
Jo berlari ke arah Daddy Kenneth duduk menunggunya. Di sana juga Pak Edward yang sedang mengobrol dengan sang Daddy.
"It's done, Baby??"tanya Daddy Kenneth melihat ke arah Jo.
"Uda Dad tapi ini lengket banget nggak nyaman!!!"ujar Jo.
"Daddy membawa baju ganti untukmu, kamu bisa bersih-bersih dulu di toilet sekolah"jawab Daddy Kenneth.
"Bersih-bersih di ruangan Xander saja, jangan di toilet sekolah!!"titah pak Edward pada Jo.
Lalu Pak Edward memanggil seorang Taruna yang memakai tali kur berwarna putih biru.
"Xander antar Jo ke ruangan kamu untuk bersih-bersih!!"kata Pak Edward pada Xander.
"Siap, Pak!!"jawab Xander lalu melihat ke arah Jo mengisyaratkan untuk mengikutinya.
"Kulkas!!"tukas Dazian.
Pak Edward terkekeh mendengar ucapan dari mulut Dazian.
Daddy Kenneth melanjutkan percakapannya dengan pak Edward sedangkan ketiga bujangnya sibuk memainkan handphone masing-masing. Kehadiran ke empat laki-laki yang duduk bersama Pak Edward itu cukup menyita perhatian warga sekolah apalagi para kaum hawa. Walaupun usia Daddy Kenneth sudah memasuki kepala empat namun tidak bisa dipungkiri ketampanan dan pesonanya malah semakin bersinar apalagi ketiga bujang yang kini sedang duduk anteng di belakangnya. Menjadikan mereka pusat perhatian di sekolah Jo.
"Masuk!!!"ucap Xander pada Jo.
"Makasi Bang!!"jawab Jo langsung ngacir ke kamar mandi di ruangan Xander itu Xander sendiri tersenyum samar melihat tingkah juniornya itu.
Menunggu Jo membersihkan diri, Xander memeriksa laporan kegiatan madabintal yang harus ia serahkan besok pada kepala sekolah.
Dua puluh menit kemudian Jo keluar dari kamar mandi, penampilannya sekarang lebih segar dan terlihat makin menggemaskan dengan Hoodie berwarna Baby Blue celana joggers dan sepatu cat berwarna putih jangan lupakan kupluk yang sudah bertengger di kepalanya.
"Imut"gumam Xander melihat penampilan Jo.
"Bang udah, yok!!"ajak Jo pada Xander untuk segera kembali menemui Daddy Kenneth.
"Hmm"Xander pun mengikuti Jo yang sudah keluar terlebih dahulu dan mengantarkannya kembali pada Daddy Kenneth.
"Udah Baby??"tanya Earth sambil berdiri kemudian memeluk sang adik diikuti si kembar yang tidak mau kalah dengan Kakak sulung mereka.
"Terima kasih Xander!!"ucap Daddy Kenneth pada Xander lalu dibalas anggukan oleh Xander kemudian kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Bang, thanks udah jagain anak gue selama tiga hari ini!!"kata Daddy Kenneth pada Pak Edward.
"Xander yang ngawasin anak Lo, gue baru kemarin gabung sama mereka. Biasa misi gue lagi banyak!!"jawab Pak Edward.
"Tolong bilangin aja ama dia, gue cabut!!"kata Daddy Kenneth yang kemudian merebut sang putri dari pelukan Kakak sulungnya.
"Ok, keluarga dasar posesif!!!"tutur pak Edward mencibir aksi Daddy Kenneth.
__ADS_1
Sedangkan para warga sekolah ada yang menatap gemas pada Jo dan ada yang menatap tidak suka.
"Dad....."protes Earth pada Daddy Kenneth yang seenaknya menggendong sang adik lalu membawanya ke mobil. Kekesalan nampak jelas di wajah ketiga bujang Leonhart itu akibat ulah Daddy Kenneth.
"Sekarang kita akan ke mana ??"tanya Daddy Kenneth pada ke empat anaknya.
"Kita makan siang dulu Dad, aku sudah lapar"jawab Fabian yang sudah menahan lapar dari tadi.
"Kita ke restoran langganan kita saja!!"ujar Earth.
Earth melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju restoran langganan kelimanya. Jo merasakan pegal di seluruh badannya namun untuk dibawa tidur malah semakin sulit.
"Adek kenapa??"tanya Dazian melihat Jo grasak grusuk tidak jelas.
"Ngantuk Bang tapi nggak bisa dibawa tidur!"jawab Jo
"Adek kayaknya pegal-pegal Dad,"ujar Earth.
"Sepertinya begitu, mungkin nanti kalau kita membawa adek ke spa itu pilihan bagus"usul Fabian melihat ke arah sang adik yang memasang wajah kecut.
"Baiklah, kita makan siang dulu lalu ke spa!!"jawab Daddy Kenneth dan disepakati oleh yang lainnya.
Seperti biasa kelimanya memesan makanan yang menjadi favorit mereka. Setelah makanan terhidang ayah dan anak itu mulai menyantap makanan yang terhidang di hadapan mereka.
"Sudah??"tanya Daddy Kenneth pada ke empat anaknya.
"Ayo kita antar adik kalian ke spa, kasihan Baby sudah misuh-misuh menahan rasa pegal di badannya!!"kata Daddy Kenneth sambil merangkul bahu Jo dan membawanya ke mobil.
Earth menyetir dengan kecepatan sedang menuju spa. Dua puluh menit kemudian mereka sampai di spa. Jo memilih perawatan untuk seluruh tubuh karena terasa tidak nyaman saat ini.
"Dad, kalau Daddy bosan Daddy bisa jalan-jalan dulu dengan Abang dari pada di sini nungguin Jo."tawar Jo pada Daddy Kenneth dan Kakak-kakaknya.
"Tidak Baby, Daddy juga ingin mengambil paket refleksi untuk kaki"ujar Daddy Kenneth.
"Aku juga Dad,"tukas Dazian.
"Ya sudah kita ambil paket keluarga saja!"jawab Daddy Kenneth.
Finally hari itu mereka habiskan di spa untuk merilekskan badan mereka. Dan yah hasilnya sangat membuat tubuh mereka menjadi lebih fresh begitu juga dengan Jo terasa lepas dari pegal-pegal di seluruh tubuhnya.
Usai melakukan perawatan sekeluarga tidak terasa waktu sudah menunjukkannya pukul lima sore.
"Dad sepertinya kita segera pulang ke mansion ini sudah sore, adek lagian pasti butuh istirahat yang cukup!!"kata Earth pada Daddy Kenneth.
"Kamu benar, ya sudah kita pulang!!"titah Daddy Kenneth.
Earth mengemudikan mobil ke arah mansion. Ia pun merasa ingin segera tidur. Sesampai di mansion ternyata Jo sudah tertidur pulas. Earth segera menggendong si bungsu dan mengantarkan menuju kamarnya diikuti oleh kedua adik kembarnya.
__ADS_1
"Kalian juga istirahatlah!!!"titah Daddy Kenneth pada ke empat anaknya.
Daddy Kenneth sendiri bergerak ke arah kamarnya, ia juga ingin segera membaringkan tubuh dengan nyaman.
Daddy Kenneth terbangun ketika waktu makan malam tiba. Ia membersihkan diri kemudian pergi membangunkan anak-anaknya yang pasti saat ini masih tertidur. Dan seperti biasa setiap ada kesempatan ketiga putranya akan tidur bersama adik mereka.
"Boys bangun!!"kata Daddy Kenneth menepuk bahu anak-anaknya.
"Baby.....bangun sayang!!"ujar Daddy Kenneth menoel-noel pipi Jo.
Akhirnya ke empat Leonhart muda itu pun bangun dan segera turun ke ruang makan. Sesampai di meja makan, Jo mengerutkan keningnya melihat seperti ada bekas luka pada dahi Aunty Anneth tapi Jo tidak mau tau tentang semua itu.
Usai makan malam semuanya duduk di ruang keluarga dengan Jo yang kembali berbaring di paha Daddy Kenneth sambil memainkan handphonenya.
"Dad, enak juga sesekali kita healing seperti tadi. Bikin tubuh segar!!"celetuk Dazian.
"Benar Dad"timpal Fabian.
"Memangnya kalian tadi ke mana??" tanya Clara penasaran.
"Ke spa!!"jawab Jo acuh.
"Kenapa Uncle tidak membawa kami sekalian?? Padahal tadi pagi Mommy kan minta tolong sama Uncle untuk mengantar kami ke spa??"tanya Clara dengan wajah sedih.
"Kok Daddy gue yang anter, Daddy gue bukan sopir!!"tegas Jo menatap tajam pada Clara.
"Tapi kenapa kamu diantar oleh Uncle Kenneth ke spa, sedangkan kami tidak??"tanya Clara menuntut.
"Gue sama tiga Abang gue beda status Ama Lo. Kita berempat anak Daddy sedangkan Lo???"kata Jo menggantung pertanyaannya dan melirik ke arah Dazian.
"Lo kang numpang!!"jawab Fabian tertawa.
"Lagian gara-gara menjemput kamu Uncle Kenneth nggak mau nolongin Mommy aku tadi yang jatuh pingsan."marah Clara memojokkan Jo.
"Dengerin gue baik-baik, mau nyokap Lo sakit bahkan mati sekalipun gue bakalan larang Daddy gue buat dekat sama dia. Paham Lo!! Dan jangan bilang karena menjemput gue Daddy nggak mau nolongin nyokap Lo. Daddy gue menjalankan tanggung jawab sebagai Daddy ke gua. Tapi buat Lo dan nyokap Lo nggak ada tanggung jawab Daddy gue. Lo cuma numpang dan gue harap Lo paham dengan penjelasan gue."kata Jo menumpahkan kekesalannya.
"Nah, pahami penjelasan adek kita ya Nona Clara, Lo nggak ada status dalam keluarga ini alias numpang."tambah Dazian.
Daddy Kenneth tetap fokus pada laptop dan sebelah tangan mengelus kepala Jo tanpa mengacuhkan perdebatan yang sedang berlangsung.
"Uncle, dengar kan ucapan Jo. Dia nggak suka dengan Clara dan juga Mommy"Isak Clara.
"Ya semua terserah kalian, tidak terima dengan ucapannya silahkan angkat kaki!!"jawab Daddy Kenneth tanpa melihat wajah lawan bicaranya.
Clara terpaksa diam.
"Nggak, gua nggak boleh keluar dari mansion ini. Udah susah payah gue sama Mommy buat masuk ke mansion ini, nggak mungkin gue keluar gitu aja"bathin Clara kemudian meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1