saja saat mobilnya semakin dekat dengan halte, wanita itu beneran Amanda.


Valentino meminta sekertaris Son untuk menghentikan mobilnya.


Amanda tidak menduga apa bila mobil yang berhenti di depan halte adalah mobil Valentino.


Amanda terkejut saat melihat Valentino keluar dari dalam mobil berjalan cepat ke arahnya yang langsung berdiri di sampingnya.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Valentino terdengar panik.


"Aku menunggu Merry," jawab Amanda yang langsung mendapat helaan nafas panjang Valentino.


"Sekarang pulng aku antar, di sini dingin aku tidak mau kamu sakit," ucap Valentino sembari melepas jas hitamnya kemudian mengajak Amanda berjalan ke arah mobilnya sembari meletakkan jas hitamnya di atas kepala Amanda sebagai pelindung Amanda dari air hujan. Mereka berjalan beriringan.


Tubuh Amanda aman tidak terkena air hujan, jas hitam Valentino yang basah, kini Amanda sudah masuk dalam mobil, yang kemudian di susul Valentino juga, jas yang basah tadi Valentino letakkan di bawah.


Setelah mobil dalam keadaan melaju, Amanda mengirim pesan ke Merry untuk mengantarkan tas nya ke apartemen.


"Apa kamu masih kedinginan?" tanya perhatian Valentino.

__ADS_1


Amanda yang masih fokus dengan hp nya langsung menoleh menatap Valentino. "Tidak." Amanda tersenyum.


__ADS_2