Balas Dendam Istri

Balas Dendam Istri
BAB 11. Nyuutt sakit saat ini juga.


__ADS_3

Orang suruhan Dinda sudah bereaksi, berhasil menemukan mobil Amanda, yang saat ini terparkir di depan sebuah restoran, terus mengawasi sampai Amanda dan Merry masuk ke dalam mobil tersebut.


Amanda bertemu klien yang mau mengajak bekerja sama dalam bisnis, dan saat ini tujuannya mau pulang ke rumah, Amanda lelah apa lagi kondisinya lagi hamil muda, masih usia tiga bulan kehamilannya.


Orang suruhan Dinda mengikuti mobil Amanda, mengambil jarak sedikit jauh supaya Amanda tidak curiga.


Amanda memang tidak curiga, karena saat ini calon ibu muda itu tengah tertidur, namun Merry sang sekretaris yang saat mengendarai mobilnya, Merry curiga dengan mobil di belakang mobilnya.


Sepertinya mobil itu mengincar Nyonya, hemm mari kita bermain, gumam Merry dan detik itu juga Merry menambah kecepatan mobilnya.


Untung saja jalan yang saat ini sepi jadi mudah untuk Merry mengebut, bila tidak mengebut sudah dipastikan mobil itu pasti akan menghadang.


"Merry kau gila kenapa kau begitu kencang mengendarai mobilnya!" teriak Amanda yang sampai terganggu istirahatnya.


"Maaf Nyonya di belakang ada mobil yang mengejar mobil kita," ucap Merry cepat seraya melirik spion.


"Apa!" Amanda terkejut seraya menoleh ke belakang untuk melihat yang terjadi di sana. Seketika Amanda melihat sebuah mobil yang mirip mobil penjahat di film.


"Merry ... Merry." Amanda panik tangannya meraba lengan Merry, matanya masih menatap ke belakang di mana sebuah mobil itu juga tidak kalah cepat dalam mengejar mobilnya.


"Tenang Nyonya, tenang. Nyonya berpegangan, saya akan menambah kecepatan lagi, bila Nyonya takut boleh untuk tutup mata."


Amanda menuruti perintah Merry, ini adalah pertama kali bagi Amanda, dan mungkin ke depan akan sering ada kejadian seperti ini, mengingat musuh-musuh berkeliaran.


Bersamaan mata Amanda terpejam dan berpegangan kuat, Merry menambah kecepatan mobilnya semakin tinggi, sudah seperti bak pembalap mobil.


Merry tidak meninggalkan kesempatan, saat ada jalan belokan di depan sana, langsung membelokkan mobilnya, mobil di belakangnya keblabasan dan ahirnya terpaksa putar balik lagi.


Merry sepertinya ingin bermain-main dengan mobil penjahat itu, Merry sengaja melambatkan lajunya lagi, mobil penjahat mulai kelihatan mengejar lagi, Merry tersenyum miring, kebetulan di depan sana sekitar jarak radius dua meter ada sebuah jalan kereta.


Merry menambah lagi laju cepatnya, suara klakson kereta mulai terdengar, mobil Merry hampir sampai dengan kecepatan penuh Merry menerobos jalan kereta bersamaan suara klakson kereta yang memekik telinga.

__ADS_1


Toooonnn.


Merry ....


Brummm. Mobil berhasil melewati jalan kereta itu dan saat ini langsung berjalan cepat, dua polisi mengejar, mereka berdua kena tilang.


Sementara itu orang penjahat yang mengejar mobil Amanda, merasa kesal dan marah, tidak bisa mengejar lagi karena ada kereta panjang lewat. Dan setelah kereta itu pergi, di depan sudah tidak ada mobil Amanda.


Penjahat itu menghubungi Dinda melapor belum bisa menjalankan tugas.


"Dasar bodoh! Bodoh kalian semua! cuma menangkap satu orang saja tidak pecus!" maki Dinda di sambungan telepon.


"Bukan satu bos tapi ada dua."


"Berani kalian menjawab!" ucap marah Dinda lagi dan seketika telepon dimatikan.


Di sana Dinda langsung membanting hp nya, merasa kesal sudah bayar mahal tapi kerja tidak benar pikirnya.


Arghhhh! Sialan! Sialan!


Amanda keluar dari dalam mobil, polisi menghampiri Amanda dan juga Mery, dua polisi itu menelisik tampilan Amanda yang dimatanya adalah seperti wanita kaya.


Yang tadinya sudah berwajah sangar mau marah-marah tidak jadi setelah yang keluar dari dalam mobil adalah seorang wanita cantik.


Amanda kemudian meminta maaf atas kerusakan yang dibuat oleh sekertarisnya, pak polisi langsung membatin wah cantik-cantik ternyata bos, Amanda memberikan beberapa lembar uang pada dua polisi di depannya untuk ganti rugi kerusakan.


Mau tidak diterima tetap saja uang, ahirnya nya dengan tidak tahu malu polisi itu menerima uang pemberian Amanda.


Amanda dan Merry kembali masuk ke dalam mobil, dua polisi itu melihat merek mobil yang Amanda pakai. Geleng-geleng kepala melihat mobil mahal milik Amanda.


Melirik sepeda motornya, wanita saja bisa beli kenapa aku yang laki tidak bisa pikirnya, yang kemudian terus pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Kini Amanda dan Mery tidak jadi pulang ke rumah Amanda, barusan tiga sahabat Amanda di waktu kuliah dulu menghubungi ingin bertemu.


Setelah menempuh waktu satu jam mobil yang dikendarai Merry sampai di sebuah restoran tempat janjian akan bertemu.


Amanda dan Merry masuk ke dalam, di ujung sana tiga teman Amanda melambaikan tangan. Amanda dan Merry mendekatinya.


Amanda cipika-cipiki dengan tiga temannya bernama Ratih, Jihan, Rita.


Amanda menarik kursi lalu duduk di sana, pesanan minuman dan puding sudah ada di meja, Jihan yang memasang lebih dulu.


"Kamu masih ingat jus kesukaan aku," ucap Amanda seraya mengaduk jus menggunakan pipet yang baru saja sudah ia minum sedikit.


"Ingat dong, teman sejati harus diingat terus," jawab Jihan.


"Sampai yang buruk-buruk terus diingat," timpal Ratih.


Hahahah! tertawa bersama.


Mereka semua saling bicara sudah lama tidak bertemu membuat mereka rindu, Merry juga ikut bicara, bisa bercanda juga mencairkan suasana menjadi lebih seru.


Setelah dari restoran makan bersama, mereka menuju mall, sudah lama tidak jalan-jalan bareng ke mall, tujuan pertama mereka masuk ke ruang bioskop, tiga puluh menit mereka nonton film horor, Rita yang paling heboh takut dengan setan, ahirnya keluar kasihan dengan Rita, saat ini berganti jalan-jalan sembari belanja.


Namun sudah putar-putar keluar masuk toko belum ada yang mau dibeli, banyak duit bingung mau beli apa, tidak ada duit makin bingung gak ada yang buat beli.


Merry hanya bisa mengikuti tanpa lelah, walau pun rasanya sudah lelah, mengikuti terus empat wanita yang manja-manja. Saat ini masuk ke toko tas branded.


"Manda kamu mau tas yang mana, aku yang akan bayarin?" ucap Rita sekaligus bertanya pada Amanda.


"Em aku mau-," ucapan Amanda terhenti saat matanya menangkap sosok yang sangat Amanda kenal.


Dinda dan Tomi saat ini berjalan keluar dari toko tas branded tersebut, tangan Dinda membawa belanjaan yang mungkin saja isinya tas branded, mereka berjalan keluar dengan mesra, Tomi merangkul pundak Dinda, senyum keduanya terlihat bahagia.

__ADS_1


Nyuutt sakit saat ini juga yang Amanda rasakan, mungkin bibirnya berkata kesal dan marah, tapi cinta itu tidak mungkin hilang begitu saja, apa lagi status pria itu masih suaminya, Amanda mengedip-ngedipkan matanya supaya air matanya tidak jatuh.


Nyonya pasti melihat Tuan, gumam Merry yang melihat wajah Amanda diam tanpa ekspresi.


__ADS_2