
Xander dengan telaten menyuapi Jo. Lalu memberikan obat yang harus Jo minum.
"Bee..!"panggil Xander.
"Kenapa Bang?"tanya Jo menatap mata Xander.
"Jangan seperti ini lagi Abang nggak sanggup sayang!"kata Xander menggenggam erat tangan Jo.
"Jo akan berusaha tapi Jo nggak bisa berjanji Abang tau bagaimana kehidupan kita dan siapa kita?"ujar Jo lembut mengelus rahang sempurna milik Xander dengan jempolnya sambil tersenyum.
Xander mengangguk paham lalu memeluk erat Jo. Lebah kecil yang hampir saja membuat Xander kehilangan akal karena peristiwa penusukan kemarin.
"Ceklek!"
Earth dan si kembar masuk ke ruang rawat Jo.
"Kalian sudah sarapan?"tanya Earth pada keduanya.
"Jo sudah tapi Bang Xander belum Bang!"sahut Jo.
"Bang, ayo sarapan dulu!"ajak Dazian pada Xander.
"Hmmmm!"Xander mengangguk lalu bergabung dengan ke tiganya.
__ADS_1
Jo melihat ke empat laki-laki itu. Beruntung satu kata yang saat ini Jo ingat.
Bisa kembali ke masa lalu dan mendapat kasih sayang melimpah dari orang-orang sekitarnya adalah sebuah anugerah terindah bagi seorang Jo.
Jo tidak pernah membayangkan dalam hidupnya jika ia akan memiliki akhir seperti ini dikelilingi orang-orang yang sangat menyayangi dirinya.
"Baby!"kata Daddy Kenneth membuyarkan lamunan Jo.
"Dad......!"kata Jo tersenyum.
Daddy Kenneth menatap senyuman yang mengembang di bibir putri bungsunya itu. Sangat mirip dengan senyum mendiang istrinya.
Daddy Kenneth melangkah ke arah bed hospital Jo lalu memeluk erat singa bungsunya itu.
"Itu sudah tugas Jo sebagai anak Dad, kata Mommy Jo tidak boleh menyusahkan dan membuat Daddy dan Abang sedih!"kata Jo dalam pelukan sang Daddy.
"Kau tidak pernah menyusahkan kami sayang.....tidak pernah. Justru sebaliknya kamilah yang selalu menyusahkanmu."sahut Daddy Kenneth mengelus punggung kecil milik sang putri.
"Love you, my first love!"ujar Jo memeluk erat-erat sang Daddy.
"Love you more my Little Princess!"sahut Daddy Kenneth.
Rasa syukur itu yang saat ini Daddy Kenneth ucapkan di dalam hati, karena ia cepat disadarkan dari kesalahan masa lalunya yang hampir membuatnya kehilangan berlian langka seperti sang putri. Ia sangat bahagia kini hidup bersama ke empat anaknya yang saling menyayangi satu sama lain dan saling menjaga. Dia adalah sosok ayah yang yang paling beruntung di dunia menurutnya.
__ADS_1
"Terima kasih Sarah!"bathin Daddy Kenneth menatap langit yang cerah di pagi ini.
Ke empat laki-laki lainnya terharu melihat adegan itu. Jo seorang gadis remaja yang dengan segala tingkahnya telah mewarnai hari-hari ke lima laki-laki kulkas itu.
Hadirnya seorang Jo memberikan hidup yang lebih bermakna pada ke lima orang itu.
Hari-hari selanjutnya dalam hidup mereka dijalani dengan penuh kebahagiaan dengan saling dukung dan suport satu sama lain. Dan hal itu pula yang membuat hubungan antara Jo dan Xander semakin erat.
Seminggu setelah itu Jo merengek minta pulang ke mansion. Terus terang bau rumah sakit malah membuat kepalanya bertambah pusing.
"Dad, Jo boleh pulang ya. Janji nggak bakal nakal. Jo janji istirahat saat di mansion nanti!"kata Jo dengan tatapan memelas.
"Tapi...tunggulah beberapa hari lagi Baby. Agar lukamu benar-tidaknya kering!"ujar Daddy Kenneth.
"Daddy nggak asik!"ketus Jo membungkus tubuhnya dengan selimut.
Daddy Kenneth menghembuskan nafas kasar. Lalu menyibak selimut sang putri.
"Baiklah, Daddy akan konsultasi dulu dengan Dokter!"kata Daddy Kenneth.
"Yes pulang....pulang...pulang!"girang Jo.
"Huuuufff Sarah.....kenapa aku tidak bisa melawan setiap permintaan anak nakal itu?"bathin Daddy Kenneth geleng-geleng kepala lalu keluar dari ruang rawat Jo.
__ADS_1