
Mobil Daddy Kenneth memasuki halaman mansion. Daddy Kenneth segera membopong tubuh putrinya ke dalam mansion. Earth yang baru saja pulang dari sekolah heran melihat Daddy dan adiknya yang cepat pulang hari itu.
Earth pun segera memasuki mansion.
Saat keluar dari lift Earth berpapasan dengan Daddy Kenneth.
"Loh, Daddy ngapain ke kamar adek??"tanya Earth khawatir.
"Menyuruh adikmu agar segera mengganti bajunya. Biar nggak masuk angin."jawab Daddy Kenneth.
"Emang baju adek kenapa??"tanya Earth makin khawatir.
"Tadi adikmu terjun ke banjir kanal menolong temannya yang tenggelam, dan Pak Edward tadi menelpon Daddy untuk segera menjemput adikmu."kata Daddy Kenneth menjelaskan pada Earth.
"Tapi adek nggak apa-apa kan Dad??"tanya Earth.
"Adikmu tidak apa-apa, sekarang ganti bajumu!!"perintah Daddy Kenneth pada Earth.
Earth menuruti perintah Daddy Kenneth.
Jo sendiri saat ini masih berendam di bathtub, menenangkan pikiran karena emosi yang masih belum reda karena kedua senior tadi yang membuat nyawa temannya yang lain hampir celaka.
Usai dengan ritualnya di kamar mandi Jo pun memakai pakaiannya dan ingin tidur sejenak.
Saat ingin membaringkan dirinya di ranjang, Jo dikagetkan dengan kedatangan Earth ke kamarnya.
"Abang...ngagetin aja sih!!"gerutu Jo pada Earth.
Si tersangka hanya cengengesan melihat reaksi sang adik.
"Adek nggak apa-apa kan??"tanya Earth sambil mengelus kepala si adik.
"Jo nggak apa-apa kok Bang, cuma sedikit mengantuk!!"ujar Jo.
"Yok, sini tidur Abang puk-puk!!"kata Earth menepuk sisi sebelahnya agar Jo tidur di sana.
Jo pun menuruti perkataan Earth dan segera membaringkan diri di sampingnya. Earth mengelus puncak kepala Jo dan menepuk pelan bahu sang adik agar segera tertidur, tidak lama terdengar dengkuran halus yang menandakan kalau Jo sudah tertidur.
Clara tanpa sengaja melewati kamar Jo dan melihat Jo yang diberlakukan penuh kasih sayang oleh Earth.
"Nikmati saja sekarang selagi Lo masih bisa Jo, karena gue bakal rebut segala yang Lo punya dengan cara apapun."ucap Clara menatap tidak rela pada Jo dan juga Earth. Namun sayang ucapannya didengar oleh seseorang dan membuat orang itu mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Kita lihat saja nanti, seberapa kuat usahamu untuk merebutnya!!"gumam orang tersebut sambil terus memperhatikan Clara.
Di ruang keluarga.....
Aunty Anneth melihat Daddy Kenneth yang sibuk berkutat dengan laptopnya, Aunty Anneth berinisiatif membuatkan secangkir teh untuk Daddy Kenneth agar bisa menarik perhatian Daddy Kenneth padanya. Sesaat kemudian ia pun kembali dengan secangkir teh manis di nampan namun Aunty Anneth tidak melihat keberadaan Daddy Kenneth lagi.
"Ke mana lagi tu orang, kok hilangnya cepat banget!!"gerutu Aunty Anneth.
__ADS_1
Clara yang baru saja turun, malah menyambar teh yang telah disediakan Aunty Anneth untuk Daddy Kenneth.
"Kamu apa-apaan sih Clara, main ambil saja?? Teh itu Mommy buatkan untuk Uncle Kenneth!!"omel Aunty Anneth pada Clara.
"Mommy gitu aja marah, kan bisa bikin lagi!!"kata Clara.
Mereka sibuk bertengkar hingga tidak menyadari kehadiran Daddy Kenneth.
"Ada apa ini??"tanya Daddy Kenneth mengerutkan dahi.
"Ah tidak apa-apa Ken!! Kamu mau ke mana??"tanya Aunty Anneth dengan nada suara yang sangat lembut.
"Ke kamar Jo!!!"jawab Daddy Kenneth.
Kemudian Daddy Kenneth berlalu tanpa menghiraukan lagi perkataan yang keluar dari mulut Aunty Anneth.
"Si*l*n, kenapa susah banget mendekati laki-laki ini!! Apa yang sebenarnya terjadi di sini, kenapa tidak sesuai dengan laporan terakhir yang aku terima??"bathin Aunty Anneth bingung.
Waktu makan malam.....
Si kembar sudah turun ke meja makan namun mereka heran yang ada di meja makan hanya Aunty Anneth dan juga Clara. Ke mana Daddy dan kedua saudaranya pikir mereka.
"Gue mau lihat adek dulu udah bangun atau belum!!"kata Dazian pada Fabian.
"Ok!!"sahut Fabian sambil terus memainkan handphonenya sedangkan Dazian bergegas menuju kamar Jo.
"Bang Fabian, Clara juga ingin Abang menyayangi Clara kayak Jo. Karena Clara nggak punya Kakak ataupun adik!!"ujar Clara dengan wajah polosnya.
"Kok Bang Fabian diam aja sih, emang apa sih kelebihannya Jo dari Clara sampai Abang dan yang lainnya sayang banget sama dia??"tanya Clara dengan mata berkaca-kaca.
Belum jadi Fabian menjawab pertanyaan Clara, Dazian sudah nyerocos duluan.
"Semua kelebihan adek gue nggak ada sama Lo, dan yang terpenting Jo adek kandung kita nah elo no body here!! Remember that!!"ujar Dazian diangguki Fabian.
"Dazian jangan bicara seperti itu, Clara hanya ingin merasakan kasih sayang seorang Kakak, karena ia anak tunggal, sayang!!"ujar Aunty Anneth lembut.
"Idih jangan pakai sayang ngomong ama gue, geli gue dengernya!!!"ketus Dazian.
"Anak si*l*n!!!!"bathin Aunty Anneth menahan emosi.
Kemudian ketiga tersangka yang baru saja bangun dari tidurnya tiba di ruang makan.
"Jo kamu ini udah besar, nggak malu digendong terus sama Uncle Kenneth, inget kamu itu perempuan!!!"kata Clara.
"Hmmm gue juga nggak mau digendong, tapi Daddy Ama Abang-abang gue juga nggak mau dilarang buat gendong gue, jadi gue mesti gimana dong. Kalau gue ngelawan dosa dong, kan gue yang paling kecil di keluarga gue!!!"kata Jo dengan menekan kata keluarga gue.
"Daddymu kan capek pulang dari kantor Jo, kamu harus belajar mandiri!! Jangan manja terus!!"kata Aunty Anneth menasehati Jo dengan lembut.
"Tuh Dad, denger kata Aunty Anneth Daddy capek dari kantor jangan gendong Jo terus, ntar encok lagi!!"kata Jo nyengir.
__ADS_1
"Daddymu ini tidak akan pernah capek menggendongmu Baby, karena bagi Daddy sampai kapan pun kamu tetap putri kecil Daddy!!"jawab Daddy Kenneth mencium brutal wajah Jo.
"Daddy ampun, ih geli.....ampun Dad!!!"kata Jo yang berusaha kabur dari Daddy Kenneth.
Aunty Anneth sangat kesal melihat adegan yang terjadi di depan matanya. Amat terlihat kilat amarah di kedua matanya.
"Ok, sekarang kita makan!!"kata Daddy Kenneth.
Semuanya makan dengan tenang. Seperti biasanya setelah makan mereka akan berkumpul di ruang keluarga. Kali ini Jo duduk di antara Kakak kembarnya yang kesal karena tadi adiknya dimonopoli oleh Daddy dan Kakak tertua mereka.
"Dad, apa Pak Edward memberikan kabar mengenai kegiatan madabintal besok??"tanya Jo pada Daddy Kenneth.
"Besok kamu libur Baby!!"kata Daddy Kenneth.
"Tapi Jo baik-baik saja Dad, kenapa harus libur??"protes Jo tidak terima.
"Emang adek kenapa Dad??"tanya Fabian.
"Adek kalian tadi terjun ke banjir kanal untuk menyelamatkan temannya yang tenggelam, dan Daddy diberi tau oleh gurunya tadi!!"kata Daddy Kenneth.
"Adek Abang keren!!"puji Dazian memberikan ciuman di pipi Jo.
"Iya dong, kita harus punya rasa kemanusiaan Bang, nggak mungkin orang yang kesusahan di depan mata kita diemin."ujar Jo.
"Tapi Jo tetap nggak mau libur Dad!!"rengek Jo.
"Kamu ngotot sekali untuk berangkat ke sekolah Jo, kan sudah disuruh libur sama Uncle Kenneth. Memangnya apa yang membuat kamu ngotot ke sekolah?? Kamu mau pacaran ya?? Atau mau kamu mau pergi nongkrong sama teman-teman kamu??"kata Clara mulai memancing di air keruh.
"Astaga mulut Lo Clara, nuduh adek gue sembarangan. Gue tabok tu mulut!!"geram Dazian.
"Kamu bisa bicara dengan baik?? Kalau tidak jangan bicara, apa kamu pernah lihat adek saya melakukan hal seperti itu hah?? Asal kamu tau adek saya diawasi oleh penjaga selama 24 jam jadi semua gerak geriknya di luar selalu kami pantau!! Paham kamu!!"bentak Earth dengan wajah memerah.
"Clara kan hanya bertanya Bang Earth."kata Clara dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan panggil saya Abang, atau saya akan merobek mulut kamu!!"peringat Earth.
"Kurang ajar kamu Jo!!"bathin Clara.
"Earth jangan marah dengan perkataan Clara, dia cuma mengingatkan Jo!!"kata Aunty Anneth membela Clara.
"Kamu kira saya bodoh, tidak bisa membedakan mana yang mengingatkan dan mana yang menuduh. Jangan campuri urusan keluarga kami!!"lagi Earth mengeluarkan bentakannya untuk Aunty Anneth.
Daddy Kenneth hanya diam, membiarkan Earth melepaskan semua amarahnya.
"Baby, dengarkan Daddy terlebih dahulu. Besok semua siswa seangkatan kamu besok diliburkan, untuk mempersiapkan diri mengikuti jurit tangkas pada hari Jum'at, Sabtu dan Minggu nanti. Selama tiga kalian akan berada di lapangan."kata Daddy Kenneth pada Jo.
"Ohhh Ok, Jo paham. Maaf Daddy!!"ujar Jo dengan senyum manisnya kemudian menghambur ke pelukan Daddy Kenneth.
"Dan kamu juga harus membawa empat buah karet ****** sepeda!!"tambah Daddy Kenneth.
__ADS_1
"Untuk apa Dad??"tanya Jo tidak paham.
"Daddy juga tidak tau, yang penting bawa saja atau kamu akan dihukum!!"ujar Daddy Kenneth.