
Jo melajukan mobilnya ke sekolah dengan kecepatan sedang. Hatinya puas setelah melihat semua yang terjadi pada Aunty Anneth.
"Itu belum seberapa, kalian menusuk gue di ekor maka kepala kalian yang bakal gue tebas!!"gumam Jo seraya terus menjalankan mobilnya menuju sekolah.
Sesampai di sekolah Jo keluar dari mobilnya, kedatangan Jo langsung menjadi fokus semua mata yang ada di halaman sekolah. Baru beberapa langkah berjalan dari mobil Jo dikagetkan dengan tangan seseorang yang tiba-tiba sudah nangkring di bahunya.
Jo melihat ke samping dan ternyata pelakunya siapa lagi kalau bukan Xander.
"Morning, Bee!!"sapa Xander dengan suara Husky miliknya.
"Morning, too Abang!!"sahut Jo tersenyum lebar.
Keduanya memang terlihat sangat serasi Xander yang berwajah tegas dan tampan berpasangan dengan dengan Jo yang berwajah chubby dan manis sedangkan tinggi mereka pun tidak berselisih jauh.
Sesampai di kelas Jo, Xander mengantar Jo hingga ke bangkunya. Ternyata di sana juga telah ada Andre dan juga Varo. Biasa........bersama pasangannya.
"Abang ke kelas dulu, nanti jam istirahat Abang jemput!!"ujar Xander lalu mencium puncak kepala Jo.
"Hareudang euy..........!!"teriak Hendrik melihat adegan itu.
Wajah Jo langsung memerah akibat ulah Hendrik.
"Wah batu karang kalau ketemu pawang tingkahnya langsung berpindah alam, Ndre!!"ledek Varo pada Xander.
"Udah jangan cari ribut kayak Lo yang enggak aja, Dodol!!"balas Andre.
Xander tidak menghiraukan perkataan Varo, ia meneruskan langkah menuju kelasnya. Tiba-tiba seorang Taruni menghadang Xander dan meminta bantuan Xander untuk membantu Levia yang katanya pingsan di kamar mandi.
Jo hanya memperhatikan apa yang akan Xander lakukan. Begitu pun Andre dan Varo. Sedangkan Xander yang dihadang menaikan sebelah alisnya lalu berteriak memanggil caraka piket.
"Caraka......!!"teriak Xander.
Taruna itu pun berlari ke arah Xander.
"Siap, senior!!"ujarnya sembari memberi hormat.
"Ikuti Taruni ini, katanya ada yang pingsan di toilet bawa ke ruang kesehatan!!"titah Xander.
"Tapi kenapa dia Bang, harusnya Abang yang nolong Levia!!"bantah Taruni itu.
"Eh, kamu nggak liat itu sudah ada caraka yang disuruh oleh Xander?? Biar caraka yang mengurus Taruni itu. Di sini ada bagian medisnya juga, jangan lupakan itu."ujar sang Wadanyon, Varo.
"Tapi Bang.....!!"ucapan Taruni itu terpotong dengan perkataan Jo.
"Caraka ayo gue bantuin, gue bisa nanganin. Ini mah gampang!!"ujar Jo tersenyum smirk dan itu terlihat oleh Xander dan Varo.
Sudah, ratu lebah mengamuk sudah, pikir Varo.
"Lo nggak usah ikut campur!!"bentak Taruni itu pada Jo.
"Wah....gue niat baik malah dimarahin guys jadi ini definisi apa??????!!!"teriak Jo.
"Modusssssss!!"teriak teman-teman sekelas Jo.
Wajah Taruni itu memerah karena dipermalukan oleh kelas Jo.
"Pokonya harus Bang Xander yang nolongin Levia!!"ujar Taruni itu dengan nada tegas.
Saat mereka berdebat, guru kedisiplinan melewati mereka.
"Ada apa ini, ribut-ribut??"tanya guru itu.
"Ini Pak, kata Taruni ini Levia pingsan di kamar mandi jadi caraka ini disuruh oleh Bang Xander untuk menolong membawa Levia ke ruang kesehatan. Tapi kata Taruni ini yang harus nolong tu Bang Xander malah saya yang berniat nolong ditolak mentah-mentah, Pak. Aneh kan, Pak??"kata Jo.
__ADS_1
"Caraka bantu Taruni itu!!"perintah guru kedisiplinan itu.
"Dan kamu, ini sekolah bukan tempat menye-menye. Nggak ada drama-drama di sini. Atau saya keluarkan kalian!!"ujarnya tegas lalu berlalu pergi.
"Mampus!!" bisik Jo membuat Taruni itu mengepalkan tangannya.
"Lo salah pilih lawan!!"ujar Jo dengan menelengkan kepalanya ke kiri lalu menatap remeh pada Taruni itu dengan mengeluarkan aura psykopatnya.
Yang berada di sekeliling keduanya merasakan aura yang sangat menakutkan. Dan menyesakkan dada. Xander segera bertindak membawa Jo ke kelas lalu memeluknya.
"Enough, Jo. Calm down!!"ujar Xander mengusap pelan punggung Jo.
Jo menarik nafas pelan, mencoba menguasai kembali emosinya.
"Jo udah ok kok, Bang!!"sahut Jo tersenyum.
Xander melerai pelukannya, lalu menatap Jo lekat. Melihat kedua netra Jo yang sudah kembali normal.
"Ok, Abang ke kelas dulu."kata Xander lalu kembali mencium puncak kepala Jo dan meninggalkan kelas itu.
"Gilaaaa....kalau pagi liat drama romantis mah vitamin nah ini drama kapal karam!!"seru Ryu kesal dengan ulah Levia and the gengs.
"Iya, beneran gila tu orang. Untung aja tadi guru kedisiplinan lewat!!"tambah King.
Lagi tegang-tegangnya karena kejadian tadi, Al datang ke kelas dengan nafas seperti diburu setan.
"Napa Lo??"tanya Butet.
"Guys, dengerin gue. Ah....ada kah..bar bagus."ujarnya ngos-ngosan.
"Atur nafas dulu biar tenang!!"kata Jo.
Al mengatur nafas, lalu mulai bercerita.
"Hmmm boleh tuh, ntar jam istirahat kita tentuin!!"ujar Dwi bersemangat. Bel masuk pun berbunyi, semua taruna/i mengikuti apel pagi lalu masuk ke kelasnya.
Jam istirahat menggantikan jam belajar, para taruna/i bergerak menuju kantin untuk mengisi perut. Tapi tidak dengan Jo and the gengs. Mereka mendiskusikan siapa saja yang akan terlibat di dalam band mereka.
"Kalau posisi vokalis sudah pasti gue ama Bocil, lalu kita butuh gitaris, bassis dan drummer."ujar Al.
"Ok, biar gue yang pegang drum!!"sahut Ryu.
"Gue bassis!!"ujar Sandra.
"Gue pianis aja!!"jawab Dwi.
"Dan gue yang pegang gitar ama Jo!!"tambah
Nando.
"Gue dokumentasi, guys!!"sahut Butet nyengir.
"Ok deal semua??"tanya Al.
"Deal...!!"sahut mereka kompak.
"Lalu apa nama band kita??"tanya Butet.
"Alphacino!!"usul Jo.
"Gue setuju"
"Deal"
__ADS_1
"Ok"
"Saya suka saya suka"
"Kapan kita mulai latihan, perlombaannya dimulai satu Minggu lagi!!"kata Al.
"Gini aja disaat kita senggang di sekolah kita bisa latihan di ruang musik, nah kalau di luar kita latihan di studio musik. Gimana??"tanya Dwi pada teman-temannya.
"Ok, sekarang ngantin yok!!"ajak Sandra.
"Gas keun, maseh!!"jawab Ryu.
"Eh Jo, pawang Lo noh!!"tunjuk Al ke arah pintu kelas.
Jo menoleh ke pintu kelas dan melihat Xander berdiri sambil bersandar di pintu kelas dengan tangan bersidekap ke dada.
"Queen Bee!!"panggil Xander.
"Eh, maaf Jo lupa. Abang udah lama nunggunya??"tanya Jo merasa bersalah karena lupa janjinya dengan Xander tadi.
"Belum terlalu lama, ayo!!"kata Xander menggenggam tangan Jo.
Tak lama Andre dan Varo pun menyambangi kekasih mereka dan menyusul pasangan psyko yang tadi telah pergi ke kantin lebih dulu.
"Bee, mau pesan apa??"tanya Xander lembut.
"Nasi goreng seafood sama lemon tea hangat!!"jawab Jo.
Xander segera memesan makanan yang diinginkan oleh sang pujaan hati. Tak lama makanan mereka berdua pun sampai.
"Ayo makan, ntar keburu bel"ujar Xander.
Baru saja Jo akan menyuap makanannya, mood Jo langsung dibuat jelek oleh seorang Taruni tingkat dua yang langsung nemplok duduk di sebelah Xander lalu mengalihkan makanan yang akan Xander suap ke mulutnya. Xander kaget dan emosinya seketika naik.
Varo dan Andre sontak melihat ke arah Jo dan Xander setelah dikode oleh Dwi.
"Sial, tu orang bisa bangunin ratu lebah lagi!!"gerutu Varo.
"Ro, cepat tenangkan Xander!!"Andre yang juga berdiri dari tempat duduknya untuk menjauhkan Taruni yang bername tag Krisna Rindu itu dari meja pasangan psykopat itu.
"Rindu berdiri Lo!!"titah Andre geram karena ulah Taruni itu waktunya jadi berkurang bersama sang pacar.
"Ngapain merintah gue. Gue mau duduk di samping pacar gue, iya kan Yang!!"katanya mengedipkan sebelah mata ke arah Xander.
"Xan, kita ke taman belakang yok!!"ajak Varo yang tidak ingin Xander kehilangan kontrol lagi karena ulah rindu. Namun percuma Xander tak bergeming rahangnya telah mengeras dan tangannya mengepal keras. Varo terpaksa memberi kode pada Jo agar menenangkan Xander.
"Aduuuhhhh panas!!"teriak Jo sengaja menumpahkan lemon panasnya dan mengenai tangannya.
Perhatian Xander langsung teralihkan begitu mendengar suara Jo yang kesakitan.
"Bee...!!"tanpa aba-aba Xander segera menggendong Jo ala bridal style dan membawanya ke ruang kesehatan
"Selamat!!"ujar Andre dan Varo bersamaan.
Sedangkan Rindu berusaha mengejar Xander, namun dicekal oleh Andre.
"Jangan mengganggu mereka, atau Lo akan dapat masalah dari gue!!"ujar Andre tegas.
Rindu adalah salah satu Taruni yang terobsesi pada Xander. Hal itu sering membuat Xander lepas kontrol dan menghancurkan apa saja untuk melepaskan emosinya. Karena Xander pantang memukul wanita. Namun kini Xander sudah memiliki pawang, bahkan mendengar suaranya saja bisa langsung menurunkan amarah Xander.
"Maaf Bee..!!"ujar Xander.
Jo sih tidak marah lagi karena paham setelah mendapat kode dari Varo tadi. Ternyata kekasihnya dijadikan target obsesi oleh banyak Taruni di sekolah. Gini amat nasib, di mansion Daddy dan kakak tertuanya target kegilaan wanita gila di luaran di sekolah kekasihnya yang jadi bulan-bulanan para Taruni gila ini. Nasib badan..........
__ADS_1