
Jo telah sampai di mansion, Xander segera pulang karena Pak Edward menelponnya untuk segera kembali.
Jo memarkirkan motornya di samping motor Dazian. Setelahnya Jo segera masuk ke mansion untuk bersih-bersih dan istirahat sejenak.
Sebelum jam makan malam Jo sudah terbangun karena tidak tahan dengan rasa lapar yang mengganggu tidurnya.
Jo segera turun menuju ruang makan, di sana sudah terlihat ke tiga Kakak dan juga sang Daddy, Kenneth.
"Tumben Adek bangun sendiri!!"ujar Dazian menggoda sang adik. Jo hanya menatap malas pada sang Kakak, karena moodnya lagi nggak bagus.
"Dazian, enough!!"seru Earth yang melihat wajah sang adik bungsunya yang seperti sedang memendam kekesalan.
"Tumben Adek tadi diantar Bang Xander ampe mansion??"tanya Fabian.
"Tadi ada tikus pengganggu yang bikin dia naik darah!!"sahut Jo.
"Tikus pengganggu??"tanya Daddy Kenneth tidak paham.
"Ya Dad, keturunan klan Ocelot. Sultan Alvaro!!"jawab Jo.
"Lalu kenapa dia bisa sampai membuat Bang Xander marah??"tanya Dazian penasaran.
"Anak itu menghadang Jo di gerbang sekolah hanya untuk berkenalan, dan yah ntah dari mana Bang Xander datang kemudian segera menyuruh Jo masuk ke area sekolah!!"jelas Jo singkat.
"Aku rasa anak itu tertarik dengan Adek!!"ujar Fabian sengaja menggoda sang adik.
"Ya kalau dia ingin merasakan bagaimana sepak terjang seorang Xander silahkan saja!"kata Jo tidak peduli.
"Cie......yang ngebelain ayang bebnya!!"godan Dazian membuat wajah Jo memerah dengan bibir yang mengerucut.
"Utu.....utu.....utu anak bontot Daddy ngambek!!"ujar Daddy Kenneth menoel-noel pipi mochi Jo.
"Hmmmmm!"Jo yang kesal langsung berpindah ke samping si sulung.
"Hentikan, kalian ingin puasa bicara dengan Adek!!"ujar Earth pada ketiga laki-laki itu.
"Maaf ya bontotnya, Abang!!"ujar Dazian mencubit gemas pipi Jo.
"Daz, stop it!!"tegur Earth.
"Ya .....ya.....maungnya marah!!"ledek Fabian.
"Oh iya besok malam kita diundang untuk mengikuti pertemuan para petinggi mafia dan organisasi lainnya."kata Earth pada adik-adiknya.
"Jam berapa Bang?"tanya Dazian.
"Jam delapan, apa kita berangkat bersama saja??"kata Earth pada Jo.
"Boleh!"jawab Jo singkat.
"Apa sebaiknya kalian tidak usah saja ikut pertemuan itu, Daddy mencemaskan keselamatan kalian, nak!!"ujar Daddy Kenneth yang paham bagaimana sepak terjang setiap iklan dan organisasi dalam pertemuan itu.
"Mereka akan menganggap kita sebagai pengecut, Dad. Lagi pula Bang Fabian dan Bang Dazian akan ikut serta, sebagai orang kepercayaan kami!!"sahut Jo.
"Daddy tau Baby, tapi tetap saja Daddy mencemaskan kalian!!"sahut Daddy Kenneth.
"Daddy tenang saja, kita akan bawa obat yang Bang Xander kasih kemarin untuk jaga-jaga. Itu yang Daddy takutkan bukan??"tanya Jo.
"Benar, itu yang Daddy takutkan kalian masih muda masa depan kalian masih panjang, nak!!"ujar Daddy Kenneth.
"Dad, kami anakmu dan Mommy kami mewarisi keberanianmu dan juga kewaspadaan Mommy tenang saja!!"ujar Jo.
"Baiklah, kalian sangat keras kepala. Pergilah tapi ingat satu hal kalian harus saling menjaga. Daddy tidak ingin satu pun dari kalian pulang dalam keadaan terluka, paham!!"ujar Daddy Kenneth.
"Paham, Dad!!"sahut ke empatnya.
__ADS_1
Setelahnya keluarga kecil itu makan malam dengan tenang.
Morning sunshine.........
Pagi ini Daddy Kenneth melakukan aktivitasnya seperti biasa, membangunkan si bontot.
"Baby,.....bangun sayang. Ini sudah siang nanti kamu telat ke sekolah!!'ujar Daddy Kenneth.
"Eughhhhhhh bentar lagi ya Dad, lima menit aja!!"ujar Jo lalu kembali menarik selimutnya.
"Baby, Xander sudah menunggumu sejak tadi!!"ujar Daddy Kenneth dengan senyum devilnya.
"Apa, kenapa Daddy nggak bangunin Jo dari tadi."gerutu Jo langsung bangun dan menuju kamar mandi.
"Wah, cara membangunkan yang fantastis tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga!!"ujar Daddy Kenneth keluar dari kamar Jo.
Daddy Kenneth turun ke ruang makan dan tiba-tiba saja seorang bodyguard masuk dan melaporkan sesuatu pada Daddy Kenneth.
"Tuan!!"panggil bodyguard itu sambil menunduk.
"Ada apa??"tanya Daddy Kenneth.
"Ada teman Jo menunggu di luar, Tuan!!"lapor bodyguard itu.
"Teman putriku?? Sepagi ini??"tanya Daddy Kenneth dengan kening berkerut.
"Benar Tuan, namanya Xander Tuan!!"kata bodyguard itu.
"Ooo dia kekasih Jo, suruh saja masuk!!" ujar Daddy Kenneth.
"Baik, Tuan!!"jawabnya lalu kembali ke posnya.
"Kenapa bisa kenyataan seperti ini??"gumam Daddy Kenneth bingung.
Tak lama Xander pun masuk dan menemui Daddy Kenneth.
"Pagi Xander, duduklah!!"ujar Daddy Kenneth.
"Yang lain mana, Uncle??"tanya Xander.
"Masih bersiap, apalagi tambatan hatimu. Yang paling sulit untuk dibangunkan!!"jawab Daddy Kenneth.
Tak lama.......
"Morning Dad/ Pak Tua!!"sapa ke tiga singa jantan.
"Eh tumben Bang, pagi-pagi ke sini??"tanya Fabian heran.
"Menjemput Jo!!"jawab Xander.
"Apa karena masalah kemarin??"tanya Daddy Kenneth.
"Begitulah Uncle, saya hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Jo!!"ujar Xander.
Ke empat laki-laki beda usia itu kagum dengan sikap Xander yang sangat menjaga keamanan Jo. Walau pun Earth dan Daddy Kenneth sendiri menempatkan pengawal bayangan untuk menjaga Jo.
"Kekasih Abang yang paling malas bangun diantara kami berempat!"ejek Dazian.
"Abaaaaaang!!"geram Jo mengepalkan kedua tangan ingin menghajar wajah rupawan sang Kakak.
"Habis Lo kali ini, Bro!!"kata Fabian pada adik kembarnya.
"Mati gue!!"gumam Dazian pelan namun masih terdengar oleh yang lain.
Sedangksn Earth dan Daddy Kenneth bersiap menyaksikan pertunjukan antara Jo dan Dazian.
__ADS_1
"Apa maksud Abang ngomong gitu, mulai hari ini Abang dilarang masuk ke kamar Jo!!"ancam Jo pada Dazian.
"Tu kan apa gue bilang, tamat riwayat Lo!!"bisik Fabian.
"Sialan Lo Bang bukannya bantuin gue malah ikut ngatain!!"geram Dazian.
"Pagi!!"terdengar suara lembut seorang perempuan siapa lagi kalau bukan Clara.
Semua yang di meja makan diam tidak memberikan tanggapan apa pun.
"Tampan sekali laki-laki ini!!"bathin Clara.
Clara pun berjalan ke arah Xander supaya bisa duduk di sampingnya, namun Xander adalah orang yang peka. Ia segera meletakkan tasnya di bangku sebelahnya.
"Bang, aku ingin duduk di sini. Bisa nggak tasnya diturunin!!"ujar Clara dengan suara lembrut.
"Maaf, tas saya berat!!"ujar Xander dingin.
Clara terpaksa duduk terpisah sendiri, sedangkan Jo tersenyum penuh kemenangan melihat reaksi sang kekasih.
"Adek, maafin Abang tadi tu Abang nggak ngomongin Adek, sueerrrr Dek!!!"kata Dazian memelas.
"Au ah!!"ketus Jo.
"Jangan marah dong, ntar Abang turutin semua mau Adek, yang penting maafin Abang ya...ya...ya!!"bujuk Dazian memainkan jari sang adik.
Xander tersenyum melihat drama adik kakak itu. Terlihat kehangatan di keluaga Jo walau tidak memiliki sosok ibu lagi.
"Bang Dazian ngapain sampai segitunya minta maaf sama Jo, Abang kan lebih tua!!"kata Clara mulai berdrama.
"Diem Lo kambing congek, gue kirim ke neraka juga Lo lama-lama!!"kata Dazian.
"Adek ayolah maafkan Abang.....ya....ya...ya!!"ujar Dazian.
"Boleh, tapi.........Abang bikinin Jo sarapan selama seminggu!!"kata sang adik.
"What, yang benar aja Dek Abang nggak bisa masak. Yang ada kamu keracunan makan masakan Abang nanti!!"keluh Dazian.
"Ya udah, temani Jo live selama seminggu no debate no tawar menawar lagi!!"tegas Jo.
"Hmmmm ya udah, makasi Adekku sayang!!"kata Dazian mencium brutal wajah sang adik.
Xander sangat kesal tapi apa boleh buat itu adalah kakaknya Jo, kalau dia marah bisa-bisa Jo yang mengamuk kepadanya nanti.
"Abanggggg udah ah, Dad!!"teriak Jo.
"Bocah, kau jangan mengganggu putriku!!"tegur Daddy Kenneth.
"Alah bilang saja kalau kau iri, Pak Tua!!"ejek Dazian.
"Cukup, ayo sarapan!!"kata Earth yang mulai jengah dengan tingkah Daddy dan adiknya.
"Bang Xander ayo makan!!"ajak Fabian
Mereka pun makan dengan khidmat.
Usai sarapan semuanya berangkat menuju tujuan masing-masing dan kali ini Jo berangkat bersama Hazelnut Prince nya.
Clara tiba-tiba mengetuk pintu mobil Xander.
Xander terpaksa menurunkan kaca mobilnya sedikit.
"Bang, tolong antar aku ke sekolah ya!!"rengek Clara.
"Maaf, sekolah kita beda arah, saya tidak mau kekasih saya sampai terlambat ke sekolah hanya karena kamu!!"ujarnya lalu menaikkan kaca mobil dan memacu mobilnya menuju SMK JALA BUANA.
__ADS_1
"Emang enak!!"teriak si kembar bersamaan lalu berhigh five ria melihat wajah kesal Clara.
"Awas kalian!!"kesal Clara