
Jo dan ke tiga junior lainnya masih diam. Sedangkan teman-teman mereka tidak percaya Jo melakukan hal seperti itu. Pasti jebakan untuk mencoreng nama baik Jo, pikir mereka.
"Jadi kalian tidak ingin mengaku!!"bentak Xander pada ke empatnya.
"Siap, tidak!!"jawab ke empatnya.
"Baik, turun 50!!"perintah Xander pada ke empatnya untuk melakukan push up.
"Siap, tidak!!"bantah ke empatnya.
"Kalian ingin membangkang??"tanya Andre yang sudah kehabisan kesabaran.
"Maaf senior saya tidak akan melakukan hukuman atas kesalahan yang tidak saya perbuat."jawab Jo dengan tenang.
"Kami akan memanggil orang tuamu, Jo!!"tukas Pak Edward.
"Silakan, Pak!!"sahut Jo tidak memperlihatkan rasa takut sedikit pun.
"Anak ini benar-benar keras kepala seperti Daddynya, Kenneth Leonhart!!"bathin Pak Edward kemudian menelpon Daddy Kenneth memberitahukan permasalahan yang sedang Jo hadapi.
Jo dan ke tiga temannya masih tidak bergeming. Mereka bersikeras dengan kata-kata mereka kalau mereka tidak melakukan hal itu.
"Kalian mengaku saja agar hukuman yang akan kalian terima tidak berat!!"ujar salah seorang senior taruni bername tag Siska Rosilia dengan lembut.
Namun, lagi ke empat juniornya masih membatu tidak bergeming. Senior bernama Siska itu hanya bisa menarik nafas panjang menghadapi empat junior yang sangat keras kepala itu.
Baru kali ini anggota korps dihadapkan dengan sikap junior yang sangat keras kepala seperti ini.
Daddy Kenneth yang mendapat telpon dari Pak Edward segera menuju area perkemahan Jo bersama ke tiga Kakak Jo. Mereka mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Berusaha untuk sampai di area perkemahan secepat mungkin.
Sedangkan Jo dan ke tiga temannya masih belum mengaku jika barang-barang milik instruktur itu mereka yang mengambilnya. Segala cara telah dilakukan oleh para anggota korps dan instruktur.
Tapi pada akhirnya, karena teriakan dan hardikkan yang terus menerus dari para senior akhirnya membuat tangis Dwi dan Butet pun pecah, namun tetap pengakuan tidak keluar dari mulut mereka berdua. Sedangkan Ryan sudah gemetaran menahan emosinya sedari tadi ingin menghajar temannya yang tadi mengaku melihat melihat mereka berempat ke tenda para instruktur.
Jo sendiri, masih tetap diam tak bergeming tidak ada suara atau pun tangisan yang terlihat di wajahnya.
"Jo, Abang mohon bisa Jo berkata jujur kali ini??"ujar Varo berkata sepelan mungkin mencoba membujuk Jo.
"Saya tidak bersalah, sampai kapan pun saya tidak akan mengaku untuk hal yang tidak saya lakukan!!!"tutur Jo mantap.
"Gue nyerah, Dude!!"ujar Varo pada Andre dan Xander.
__ADS_1
Situasi seperti ini telah berlangsung selama satu jam lebih, akhirnya salah seorang senior Taruni yang bernama Rona kehilangan kesabaran dan mendaratkan tamparan pada ke empat juniornya itu.
"Rona......!!!" bentak Xander.
"Apa......cara kalian lama, mereka nggak bakal ngaku!!"kata Rona balik membentak Xander.
"Rona, kamu tidak berhak menghukum mereka itu tugas Xander dan Fatria!!"bentak Andre selaku Danyon.
"Kalau pakai cara kalian sampe tua pun mereka nggak bakal ngaku, ngerti nggak!!"Rona pun balik membentak Andre.
"Tapi itu bukan ranahmu!! Kita punya tugas masing-masing di sini!!"bentak Xander tidak kalah sengit.
"Lo kenapa bela mereka banget?? Jalanin tugas Lo sebagai mana mestinya Xander!!"bentak Ricky Danki Teknik.
"Ric, jangan ikut campur!!"kata Andre menengahi perdebatan kedua sahabatnya itu.
"Puas kalian, karena kalian sekarang anggota korps saling ribut!!"bentak Fatria pada Jo dan ke tiga temannya.
Tangis Dwi dan Butet semakin pecah, Jo hanya melirik ke arah Xander. Jo sedikit merasa bersalah melihat Xander disudutkan oleh teman-temannya. Tapi tidak mungkin ia mengakui kesalahan yang tidak ia perbuat. Di tengah keributan itu Daddy Kenneth dan ke tiga Kakak Jo sampai.
"Baby/Adek........!!"teriak ke empat laki-laki itu bersamaan.
"Dad, Abang......??"sahut Jo.
"Jo nggak apa-apa, Dad!!"sahut Jo.
"Adek, ini ada apa??"tanya Earth mulai mengeluarkan aura hitam mendominasi miliknya. Suasananya mendadak mencekam sejak kehadiran ke empat laki-laki itu apalagi Earth yang menatap tajam pada semua anggota korps.
"Jo nggak nyuri, Bang!!"jawab Jo datar.
"Xander, ada apa??"sekarang Daddy Kenneth yang bertanya pada Xander.
"Beberapa orang instruktur kehilangan barang-barang mereka, dan ketika digeledah barang-barang itu ditemukan di tas mereka berempat. Dan lagi ada saksi yang melihat ke empatnya mengendap-ngendap ke arah tenda instruktur, Uncle!!"jelas Xander.
"Baby, apa itu benar sayang??"tanya Daddy Kenneth.
"Nggak Dad, Jo nggak tau bagaimana barang-barang itu bisa sampai di tas kami. Tapi Jo benar nggak nyuri Dad!!"ujar Jo.
"Maling mana ada ngaku!!"ujar Ricky.
"Jaga mulut Lo, Ric!!"bentak Xander dan Andre bersamaan.
Ricky, Andre dan Xander pun terlibat baku hantam. Para anggota korps berusaha melerai mereka namun kalah tenaga dengan ke tiga orang itu apalagi Ricky dibantu oleh Bayu.
__ADS_1
Earth dan kedua saudaranya terpaksa turun tangan memisahkan ke empat orang itu.
"Berhenti........!!"bentak Dazian dengan Deep voice miliknya. Jika seorang Dazian telah menggunakan suara itu dapat dipastikan iblis di dalam tubuhnya pun telah terbangun. Dengan mudah ke tiga lelaki itu memisahkan Xander cs.
Jo pun semakin merasa bersalah pada Xander begitu pun Butet dan Dwi.
"Apa-apaan kalian!!"hardik Pak Edward yang datang bersama Pak Ali wali kelas Jo.
"Mereka ribut karena empat junior itu, Pak!!"jelas Rona.
"Baby, apa benar kamu tidak melakukan semua ini??"tanya Daddy Kenneth lagi.
"Dad, Jo...ti....!!"belum selesai Jo bicara sudah dipotong oleh Dazian.
"Adikku tidak mungkin melakukan itu, Daddy jangan ikut menyudutkan adikku!!"kata Dazian dengan wajah memerah.
Rasa bersalah Jo semakin menjadi, karena kali kini bahkan Daddy dan Abangnya pun ikut berdebat. Akhirnya air mata Jo mulai luruh.
"Jo.....nggak hiks hiks nyuri, Dad!!"ujar Jo.
Daddy Kenneth kelabakan karena sekarang sang putri menangis.
Xander segera menghampiri Jo dan memeluk sang pujaan hati.
"Awas, jangan dekat-dekat Adek gue!!"kata Dazian sengit mencoba melepas pelukan Xander pada Jo tapi tidak diacuhkan Xander.
Tiba-tiba.......
Hari ini hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun usiamu, bahagialah kamu
Yang kuberi bukan jam dan cincin
Bukan seikat bunga, atau puisi, juga kalung hati
Maaf, bukannya pelit
Atau nggak mau ngemodal dikit
Yang ingin aku beri padamu doa s'tulus hati
Terdengar suara Fabian menyanyikan lagu ulang tahun milik Jamrud dengan Daddy Kenneth yang membawa kue ulang tahun dan Earth yang membawa buket bunga ke arah Jo.
__ADS_1