
Hari ini Jo mulai masuk sekolah setelah berdebat panjang kali lebar dengan ke empat singa lainnya, dengan syarat pulang pergi diantar salah satu dari empat singa itu atau Xander hingga Jo betul-betul pulih. Dan Jo pun menyetujui itu, dari pada tinggal sendirian di mansion. Sepi.
Hari ini Earth yang mendapat giliran mengantar Jo ke sekolah. Jo memilih naik motor bersama Earth dibandingkan naik mobil karena lebih menantang bagi Jo.
Lima belas menit keduanya sampai di sekolah Jo, Earth pun membukakan helm yang Jo kenakan. Xander datang menghampiri keduanya.
"Pagi Earth!"sapa Xander pada Earth.
"Pagi juga Bang, titip Adek ya Bang!"ujar Earth pada Xander.
"Iya, kamu hati-hati!"kata Xander mengingatkan Earth.
"Iya Bang! Adek Abang berangkat dulu Adek jangan macam-macam lagi?"tegas Earth pada Jo.
"Siap komandan!"sahut Jo dan membuat kedua laki-laki itu terkekeh.
Earth pun memacu motor menuju ke sekolahnya. Sedangkan Jo sendiri pergi ke kelasnya diantar oleh Xander.
"Pagi!!"sapa Jo pada teman-temannya.
"Wah pagi Cil/Jo!"sahut teman-teman Jo yang terlihat senang dengan kembalinya Jo diantara mereka.
"Udah beneran pulih Lo, Jo?"tanya Dwi dan Butet berjalan ke arah Jo.
"Udah, makanya sekolah!"jawab Jo.
"Kangen gue, Cil!"teriak Ryu yang berhasil membuat Xander menatap tajam ke arah Ryu.
Ryu yang mendapat tatapan maut itu pun meringis karena kecerobohannya tadi baru saja membuat pawang Jo murka.
"Ryu.....Ryu.....cari mati aja Lo!"kata Nando geleng-geleng kepala.
"Lah gue nggak sadar ada Bang Xander!"sahut Ryu nyengir.
"Dah ah Bang, pagi-pagi jangan galak-galak. Jelek!"tukas Jo pada Xander.
"Habisnya......!"keluh Xander.
"Ihhhhh itu kan cuma kangen sebagai teman Bang, mana mungkin pula Ryu suka sama Jo. Abang mikirnya kejauhan!"kata Jo duduk di bangkunya.
Nggak tau aja kamu Jo pawangmu cemburunya level akut.
"Ya....ya....iya..... Abang ke kelas dulu. Bentar lagi bel!"kata Xander pada Jo.
"Ok!"sahut Jo singkat.
Tak lupa semua ciuman mendarat di kening seorang Jo dari Babang Xander.
__ADS_1
"Panas.....panas.....panas.....kelas ini.........heruedang euy....!"teriak Arnold menggoda kedua pasangan itu dan berhasil membuat wajah Jo memerah hingga ke telinga.
"Awas Lo, Arnold!"geram Jo.
Sementara itu..........
"Aghhhhhhhhh...sialan siapa yang sudah berani membobol data base perusahaanku?"kesal seorang laki-laki yang saat ini tengah duduk di kursi kebesarannya sambil melihat ke arah laptop.
"Tok....tok...tok..!"
"Masuk!"
"Selamat pagi Tuan!"sapa seorang laki-laki pada laki-laki yang tengah duduk di kursi kebesaran miliknya.
"Apa kau sudah menemukan orang yang telah menghancurkan data base perusahaan kita, Wan?"tanya laki-laki itu lada sang asisten.
"Maaf belum Tuan, tim IT masih berusaha melacaknya sulit untuk mendapatkannya Tuan apalagi memperoleh data-data orang tersebut. Orang ini sangat profesional, Tuan. Namun orang itu mengirimi pesan agar Tuan tidak mengganggu keluarganya!"ujar sang asisten.
"Mengganggu keluarganya? Aku tidak pernah mengganggu siapa pun!"kata laki-laki itu sambil terus memikirkan keluarga siapa yang pernah ia usik.
"Apa Tuan sedang berhubungan dengan sebuah keluarga?"tanya asistennya lagi.
"Aku hanya sedang membangun kerjasama dengan Tuan Steven Leonhart. Dia menjanjikan ku untuk menjodohkan cucunya dengan putraku!"sahut sang Bos.
"Setau saya cucu perempuan satu-satunya Tuan Steven telah memiliki tunangan Tuan, Xander Dirgantara ketua RED FOX. Dan lagi gadis itu adalah ketua BLUE BLOOD dan Kakak sulungnya adalah ketua FIRE DRACO. Saran saya sebaiknya Tuan jangan mencari masalah dengan keluarga itu karena terakhir saya dengar anak ketua BLACK STONE tewas di tangan Xander Dirgantara karena berusaha mendekati tunangannya yang merupakan cucu Tuan Steven Tuan. Dan lagi Tuan Kenneth telah lama tidak berhubungan dengan ayahnya itu, bahkan dia tidak menggunakan marga Leonhart lagi!"lapor sang asisten pada laki-laki yang tengah berpikir itu.
"Hubungi Steven Leonhart, dan katakan kalau perusahaan kita membatalkan kerja sama itu!"kata laki-laki itu pada asistennya.
"Baik, Tuan!"katanya lalu meninggalkan ruangan pimpinannya itu.
Di sisi lain.......
Seorang laki-laki paruh baya terlihat sangat frustasi melihat saham perusahaannya yang terus menerus turun.
"Tuan!"kata asisten laki-laki itu memasuki ruang kerja laki-laki itu.
"Ada apa?"jawabnya dingin.
"Tuan Mark Antonio membatalkan kerja samanya dengan perusahaan kita, Tuan!"sahut sang asisten.
Laki-laki paruh baya itu terlihat semakin frustasi mendengar hal yang baru saja dikatakan oleh sang asisten.
Tiba-tiba keduanya terkejut karena seorang laki-laki datang dengan tergesa-gesa ke ruangan laki-laki paruh baya itu.
"Opa.....!"panggil laki-laki itu.
"Ada apa, Ronal?"tanya laki-laki itu pada sang cucu.
__ADS_1
"Perusahaan Daddy mengalami penurunan saham yang drastis Opa, bagaimana ini?"tanya Ronal panik.
"Perusahaan Opa juga mengalami hal yang sama, Ron!"sahut Opa Steven frustasi.
"Tapi kenapa tiba-tiba bisa begini, Opa. Tim IT perusahaanku tidak bisa menemukan siapa pelaku pembobolan ini?"kata Ronal.
"Entahlah, bahkan perusahaan Mark Antonio juga membatalkan kerja samanya dengan kita!"ujar Opa Steven mengusap kasar wajahnya.
"Siapa yang melakukan ini pada kita?"keluh Ronal terduduk lemas di sofa ruangan Opa Steven.
Pandangan keduanya terlihat hampa karena masalah yang saat ini tengah melanda perusahaan mereka.
Di tempat lain......
"Tok....tok....tok..!"
"Masuk!"
"Selamat siang, Tuan!"sapa laki-laki yang menjabat sebagai asisten sekaligus tangan kanan Daddy Kenneth itu hangat.
"Kau terlihat sangat senang, Jack. Ada apa?"tanya Daddy Kenneth mengerutkan keningnya.
"Tidak Tuan, hanya saja apa Tuan sudah mendengar kehebohan pagi ini di pada perusahaan Tuan Mark Antonio dan juga Tuan Steven Leonhart?"tanya Jack pada sang Bos.
Daddy Kenneth menatap Jack sejenak, belum mudeng dengan perkataan Jack.
"Maksudmu, Jack?"tanya Daddy Kenneth.
"Kedua perusahaan itu tengah mengalami krisis dan penurunan nilai saham yang sangat drastis malah perusahaan Tuan Reagan juga mengalami hal yang sama. Apa ini ulah Nona Muda lagi?"tanya Jack.
"Kau benar Jack putriku sangat marah karena Papa memaksanya untuk bertunangan dengan anak Mark Antonio. Kau tau sendiri putriku telah memiliki tunangan. Jadi beginilah akhirnya sebenarnya aku kasihan pada mereka Jack. Tapi sifat dan perkataan mereka semalam membuatku malah semakin membenci mereka. Mencoba membuat putriku menjadi pion mereka!"ujar Daddy Kenneth.
"Itu bukan salah Nona Muda Tuan, ia melakukan semua itu demi melindungi Anda orang tuanya. Menurut saya tidak ada yang salah dengan tindakan Nona Muda malah saya sangat mendukungnya dengan begini orang akan berpikir jauh sebelum membuat masalah dengan keturunan Anda kelak apalagi empat singa Anda berdampingan dengan ketua organisasi pembunuh bayaran no 1 dunia!"kata Jack.
"Kau benar Jack, ke empat anakku melakukan segala hal untuk saling melindungi dan juga melindungiku. Hal terbaik yang pernah kulakukan dalam hidupku adalah menerima keberadaan Putri bungsuku dalam hidupku. Jika aku masih memusuhinya maka dapat dipastikan akulah yang sekarang berada dalam posisi semua orang-orang itu. Mengingat kepintaran dan kepiawaian putriku dalam mengontrol perusahaan dari luar."kata Daddy Kenneth dengan nada bangga.
"Anda benar Tuan, tapi saran saya sebaiknya siang ini Anda makan siang bersama anak-anak Anda, Tuan!"kata Jack.
"Kenapa kau berkata seperti itu, Jack?"tanya Daddy Kenneth tidak paham.
"Selain untuk merayakan hal ini tentunya sebaiknya Anda segera pergi keluar karena saya yakin Tuan Steven dan Kakak Anda yang lain akan segera sampai ke sini. Dan lagi jadwal anda hari ini juga kosong."ujar Jack.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menjemput putriku karena dia memang tidak membawa kendaraan sekarang. Kau jaga perusahaan baik-baik, Jack!"titah Daddy Kenneth bersiap meninggalkan ruangannya.
"Selamat bersenang-senang, Tuan!"kata Jack menunduk hormat.
"Terima kasih Jack, aku pergi dulu!"kata Daddy Kenneth melangkah pergi keluar dari ruangannya disusul oleh Jack yang kembali ke ruangannya.
__ADS_1
Dan sesuai prediksi Jack, Tuan Steven dan ke dua Kakak Daddy Kenneth mendatangi perusahaan Daddy Kenneth saat ini.