
"Sah!"
"Sah ..." ucap para saksi dengan keras setelah pernikahan di lanjut. Mau seperti apa gunjingan orang-orang tidak membuat Valentino menghentikan pernikahan ini.
Yang tahu kebenarannya hanya Valentino bukan mereka yang terhasut omongan Tomi, karena yang sebenarnya jelas Amanda dan Tomi sudah bercerai, bagaimana mungkin Tomi tadi mengatakan masih suami Amanda kalau bukan hanya ingin menggagalkan pernikahan ini.
Amanda dan Valentino bertukar cincin, senyum bahagia yang terpancar dari wajah keduanya membuat siapa pun yang melihat jadi baper.
Apa lagi saat Valentino mencium Amanda bukan keningnya tapi bibir Amanda semua orang matanya langsung melotot, tapi setelah itu di susul tawa bersama.
Aaaa! Amanda sungguh malu, Valentino tidak tahu tempat mau mencium bibir Amanda, di depan banyak orang bahkan masih di depan pak penghulu, jelas saja Amanda jadi malu.
Amanda dan Valentino kemudian sungkem kepada Mommy Vio, tidak bisa dihindari, Mommy Vio langsung menangis memeluk dan mencium mereka berdua bergantian.
Orang-orang yang menyaksikan juga ikutan terharu, ikut merasakan bahagia.
Setelah ini mereka semua langsung berpindah ke hotel tempat resepsi pernikahan di langsungkan.
Ada sekitar sepuluh mobil yang saat ini menuju ke sana saling berjalan beriringan, paling depan mobil pengantin.
Di dalam mobil pengantin.
Valentino menggenggam terus tangan Amanda, yang saat ini duduk di kursi belakang, wajahnya tampak sumringah, bunga-bunga hatinya tidak bisa Valentino gambarkan, intinya sangat bahagia.
Sekertaris Son yang duduk di depan sebagai pengemudi mobil, bisa melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Valentino, hatinya ikut bahagia.
Setelah bekerja bersama Valentino, baru kali ini melihat kebahagian yang murni terpancar dari hatinya, ada bedanya yang sulit dijelaskan.
Bukan berarti Valentino tidak pernah bahagia, hanya saja bahagia yang terlihat saat ini itu lebih beda.
Sementara Amanda masih mengijinkan apa bila tangannya di genggam terus Valentino, yang belum siap apa bila harus melayani Valentino di ranjang.
Saat kepala Valentino di jatuhkan di pundak Amanda, wanita itu hanya tersenyum.
Sementara sekertaris Son yang melihat dari kaca mobil langsung menyebikkan bibirnya.
Dih pamer kemesraan dia, batin Sekertaris Son.
__ADS_1
Sampai tidak terasa kini mobil sudah sampai di halaman hotel resepsi pernikahan.
Amanda juga Valentino, berjalan masuk lebih dulu, di pintu masuk ballroom hotel mereka berdua di sambut, di belakang mereka berdua ada Mommy Vio juga Sekertaris Son. Jihan dan Rita yang mau menemani Amanda ber rias. Mereka semua masuk ke dalam.
Yang kemudian di susul masuk juga sama orang-orang yang mobilnya sudah sampai, di dalam ruangan yang sudah disulap menjadi indah dan nyaman, membuat siapa pun dapat menikmati dengan tenang.
Di tempat lain.
Tomi yang baru saja sampai di rumah, dengan keadaan yang babak belur, wajah sudah penuh lebam karena sekertaris Son tadi menghajar tidak cukup satu kali, sampai Tomi merasa tubuhnya remuk, sakit di wajah juga sakit di perut, tidak bisa melawan balik karena Tomi dikeroyok.
"Bedebah!" umpat kesal Tomi yang saat ini berdiri di depan cermin, melihat pantulan wajahnya, Tomi bisa melihat saat ini wajah tampannya tidak berbentuk lagi.
Tomi mengusap sudut bibirnya dengan ibu jari, darah seketika yang Tomi dapat, bibirnya pecah karena pukulan sekertaris Son. Tomi semakin marah dan kesal.
Arghhhh!
Brakk!!
Tomi menatap pantulan dirinya di cermin dengan mata tajam serta gigi berkerut-kerut, rahangnya mengeras, jelas saat ini menggambarkan Tomi yang sedang marah.
"Hah! Harusnya teror yang aku buat, membuat Amanda menikah dengan aku! Meminta pelindung padaku, bukan malah menikah dengan pria lain! Hah! Sial sial ...."
Lagi-lagi usaha Tomi gagal untuk mendapatkan Amanda atau hanya sekedar simpati dari Amanda, dan hal ini semkin membuat Tomi frustasi.
Alasan kenapa Tomi masih terus mengejar Amanda meski tanpa ada rasa cinta, karena tidak ada wanita sekaya Amanda, menyesalkan harta Amanda yang melimpah ruah tidak bisa Tomi kuasai malah sekarang jadi mantan suami, Tomi belum rela.
Hari ini Tomi menghabiskan hanya untuk marah-marah dan mengacak seisi kamar untuk melampiaskan rasa kesalnya.
Sementara itu di Singapura.
Ibu Lili yang mendapat kabar bahwa Amanda menikah lagi, seketika menangis. Ada perasaan tidak rela namun mau bagaimana lagi Amanda juga Tomi tidak bisa bersatu lagi.
Ayah Andre yang melihat Ibu Lili menangis, menghampiri istrinya duduk di sebelah Ibu Lili.
"Ada apa, Bu?" tanya Ayah Andre lembut sembari memegang pundak Ibu Lili.
"Amanda menikah, Ayah." Ibu Lili menunjukan pesan masuk dari Amanda ke suaminya.
__ADS_1
Ya, tadi pagi Amanda memberi kabar pada Ibu Lili, tentang pernikahannya hari ini, meski pun sudah bukan mertua lagi, tapi mereka sangat baik, dan Amanda masih menghargai.
"Sudah lah, Bu. Kita doakan saja di pernikahan yang kali ini Amanda bahagia," ucap Ayah Andre menenangkan Ibu Lili setelah membaca pesan itu.
Ibu Lili mengangguk, kemudian Ibu Lili membuka Instragram milik Amanda, seketika Ibu Lili terkagum melihat penampilan Amanda menggunakan gaun pengantin."
"Ayah, Amanda sangat cantik," puji Ibu Lili sembari menunjukkan foto-foto Amanda bersama Valentino ke Ayah Andre.
"Iya Bu," jawab Ayah Andre yang juga mengakui kecantikan Amanda.
Apa bila yang di Singapura sedang menangis haru campur sedih, berbeda dengan yang di Jakarta. Amanda dengan para teman-temannya juga Valentino merasa happy mereka sedari tadi berganti untuk foto bersama.
Valentino harus mengalah, karena teman-teman Amanda semua ingin foto bersama Amanda.
Saat ini teman-teman Amanda yang datang sudah mulai banyak, tidak hanya Jihan juga Rita.
"Hah! Mengapa aku yang pengantin pria jadi diabaikan, Amanda kan istri aku mengapa malah mereka yang menguasai Amanda," bicara sendiri dengan perasaan kesal, Valentino saat ini sedang duduk di pelaminan dengan terabaikan.
Apa lagi saat melihat Amanda yang masih dikerumuni oleh teman-temannya yang minta Foto, Valentino makin kesal.
"Amanda, Amanda," ucap teman Amanda yang baru datang, langsung meluk Amanda dan mengajak foto sekalian.
Beberapa orang tadi sudah turun menuju tempat duduk yang sudah di sediakan.
Sekarang ini datang lagi lima orang teman Amanda yang juga sama saja minta foto bareng Amanda.
Valentino mendengus kesal, Hah mengapa tidak habis-habis, bila seperti ini terus jatah aku berduaan sama Amanda kapan? Pikir Valentino yang merasa kesal campur frustasi.
"Tank you Amanda foto bersamanya, kamu cantik sekali," ucap salah satu teman Amanda.
Setelah foto bersama Amanda, mereka bersalaman dengan Valentino, terkagum juga melihat suami Amanda yang tampan.
Setelah mereka pergi, Valentino seketika menarik pinggang seksi Amanda sampai jatuh ke pangkuannya.
"Hah! Ada apa?" tanya Amanda yang panik tiba-tiba Valentino menarik pinggangnya.
Tapi bukannya mendapat jawaban malah merasakan bibir basah pria itu mengecup lehernya.
__ADS_1