
Ketika berada di depan pintu kamar yang ditempati Daddy Kenneth,Jo pun segera berhamburan ke pangkuan sang Daddy tanpa melihat sekitar.
"Dad,............!"teriak Jo setengah berlari ke arah Daddy Kenneth.
"Are you okay, Dad??"tanya Jo menilik sang Daddy dari atas hingga ke bawah.
"I'm okay, Baby girl!!"sahut Daddy Kenneth menangkap wajah putrinya dengan kedua tangan.
Ketiga kakaknya hanya menatap malas ekspresi sang Daddy yang menunjukkan kalau ia tengah berada di puncak kemenangan saat ini.
Dengan sigap Fabian segera mengambil alih sang adik dari pangkuan Daddy Kenneth.
"Ingat Dad, kau masih dalam masa hukuman jangan mendekati adikku!!"ketus Fabian menatap penuh permusuhan ke arah Daddy Kenneth.
"Kau lihat itu kan Xander??"adu Daddy Kenneth pada Xander yang tersenyum tipis melihat interaksi keluarga Jo itu.
"Xander..!"beo Jo melihat ke arah yang sedang dilihat Daddy Kenneth.
"Loh, Bang Xander ngapain di sini??"tanya Jo.
"Ini mansion Abang!!"jawab Xander.
"Jadi Abang anaknya Pak Edward??"tanya Jo lagi.
"Iya..."jawab Xander singkat.
"Oooooo"hanya itu yang keluar dari mulut mungil Jo.
"Jadi apa yang kalian lakukan pada wanita tadi??"tanya Pak Edward penasaran.
"Tentu saja bersenang-senang, Uncle!!"jawab Dazian si biang petakilan.
"Bersenang-senang?? Dengan siapa??"tanya Daddy Kenneth.
"Dengan mantan tunanganmu, Dad. Emang siapa lagi??"jawab Jo jengkel mengingat hama itu.
"Kalian apakan dia??"tanya Daddy Kenneth.
"Bukan kami tapi ketua BLUE BLOOD yang menghukumnya. Kami hanya menonton hiburan gratis!!"timpal Fabian.
"Apa yang kamu lakukan padanya, Baby??"tanya Daddy Kenneth penasaran.
"Lihat saja sendiri!!"kata Jo mengeluarkan handphone miliknya dan memperlihatkan rekaman penyiksaan tadi pada Daddy Kenneth.
Daddy Kenneth dan Pak Edward menonton rekaman itu dengan seksama. Sesekali mereka memperlihatkan ekspresi kaget selama menonton rekaman itu.
"Putri Lo nakutin Ken!!"ujar Pak Edward.
"Siapa yang memberimu ide untuk menyiksanya seperti ini Baby??"tanya Daddy Kenneth yang kaget melihat aksi sadis sang putri.
"Hmmmmmm tidak ada Dad, hanya saja Jo pikir kalau bermain out of the box bakalan seru. Ternyata benar seru banget!!"ujar Jo kegirangan.
"Dad, sepertinya Bang Earth bakalan punya pesaing tangguh!!'goda Dazian si tukang julid.
__ADS_1
"Mereka memiliki kelebihan masing-masing. Daddy yakin mereka akan jadi pemimpin klan yang baik!!"ujar Daddy Kenneth.
"Jadi apa Daddy sudah bisa pulang ke mansion sekarang Pak Edward??"tanya Jo.
"Sepertinya begitu, Daddy kalian sudah lebih baik, lagi pula Xander sudah memberikan obat penghilang pusing tadi!!"ujar Pak Edward.
"Terima kasih Bang Xander!!'jawab Jo tersenyum.
"Deg"
Jantung Xander tidak aman melihat senyum manis gadis pemilik gingsul ini.
"Oiya, sama-sama!!"jawab Xander gugup.
Hal itu tak luput dari penglihatan orang-orang yang ada di ruangan itu kecuali Jo yang masih menampilkan ekspresi biasa. Benar-benar ya Lo Jo anak Pak Kenneth.
"Gue balik dulu Bang makasih bantuannya. Xander makasih!!"ujar Daddy Kenneth pada bapak dan anak itu.
Kemudian ke limanya pamit untuk menuju mansion Daddy Kenneth.
"Bagaimana keadaanmu, Dad??"tanya Earth.
"Sudah lebih baik, Boy. Terima kasih kalian datang tepat waktu!!"ujar Daddy Kenneth pada Earth.
"Aku juga tidak tahu akan hal itu Dad, saat aku sedang belajar tiba-tiba Adek menelpon dan menyuruhku datang ke cafe *****, namun ketika kami sampai Daddy sudah tidak ada di sana.Lalu Adek menelpon bawahannya menanyakan keberadaan Daddy, dari informasi Lucas lah kami mengetahui lokasi Daddy bersama j*l*ng itu. Setelahnya kami bergerak ke hotel ditemani oleh Pak Edward dan ya begitu lah kami membasmi benalu itu dan Pak Edward membawa Daddy ke mansionnya.!!"papar Earth pada Daddy Kenneth.
"Apa kalian terluka??"tanya Daddy Kenneth.
"Tidak, kami baik-baik saja Dad."sahut Earth.
Beberapa saat kemudian ke empat mobil sports itu memasuki mansion milik Daddy Kenneth.
Si kembar masih belum mengizinkan Daddy untuk berdekatan dengan sang adik.
Jo memilih diam. Dia juga tau salah karena menghabiskan waktu seharian dengan sang Daddy tanpa mengajak ke tiga singa muda lainnya.
Semenatara itu........
"Astaga........"pekik Oma Shierly tertahan melihat video Katty yang sedang disiksa dengan sadis.
Di bawah video itu Dazian menuliskan pesan untuk Oma Shierly.
"JANGAN MENGIRIM J*L*NG LAGI PADA DADDYKU!!!"
Begitu bunyi pesan yang Dazian kirimkan untuk Oma Shierly.
"Mereka benar-benar kejam! Mereka jelmaan iblis."ujar Oma Shierly menatap tidak percaya jika pelaku kejadian itu adalah ke empat cucunya.
Masih shock dengan video yang baru saja yang ia terima, Oma Shierly kembali dikejutkan dengan kehebohan yang diperbuat oleh suami dan juga anak pertamanya.
"Ada apa dengan kalian berdua??"tanya Oma Shierly kaget dengan suara gaduh dari kedua laki-laki itu.
"Perusahaanku mengalami kerugian yang sangat besar, Ma!!"jawab Uncle Reagan memijit pelipisnya.
__ADS_1
"Perusahaanku pun begitu kenapa informasi yang diberikan oleh mata-mata yang kusuruh malah menghancurkan perusahaanku??"ujar Opa Steven frustasi.
"Jadi benar kalian memasukkan mata-mata ke perusahaan Ken, pantas saja Jo begitu marah padaku. Jo sampai memperingati ku untuk tidak mengganggu perusahaan milik Ken lagi jika tidak ingin perusahaan kalian hancur.!!"ujar Oma Shierly mulai menangisi kesalahan yang lagi ia dan keluarga besarnya perbuat pada anak bungsu dan cucu-cucunya itu.
"Dan kalian lihat apa yang Jo lakukan pada Katty!!! Aku sengaja ingin mendekatkan Katty dengan Ken lagi namun reaksi ke empat anaknya sangat mengejutkan. Ken benar-benar telah mengubah ke empat anaknya menjadi iblis!!"tambah Oma Shierly memperlihatkan video yang dikirimkan oleh Dazian.
Opa Steven dan Uncle Reagan menatap nanar video itu. Benar-benar mengerikan anak berusia belasan tahun bisa melakukan hal itu. Pikir mereka.
"Sekarang kita harus bagaimana, Pa. Aku yakin para investor akan segera menarik saham mereka dari perusahaan kita. Ternyata rumor itu benar Jo ikut campur menjaga Leonhart Corp dengan baik."papar Uncle Reagan yang terduduk lemas.
Mereka larut dengan pemikiran masing-masing. Jika menyesal sekarang itu sudah sangat tidak berguna, apalagi ditambah kesalahan yang baru saja mereka perbuat. Pintu maaf pasti sudah tertutup rapat.
Di mansion Daddy Kenneth.........
Usai makan malam Daddy Kenneth berkumpul dengan anak-anaknya, masih membahas masalah penjebakan Daddy Kenneth tadi siang.
"Dari mana kalian tau jika Daddy dijebak oleh Katty di cafe itu.??"tanya Daddy Kenneth pada ke empat anaknya.
"Kami tidak mengetahui itu, Dad. Adek yang melakukan semuanya. Kami hanya datang ketika Adek menelpon menyuruh datang ke cafe itu."ujar Fabian diangguki Dazian.
"Jadi Baby......??"tanya Daddy Kenneth.
"Sejak kejadian Mr. Choi yang berusaha menjebak perusahaan Daddy, maka dari saat itu Jo mengutus Lucas salah satu mata-mata andalan blue BLUE BLOOD untuk mengawasi Daddy di mana pun. Saat Jo sedang di kantin kemarin Lucas menelpon mengatakan kalau Katty berniat untuk menjebak Daddy. Jo pun segera menelpon Abang untuk menyelesaikan masalah itu. Tapi ketika Jo ingin minta izin pada Pak Edward untuk mencari Daddy Pak Edward bersikeras ingin ikut membantu kami, jadilah dia ikut menyelamatkan Daddy!!"papar Jo panjang kali lebar.
"Kau memang sangat mewarisi ketelitian Mommymu Baby!!"ujar Daddy Kenneth mengusap kepala Jo penuh sayang.
"Katanya teliti tapi tetap saja bisa dilenyapkan!!"ujar Clara tanpa sadar.
"Apa Lo bilang??"kata Fabian seketika emosi mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Clara namun ketika tangan Fabian terangkat untuk menampar Clara langsung dihentikan oleh Jo.
Kepalang basah, Clara meneruskan ucapannya.
"Teliti bagaimana yang dibanggakan jika masih terbunuh dengan mudah!!"ledek Clara lagi.
Habis sudah kesabaran Jo. Ia langsung memberikan bogem mentah di wajah Clara tanpa kasihan.
"Jo........ berhenti!!"teriak Aunty Anneth.
Sedangkan Daddy Kenneth dan ke tiga putranya membiarkan Jo melepas segala kesal dalam hatinya pada Clara.
"Ken, tolong hentikan Jo dia bisa membunuh Clara."pinta Aunty Anneth memohon.
"Aku tidak ingin jadi pelampiasan putriku selanjutnya!!"jawab Daddy Kenneth acuh.
"Earth Aunty mohon, hentikan Jo."kata Aunty Anneth pada Earth.
"Aku tidak ingin mengotori tanganku!!"ujar Earth tetap fokus pada handphonenya.
Akhirnya Jo menghentikan pukulannya setelah Clara terkapar tidak berdaya.
"Uff lega banget!!"seru Jo membuat ketiga kakaknya tersenyum puas atas tindakan sang adik.
"Clara......bangun sayang. Clara.... !!"teriak Aunty Anneth membangunkan Clara.
__ADS_1
Dengan tertatih-tatih Aunty Anneth membawa Clara ke kamar seorang diri. Karena satu orang pun tidak ingin membantu mereka bahkan para maid pun secara terang-terangan menatap hina pada mereka berdua. Miris sekali nasibmu.......