
Fashion Amanda Corp.
"Nyonya, apa Anda akan datang di acara pesta di tempat kolega bisnis Anda?" tanya Merry sembari menyerahkan amplop undangan untuk Amanda.
Amanda mengambil amplop undangan itu, kemudian membukanya dan membacanya, di sana tertulis nama kolega bisnisnya yang bernama Amora.
Amanda menghela nafas panjang." Iya aku akan datang, nanti kamu temani aku."
Amora adalah teman kolega bisnis Amanda yang sangat baik, apa bila Amanda tidak datang tentu tidak enak hati sama Amora. Meski tidak pernah komunikasi bila bukan seputar bisnis, namun tetap saja Amanda menghargai undangan ini.
"Baik Nyonya," ucap Merry sebelum ahirnya berlalu.
Setelah Merry keluar dari ruang kerjanya, tiba-tiba Amora menelpon Amanda.
"Manda nanti malam kamu harus datang ke pesta aku, aku tunggu pokoknya kamu," ucap Amora di sambungan telepon yang terdengar begitu semangat.
"Siap, yang penting sediakan wine yang sebanyak-banyaknya," ucap Amanda disertai tawa.
"Hah kamu kayak mau minum wine saja," jawab Amora di sambungan telepon sembari tersenyum mengejek.
"Tidak, aku bercanda-," ucapan Amanda terhenti saat ada karyawannya masuk. "Sudah dulu ya, aku harus lanjut kerja lagi."
Setelah bicara seperti itu sambungan telepon dimatikan, Amanda meraih file yang karyawannya bawa barusan, kemudian membubuhkan tanda tangan di file tersebut.
Karyawan tersebut kemudian mohon ijin keluar.
Waktu terus berputar, siang berganti sore, dan sore berganti malam.
Saat ini Amanda dan juga Merry baru saja keluar dari dalam salon, mereka habis dandan, bukan dandan yang berlebihan hanya polesan make up tipis-tipis saja.
Amanda tidak sempat dandan sendiri sudah capek seharian kerja, makanya tadi milih ke salon untuk bermake-up dan memakai baju pesta.
Merry membukakan pintu mobil untuk Amanda, setelah Amanda masuk Merry menutupnya kembali, Merry menyusulnya masuk lewat pintu depan bagian samping, tidak lama kemudian mobil melaju membelah jalanan kota malam.
Tiga puluh menit, mobil yang Merry kendarai sudah tiba di tempat tujuan, Amanda dan Merry berjalan bersama masuk ke ballroom hotel.
Sampai di dalam sana, Amanda langsung disambut oleh Amora.
Amora dan Amanda saling berpelukan, setelah melerai pelukannya Amora melihat wajah Amanda yang tampak kurusan.
"Kamu kenapa? diet," tanya Amora, Amanda langsung menjawab, "Hamil."
__ADS_1
"Oh, hamil. Lah mana suami kamu tidak kamu ajak?" tanya Amora lagi, Amanda hanya menanggapi dengan tersenyum.
"Lain kali harus kamu ajak, ayo ikut aku." Amora mengajak Amanda berjalan entah menuju kemana.
Merry mengikuti langkah Amanda.
Ternyata Amora membawa Amanda di tempat penyediaan makanan.
"Duduklah di sini dan makanlah sebanyak-banyaknya," ucap Amora sembari menunjukan hidangan makanan di atas meja.
"Wah, kamu pengertian sekali," ucap Amanda sembari tersenyum.
"Saya tahu yang dibutuhkan ibu hamil biasanya banyak makan."
Ucapan Amora langsung disusul tawa bersama.
Kemudian Amora pergi untuk menyambut temannya yang lain yang baru datang.Merry duduk di sebelah Amanda.
Amanda mengambil beberapa kue kemudian memakannya, bila dilihat cara makan Amanda sangat enak, Merry yang duduk di sebelahnya jadi ingin mencicipi kue itu.
Merry mencoba memakan satu kue, setelah kunyah-kunyah ternyata rasanya memang lezat, Merry nambah lagi kuenya.
Saat Amanda mau minum, Merry mengambil kan air minumnya, memilihkan yang bebas alkohol, kemudian memberikan pada Amanda.
"Awas nanti kamu mabuk," ucap Amanda memperingatkan saat melihat Merry meminum wine.
"Sedikit saja Nyonya," jawab Merry tersenyum. Sebenarnya Merry sudah biasa dahulu minum begituan, dan itu sudah dahulu banget, sekarang sudah berubah, minum wine hanya pengen saja dan itu cukup satu gelas saja.
Setelah satu jam berlalu, di acara pesta ini ada dansa juga, dan sekarang saatnya dansa itu dimulai.
Amora datang lagi menghampiri Amanda. "Manda ayo ikut dansa."
"Tidak lah kamu saja," tolak Amanda, yang tidak berminat sama sekali untuk dansa.
"Amanda ayolah masak di acara pesta aku kamu tidak ikut dansa," ucap Amora dengan suara merengek seperti anak kecil.
Amanda terkekeh melihatnya, Amanda kemudian menoleh ke arah Merry dan kembali menatap Amora. "Baiklah aku ikut dansa."
"Nah gitu dong," jawab semangat Amora, yang kemudian langsung mengajak Amanda ke tengah-tengah tempat acara dansa, Merry juga mengikuti, apa lagi di tengah banyaknya orang, Merry jadi khawatir karena keadaan Amanda yang lagi hamil.
Musik dansa mulai dinyalakan.
__ADS_1
Semua tamu undangan hampir ikut dansa, Amanda berdansa bersama Amora, tidak semua berdansa dengan pasangan pria dan wanita, ada yang wanita dan wanita.
Merry hanya diam saja terus mengawasi Amanda.
Nyonya terlihat bahagia, tidak sia-sia ternyata datang kesini, karena Nyonya mendapat hiburan, batin Merry yang bibirnya sedikit menarik garis lengkung.
Setelah musik terus berlanjut sudah hampir sekitar sepuluh menit, tiba-tiba lampu mati, semua ruangan tersebut jadi gelap gulita.
"Ha, mati lampu."
"Mati lampu."
"Bagaimana ini."
Suara-suara mereka yang merasa panik karena tiba-tiba lampunya mati.
Nyonya! Nyonya ada dimana! batin Merry panik, takut Amanda jatuh apa bila terdorong teman yang lain, apa lagi situasinya banyak orang, tapi Merry mau mencari juga tidak bisa, karena gelap.
Lampu kemudian menyala lagi.
Deg.
Amanda terkejut saat matanya melihat bola mata berwarna biru yang saat ini berdiri di depannya, pria itu tersenyum manis sembari memberikan setangkai bunga mawar ke tangan Amanda.
Amanda menggenggam tangkai bunga mawar itu masih dalam keterkejutannya, hingga tidak sadar bahwa dirinya telah menerima bunga mawar itu.
Belum sempat Amanda bertanya siapa pria tampan itu? tiba-tiba lampu kembali mati, namun tidak lama kemudian lampu hidup lagi, tapi pria tampan itu sudah tidak berada lagi di depan Amanda.
"Kemana dia pergi." Amanda bicara sendiri sembari mencari-cari pria itu siapa tahu masih ada di dekatnya.
Merry yang tadi sempat melihat pria itu namun hanya punggungnya saja, mengurungkan niatnya saat tadi mau mendekati Amanda.
Dan sekarang saat melihat Amanda kebingungan tampak mencari seseorang, Merry berjalan mendekat.
"Nyonya mari kita duduk di tempat yang tadi,"ucap Merry sembari mengajak Amanda, yang kemudian mereka langsung menuju tempat duduk yang tadi.
Sampai di sana Amanda langsung duduk, Merry memberikan air minum, setelah Amanda meminumnya sedikit merasa lega.
"Bagaimana? apa Nyonya baik-baik saja? atau kita pulang sekarang?" Merry bertanya lembut, melihat Amanda yang masih terkejut atas kejadian barusan, Merry menjadi kasihan melihatnya.
"Baiklah kita pulang sekarang," putus Amanda ahirnya, setelah merasa pulang adalah lebih baik.
__ADS_1
Amanda dan Merry kemudian berjalan bersama menuju pintu keluar ballroom hotel.
Amora tersenyum saat melihat Amanda pulang, yang saat ini sedang berjalan menuju pintu keluar.