
Mereka sudah sampai di mansion Daddy Kenneth. Saat mereka masuk terlihat sang Daddy menunggu mereka dengan wajah garang.
"Bang, kenapa singa tu itu terlihat marah??"tanya Dazian pada Earth.
Xander tersenyum melihat tingkah adik iparnya itu, eh calon adik ipar.
"Tenang saja, kenapa semakin dewasa kau malah semakin takut dengan singa tua itu. Kau lupa jika kita berlima??"kata Earth yang heran di Dazian.
"Oh iya maaf lupa Bang, habisnya wajah Pak Tua itu sangat mengerikan, Bang!!"tukas Dazian.
"Dad/Uncle!!"sapa ke limanya.
"Hmmmmmm"
"Daddy kenapa??"tanya Jo pada sang Daddy.
"Kamu tanya Daddy kenapa, Baby??"tanya Daddy Kenneth dengan penekanan pada tiap kata yang ia ucapkan.
"Iya, Daddy kenapa??"tanya Jo lagi.
"Astaga semoga aku diberi kesabaran menghadapi anak-anakku ini!!"geram Daddy Kenneth.
"Apa yang terjadi saat di hotel tadi??"tanya Daddy Kenneth.
"Ohhh itu, hanya manusia iseng yang ingin bermain Dad!!"jawab Jo enteng.
"Hanya kamu bilang, Baby????"kata Daddy Kenneth mulai tersulut emosi.
Jo kicep melihat perubahan aura sang Daddy dan berlari bersembunyi di belakang Earth.
"Tu kan Bang, apa gue bilang singa tua itu lagi mode on fire!!"kata Dazian pada Fabian.
Earth dan Fabian sebenarnya ketar ketir melihat aura Daddy Kenneth namun tidak mereka perlihatkan karena kedua bungsu sudah ketakutan.
Xander semakin gemas melihat ekspresi ke empat singa Daddy Kenneth itu.
"Uncle, tadi memang ada sedikit masalah tapi itu sudah kami atasi!!"sahut Xander.
"Iya Dad, untung tadi sebelum pergi Bang Xander memasangkan gelang itu pada Adek, jadi keadaannya cepat teratasi!!"tambah Earth masih sedikit gugup menghadapi maung di depannya.
"Untung ada Xander, jika tidak Daddy hukum kalian berempat!! Sudah masuk sana dan kau Xander menginap saja di sini sudah malam!!"ujar Daddy Kenneth melangkah menuju kamarnya.
"Uffffff untung saja, Bang makasi ya!!"kata Fabian bernafas lega.
"Iya, makasi Bang, gawat kalau maung tua itu sampai menjatuhkan hukuman."tambah Dazian
"Iya!!"Xander hampir saja tertawa melihat ekspresi si kembar.
"Ayo masuk Bang, ini sudah malam!!"kata Earth.
Ke limanya melangkah masuk ke dalam mansion. Earth mengantarkan Xander ke kamar tamu.
"Selamat malam, Bang!!"kata Earth.
"Malam juga, Earth!!"kata Xander lalu memasuki kamar.
Sedangkan Jo sudah tertidur pulas di kamarnya, malam yang cukup menegangkan bagi mereka berlima.
__ADS_1
Morning sunshine.........
Semua orang sudah duduk di meja makan kecuali..........Jo.
Si tukang tidur. Daddy Kenneth menghela nafas panjang segera bangkit dari kursinya untuk membangunkan Jo. Namun dicegah oleh Xander.
"Biar saya saja, Uncle!!"kata Xander.
"Aaaa benar-benar kau saja Xander pasti lebih efektif!"sahut Daddy Kenneth teringat bagaimana kemarin reaksi Jo ketika dibangunkan dengan embel-embel nama Xander.
Xander pergi ke kamar Jo dengan diantar salah seorang maid.
"Ini kamar Jo, Tuan Muda!!"kata maid itu hormat.
"Panggil saja saya Xander!!"ujar Xander.
Maid itu pun ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
Xander membuka pintu kamar Jo, terlihat gadisnya tengah tidur dengan posisi yang tidak ada anggun-anggunnya sama sekali.
"Bee....bangun sayang!!"ujar Xander mengelus surai coklat milik Jo.
"Dad, jangan menggunakan Bang Xander lagi untuk membangunkan Jo."racau dalam tidurnya.
"Bee bangun kalau tidak Abang akan menggendongmu ke kamar mandi!!"kata Xander.
"Seperti suara Bang Xander!!"gumam Jo sambil mendudukkan dirinya.
Dan.........
"Aaaa Abang ngapain di kamar Jo??"kata Jo dengan wajah memerah.
"Ais.....pagi-pagi udah aneh-aneh!!"ujar Jo.
"Sana mandi yang lain sudah nungguin di meja makan!!"kata Xander bangkit dari duduknya lalu mencium puncak kepala Jo. Jo sendiri malah jadi salah tingkah.
"Dad, apa maksudmu dengan efektif jika Bang Xander yang membangunkan Adek??"tanya Dazian curiga.
"Kalian lihat saja tidak sampai lima menit Xander akan segera turun!!"ujar Daddy Kenneth sambil membaca koran pagi.
Dan benar tak sampai lima menit Xander sudah kembali ke meja makan.
"See, kalian tidak percaya!!"ujar Daddy Kenneth.
"Wah, Abang pakai jurus apa membangunkan Adek nggak sampai lima menit??"tanya Fabian penasaran.
"Tidak pakai jurus apa-apa!!"jawab Xander bingung.
"Wow, ini benar-benar rekor baru seorang Jonathan tidak sulit dibangunkan!!"heboh Dazian membuat Earth mengangkat sudut bibirnya.
Tidak menunggu lama Jo bergabung dengan yanh lainnya di meja makan.
"Morning Dad/Abang!!"sapa Jo.
"Morning too Baby/Adek/Bee!!"sahut ke lima laki-laki itu.
Kemudian semuanya sarapan dan bersiap menjalani aktivitas masing-masing.
__ADS_1
Hari ini Jo berangkat bareng Xander menggunakan motor Jo. Xander memasangkan helm pada kekasihnya itu.
"Manisnya!!"seru Fabian.
Jo hanya mendelik pada sang Kakak dan melayangkan tatapan permusuhan.
"Makanya cari pacar!!"kata Daddy Kenneth.
"Jangan menghinaku, Dad!!"kesal Fabian.
Kemudian mereka berangkat ke tujuan masing-masing.
Jo dan Xander tiba di sekolah bersamaan dengan Varo yang membonceng Dwi.
Sedangkan Butet terlihat berangkat sendiri. Jo menatap heran temannya yang satu itu.
"Bee...!!"panggil Xander pada Jo yang belum melepas helmnya.
"Eh iya Bang!!"kata Jo kembali menghadap Xander untuk membuka helmnya.
"Sudah, ayo masuk!!"ajak Xander pada Jo sambil menggenggam tangan kecil Jo.
Tak lama terlihat Andre datang terburu-buru dan langsung mengejar Butet.
"Semoga dugaan gue salah!!"bathin Jo melihat Andre yang tidak seperti biasanya.
Xander mengantar Jo ke kelasnya setelah itu barulah Xander pergi ke kelasnya mengejar Andre yang langsung saja masuk ke kelas mereka tanpa menunggunya dan Varo.
Xander memperhatikan gelagat aneh dari sahabatnya itu.
"Lo kenapa??"tanya Xander pada Andre.
"Nggak apa-apa, gue kurang tidur aja!!"sahut Andre.
"Tapi Lo aneh hari ini, Bro!!"celetuk Varo yang juga merasakan keanehan pada Andre.
Keduanya tidak mau memaksa Andre bicara, mereka membiarkan Andre untuk sendiri sementara waktu. Mungkin Andre butuh waktu pikir keduanya.
Jam istirahat ke tiganya pergi ke kelas pujaan mereka. Andre membawa Butet keluar lebih dahulu dan membawa ke ruangan anggota korps sepertinya membicarakan sesuatu yang penting. Sedangkan dua pasangan bucin lainnya pergi ke kantin mengisi lambung tengah mereka.
Tak lama Andre dan Butet menyusul mereka ke kantin dan terlihat seperti biasanya lagi. Hanya saja hari ini Jo tidak melihat Rindu.
Jo mengirim pesan pada Lucas menanyakan mengenai kejadian semalam.
"Lo dapat semuanya, Bang!!"
"Abang dapat semuanya, Jo!!"
"Thanks, Bang!!"
"Sipp👌"
Jo menyimpan handphonenya, lalu mulai memakan makanan yang telah dipesan oleh Xander tadi.
"Bee, mau ikutan menghukum hama semalam??"kata Xander pada Jo.
"Hmmmm boleh, kenapa tidak ajak Bang Dazian sekalian dia pasti akan sangat antusias!!"kata Jo.
__ADS_1
"Hmmm benar juga Abang ingin lihat seberapa gilanya seorang Dazian dalam mengeksekusi musuh!!"kata Xander mengusap sayang puncak kepala Jo.