Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Menghukum Anak Nakal


__ADS_3

Rasa lelah menggerogoti seluruh tubuh Jo, selain karena usai mengikuti kelas komputer juga sebab ia baru saja diajak sparing oleh seniornya.


Setelah mengikuti kelas komputer Jo and the geng berjalan ke arah parkiran untuk mengambil kendaraan masing-masing. Jo telah sampai di tempat mobilnya di parkir, Jo menyeringit heran melihat Xander berdiri di samping mobilnya.


"Nah, jantung gue kumat lagi, aduh gimana ntar kalau gue kenapa-napa di sini. Mana gue nyetir sendiri lagi pulang!!"bathin Jo kesal dengan jantungnya yang tiba-tiba berdegup kencang.


"Ada apa Bang Xander??"tanya Jo.


"Buat kamu!!"kata Xander memberikan paper bag lalu melangkah pergi begitu saja meninggalkan Jo tanpa menunggu reaksi dari Jo.


"Cie cie.....yang dapat hadiah!!"goda Dwi pada Jo.


Jo yang digoda tetap cuak tanpa ada reaksi atau ekspresi apapun.


"Astaga ni anak diam bae, lu nggak senang apa gimana gitu, Cil??"tanya Dwi lagi heran melihat Jo yang diam tanpa ada ekspresi apa pun.


"Lah terus gue mesti apa coba?? Jingkrak-jingkrak, atau salto bolak balik gitu??"tanya Jo bingung mendengar pernyataan Dwi.


"Lo beneran nggak paham atau emang nggak tau maksudnya Bang Xander ngasih ini sih Jo??? Gini amat sih nasib gue punya teman bocil!!"dengus Dwi menahan kesal.


"Dwi, Jo itu masih bocil ya nggak bakalan pahamlah maksud dari tindakan Bang Xander tadi. Dia masih polos mah itu. Kita aja yang jagain biar otak bersihnya itu nggak ketularan kotor ama yang lain!!"sanggah Butet.


"Gue setuju, Jo bayinya satu Nautika satu!!"seru Hendrik.


"Eh gue nggak bayi ya, gue udah 13 tahun. Lo nya aja pada ketuaan!!"kesal Jo dan mendapat kekehan dari semua anggota gengnya.


"Iyain dah ntar bayi nangis!!"tambah Al terkekeh.


"Ahhhh kesal gue, gue mau pulang!!"ketus Jo masuk ke mobilnya dan mulai memacu kecepatan mobilnya untuk pulang ke mansion.


"Kalian ini, ada-ada saja!!"timpal Nando geleng-geleng kepala melihat kelakuan teman-temannya yang membuat Jo ngambek.


Jo sampai di halaman mansion dan segera memarkirkan mobilnya di garasi terlihat tiga mobil lainnya sudah terparkir rapi di sana. Yang menandakan kalau ketiga Kakaknya sudah pulang sekolah.


Jo bergegas memasuki mansion untuk membersihkan diri karena badannya sangat lengket.


"Jo pulang ......"teriak Jo lalu mendapat tatapan tajam dari ketiga kakaknya.


"Adek, kenapa teriak-teriak??"tanya Fabian melihat ke arah sang adik.


"He...he..he...peace Abang !!!"kata Jo nyengir.


"Itu apa Dek??"tanya Earth penuh selidik pada sang adik.


"Ini dikasih senior tadi Bang???"jawab Jo menyerahkan paper bag itu pada Earth.


"Cowok??"tanya Earth lagi.


"Iya Bang, anggota korps yang waktu itu Abang ketemu di sekolah pas jemput Jo sama Daddy!!"kata Jo.


"Dalam rangka apa??"tanya Dazian kesal karena ia yakin sang adik pasti sudah menjadi incaran para seniornya di sekolah.


"Mungkin karena tadi Jo menang sparing sama senior di sekolah."jawab Jo mengira-ngira kenapa ia diberi hadiah oleh Xander.


"Sekarang bersih-bersih dulu, Adek bau asem!!"kata Fabian yang dihadiahi tatapan tajam oleh Jo.


Jo berlari ke arah Fabian dan memeluknya erat-erat.

__ADS_1


"Nih, biar Abang ikutan asem kayak Jo. Enak aja bilang Jo asem.Yang ada Abang yang kurang asem Adek sendiri dibilangin asem!!"kata Jo terus memeluk Fabian.


"Jangan kasih kendor Dek, bikin ampe mabok!!"teriak Dazian menyemangati sang adik.


"Cukup!!!"kata Earth melerai keduanya dan menggendong si bungsu dan mengantar ke kamarnya agar segera membersihkan diri.


"Abang, awas ya urusan kita belum selesai!!"teriak Jo dalam gendongan Earth.


"Adek, udah mandi dulu sana!!"kata Earth menyuruh Jo masuk ke kamar kemudian menutup kembali pintu kamar sang adik.


Clara yang tidak sengaja melintas di ruang keluarga melihat ada paper bag di hadapan Dazian dan mengambilnya.


"Ini buat Clara ya Bang??"tanya Clara manja pada Dazian.


"Tarok!!"bentak Dazian pada Clara.


"Tapi ini buat Clara aja Bang!!"rengek Clara dengan mata berkaca-kaca.


"Itu milik adek gue, Tarok nggak!!"bentak Dazian lagi.


"Enggak mau ni buat Clara."ujar Clara tetap bersikeras memegang paper bag itu.


"Ada apa ini??"tanya Aunty Anneth yang baru saja memasuki ruang keluarga.


"Mom, Clara mau ini buat Clara!!"rengek Clara pada Aunty Anneth.


"Ambil aja, sayang!!"kata Aunty Anneth pada Clara.


"Yes, makasi Mom!"kata Clara mencium pipi Aunty Anneth.


"Enak aja Lo, itu milik Adek gue. Balikin!!'hardik Fabian yang murka atas kelancangan Aunty Anneth dan Clara mengambil milik sang adik.


Tiba-tiba saja paper bag di tangan Clara beralih posisi ke tangan Jo. Entah sejak kapan Jo dan Earth ada di sana.


" Lancang!!"bentak Earth pada Clara.


"Bang Earth, Jo mengambil paper bag milik Clara. Tolong ambilkan lagi, Bang!!"pinta Clara bergelayut di tangan Earth.


"Lo bilang ini milik Lo, enak banget hidup Lo Nona Muda."kata Jo membuka paper bag pemberian Xander tadi.


"Wah, Bang isinya salad buah kesukaan Jo. Kita makan bareng yok!!"ajak Jo pada ketiga kakaknya.


ke tiganya lantas mengangguk mengiyakan ajakan sang adik. Namun Clara yang tidak terima atas tindakan Jo mendorong Jo hingga terbentur ke sudut meja.


"Ssst"ringis Jo memegang dahinya yang terluka.


Dazian yang dari tadi menahan gejolak emosinya dengan kasar menarik kepala Clara dan membenturkannya ke dinding hingga mengeluarkan banyak darah.


"Jangan Lo anggap sepele omongan gue. Tadi udah gue bilang jangan sentuh milik Adek gue, tapi Lo malah dengan sengaja ngelukain Adek gue, b*ngs*t!!!"hardik Dazian yang sudah habis kesabaran melihat tingkah Clara dan ibunya.


"Clara......."teriak Aunty Anneth berlari mengejar Clara dan berusaha melepaskannya dari cengkraman Dazian.


"Aghhhhhhh" kali ini Aunty Anneth yang berteriak karena Fabian menarik rambutnya ke belakang.


"Ini akibat karena Lo mengajarkan hal buruk sama anak lo,."kata Fabian melempar tubuh Aunty Anneth ke lantai.


"Mom......"jerit Clara melihat tubuh sang Mommy terhempas.

__ADS_1


Earth segera mengobati dahi Jo yang terluka. Lalu mereka dikejutkan dengan suara Daddy Kenneth yang sudah ada di ruangan itu entah sudah berapa lama.


"Ada apa ini??"tanya Daddy Kenneth.


"Ken, anak-anakmu menyakiti kami. Hukum mereka Ken. Mereka telah membuatku dan Clara terluka untuk kedua kalinya."adu Aunty Anneth pada Daddy Kenneth.


"Apa yang kalian lakukan pada mereka.?"tanya Daddy Kenneth dengan suara datar.


"Menghukum mereka karena telah lancang pada adikku!!"ujar Dazian lantang.


"Menyakiti??"tanya Daddy Kenneth.


"Rubah kecil itu mengambil milik adikku, namun tidak bisa kemudian ia mendorong adikku karena tidak terima dengan itu hingga dahi adikku terluka."jelas Dazian pada Daddy Kenneth.


"Baby terluka??"tanya Daddy Kenneth dengan wajah yang sudah memerah.


"Iya, dan itu karena kedua rubah tidak tau diri itu!!"tunjuk Fabian pada kedua wanita itu.


Daddy Kenneth segera mencari Jo dan melihat keadaannya. Dahi Jo terluka dan sedang diobati oleh Earth.


"Bagaimana adikmu??"tanya Daddy Kenneth pada Earth.


"Lukanya lebar, tapi tidak dalam"kata Earth menjelaskan.


Daddy Kenneth kembali ke ruang keluarga dan berjalan ke arah Clara.


Daddy Kenneth menarik paksa Clara ke ruang hukuman dan mendudukkannya di sana.


"Apa yang akan Uncle lakukan??"tanya Clara takut melihat cambuk di tangan Daddy Kenneth.


"Hanya akan menghukum anak nakal!!"ujar Daddy Kenneth melepas jas yang ia pakai.


"Ctasss"


"Ampun Uncle......"teriak Clara.


"Ctasss"


"Mommy..........."teriak Clara semakin menjadi.


"Hentikan Ken, jangan siksa Clara."kata Aunty Anneth berlari mengejar Clara ke ruang hukuman namun dengan sigap dicegah oleh si kembar.


"Lo nonton dari sini aja!!"bentak Dazian mencengkram kuat lengan Aunty Anneth.


"Jangan siksa putriku....."jerit Aunty Anneth menggema di seluruh itu.


Daddy Kenneth seakan menulikan tekinganya, ia terus mencambuk Clara tanpa ampun.


"Kamu tau, saya berusaha sekuat tenaga menjaga putri kesayangan saya agar tidak terluka, tapi kamu dengan lancangnya malah membuat dia terluka. Ini belum seberapa, apa kamu paham B*tch.??"bentak Daddy Kenneth pada Clara kemudian meninggalkannya di ruang hukuman.


Clara tidak bisa menjawab lagi karena kehabisan tenaga berteriak sedari tadi. Sedangkan Aunty Anneth meluruh ke lantai melihat keadaan Clara yang sangat menyedihkan. Ke tiga laki-laki Leonhart itu meninggalkan mereka begitu saja dan beralih ke ruang keluarga melihat keadaan bungsu mereka.


"Apa masih sakit Baby??"tanya Daddy Kenneth pada Jo.


"Ini cuma luka kecil Dad, tidak apa-apa jangan jadikan Jo menjadi gadis cengeng Dad" ujar Jo pada Daddy Kenneth.


"Mau kamu cengeng atau pun tidak Daddy dan ketiga Kakakmu akan selalu menjagamu, Baby."ujar Daddy Kenneth membawa Jo ke dalam pelukan hangatnya. Jo membalas pelukan sang Daddy dengan erat.

__ADS_1


"Love you Daddy..!"bisik Jo pada Daddy Kenneth yang memberikan rasa hangat di dalam hati sang Daddy. Ucapan yang selama ini ia tunggu keluar dari mulut sang putri akhirnya hari ini ia dengar dengan jelas.


"Love you more, Baby!!"ujar Daddy Kenneth dengan air mata yang lolos begitu saja tanpa ia sadari.


__ADS_2