Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Jo si Hacker Handal


__ADS_3

Usai acara pemasangan cincin itu, Jo menginteruksikan pada orang-orangnya yang menangkap para tikus tadi untuk membawanya ke hadapan para orang tua mereka.


"Jadi bagaimana, Uncle dengan kedua orang ini? Apa akan diurus oleh BLUE BLOOD atau oleh kalian sendiri??"tanya Jo pada para ketua klan itu.


"Gue yang akan bakal ngurus wanita ini!!"kata Butet yang memperlihatkan wajah asli seorang Butet, seorang Monster berdarah dingin.


"Si tua Bangka ini Abang yang akan mengurusnya Jo!"ujar Andre.


"Ok, dan Opa William berarti kau akan bersenang-senang denganku dan Abangku Fabian!"kata Jo sambil melihat ke arah Fabian.


"Yes..!"sorak Fabian heboh.


"Abang juga ikut Dek!"rengek Dazian.


"Abang juga!"kata Earth dengan senyum tipisnya yang begitu menakutkan.


"Astaga, anak-anak Lo Ken!!"seru Tuan Kim.


"Four Psychopathic Brothers!"jawab Daddy Kenneth santai.


"Apa jadi para psykopat bersaudara itu anak-anak Lo?"tanya Tuan Keanu tidak percaya.


"Ya, itu sesuai dengan jabatan mereka sebagai penerus BLUE BLOOD dan FIRE DRACO!"ujar Daddy Kenneth bangga.


"Apa maksud Lo, Ken?"tanya Tuan Kim tidak paham.


"Earth dan Dazian adalah penerus gue di FIRE DRACO lalu Jo dan Fabian penerus Sarah di BLUE BLOOD!"jawab Daddy Kenneth.


"Jadi Sarah adalah ketua BLUE BLOOD sebelumnya?"tanya Nyonya Jenny.


"Benar, dan gue baru mengetahuinya beberapa tahun yang lalu."jawab Daddy Kenneth sendu.


"Jadi bagaimana kamu bisa mengetahui semua rencana Paman Albert dan Tuan William, Jo?"tanya Tuan Keanu pada Jo.


"Hmmm begini Tuan Alister."ujar Jo.


"Tunggu panggil saja Papa seperti Andre dan Xander."sahut laki-laki keturunan kepala keluarga Alister itu.


"Dan panggil aku Appa seperti Butet memanggilku!"titah Tuan Kim pada Jo.


"Ok, jadi begini......"


flash back on


Ketika Xander telah kembali ke kediaman Dirgantara, Jo sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Entah kenapa hatinya sangat berat menjalankan pertunangan itu walau pun Xander yang menyuruh menyetujuinya.


"Aaa bodoh banget gue, kenapa kita nggak retas informasi keluarga ketua klan itu, jadi gue bakal tau siapa yang akan dijodohin ama gue!"sorak Jo setelah mendapatkan bohlam di atas kepalanya.


Jari jemari Jo menari dengan lincah di keyboard laptopnya, dengan lihai ia memasuki database milik ketua BLACK STONE dan setelah menemukan semua informasi yang ia perlukan Jo dibuat melongo hebat saat mengetahui jika calon tunangannya adalah Andre yang note banenya adalah kekasih dari teman baiknya. Kepala Jo pun langsung dibuat maraton dua puluh satu kilo karena berpikir.


"Gimana ceritanya coba kalau gue beneran tunangan ama Bang Andre, bisa pecah perang dunia antara gue dan Butet terus ama Bang Andre dan Bang Xander. Gue kudu apa coba? Ni otak tumben lagi pake beku."gerutu Jo.


"Oo wait!"Jo mengambil handphonenya di meja nakas lalu menghubungi no Lucas.


"Bang tolong kirim semua rekaman di kamar hotel kemarin ya!"


".............."


"Makasi Bang."


Jo memutuskan sambungan telepon itu, lalu mengetuk-ngetukan telunjuknya di dagu sambil memikirkan sesuatu.


"Papa Jacob bilang, dia tidak pernah mendengar soal perjodohan ini dari mulut Mommy, dan lagi Opa Jordan meninggalnya juga udah lama, kayaknya ada yang nggak beres ini."gumam Jo lalu kembali meraih laptopnya.


"Kita mulai cari dari agenda Opa William sebelum mendatangi gue dulu."kata Jo bersemangat mencari bukti mengenai pertunangan konyol itu.


Jo mencari bukti pertama di markas BLUE BLOOD, karena ia yakin tempat pertemuan paling aman untuk membicarakan hal itu adalah markas BLUE BLOOD karena pada saat itu hanya Opa William lah satu-satunya orang memiliki kekuasaan paling tinggi di BLUE BLOOD.


Dan ternyata dugaan Jo benar, keduanya melakukan pertemuan di ruang pribadi milik Opa William.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu, Will?"tanya Tuan Albert pada Opa William.


"Baik, kau sendiri?"Opa William balik bertanya.


"Seperti yang kau lihat, semakin baik semenjak kematian Kakakku yang bodoh itu!"sahut Tuan Albert.


"Jadi bagaimana rencana kita untuk menjodohkan anak dari keponakanmu dengan anak dari mendiang ketua BLUE BLOOD, Sarah?"tanya Opa William.


"Aku bisa saja mengatakan jika ini adalah amanat dari mendiang Kakakku sebelum meninggal, lalu bagaimana denganmu sendiri William?"tanya Tuan Albert.


"Yang pertama harus kulakukan adalah meyakinkan Jo untuk menerima jabatan sebagai ketua BLUE BLOOD, karena jika tidak jabatan itu akan kosong dan lagi jika gadis bodoh itu yang menjadi ketua aku akan lebih mudah untuk menjadikannya sebagai pionku untuk mendapatkan FIRE DRACO juga, klan terkuat yang dipimpin ayahnya, Kenneth Leonhart."jelas Opa William.


"Apa alasanmu untuk meyakinkannya untuk menerima perjodohan itu?"tanya tuan Albert pada Opa William.


"Setiap ketua baru harus memiliki tato ciri khas mereka masing-masing. Maka saat itu nanti aku akan meyakinkannya dengan berbagai cara agar menerima perjodohan itu. Aku yakin gadis bodoh itu akan menurut karena ini berhubungan dengan keputusan mendiang Kakek dan Mommynya , Sarah!"ujar Opa William.


"Baiklah, lakukan tugasmu dan aku pun akan melakukan tugasku. Ingat jangan sampai gagal, aku tidak ingin usahaku sia-sia setelah menyingkirkan Kakakku dari jabatan ketua BLACK STONE."kata Tuan Albert kemudian pergi meninggalkan ruang pribadi Opa William.


Jo menyimpan rekaman itu, lalu segera memberi tahukan hal ini pada kedua orang kepercayaannya, Papa Jacob dan Papi Dion.


Keduanya melihat rekaman itu hingga akhir dan juga aksi Alex dan putrinya yang melehoy di samping Andre yang tengah tidak sadarkan diri.


"Kurang ajar, tua bangka ini benar-benar minta kulenyapkan!!"geram Papi Dion.


"Tenang Pi, kita akan ikuti permainan keduanya begitu juga dengan Alex. Jo yakin ini semua ia lakukan untuk mendapatkan BLACK STONE setelah gagal mendapatkan BLUE BLOOD dan FIRE DRACO."ujar Jo dengan senyum iblis di bibirnya.


"Baik, instruksikan saja apa yang harus Papa dan Papi lakukan!!"kata Papa Jacob.


"Cuma satu pastikan keamanan dari tempat pertunangan itu Pa, karena kita perlu menangkap kedua biang onar ini, jika soal Alex itu adalah bonus tertangkap okay jika tidak next time kita buru!"kata Jo.


"Baik sesuai perintahmu, Girl!"ujar Papi Dion.


"Jo tidur dulu, Pa Pi kepala Jo sudah berasap!"kata gadis remaja itu keluar dari mansion bodyguard.


"Bang, apa kali ini kita boleh ikut campur untuk kebahagiaan gadis kecil kita??"tanya Papi Dion pada Papa Jacob.


"Maksudmu, Dion??"tanya Papa Jacob tidak paham.


"Kau benar tidak salahnya kita mencoba, tapi sebaiknya kita beritahukan ini dulu pada Bang Ken."kata Papa Jacob.


"Sebaiknya kita beri tau saat acara akan berlangsung saja Bang, biar drama ini terlihat real."usul Papi Dion.


"Sejak kapan kau jadi selicik ini, Dion?"ujar Papa Jacob menepuk pundak sang adik.


"Sejak gadis kecil menjadi putriku, apa pun akan kulakukan untuk kebahagiaannya!"kata Papi Dion.


"Kau benar apapun akan kita lakukan untuk kebahagiaan gadis kecil kita dan sepertinya sedikit drama juga cukup bagus nanti!"kata Papa Jacob mengangguk-angguk.


flash back off.


Setelah menonton rekaman percakapan antara Tuan Albert dan Opa William, amarah Tuan Alister tidak terbendung lagi, orang terdekatnya ternyata yang sudah melenyapkan sang ayah yang tak lain adalah Pamannya adik kandung sang ayah.


"Pengawal bawa laki-laki ini ke ruang penyiksaan!"titah Andre pada bodyguardnya.


"Lepas, aku akan membalasmu untuk semua ini Kean."kata Tuan Albert berusaha melepaskan diri dari cekalan para bodyguard.


"Tet, Lo mau bawa mainan Lo ke mana?"tanya Jo.


"Gue numpang di markas BLACK STONE aja, sekalian!!"kata Butet tersenyum tipis.


"Ok, Bang Lucas tolong bawa tawanan kehormatan ini ke markas!"kata Jo pada tangan kanannya.


Opa William gemetaran karena ia sudah tau hukuman macam apa yang tengah menantinya di markas BLUE BLOOD nanti.


"Jadi pertunangan Jo dan Bang Xander ini Papi dan Papa yang mengatur?"tanya Jo dengan mata melotot.


"Tentu, sebelum lebih banyak lagi hama yang mengganggu hubungan kalian berdua, setidaknya jika mereka semua tau jika sepasang psykopat ini telah memiliki pawang niat untuk mengacau bisa berkurang!"ujar Papi Dion.


"Enak saja bilang Jo psykopat, yang psykopat tu Daddy!"kata Jo mencebik kesal.

__ADS_1


"Daddy tidak pernah sesadis itu pada mangsa Daddy!"elak Daddy Kenneth.


"Daddy pikir Jo tidak melihat rekaman aksi Daddy yang dulu-dulu?"jawab Jo sengit.


"Baby, kau benar-benar nakal!"kata Daddy Kenneth menyentil jidat Jo.


"Augghh...sakit Dad!!"ketus Jo.


"Dad, kau jangan macan dengan adikku, atau kau ingin mendapat hukuman selama satu Minggu?"tanya Dazian sengit.


"Kau jangan ikut campur bocah!"ujar Daddy Kenneth.


Mereka yang melihat keluarga Daddy Kenneth merasa kagum dan juga bangga dengan Daddy Kenneth yang mau menjadi single parent untuk merawat dan membesarkan anak-anaknya serta tidak mengizinkan wanita lain menggantikan posisi sang istri di hatinya.


"Tunggu bagaimana kau tau jika kami adalah orang tua dari Tina(Butet)?"tanya Nyonya Kim.


"Ahh itu Jo juga meretasnya!"cicit Jo bersembunyi di balik lengan Daddy Kenneth.


"Apa kau juga meretas data base kami?"ujar tuan Alister pada Jo.


"Iya, tapi ini kan demi keselamatan bersama."kata Jo cengengesan.


"Ken, sejak kapan kau ajarkan putri jadi peretas handal seperti itu, karena tidak seorang pun bisa masuk ke dalam data base Gold Lion dengan mudah karena data base kami dipasangi banyak virus."ujar Tuan Kim heran.


"Jo bisa meretas sejak usia tujuh tahun tanpa kuajari!"jawab Daddy Kenneth santai.


"Kau jangan main-main Ken, ini bisa menghancurkan semua klan yang ada jika informasi mereka dibobol oleh putrimu."kata tuan Alister.


"Jo tidak akan mengganggu sembarangan orang, Pa. Hanya yang membuat ulah dengan BLUE BLOOD dan FIRE DRACO saja yang akan Jo usik.'kata Jo.


"Tetap saja kau harus diwaspadai sayang!"ujar Nyonya Jenny terkekeh.


"Ken, bagaimana jika dua putraku kuberikan padamu dengan syarat serahkan Jo padaku?"goda Tuan Kim.


"Enak saja, kau ambil saja singa liar itu!"kata Daddy Kenneth menunjuk Dazian sang rival abadi.


"Aku tidak butuh anak laki-laki, cukup satu Jo saja."tambahnya lagi.


"Tidak!"ujar Daddy Kenneth.


"Aku dan Ken yang paling beruntung, Jo akan menjadi menantuku dan Xander The poisonous Monster akan menjadi menantu Ken."ujar Pak Edward dengan percaya diri.


"Apa??"serentak kedua pasang pasutri itu terkejut.


"Si Monster Beracun itu putramu, Ed?"tanya Tuan Alister.


"Iya dia putraku satu-satunya dan ketua RED FOX sekarang."kata Pak Edward menepuk bahu Xander bangga.


"Kita harus lebih berhati-hati, Kim!"kata Tuan Alister.


"Nggak usah lebay, Pa. Xander adalah teman baikku begitupun Butet dan Jo mereka adalah sahabat baik. Dasar Pak Tua!"ejek Andre pada sang ayah.


"Kau ingin pernikahanmu nanti Papa pending?"ancam Tuan Alister pada sang ayah.


"Ck, bisanya hanya mengancam. Maka aku akan membawa kabur tunanganku."jawab Andre acuh.


"Sudahlah Bang Andre melayani semua tingkah orang tua kita ini tidak akan ada habisnya. Lebih baik kita bermain Bang!"kata Jo menaikan salah satu alisnya.


"Adek benar, kupingku pegal mendengar ocehan mereka sedari tadi!"kata Fabian bangkit dari duduknya.


"Cabut!"kata Xander pada para anak-anak.


Mereka meninggalkan geng para orang tua itu dan pergi ke markas BLACK STONE untuk bermain dengan mangsa mereka.


"Astaga lama-lama kita seperti guci antik, hanya jadi pajangan saja. Kadang dilihat kadang tidak!"drama Tuan Kim.


"Sudahlah Kim Lo udah bangkotan juga banyak drama Lo!"sindir Pak Edward.


"Sampai hati Lo ngomong gitu, Ed??"tambahnya semakin jadi.

__ADS_1


"Ken gue udah nggak nyaman, geli gue liat tingkah si Kim. Baik kita ke mansion Lo aja!!"kata Pak Edward pada Daddy Kenneth.


Mereka tertawa melihat tingkah dua sahabat lama itu. Tidak pernah bertemu sekalinya bertemu ribut seperti anjing dan kucing.


__ADS_2