
Hari ini hari Minggu. Ntah kenapa Jo malah terbangun lebih pagi.
"Eughhhhhhh"lenguh Jo meregangkan otot-ototnya.
Dengan belum mandinya Jo malah ngacir ke kamar Daddy Kenneth.
"Tok......tok.......tok"
"Dad,........."panggil Jo.
Daddy Kenneth sudah terbangun namun masih berada di kamar sambil membaca beberapa laporan perusahaan yang ia bawa pulang kemarin. Daddy Kenneth heran tumben putri tidurnya itu bangun pagi-pagi di hari Minggu.
"Ceklek...."
"Ada apa Baby, tumben anak Daddy pagi-pagi sudah bangun hmmmmm??"kata Daddy Kenneth membawa Jo ke dalam kamar dan mendudukkan di atas pangkuannya sambil melanjutkan memeriksa laporan perusahaan.
"Nggak ada apa-apa, cuma kangen Daddy!!"kata Jo sambil ikutan membaca laporan yang di periksa Daddy Kenneth.
"Hmmmmm Dad, apa Daddy tersinggung dengan kata-kata Jo pada Oma dan Opa kemarin??"tanya Jo takut.
Sejenak Daddy Kenneth menghentikan kegiatannya memeriksa laporan itu dan menatap lekat kedua netra sang putri.
"Dengarkan Daddy, Daddy tidak marah sama sekali dengan semua perkataan mu, sayang. Daddy malah bangga orang yang membela Daddy adalah anak-anaknya Daddy sendiri. Darah daging Daddy terutama kamu, Baby!!!. Daddy beruntung diberikan anak-anak seperti kalian, apalagi kamu putri Daddy satu-satunya. Terima kasih telah membela Daddy dan menjadi tameng terdepan dalam menjaga Daddy. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuat Daddy merasa bangga menjadi orang tua kalian berempat!!"kata Daddy Kenneth pada Jo.
Jo mengeratkan pelukannya pada sang Daddy.
"Jo sayang Daddy!!"ucapnya lirih.
"I love you more, My Princess!!"kata Daddy Kenneth memeluk Jo tak kalah erat.
"Lalu mengenai penyerangan kemarin bagaimana dengan lebam di dagumu??? Apa masih sakit Baby??"tanya Daddy Kenneth memeriksa dagu Jo.
"Itu cuma lebam kecil Dad, don't worry!!"kata Jo.
"Jadi siapa yang kemarin menolongmu ketika diserang kemarin Baby??"tanya Daddy Kenneth penuh selidik.
"Hmmmmm Bang Xander, Dad. Dia kebetulan lewat di sana. Jadi dia nolongin Jo dan nganterin Jo sampai ke mansion kemarin biar aman katanya!!"jelas Jo.
"Dad, Jo ingin bertanya sesuatu, tapi Daddy janji nggak marah!!"kata Jo ragu-ragu.
"Apa Baby??"
'Tapi janji dulu nggak bakalan marah!!"kata Jo.
"Daddy janji, sayang!!"
"Apa Jo ada penyakit jantung Dad??"kata Jo menunduk.
Daddy Kenneth tersentak kaget dengan pertanyaan Jo. Pikiran buruk mulai merasuki kepalanya. Tidak.......tidak......tidak boleh ada hal buruk terjadi pada putrinya.
"Maksudmu, Baby??"tanya Daddy Kenneth berusaha agar tetap tenang.
"Jadi gini Dad, kenapa kalau setiap di dekat Bang Xander jantung Jo jedag jedug, detaknya jadi kencang gitu. Apa Jo terkena serangan jantung Dad?? Apa Jo akan meninggal seperti Mommy??"kata Jo mulai menangis.
"Astaga ......... Daddy kira........"
"Ternyata putri kecilku sedang jatuh cinta, namun dia tidak paham. Polosnya singa kecil ini. Menggemaskan!!!!"bathin Daddy Kenneth mencium puncak kepala Jo.
__ADS_1
"Jo sudah bilang sama Bang Xander biar nggak dekat-dekat Jo lagi Dad, tapi dia sering nongol tiba-tiba di hadapan Jo. Kasih inilah itulah. Dia juga kemarin yang perbaiki motor Jo, tapi pas Jo mau bayar biaya perbaikannya dia menolak katanya itu bengkel milik dia. Sombong banget malah dia ngasih Jo makanan sama minuman. Jo nggak mau kena serangan jantung Dad, Jo nggak mau ninggalin Daddy sama Abang."tutur Jo masih sesenggukan.
Ingin rasanya Daddy Kenneth tertawa mendengar perkataan yang keluar dari mulut kesayangannya ini, kalau tidak takut didiamkan.
"Apa dia sering seperti itu pada Baby??"tanya Daddy Kenneth lagi.
"Hu um sejak kegiatan madabintal, dia sering kasih minum, pernah juga jagain Jo waktu tidur pas kegiatan jurit malam terus ngobatin Jo ketika sparing dengan senior Taruni, terakhir kemarin bantuin Jo pas lagi diserang waktu mau pulang!!"kata Jo pada Daddy Kenneth.
"Baby senang dekat sama dia??"tanya Daddy Kenneth.
"Hmmmmm nggak tau Dad, kayaknya biasa aja cuma jantung ini yang nggak aman kalau ketemu sama Bang Xander, dah dig dug terus!!"tambah Jo.
"Itu bukan serangan jantung sayang, tapi berdebar karena kita berhadapan dengan lawan jenis!!"jelas Daddy Kenneth.
"Benarkah bukan serangan jantung Dad??"tanya Jo lagi.
"Iya, sayang......"
"Jadi Jo nggak akan meninggal kan??"lagi.....Jo bertanya.
"Nggak sayang!!"
"Sarah putri kecil kita menggemaskan sekali, dia sangat polos. Semoga mereka selalu bahagia Sarah!!"bathin Daddy Kenneth.
"Baby, bagaimana jika kita sarapan di luar??"tanya Daddy Kenneth.
"Ok, setuju!!"kata Jo langsung mengiyakan ajakan Daddy Kenneth.
"Jo bangunkan Abang dulu!!"kata Jo melompat dari pangkuan Daddy Kenneth ingin membangunkan ke tiga kakaknya.
"Tapi Abang........."
"Atau Daddy batalkan!!"kata Daddy Kenneth yang tidak terima jika ke tiga singa itu harus ikut. Daddy Kenneth ingin menghabiskan waktu bersama putrinya tanpa tiga pengacau itu.
"Jangan......jangan.....jangan....ok Jo siap-siap dulu!!'kata Jo lari meninggalkan Daddy Kenneth.
"Ingat jangan bangunkan kakakmu Baby!!"Daddy Kenneth mengingatkan Jo.
Setelah Jo keluar dari kamar Daddy Kenneth, ia menelpon seseorang.
Daddy Kenneth mencari handphone miliknya dan menghubungi orang tersebut.
"Hallo, sibuk Lo Bang"
"............"
"Gue pengen data murid Lo yang bernama Xander itu Bang!!"
"............"
"Dia ngedeketin anak gue Mulu!!"
".............."
"Ok, thanks Bang"
Panggilan pun terputus.
__ADS_1
Orang yang tadi dihubungi oleh Daddy Kenneth adalah Pak Edward. Guru di sekolah Jo.
Kemudian Daddy Kenneth kembali menghubungi seseorang.
"..........."
"Jacob, kemarin Jo diserang tolong selidiki pelakunya!!"
"..........."
Usai menelpon Papa Jacob sebuah notifikasi pesan berbunyi di handphone Daddy Kenneth dari Pak Edward. Daddy Kenneth membaca informasi yang diberikan oleh Pak Edward mengenai Xander dengan seksama.
"Oooooo shiiiiit!!"umpat Daddy Kenneth menggelengkan kepala membaca data milik Xander.
Kemudian ia teringat dengan janjinya untuk sarapan di luar bersama Jo. Daddy Kenneth pun bersiap-siap. Tak lama keduanya pun siap dan meninggalkan mansion Leonhart tanpa membawa tiga singa lainnya.
Dazian yang baru saja terbangun segera menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri. Tak lama setelah itu ia turun untuk sarapan bersama dengan keluarganya yang lain. Tapi yang tampak di meja makan hanya kedua saudaranya dan dua ekor rubah.
"Pagi Bang"sapa Dazian pada kedua kakaknya.
"Pagi bro/pagi" sahut keduanya.
"Loh Daddy sama Adek mana Bang??"tanya Dazian.
"Belum turun!!"kata Earth sibuk dengan handphone di tangannya.
Cukup lama menunggu Dazian pun bosan kemudian menyusul ke kamar Daddy Kenneth.
Tapi kamar Daddy Kenneth terlihat kosong. Dazian beralih ke kamar sang adik. Sama......kosong.
"Hmmmmm ke mana mereka???"gumam Dazian sambil melangkah kembali ke ruang makan.
"Bang, Daddy dan Adek nggak ada di kamarnya!!!" adu Dazian pada Earth.
"Ke mana mereka ini masih pagi. Lagian ini hari libur??"kata Earth menghentikan aktivitasnya.
Secara tidak sengaja Papi Dion melewati ruangan itu.
"Pi, Daddy ke mana??"tanya Dazian.
"Oh, Tuan Kenneth dan Jo tadi pergi sarapan di luar!!"kata Papi Dion kemudian berlalu pergi.
"Ck, Pak Tua ini harus diberi pelajaran. Lama-lama ngelunjak!!"geram Dazian tidak terima di kerjain pagi-pagi begini oleh sang Daddy.
"Gue setuju!!"angguk Fabian.
Earth hanya menghela nafas panjang, kesal tentu saja. Karena hari ini sebenarnya ia ingin mengajak sang adik nongkrong di cafe kesukaan mereka.
"Kenapa harus marah Bang Dazian, Clara dan Mommy ada di sini, nemenin kalian sarapan!!"kata Clara percaya diri.
"Nah ini ini makin mood gue tambah jelek. Rubah. Bang sarapan di luar aja yok, nggak selera lagi gue.!"ajak Dazian pada kakaknya.
"Kuylah/hmmmm" sahut keduanya lalu meninggalkan meja makan.
"Sialan aku dicuekin, Mom!!"geram Clara.
"Sabar kita harus lebih sabar Clara, posisi kita saat ini sedang tidak baik!!"kata Aunty Anneth pada sang putri.
__ADS_1