
Semangat pagi, morning sunshine.........
Jo terbangun dari tidurnya. Ia mengucek mata dan melihat jam pada handphone yang terletak di meja nakas.
"Udah pagi ternyata"gumam Jo.
Ia pun segera ke kamar mandi untuk mandi dan segera turun untuk sarapan. Sebenarnya sih hari ini Jo nggak ke sekolah karena angkatannya diliburkan.
"Pagi!!!"sapa Jo pada keluarganya yang sudah duduk di kursi masing-masing.
"Pagi Baby/Adek!!"jawab mereka bersamaan.
"Kenapa tidak memakai seragam sekolahmu Baby??"tanya Daddy Kenneth.
"Hmmm maaf Dad Jo lupa bilang kalau dua hari ini kami diliburkan."jawab Jo.
"Good, so you can take a rest!!!"kata Daddy Kenneth.
"But Dad nanti Jo boleh pergi keluar??"tanya Jo pada Daddy Kenneth.
Belum sempat Daddy Kenneth bertanya Clara udah motong duluan.
"Kamu mau keliaran nggak jelas ya mentang-mentang libur sekolah??"tanya Clara memancing keributan. Again.
"Kamu lebih baik istirahat di mansion aja Jo, jangan main nggak jelas kamu anak perempuan nggak baik!!"tambah Aunty Anneth mengompori.
Ketiga Kakak Jo kesal bukan kepalang, ingin sekali rasanya menampar mulut berbisa milik Clara dan Aunty Anneth.
"Hmmmm memang Baby mau ke mana??"tanya Daddy Kenneth.
"Belajar mengelola peninggalan Mommy Dad, Daddy ingatkan sebentar lagi usia Jo 14 tahun. Dan Daddy pasti tau kan pesan yang Mommy tinggalkan untuk Jo??"tanya Jo balik pada Daddy Kenneth.
Daddy Kenneth tentu ingat dengan pesan dari mendiang istrinya yang dititipkan pada William. Bahwa di saat umur Jo genap 14 tahun tampuk kepemimpinan BLUE BLOOD akan sepenuhnya diserahkan kepada Jo. Daddy Kenneth tidak ingin putri satu-satunya berurusan dengan dunia mafia apalagi sebentar lagi Earth juga akan mengambil alih kepemimpinan FIRE DRACO maka waktu berkumpul mereka akan semakin berkurang. Tapi ya mau bagaimana lagi organisasi BLUE BLOOD juga membutuhkan seorang pemimpin dan hanya Jo satu-satunya kandidat yang memenuhi kriteria itu.
"Baiklah Baby tapi kamu harus ditemani oleh Dion atau Jacob. Mengerti sayang!!"ujar Daddy Kenneth.
"Ay .ay Captain!!"sahut Jo.
"Kok Jo diizinkan keluar sih Uncle nanti dia malah kelayapan nggak jelas di luaran sana!"ujar Clara memprovokasi Daddy Kenneth.
"PLAAAAAAK"
"Clara....."teriak Aunty Anneth.
Semua terdiam.
"Nah, itu buat congor yang nggak bisa dijaga di meja makan!!"kata Jo tanpa bersalah setelah menampar Clara.
Ketiga Kakak Jo memperlihatkan ekspresi puas dengan aksi sang adik.
Sedangkan Daddy Kenneth diam seperti tidak ada kejadian.
"Uncle.....hiks....hiks."Clara menangis memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh Jo.
"Berani kamu menampar putri saya, anak tidak tau diri."bentak Aunty Anneth.
Jo menyeringai menatap Aunty Anneth.
__ADS_1
"Ini belum seberapa dibandingkan rasa sakit gue!!"ujar Jo menarik kerah baju Aunty Anneth kemudian membanting kasar tubuh Aunty Anneth ke kursi.
"Cukup!! Makan!"ucap Daddy Kenneth.
Terpaksa kedua rubah itu memakan makanannya dengan rasa dongkol. Sedangkan si kembar bersorak dalam hati melihat keberanian sang adik.
Usai sarapan para laki-laki Leonhart berjalan ke garasi untuk mengambil kendaraan masing untuk ke sekolah dan ke kantor. Sekarang hanya tinggal Jo yang duduk di ruang keluarga menunggu kedatangan Papi Dion untuk mengantarnya ke markas BLUE BLOOD.
"Heh, kamu bisa berbuat sesukamu di depan Kenneth dan ketiga Kakakmu tapi tidak jika kau sendirian di mansion ini!!"kata Aunty Anneth mencengkram kuat rahang Jo. Tapi ini bukan Jo versi lama loh Aunty Anneth.
Dengan sekali sentakan tangan Aunty Anneth terlepas dari rahang Jo. Tanpa ampun Jo melayangkan sebuah tendangan ke perut Aunty Anneth yang membuat Aunty Anneth meringkuk memegangi perutnya.
"Anak sialan!!"umpat Aunty Anneth.
Jo tersenyum smirk dan melayangkan tatapan remeh pada Aunty Anneth.
"Ada apa ini??"tanya Papa Jacob dan Papi Dion bersamaan.
Dengan wajah yang dibuat menyedihkan Aunty Anneth berpura-pura menangis untuk mendapatkan simpati dari Papa Jacob dan Papi Dion.
"Tolong, anak ini menendang ku tanpa alasan yang jelas!!"kata Aunty Anneth.
"Ohhh"
Hanya itu yang keluar dari mulut Papa Jacob dan tatapan heran dari mata Papi Dion.
"Jo kau sudah siap??"tanya Papa Jacob pada Jo.
"I'm ready!!"ujar Jo.
Ketiganya kemudian pergi begitu saja tanpa mengindahkan keberadaan Aunty Anneth yang mengerang kesakitan memegangi perutnya.
Jo tersenyum sendiri melihat Mac Book miliknya.
"Kamu kenapa sayang??"tanya Papi Dion melihat Jo dari kaca spion.
"Rubah ini lucu kalau sedang mengomel, Pi!!"kata Jo tertawa semakin keras.
"Ya, tapi bagaimanpun kamu harus berhati-hati dia licik!!"kata Papa Jacob mengingatkan Jo.
"Siap, Pa"sahut Jo.
Tidak lama mereka pun sampai di markas BLUE BLOOD. Jo kagum dengan bangunan itu elegan. Selera Mommy Sarah ternyata nggak main-main.
Jo mengikuti langkah kedua Papa nya memasuki markas utama organisasi mafia itu. Sesaat kemudian semua anggota inti dan anggota lainnya telah berkumpul di sebuah aula yang sangat luas.
"Hari ini saya akan memperkenalkan ketua baru BLUE BLOOD, Jonathan putri mendiang ketua Sarah. Kalian harus menghormatinya seperti menghormati ketua Sarah dan menjaganya dengan nyawa kalian.!!"ujar Papi Dion menyuruh Jo untuk bicara langsung dengan anggota organisasi BLUE BLOOD.
"Saya Jonathan kalian bisa memanggil saya Jo, saya putri Mommy Sarah. Saya harap semuanya bisa bekerja sama dengan saya menjaga dan memajukan organisasi kita!!"ujar Jo singkat mengeluarkan aura dingin miliknya.
"BLUE BLOOD!!!!"
"YOU CAN DREAM IT."
"YOU CAN GET IT"
"Terima kasih semuanya!!"ujar Jo.
__ADS_1
"Like mother like dougther"kata beberapa anggota yang merasakan aura Jo mirip dengan aura ketua mereka yang lama.
"Hebat!!"puji Papa Jacob pada Jo.
Jo hanya tersenyum tipis kemudian mengajak Papa Jacob untuk mengelilingi markas itu.
"Pa, boleh Jo minta catatan kegiatan organisasi kita??"tanya Jo sambil terus melihat sekeliling.
"Tentu, nanti Papa akan mengirimnya ke emailmu!!"jawab Papa Jacob mengusap kepala Jo.
"Hmmm Pa, Jo mau ke sekolah Abang Twins ini sudah jam pulangnya!!"kata Jo pada Papa Jacob.
"Ayo Papa akan mengantarmu!!"ajak Papa Jacob pada Jo.
Lalu Papa Jacob mengantar Jo ke sekolah si kembar.
Sesampai di gerbang sekolah Jo melihat sejenak ke arah sekolah.
"Pa, Jo pulang bareng Abang aja ya!!"pinta Jo.
"Ok, tapi hati-hati girl!!!"peringat Papa Jacob pada Jo.
"Ok Pa!!"kata Jo kemudian turun dari mobil Papa Jacob.
Jo memasang tudung Hoodienya kemudian melangkah ke parkiran dan duduk di bangku menunggu bel pulang berbunyi. Sedang sibuk dengan email yang tadi dikirimkan oleh Papa Jacob Jo dikejutkan bunyi bel pulang. Jo menyimpan handphonenya dan melihat ke arah gerombolan siswa yang melangkah ke arah parkiran. Tampak Clara berusaha mengekori Abang Twins Jo. Seketika Jo memeluk Dazian dan membuat Dazian terkejut hebat begitu pun Fabian. Siapa yang lancang memeluk adik kembarnya.
Jo membuka tudung Hoodienya dan tersenyum ke arah Abang kembarnya.
"Adek....."ucap keduanya kompak.
"Eh jo!!"sapa Gentala.
"Hai semua!!" sapa Jo pada teman-teman sekelas dulu.
"Kok rambut Lo dipendekin sih Jo??"tanya Zarga.
"Tuntutan sekolah!!"jawab Jo tersenyum dan itu menghipnotis mereka semua.
Si kembar mulai mengeluarkan aura posesif mereka. Dengan membekap mulut sang adik.
"Yok pulang!!"ajak fabian.
"Aku ikut ya!!"rengek Clara.
"Eh Lo sapa dah sejak masuk ngintilin Abang kembar Mulu??"tanya Yuvent kepo.
"Aku..."
"Hama"jawab Jo lantang.
"Balik duluan guys!!"teriak Jo seraya menarik tangan Abang kembarnya ke mobil.
Mereka bertiga pun masuk ke mobil, Clara dengan sigap mengejar mobil itu namun kalah cepat cepat dengan Jo yang sudah mengunci pintunya. Ketiga memandang remeh pada Clara dan mengeluarkan senyuman sinis mereka. Dazian pun segera melajukan mobil menuju mansion. Karena mereka sudah kelaparan.
Clara menghentak-hentakan kakinya karena kesal pada Jo. Kemudian Clara kembali mendekati rombongan Gentala yang akan menaiki motor mereka.
"Anterin aku pulang ya.... please!!"pinta Clara dengan wajah memelas pada Gentala.
__ADS_1
"Gue buru-buru!!"jawab Gentala langsung menggas motornya dan diikuti oleh yang lain.
"Sialan....."desis Clara.