
Jo dan Xander sampai di mansion Daddy Kenneth. Xander membantu Jo membawa paper bag yang berisi makanan tadi.
Keduanya masuk ke mansion setelah Xander memarkirkan mobilnya di garasi.
"Adek, kok pulangnya telat??"tanya Earth pada sang adik.
"Tadi singgah ke cafe dulu Bang, ngecek laporan keuangan Cafe!!"sahut Jo.
"Ooo sana ganti baju dulu!!"ujar Earth pada Jo dan diangguki oleh si bungsu.
Xander meletakkan paper bag yang ia bawa tadi di atas meja dan berniat untuk bergegas kembali ke mansionnya untuk bersiap menghadiri acara pertemuan nanti malam.
"Earth Abang pamit dulu!!"kata Xander pada Earth.
"Loh kok balik Bang, berangkat dari sini saja bareng kita. Suruh aja orang di mansion Abang nganterin pakaian Abang ke sini!!"usul Earth.
Si kembar menjatuhkan rahang bersamaan mendengar si sulung bicara sepanjang itu dengan orang lain, apalagi orang yang baru mereka kenal.
"Benar Bang, barengan aja!!"timpal Fabian.
"Apa nggak ngerepotin?"tanya Xander.
"Abang kayak sama siapa aja, udah Bang di sini aja lagian jauh jarak dari sini ke mansion Abang!!"tambah Dazian.
"Hmmmm ok, Abang kasih tau orang rumah dulu!!"kata Xander lalu memberi tau Pak Edward kalau saat ini ia berada di mansion calon mertuanya.
Setelahnya Xander bergabung dengan ke tiga singa muda itu dan sibuk memperbincangkan masalah klan masing-masing.
Saat mereka tengah sibuk, Daddy Kenneth masuk ke dalam mansion. Dia sudah menduga jika Xander ada di mansionnya karena melihat mobil Xander yang terparkir di garasi mansionnya.
"Boys....!"sapa Daddy Kenneth yang baru saja menginjakkan kaki di ruang keluarga.
"Sore, Uncle!!"sapa Xander.
"Sore juga, kau tidak mengganti seragammu, Xander??"tanya Daddy Kenneth.
"Iya Uncle, saya sedang menunggu orang rumah mengantar pakaian saya!!'jawab Xander.
"Hmmm, Uncle bersih-bersih dulu."kata Daddy Kenneth melangkah menuju kamarnya ke empat remaja laki-laki itu mengangguk mengiyakan lalu melanjutkan obrolan mereka.
Tak lama Jo pun datang dengan memakai celana cargo selutut dan juga Hoodie berwarna Baby Blue, membuat Jo terlihat semakin menggemaskan. Xander senang melihat cara berpakaian Jo, terlihat tomboi memang tapi itu terlihat sangat sopan dan tetap memperlihatkan kesan manis dan imutnya seorang Jo.
"Daddy sudah pulang, Bang??"tanya Jo.
__ADS_1
"Sudah lagi bersih-bersih!!"sahut Earth.
Jo pun mendudukkan diri diantara Earth dan juga Xander.
"Jadi bagaimana perkembangan cafenya, Dek??"tanya Earth penasaran.
"Sesuai ekspektasi Jo, kayaknya bulan depan kita bakal buka cabang!!"jawab Jo memeriksa email yang masuk handphonenya.
"Wow, titisan seorang Kenneth memang tidak main-main ternyata!!"celetuk Fabian memuji kepiawaian sang adik dalam memperhitungkan laba bisnisnya.
"Kenapa membawa-bawa nama Daddy segala, Boy??"tanya Daddy Kenneth yang baru saja bergabung dengan mereka.
"Ini Dad, sepertinya Adek akan berhenti menjadi asisten pribadimu di Leonhart Corp."goda Dazian.
"Kenapa bisa seperti itu??"kesal Daddy Kenneth.
"Belum genap satu bulan cafenya akan segera membuka cabang!!"ujar Dazian.
"Benarkah Baby??"tanya Daddy Kenneth speechless.
"Iya Dad, perkembangan cafenya sangat bagus, dan ke lima orang itu cukup berkompeten di bidang masing-masing, jadi rasanya prospek ke depan dari cafe ini akan semakin baik!!"jelas Jo.
"Daddy tidak menyangka kau akan bersinar di usia mudamu, nak!!"puji Daddy Kenneth.
"Tentu saja, dia kan adikkku!!"ujar Dazian sembari memeluk Jo dan mengusap gemas kepala sang adik. Earth dan Fabian pun merasakan hal yang sama dengan Dazian, bangga dengan keberhasilan sang adik.
"Tadi pagi dia berusaha menghubungi Jo, Uncle!!"sahut Xander.
"Tolong kau awasi Jo lebih ketat lagi, Uncle merasa anak ini bukan suka dalam artian normal pada Baby!!"titah Daddy Kenneth pada Xander.
"Maksudmu Dad??"tanya Dazian tersulut emosi.
"Daddy sudah menyuruh Papa kalian menyelidiki anak ini, ternyata ia memiliki obsesi yang sangat besar untuk memiliki Baby, ingat obsesi bukan sayang atau cinta. Kalian tentu paham bukan jika posisinya sudah seperti ini, Boys??"tanya Daddy Kenneth pada ke empat remaja itu.
"Paham Dad/Uncle!!"jawab ke empatnya.
Sedangkan Jo hanya diam, baginya Sultan bukan ancaman, bukan sombong. Tapi menghadapi manusia modelan Sultan yang sudah terlihat niat dan gelagatnya tidaklah sulit dibandingkan menghadapi seseorang seperti Rindu yang diam namun mematikan apalagi jika dihubungkan dengan informasi yang Jo dapatkan dari Lucas. Itu semakin membuat Jo was-was, memikirkan langkah apa yang akan ia lakukan ke depannya.
"Bee, kamu kenapa??"tanya Xander.
Pertanyaan Xander menyadarkan Jo
dari lamunannya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, hanya sedikit lelah!!"jawab Jo, namun tidak seperti itu yang ditangkap oleh ke lima laki-laki yang tengah menatapnya dengan berbagai macam kesimpulan di kepala mereka.
"Adek sudah mulai berbohong??"ujar Fabian dan langsung membuat Jo kicep.
"Bukan begitu hanya saja, tunggu Jo akan kirim data seseorang pada kalian!!"kata Jo mengirimkan semua informasi yang ia dapat dari Lucas tadi siang ke email lima laki-laki itu.
Terdengar notifikasi pesan masuk pada ke lima ponsel laki-laki itu. Mereka membacanya dengan seksama dan empat singa itu tentu saja meradang melihat informasi itu sedangkan Xander bingung menanggapi informasi yang baru saja ia terima dari Jo.
"Bee, maksudnya ini apa??"tanya Xander tidak paham.
"Tunggu sebentar, Abang bisa memberikan data Rindu di sekolah??"tanya Jo pada Xander.
"Baik, sebentar Abang cari dulu!!"ujar Xander.
Dan tak lama Xander mengirimkannya ke email Jo.
Jo pun membacanya dengan seksama dan sedikit kaget membaca informasi itu.
"Baby, ada apa kenapa kau terlihat kaget seperti itu??"tanya Daddy Kenneth.
Jo mengirimkan data yang tadi Xander berikan padanya pada ke empat singa itu.
Mereka membacanya dengan seksama, dan memperlihatkan keterkejutan yang sama dengan Jo semua itu terlihat jelas oleh Xander, nun apa hubungan keluarga itu dengan Rindu, pikir Xander.
"Berarti Rindu adalah anak Alex dari wanita lain bukan, Dad??"tanya Jo.
"Benar, Daddy tidak menyangka jika baj*ngan itu sangat tega pada Anneth menduakannya lalu menyuruh anak dan istrinya jadi mata-mata di mansion kita!!"kata Daddy Kenneth geleng-geleng kepala.
"Lalu apa hubungannya denganmu, Bee??"tanya Xander penasaran.
"Abang lupa jika Rindu sangat terobsesi dengan Abang sejak dulu??"tanya Jo dengan mata melotot.
"Astaga, kenapa lebah kecilku jadi menyeramkan seperti ini!!"bathin Xander bergidik ngeri.
"Jadi Adek cemburu dengan si Rindu Rindu itu??"goda Fabian.
Jo menatap horor ke arah sang Kakak, dan membuat Fabian langsung kicep mendapat tatapan maut itu.
"Mampus Lo, Bang!!"ejek Dazian merasa dendamnya tadi pagi terbalaskan.
"Bukan itu Abangku tersayang.........!!"geram Jo.
"Lantas.....??"tanya Earth semakin penasaran.
__ADS_1
"Gadis ini sangat terobsesi dengan Bang Xander, tapi kenapa tiba-tiba dia merubah haluannya ke Bang Andre. Itu sangat aneh Bang. Jo yakin gadis ini merencanakan sesuatu dengan si Alex keparat itu apalagi gadis ini adalah putri kandung Alex selain dari Clara dan mereka berasal dari ibu yang berbeda!!"tukas Jo.
Sekarang mereka baru paham arah kecurigaan Jo. Jika benar seperti itu mereka harus lebih waspada, karena Jo lah yang menempati situasi paling berbahaya saat ini, karena ancaman dari Sultan dan juga dari Rindu yang notabenenya adalah putri Alex musuh bebuyutan Daddy Kenneth.