
Morning sunshine...........
Semua orang sudah berkumpul di meja makan, tidak terkecuali Clara dan Aunty Anneth. Jo datang belakangan ke meja makan sambil membawa tas Carrier di punggungnya.
"Semuanya sudah lengkap, Baby??"tanya Daddy Kenneth pada Jo.
"Sepertinya sudah, Dad!!"jawab Jo mendudukkan diri di samping Earth.
"Kamu mau ke mana Jo??"tanya Clara.
"Kemping!!"jawab Jo singkat.
"Beneran mau kemping, nggak ke mana-mana kan??"tanya Clara.
"Serah Lo dah otak udang nggak kepancing gue ama pertanyaan nggak bermutu lo, malas gue debat. Bisanya cuma nyari ribut yang nggak bermutu. Sama kayak idup Lo ama nyokap Lo sekarang yang nggak ada mutunya sama sekali. Jadi sampah nyusahin!!"balas Jo membuat si kembar tertawa bersamaan mendengar jawaban Jo.
"Kamu kok bicara seperti itu pada Clara Jo, dia kan hanya bertanya baik-baik??"tanya Aunty Anneth membela Clara.
"Emang salahnya di mana coba?? Udah tau gue bawa tas Carrier masih juga nanya mau ke mana. Tapi kalau pertanyaannya mau kemping di mana nah tu baru pinter. Emang tu mata buta apa nggak bisa lihat tas segede gaban gitu?? Kalau nggak guna buang aja tu mata ke laut jadi umpan ikan!!"jawab Jo asal.
Tawa si kembar semakin menjadi, hingga Earth dan Daddy Kenneth pun ikut tersenyum mendengar jawaban Jo yang asal nyaplok gitu.
"Kamu kalau ditanya sama yang tua jawabnya yang sopan dong!!"ujar Clara sengit.
"Eh Clara kalau kebodohan Lo terus didukung ama Mak Lo, Lo nggak bakal bisa maju ege!!"jawab Jo lagi.
"Kamu bilang aku bodoh??"kata Clara dengan nada tinggi.
"Iya, napa?? Masalah buat Lo, hah??"tantang Jo balik.
Clara emosi dan melempar Jo dengan gelas, namun tidak mengenai Jo karena Jo langsung mengelak.
"Wleee, nggak kena!!"ejek Jo.
Kesal karena tidak mengenai Jo, Clara bangkit dari kursinya berlari ke arah Jo hendak memukulnya namun Fabian menjegal kaki Clara hingga Clara tersungkur lalu terbentur pada sudut meja.
"Duuuk"
Clara memegang dahinya yang sepertinya memar dan sedikit bengkak. Tapi itu tidak menyurutkan niatnya untuk memukul Jo. Clara kembali berjalan ke arah Jo tapi kali ini Jo dengan mudahnya menendang lutut Clara hingga membuat Clara terduduk. Tendangan Jo tidak main-main apalagi saat ini Jo menggunakan sepatu PDL.
"Dahlah, drama Lo kebanyakan bosan gue ratu drama. PPTB lo!!"kata Jo.
"PPTB, apa an tuh??"tanya Dazian penasaran.
__ADS_1
"Polos penipu tapi bodoh!!"sahut Jo yang membuat tawa si kembar semakin kencang.
"Makan!!titah Daddy Kenneth pada semuanya.
Mau tidak mau Clara mengikuti perintah Daddy Kenneth atau jatah sarapannya akan hilang. Usai sarapan mereka segera melangkah ke luar mansion. Tujuannya untuk mengantar Jo ke sekolah. Semuanya naik mobil masing-masing, kecuali Jo yang satu mobil dengan Daddy Kenneth.
"Dad, hati-hati di mansion. Jo rasa rubah betina itu akan melakukan sesuatu!!"kata Jo memperingati Daddy Kenneth.
"Daddy paham, terima kasih Baby."ujar Daddy Kenneth mengusap sayang kepala si bungsu.
Sesampai di sekolah Jo, teman-temannya sudah menyambut kedatangan Jo. Mereka sudah siap dengan perlengkapan masing-masing.
Melihat Jo yang diantar oleh ke tiga kakaknya membuat sekolah menjadi heboh.
"Adek hati-hati ya, kalau ada apa-apa cepat kabari Abang!!"ujar Fabian.
"Iya, Bang!!'jawab Jo.
"Hati-hati, Baby!! Jaga pola makanmu jangan terlalu banyak makan cemilan!!"titah Daddy Kenneth.
"Ay ay Captain!!"sahut Jo sambil memberi hormat.
Pak Edward dan Xander berjalan ke arah rombongan Jo.
"Baik, Uncle!!"sahut Xander.
"Daddy ke kantor dulu, Baby!!"kata Daddy Kenneth mencium kening sang putri begitu pun dengan ke tiga kakaknya.
"Bye Dad, Abang see you!!"kata Jo.
"Bye Baby/Adek!!"mereka pun meninggalkan sekolah Jo dan pergi ke tujuan masing-masing.
"Biar Abang bawa tasnya!!"kata Xander menyandang tas milik Jo.
"Tapi.......!!"belum usai Jo protes Xander sudah lebih dahulu merangkul bahu Jo dan berjalan ke kelas Jo diiringi para cecunguk Nautika 1.
"Gercep juga anak gue mentang-mentang udah dikasih restu ama mertuanya!!"gumam Pak Edward melihat kelakuan putranya.
Xander mengantar Jo hingga ke bangkunya. Semua atensi kelas terarah pada Jo. Terutama para Taruni geng Levia. Mereka memberikan tatapan tidak suka pada Jo. Yang ditatap malah cuek seperti tidak ada kejadian saja.
"Abang keluar dulu!!"kata Xander.
"Makasi ,Bang!!"kata Jo tersenyum, Xander pun membalas senyum Jo dan mengusap kepala Jo.
__ADS_1
"Hmmmmm"
"Senyumnya meruntuhkan imanku, guys!!!"ujar Dwi lebay.
Begitu Xander meninggalkan kelas Jo, para anggota gengnya segera mengeluarkan jurus kepo mereka.
"Hareudang eui......yang pagi-pagi udah nebar bibit perbucinan!!"kata Butet merangkul bahu Jo.
"Perbucinan?? Siapa??"tanya Jo polos.
"Ini...ni yang bikin urat sabar gue putus!!"keluh Dwi.
"Mending kita jadi penonton setia aja, biarkan tindakan mereka yang menjawab segala kekepoan kita. Kalau kita tanya sama si bocil yang ada kita naik gula darah guys!!"kata Nando yang lain pun membenarkan ucapannya.
"Gue setuju, biarkan mereka berkembang!!!"timpal Rasyid.
Sedang serunya mengerjai Jo, kerumunan taruna Taruni itu dikagetkan dengan gebrakan meja. Dan pelakunya adalah geng Levia.
"Heh, Lo bisa nggak, nggak usah caper sama Bang Xander??"bentak Levia dengan amarah menggebu-gebu.
"Caper?? Siapa??"tanya Jo mengangkat sebelah alisnya.
"Alamat kena stroke ini si Levia!!"ejek Hendrik yang memahami kelemotan Jo sudah dimulai.
"Ya ,Lo lah siapa lagi??"tukas Levia habis kesabaran.
"Perasaan gue nggak caper tuh. Biasa aja!!"jawab Jo tanpa rasa bersalah.
"Terus tadi tu apa an hah???"bentaknya lagi.
"Santai, Sis. Bang Xander sendiri yang nawarin bawa tas gue. Siapa yang nolak coba beban beratnya diangkat ama yang lain. Ya nggak guys??"tanya Jo pada teman-temannya.
"Yoi/ tul....."jawab mereka serentak.
"Lo pasti ngerayu Bang Xander kan biar mau bawain tas Lo??"teriak Levia.
"Eh, nyet nggak ada ceritanya dalam kamus gue ngerayu orang. Malah gue udah ngusir dia jauh-jauh dari gue lah dianya nggak mau. Gimana coba ,atau nggak gini aja deh dari pada Lo ngelabrak gue mulu gimana kalau Lo labrak aja Bang Xander, larang dia buat deketin gue. Nah gue traktir Lo kalau bisa. Gimana??"tantang Jo pada Levia.
"Lo, dasar sialan!!"kata Levia meniggalkan meja Jo dengan emosi menggunung.
"Lah dianya kabur salahnya gue di mana coba??"tanya Jo tanpa rasa bersalah.
"Lo nggak salah Jo ,yang salah rumput yang bergoyang!!"jawab Al seasalnya.
__ADS_1
Yang lain tertawa dan kagum dengan cara Jo menghadapi Levia. Tak lama wali kelas mereka pun masuk dan memberikan arahan mengenai kegiatan kemping yang akan diadakan mulai hari ini. Para taruna Taruni akan berangkat menggunakan bis sekolah menuju arena perkemahan. Kelas Jo dibagi ke dalam dua kelompok. Pastinya Jo Empire akan berada dalam satu kelompok dan berada di bis yang sama.