
Mobil yang dikendarai oleh Jo dan Xander memasuki kawasan sekolah, setelah memarkirkan mobil keduanya keluar dari mobil dengan tampang datar andalan masing-masing.
Tiba-tiba saja handphone milik Jo berdering, Jo melihat siapa yang meneleponnya pagi-pagi begini. Namun tidak ada nama dari sang penelepon hanya sebuah nomor pribadi.
"Siapa, Bee??"tanya Xander melihat ke layar handphone Jo.
"Ntah, tidak ada namanya!!"ujar Jo acuh dan mengabaikan panggilan itu.
Lagi nomor itu kembali menghubungi Jo. Jo mulai kesal Xander yang paham dengan kondisi Jo segera mengambil handphone itu dari tangan Jo dan menerima panggilan itu.
"............."
"Jangan mengganggu kekasihku!!"
Xander memutus panggilan itu secara sepihak kau memblokir no tersebut.
"Siapa, Bang??"tanya Jo.
"Sepertinya laki-laki yang kemarin ingin berkenalan denganmu, Bee!!"kata Xander mengembalikan handphone Jo.
"Sampah itu lagi!!"seringai Jo.
"Bee, kamu harus lebih berhati-hati sekarang."peringat Xander pada Jo.
"Tentu, Bang. Apa Abang ikut acara nanti malam??"tanya Jo.
"Acara apa??"tanya Xander.
"Pertemuan sesama petinggi mafia dan organisasi dunia bawah lainnya!!"jawab Jo.
"Ya, Abang ikut mewakili Red Fox menggantikan Papi. Lalu bagaimana dengan kalian berempat?"tanya Xander.
"Kami berempat juga akan ikut, bang Earth dan Bang Dazian akan mewakili FIRE DRACO sedangkan Jo dan Bang Fabian akan mewakili BLUE BLOOD. Awalanya Daddy melarang kami pergi karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, namun kami berhasil meyakinkan Daddy agar mengizinkan kami untuk pergi."jawab Jo.
"Hmmmm nanti Abang jemput!!"ujar Earth.
"Ok!!"kata Jo kemudian keduanya melangkah menuju kelas Jo dengan tangan Jo berada dalam genggaman tangan Xander.
Sesampai di kelas Jo, selesai melakukan ritual hariannya, Xander bergegas menuju kelasnya.
Bel masuk pun berbunyi, semua taruna taruni mengikuti apel pagi lalu masuk ke kelas masing-masing, dan mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.
Ketika jam istirahat, Xander cs datang ke kelas Jo untuk menjemput kekasih masing-masing.
"Bee, ayo!!"ajak Xander melangkah ke bangku Jo.
"Sebentar Jo merapikan ini dulu!!"sahut Jo lalu keluar kelas dan berjalan menuju kantin sambil bergandengan tangan.
Setiba di kantin rombongan Jo duduk di bangku yang biasa mereka duduki. Dan seperti biasa Jo akan sibuk dengan handphonenya menjelang makanan yang ia pesan datang. Sedangkan Xander akan sibuk memainkan jari atau rambut Jo.
Rindu datang dengan tatapan mengarah pada Andre, dan itu sangat membuat Butet emosi.
"Siap-siap!!"teriak Arnold saat Rindu memasuki kantin.
Semua mata mengarah ke pintu kantin, dan tawa mereka seketika menyembur melihat Arnold berkata seperti itu.
"Gue kirain yang datang bidadari nah ini ular keket!!"seru Ryu.
"Ah Lo Yu, ngomong suka benar!!"timpal Nando.
Yang lain terkekeh mendengar percakapan kedua taruna bermulut lemes itu. Jo sendiri dari tadi hanya memperhatikan gerak gerik Rindu yang sedari tadi menatap tanpa berkedip ke arah Andre.
"Apa sebenarnya yang direncanain ama ni orang??"gumam Jo namun terdengar dengan jelas oleh Xander. Xander menyandarkan kepalanya ke bahu Jo lalu menutup matanya sejenak.
__ADS_1
Jo yang penasaran segera menghubungi Lucas.
"............"
"Bang, tolong Lo cek data cewek yang gue kirim ke email Lo!!"
".........."
Jo lalu mematikan sambungan telepon itu. Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang. Jo segera memakan makanannya karena tidak ingin seperti kemarin kelaparan karena hanya makan sedikit. Semua perhatian teman-teman Jo dan juga Xander cs tertuju pada pipi mochi milik Jo yang menggembung ketika mengunyah makanan.
Dan itu sangat membuat Xander kesal bukan main karena sang kekasih menjadi pusat perhatian.
"Ekheeeem!!"Xander berdehem hingga membuat warga kantin kaget lalu kembali melanjutkan aktifitas awal mereka.
Sedangkan Jo benar-benar tidak peka dengan kondisi yang pacar yang sedang emosi level 3. Namun fokus Jo terpecah ketika sebuah pesan masuk ke handphonenya dan sukses membuat Jo tersedak setelah membacanya.
"Uhukkk.......uhuuuuk....!!"Jo batuk dengan wajah yang memerah, Xander segera memberikan minuman yang ada di hadapannya pada Jo. Jo menerima gelas berisi minuman itu dan langsung menenggak habis isinya. Xander mengusap pelan punggung Jo.
"Ha....ha...hah...!!"
"Little Sis, Lo kenapa hah??"tanya Nando kaget melihat El tersedak.
"Nggak.....nggak gue nggak apa-apa kok, lanjut aja!!"ujar Jo menenangkan diri.
"Bee, something wrong??"tanya Xander.
"Everything ia fine, Jo cuma kaget doang kok!!"kata Jo dengan senyum terpaksa.
Kemudian Jo menatap dan membaca kembali informasi yang masuk ke handphone dengan seksama.
"Apa lagi yang direncanain ama bajingan ini. Kemarin bikin kacau hidup Daddy gue sekarang mau bikin kacau hidup orang lain!!"bathin Jo meremas handphonenya.
Xander memperhatikan perubahan aura sang kekasih namun ia tak akan memaksanya untuk bercerita jika bukan Jo sendiri yang ingin bercerita.
Hingga jam akhir pikiran Jo masih dipenuhi teka teki dari semua hal yang ia dapatkan tadi siang. Sampai tidak ia sadari kalau bel pulang sudah berbunyi.
"Hey, Little Sis Lo ngelamun aja dari tadi. Keliatan banget Lo lagi nggak fokus ama pelajaran!!"ujar Sandra.
"I'm not feel so well!!"elek Jo.
"Ya udah Lo cepetan pulang sono istirahat!!"titahnya dan diangguki oleh Jo.
"Gue cabut dulu guys see you tomorrow!!"pamit Jo pada teman-temannya.
"Ok, ti ati Lo, Cil!!"ujar Ryu.
"Hmmmmm"
Ternyata Xander sudah menunggu Jo di depan kelasnya. Jo sedikit mendongak melihat wajah Xander kemudian langsung bergelayut manja di lengan Xander. Xander sedikit bingung dengan sikap Jo yang tiba-tiba jadi manja seperti ini walau pun hatinya senang mendapati perlakuan manja sang kekasih.
"Ayo pulang!!"kata Xander membawa Jo ke dalam pelukannya lalu keduanya melangkah ke parkiran.
Menghirup aroma marine dari tubuh sang kekasih membuat kepala Jo sedikit rileks. Setelah membukakan pintu untuk Jo lalu menutupnya kembali Xander bergegas masuk ke mobil untuk mengantar sang kekasih pulang ke mansion Daddy Kenneth.
"Bang, kita singgah sebentar di cafe Amore ya!!"kata Jo yang masih bersandar di kursi samping pengemudi.
"Kamu lapar, bee??"tanya Xander.
"Tidak terlalu, tapi Jo hanya ingin memeriksa laporan keuangan Cafe Bang, dari kemaren nggak sempat terus!!"kata Jo.
Xander mengerutkan dahinya tidak paham, namun dia memilih mengantar Jo ke sana tanpa banyak bertanya karena sepertinya mood Jo sedang tidak baik.
Sepuluh menit mereka sampai di cafe Amore.
__ADS_1
"Akhirnya kamu bisa mampir Jo!!"sambut Aditya.
Xander langsung merangkul posesif pinggang sang pacar dan membuat wajah Jo memerah hingga ke telinga.
Aditya sedikit terkejut dengan tingkah Xander dan hanya bisa tersenyum melihat kondisi itu.
"Pacar Jo Bang!!"kata Jo memperkenalkan Xander.
"Ooo gue Aditya, koki di cafe ini!!"kata Aditya memperkenalkan diri.
"Xander."jawabnya singkat dengan wajah datar.
Tak lama ke empat teman Aditya datang dan memberikan laporan masing-masing pada Jo. Jo senang perkembangan cafe sesuai dengan ekspektasinya.
"Jo thanks banget ya atas bantuan kamu kami nggak jadi kehilangan pekerjaan!!"ujar Prabu tulus. Sedangkan Xander hanya menyimak pembicaraan ke enam orang itu.
"Santai Bang, semoga aja kita bisa cepat buka cabang baru."kata Jo mengambil Thai tea yang tadi disajikan Hesty lalu menyodorkannya ke mulut Xander. Xander tentu saja dengan senang hati akan menerima segala perlakuan manis dari Jo.
Ke lima orang itu hanya memperhatikan interaksi Jo dan pemuda paripurna yang sayangnya berwajah datar itu.
"Iya, semoga aja. Kamu nggak pengen bawa makanan buat Uncle Ken??"tanya Bagas.
"Hmmmm boleh deh bikinin kayak biasa dan tambahin satu lagi mie goreng seafood sama satu americano!!"kata Jo pada Bagas.
Yang lain sudah kembali ke posisi masing-masing karena cafe sangatlah ramai jika di sore hari.
"Bee, kamu pesan makanan banyak sekali!"ujar Xander.
"Iya, memang biasanya seperti itu Bang. Karena selain kami berlima ada juga Papi Dion dan Papa Jacob."sahut Jo.
"Siapa mereka??"tanya Xander penasaran.
"Mereka tangan kanan Mommy, dan Jo sudah menganggap mereka seperti Daddy sendiri karena mereka sudah turut andil dalam menjaga, merawat dan mengajari Jo banyak hal!!"jawab Jo.
"Lalu hubungan kamu dengan cafe ini??"tanya Xander lagi.
"Jo menanam saham di sini saat cafe ini diambang kebangkrutan, cafe ini memiliki banyak kenangan bagi kami berempat karena ini adalah tempat awal membaiknya hubungan kami!!"lanjut Jo.
"Bangkrut??"beo Xander.
"Iya, Jo kasihan dengan Abang-abang dan kakak-kakak tadi karena semua penghidupan mereka bergantung dari cafe ini makanya Jo bersedia menanamkan saham di sini. Dan lagi Jo juga mendapat keuntungan!!"jelas Jo.
Xander semakin takjub dengan sang kekasih, walau pun Jo masih berusia remaja ia memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi dan tetap menghormati orang yang tua darinya walaupun berjabatan rendah di bawahnya.
Tak lama pesanan Jo pun datang.
"Ni Bang!!"kata Jo menyodorkan beberapa lembar uang kertas merah pada Bagas.
"Tapi kan kamu...!"
"Walau pun Jo owner di sini harus tetap bayar karena kita sedang berada dalam ikatan bisnis!!"tutur Jo mengemasi paper bag yang berisi makanan tadi.
"Oh, ok! Makasi Jo!!"sahut Bagas tersenyum.
"Jo balik dulu nanti Daddy khawatir!!"pamit Jo pada Bagas.
"Ok, hati-hati di jalan titip salam buat semuanya!!"balas Bagas dan diangguki oleh Jo.
Xander membantu Jo untuk membawa paper bag itu ke mobil. Dan langsung meluncur ke kediaman Daddy Kenneth.
"Gila itu cowoknya Jo, datar banget ngeri-ngeri sedap gue ngeliatnya!!"ujar Bagas.
"Yang penting dia sepertinya sangat menyayangi Jo. Lihat aja sikap over protective nya tadi!!"sahut Aditya.
__ADS_1
"Iya, lagian mereka cocok banget!!"tambah Hesty. Dan diangguki ke empatnya.