
Jo Empire menaiki bus mereka dengan tertib. Jo duduk bersebelahan dengan Butet. Mereka ditemani oleh seorang senior pendamping bernama Fatria. Satu persatu bus mulai meninggalkan sekolah, bus yang ditumpangi oleh Jo berangkat di urutan terakhir. Di sepanjang jalan bus yang berisi Jo Empire terlihat sangat ribut karena di dalam bus berisi orang-orang yang memiliki satu kesamaan yaitu biangnya ribut.
"Woi, jangan pada berisik Napa?? Gimana kalau kita dengar Bocil nyanyi??"tanya Hendrik meminta persetujuan teman-temannya.
"Nah, boleh tuh. Ini bakal jadi live perdananya Jo's Empires!!"seru Dwi bersemangat dan mulai merekam aksi Jo.
"Bisa ae Lo, Dwi!!"celetuk Al.
Nando memberikan gitar yang tadi ia bawa pada Jo.
"Jadi kita nyanyi apa, guys??"tanya Jo pada teman-temannya.
"We Will Rock You......!!"teriak teman-teman Jo kompak.
Jo pun mulai memetik gitarnya. Para anggota Jo's Empires pun mulai menghentak-hentakkan kaki mereka ke lantai.
Jo mulai bernyanyi diiringi hentakan kaki dan tepukan tangan oleh teman-temannya dan pada lirik
"We will rock you" mereka menyanyikannya secara bersama-sama. Hingga membuat suasana semakin ramai.
Mereka terus bernyanyi hingga perhatian Rasyid teralihkan pada bus di depan mereka yang ugal-ugalan.
"Guys, kayaknya bus depan bermasalah liat noh jalannya ugal-ugalan!!"teriak Rasyid sambil menunjuk bus yang melaju di depan mereka.
Jo memperhatikan bus itu dengan seksama.
"Ada yang nggak beres dengan bus atau sopirnya ini!!"bathin Jo.
Taruna/Taruni yang masih teman satu kelas Jo berteriak histeris karena laju bus sudah tidak terkendali.
Jo berjalan ke arah sopir bus yang ia tumpangi.
"Pak, stop!!"perintah Jo pada sopir itu.
"Tapi, Non!!"sopir itu takut berhenti karena nanti tertinggal jauh dengan bus lainnya dan lagi belum meminta izin pada salah satu instruktur.
"Udah, berhenti dulu setelah saya turun Bapak jalan lagi!!"kata Jo yang mengeluarkan aura mengintimidasinya.
Sopir bus itu terpaksa mengikuti keinginan Jo, karena ternyata aura yang Jo miliki ternyata lebih menakutkan. Bus itu pun menepi dan Jo segera berlari turun.
"Woi, Bocil Lo mau ke mana??"teriak Butet.
"Udah kalian jalan lagi panggil instruktur atau senior anggota korps di bus lain!!"titah Jo yang turun dan memberi kode pada bus itu untuk segera berangkat.
"Woi, Jo Lo jangan macam-macam!!"teriak Nando yang yakin Jo akan melakukan kegilaan lagi.
__ADS_1
Namun tidak terdengar lagi oleh Jo karena bus sudah mulai bergerak.
Jo menyetop seorang pengendara motor dan meminjam motornya.
"Stop.....stop.... Bang!!"ujar Jo berdiri menghadang motor itu.
"Ada apa an?? Lo mau mati, hah?"teriak pengendara motor itu.
"Pinjem motornya Bang, teman-teman saya sedang dalam bahaya!!"ujar Jo.
"Tapi........!"belum sempat pengendara itu berucap Jo mengeluarkan sejumlah uang lembaran merah pada pengendara itu dan itu langsung mengalihkan pikiran laki-laki itu.
"Naik!!"ucapnya lalu tancap gas mengejar bus yang melaju ugal-ugalan tadi.
"Cepetan Bang!!"desak Jo pada pengendara itu.
"Iya, Lo sabar napa??"kata pengendara motor itu menambah kecepatan motornya.
Motor yang ditumpangi Jo akhirnya berhasil menyamai bus yang melaju ugal-ugalan tadi.
"Jooooo.....tolongin kita!!!!"teriak teman-temannya ketika melihat Jo berada di motor samping bus.
"Iya, sabar gue lagi nyari cara naik ke bus kalian!!"teriak Jo.
Si pemilik motor pun melakukan apa yang Jo suruh dan menstabilkan kecepatan motornya.
"Buka pintunya!!"teriak Jo.
Teman-temannya bergegas membuka pintu bus agar Jo bisa masuk ke bus itu.
Jo mengambil ancang-ancang untuk melompat ke dalam bus.
"Hap"
Jo akhirnya berhasil masuk ke bus itu. Semua teman-teman Jo terlihat sangat ketakutan.
"Kalian tenang jangan teriak-teriak!!"kata Jo.
Jo melangkah ke arah sopir, dan kaget melihat sang supir dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Namun tiba-tiba stir bus terbanting ke kanan Jo dengan sigap berusaha meraih tuas rem dan menariknya sekuat mungkin.
Namun karena kecepatan bus yang kencang, membuat bagian depan bus sudah berada di mulut jurang hingga menyebabkan bus tergantung di mulut jurang.
Karena gerakan dari para taruna/taruni yang panik membuat bus seperti sedang jungkat jungkit.
__ADS_1
"Lo jangan pada bergerak sembarangan, ntar kita jatuh semuanya pelan-pelan jalan ke belakang bus!!"perintah Jo.
Mereka pun perlahan melangkah ke bagian belakang bus. Dan diam membeku melihat ke arah depan di mana jurang telah menanti mereka.
"Lo, bantuin gue mindahin nih supir!!"kata Jo pada salah seorang taruna yang memilki badan bongsor.
"Tapi Jo......!"taruna itu ketakutan.
"Lo laki jangan takut!!"teriak Jo.
Dengan perlahan-lahan taruna itu melangkah ke arah Jo dan membantunya memindahkan supir itu ke arah belakang bus.
Akhirnya Jo dan taruna itu berhasil membawa supir itu ke bagian belakang bus.
"Kalian keluar satu persatu tapi perlahan-lahan jangan membuat gerakan tiba-tiba!!"titah Jo.
Mereka pun mulai keluar satu persatu secara pelan-pelan hingga tertinggal Jo, taruna berbadan bongsor tadi dan sopir di bus itu.
Dengan sangat perlahan Jo dan temannya mengangkat tubuh sopir sekuat tenaga, sedangkan di luar bus beberapa taruna sudah siap menangkap sang sopir. Akhirnya mereka bertiga pun berhasil keluar dengan selamat.
"Telepon ambulance sekarang!!"teriak Jo yang berusaha melonggarkan pakaian sang sopir.
Jo berusaha memanggil-manggil sang sopir sambil menepuk-nepuk bahunya. Namun tidak ada balasan dari sang sopir.
"Gila ni orang pasti kena serangan jantung!!"bathin Jo.
Jo memulai langkah untuk melakukan hands only CPR, Jo berusaha agar tetap tenang agar bisa mengingat apa yang dulu Abangnya Earth pernah ajarkan.
Jo memeriksa nadi karotis sopir bus, namun tidak ada. Jo kembali menenangkan pikirannya mengingat-ingat apa yang selanjutnya harus dilakukan.
Jo mulai melakukan kompresi dada pada sang sopir. Jo membuka jalan nafas sang sopir dengan menengadahkan kepalanya kemudian Jo menyuruh salah seorang temannya untuk mengawasi jalan nafas sopir itu lalu mulai melakukan kompresi dada dengan berirama. Teman-teman Jo melihat apa yang Jo lakukan dengan fokus. Jo tetap fokus dengan CPR yang sedang ia lakukan hingga teman Jo yang mengawasi jalan nafas sang sopir merasakan ada hembusan nafas perlahan pada sang sopir.
"Jo.. dia bernafas!!"teriak teman Jo terlihat ada pergerakan pada kelopak matanya walau pun lemah.
Jo berhenti melakukan RJP dan memiringkan sedikit badan sang sopir.
Jo senang walau pun sang sopir masih bernafas dengan pelan.
"Jangan kerubungin!!"titah Jo pada teman-temannya agar memberi ruang pada sang sopir bertepatan dengan itu ambulance pun sampai kemudian mengambil alih sang sopir dan segera memasukkannya ke ambulance lalu memberikan bantuan lanjutan pada sang sopir.
Salah seorang tenaga medis berjalan ke arah ke salah seorang taruna dan bertanya siapa yang membantu melakukan CPR pada sang sopir. Temannya menunjuk pada Jo.
"Kamu hebat, telah menyelamatkan nyawa korban. Terima kasih!!"ucap tenaga medis itu dan menjabat tangan Jo.
"Sama-sama!!"ujar Jo kemudian sang tenaga medis meninggalkan Jo dan kembali ke ambulance lalu segera membawa sang sopir ke rumah sakit.
__ADS_1