Balas Dendam Istri

Balas Dendam Istri
BAB 51. Ketuk palu.


__ADS_3

Satu Minggu kemudian, setelah Amanda sembuh dari sakitnya, dan sudah sehat seperti sebelumnya, meski senyum yang biasanya terlukis di bibirnya belum bisa terlihat lagi.


Amanda memancarkan aura dingin, hanya senyum kecil itu apa bila bertemu Mommy Vio, selain padanya Amanda bersikap sama.


Dan pagi ini pukul sepuluh pagi, Amanda yang ditemani Mommy Vio juga ada Valentino di dalam sebuah ruangan.


Ada Tomi juga orang tua Tomi, Ibu Lili dan Ayah Andre.


Amanda dan Tomi duduk di kursi paling depan, sedangkan mereka semua yang mensupport Amanda duduk di kursi belakang.


Setelah pengacara Amanda dan Tomi saling menjelaskan permasalahan, kini saatnya hakim membuat keputusan yang terbaik untuk keduanya.


Dada Ibu Lili rasanya sesak melihat perceraian anaknya di depan matanya, mungkin jika tidak ada Ayah Andre yang menggenggam tangannya, Ibu Lili sudah pingsan.


Perasaan Ayah Andre juga sama seperti istrinya, juga merasa sedih namun masih bisa mengontrol diri untuk tetap tegar.


Mereka berdua kenal sama Amanda sudah lama, karena memang Tomi dan Amanda pacaran dulu sudah lama, dari kuliah semester pertama sampai lulus kemudian menikah, sangat disayangkan perceraian ini, namun mau bagaimana lagi Ibu Lili tidak bisa mencegah.


Semua bukti kesalahan mengarah pada Tomi, jantungnya sudah ketir-ketir mau mendengar keputusan hakim, Ibu Lili sampai menutup telinganya meski tidak mau mendengar pasti akan tahu juga jawabannya.


"Dari bukti yang kami lihat, dengan ini saya selaku hakim ketua mengatakan ... Saudari Amanda dengan saudara Tomi ... Resmi bercerai."


Hah satu tarikan nafas Amanda yang seketika merasa lega setelah mendengar hasil keputusan hakim, Amanda sampai menangis bahagia karena ini adalah yang ditunggu-tunggu dan sekarang baru menjadi kenyataan.


Setelah para hakim keluar dari ruangan tersebut, Mommy Vio mendekati Amanda memeluk Amanda memberikan kekuatan untuk Amanda supaya tetap semangat.


"Selamat sayang keinginanmu jadi kenyataan, kamu harus bahagia dan ceria," ucap Mommy Vio sembari menangkup wajah Amanda setelah melerai pelukannya.


"Terimakasih, semua ini bisa lancar karena berkat Mommy juga." Amanda tersenyum tapi menangis.


Mommy Vio kembali memeluk Amanda.


Valentino mendekat, Amanda melerai pelukannya menerima jabatan tangan Valentino yang mengucapkan selamat padanya.


Mereka bertiga kemudian berjalan keluar bersama.


Ibu Lili yang sedari tadi malah menangis setelah menyadari Amanda keluar langsung menyusul langkah kaki Amanda.

__ADS_1


Ayah Andre dan Tomi ikutan menyusul Ibu Lili yang berjalan cepat menuju keluar.


Ibu Lili langsung memanggil Amanda saat melihat Amanda sudah menuruni tangga.


"Amanda ..." Ibu Lili menangis berjalan cepat mau menghampiri Amanda.


Amanda yang mendengar namanya dipanggil dan paham akan suara itu langsung menoleh ke belakang, Mommy Vio juga Valentino ikutan menoleh ke belakang.


"Amanda ..." Ibu Lili langsung memeluk Amanda setelah berhasil mendekat, Ibu Lili menangis di pelukan Amanda.


Amanda yang hatinya juga selembut kapas jadi ikutan menangis melihat ibu mertuanya yang sudah baik padanya itu terlihat sedih.


Ibu Lili melerai pelukannya kini berganti menangkup wajah Amanda dengan derai air mata, Amanda bisa melihat kesedihan yang terpancar di mata Ibu Lili.


"Amanda ... Meski kamu bukan menantu Ibu lagi, jangan lupa sama Ibu dan Ayah, kami tetap sayang sama kamu, Ibu hanya minta itu, Nak?"


Amanda tersenyum diantara tangisannya. "Aku tidak akan lupa sama Ibu dan Ayah ... Manda juga sayang sama Ibu dan Ayah."


Ibu Lili kembali memeluk Amanda, memeluk sangat erat karena tidak tahu kapan lagi bisa memeluk Amanda, setelah tidak lagi menjadi menantunya.


Setelah Ibu Lili dan Amanda selesai berpelukan, Ayah Andre mendekat mengucapkan maaf untuk Amanda.


Ayah Andre memeluk Amanda untuk yang terakhir kalinya, menantu yang begitu disayanginya kini sudah menyandang bukan menantunya lagi.


Ayah Andre mengusap air matanya sebelum ahirnya pergi mengajak Ibu Lili juga dan Tomi.


Saat mereka sudah mau masuk ke dalam mobil menoleh sebentar ke arah Amanda, entah kenapa rasanya begitu hancur hati Ibu Lili sampai tidak sanggup menatap Amanda dan milih masuk ke dalam mobil lebih dulu.


Sebelum Tomi masuk ke dalam mobil, pandangannya bertemu dengan mata Amanda, sesaat Amanda menatap dalam bola mata Tomi dari kejauhan sebelum ahirnya memutus pandangan itu menatap ke arah lain.


Mobil Ayah Andre melesat pergi.


Kini Amanda bersama Mommy Vio juga Valentino berjalan menuju mobil, setelah sampai di sana segera masuk ke dalam, Valentino melajukan mobilnya.


Dalam hati Valentino berbunga-bunga melihat Amanda bercerai, saat ini tinggal selangkah lagi cara membuat Amanda mau menerima lamarannya, dan hal ini yang Valentino pusingkan.


Keahliannya yang biasanya menaklukkan hati wanita mendadak blank, maunya saat melamar Amanda momennya itu romantis dan takut apa yang dibuatnya nanti kurang romantis karena Amanda sepesial baginya.

__ADS_1


Valentino asyik melamun memikirkan cara melamar untuk Amanda. Sementara itu yang duduk di kursi belakang juga saling bercengkrama.


"Setelah ini apa yang mau kamu lakukan?" tanya Mommy Vio sembari merapihkan rambut panjang Amanda.


"Setelah ini Amanda ingin fokus kerja dulu, untuk urusan menikah Amanda masih takut apa lagi untuk kenal laki-laki, Amanda ada sedikit trauma."


Ciiiiittttttt!


"Valentino!" teriak Mommy Vio dan Amanda bersamaan.


"Sorry Mom, ada kucing di depan, ya ada kucing." Valentino menjawab asal, karena sebenarnya dirinya mengerem dadakan karena terkejut mendengar penjelasan Amanda yang belum mau menikah dan tidak ingin kenal laki-laki.


Bahaya ini bahaya pikir Valentino, bisa-bisa akan gagal caranya untuk memiliki Amanda secepatnya, kalo harus menunggu lama khawatir akan ada yang nikung Amanda.


Meski tahu tidak ada yang mungkin mengalahkan wajah tampannya pikir Valentino yang begitu percaya diri.


Valentino berkaca di kaca mobil sembari menyibak rambutnya ke belakang dengan gerakan elegan.


Mommy Vio dan Amanda yang memperhatikan tingkah Valentino jadi saling pandang dan menggelengkan kepala bersama.


Hah anak itu pasti cari sensasi sama Amanda, batin Mommy Vio yang bisa menduga.


Empat puluh menit, mobil sampai di rumah Mommy Vio, setelah wanita paruh baya itu keluar, Valentino kembali menjalankan mobilnya.


Kini tinggal Valentino dan Amanda di dalam mobil, Valentino melirik terus kaca mobil untuk melihat wajah Amanda sembari bibirnya senyum-senyum.


"Kalau bawa mobil fokus ke depan ya, ini ada anak orang, aku tidak mau masuk rumah sakit lagi."


Valentino langsung salah tingkah ketahuan memandangi Amanda, setelah mendengar ucapan wanita itu.


Setelah itu Valentino mulai fokus mengendarai, sesekali masih melihat Amanda dari kaca mobil.


Tidak terasa mobil sudah sampai di Fashion Amanda Corp.


Valentino membukakan pintu mobil untuk Amanda.


Amanda berdiri di depan Valentino sebelum beranjak pergi. "Terimakasih sudah mau menemani aku, terimakasih juga untuk semuanya."

__ADS_1


Valentino terdiam tidak menjawab karena terpaku dengan senyum manis Amanda, setelah menyadari, Amanda sudah pergi masuk ke dalam gedung perusahaan.


__ADS_2