
Usai makan malam semua anggota keluarga kembali berkumpul di ruang keluarga. Dazian menggiring sang adik agar duduk di sampingnya. Kali ini dia tidak akan kalah lagi dari kedua kakaknya yang telah memonopoli Jo selama makan malam tadi. Daddy Kenneth pun mendudukkan diri di sisi sebelah Jo hingga membuat Earth dan Fabian berdecak kesal. Semua itu disaksikan oleh keluarga Leonhart lainnya. Mereka seperti tidak mengenal Daddy Kenneth dan juga anak-anaknya.
"Ekheeeem"
Terdengar deheman keluar dari mulut Opa Steven. Namun itu sama sekali tidak berpengaruh pada kelima orang tadi. Sebab keluarga besar Leonhart tidak mengetahui dunia bawah milik Daddy Kenneth dan juga mengenai ke empat anaknya yang sudah dilatih untuk siap terjun ke dunia mafia. Berbeda dengan saudara Daddy Kenneth lain dan juga anak-anak mereka yang terlihat seperti kucing kena lidi. Ciut.
"Ken bagaimana kabarmu??"tanya Opa Steven.
"Baik!!"jawabnya singkat.
"Ken apa kamu tidak bisa menjawab lebih sopan pertanyaan dari Papa??"tanya Uncle Alex kakak ke empat Daddy Kenneth.
Namun lagi tidak ada ekspresi takut dari Daddy Kenneth terhadap pertanyaan kakak ke empatnya itu dan membuat kakak pertama Daddy Kenneth geram dan berniat memukul Daddy Kenneth.
Tapi belum sempat pukulannya mengenai Daddy Kenneth tendangan Jo lebih dulu mendarat di perut Uncle Reagan.
"Anak kurang ajar!!"rintih Uncle Reagan menatap nyalang Jo dan memegangi perutnya.
Jo dan ketiga kakaknya malah memberikan tatapan menghina pada Uncle Reagan.
"Cukup!!"bentak Opa Steven.
"Ken, Papa ingin Alex membantumu di Leonhart Corp, karena Papa dengar kau tidak memiliki asisten pribadi bukan??"tanya Opa Steven pada Daddy Kenneth.
"Lalu......."tanya Daddy Kenneth lagi karena ia paham Opa Steven pasti akan meminta hal lain padanya demi Uncle Alex.
"Bisakah kau membiarkan Alex tinggal di mansion milik Sarah, dari pada mansion itu kosong lagian kau dan anak-anak mu juga tidak pernah menggunakan mansion itu bukan??"tanya Opa Steven.
Daddy Kenneth mengepalkan tangannya begitu kuat semua itu dilihat oleh ke empat anaknya dan membuat emosi Dazian serasa mendidih di kepala nya.
"Aku tidak membutuhkan asisten pribadi karena ada anakku yang bisa membantuku, dan untuk mansion milik istriku tidak akan ditempati oleh siapa pun kecuali putriku dan Sarah!!"tegas Daddy Kenneth.
__ADS_1
"Apa yang kau harapkan dari putri bodohmu itu, hah??"bentak Rafael kakak kedua Daddy Kenneth.
"Jaga mulutmu Uncle kalau tidak ingin lidahmu kucabut!!"tegur Earth pada Rafael.
"Jaga sopan santunmu, Earth!!"kata Daddy Kenneth.
"Ck, sampah!!"ujar Earth memeluk sang adik dan meletakan kepalanya pada bahu sang adik agar emosinya reda.
"Apa salahnya kau memberikan mansion itu pada Alex, dia saudaramu juga kan??"tanya Rocky kakak ketiga Daddy Kenneth.
"Tidak ada orang asing yang akan masuk ke dalam perusahaan dan keluargaku!!"tegas Daddy Kenneth lagi.
"Apa begini cara balas budimu pada Papa, Ken?? Membantah semua perkataan Papa??"tekan Opa Steven pada Daddy Kenneth.
Jo dapat merasakan apa yang Daddy Kenneth rasakan dalam hatinya saat ini. Dipaksa mengalah untuk saudara yang lain apalagi bukan saudara kandung. Itu sungguh sangat menyakitkan dan menyesakkan di dada.
"Balas Budi kau bilang, Opa??"tanya Jo yang sudah tidak tahan melihat Daddy nya ditekan seperti itu.
"Balas Budi untuk hal apa??"tanya Jo lagi.
"Bughhhhh"
Satu pukulan dilayangkan Fabian pada Ryan.
"Dia adik kandung gue, Jonathan Aurelia Leonhart!!"tekan Fabian pada semua yang ada di ruangan itu.
Mereka terkejut?? Tentu saja, bagaimana tidak. Dulu Jo dikenal dengan nama Aurel dan berpenampilan cupu dan juga bodoh. Tapi gadis di depan mereka tidak mirip sama dengan Aurel. Gadis di depan mereka memiliki aura yang berbeda. Dingin dan tidak memiliki rasa takut sama sekali.
"Saya menghormati Anda bukan sebagai orang tua dari Daddy saya tapi hanya karena Anda orang yang lebih tua dari saya. Jadi selagi saya masih menghargai Anda tolong jaga attitude Anda terhadap Daddy saya!!"kata Jo mengeluarkan aura dingin yang ia miliki hingga membuat sesak ruangan itu.
"Ken, bagaiman pun kau harus menuruti semua perkataan Papa tanpa bantahan!!"kali ini Opa bicara dengan nada yang tinggi.
__ADS_1
"Tidak akan pernah, Pa!!"bantah Daddy Kenneth menahan amarahnya.
"Dengar Opa, jangan mancing emosiku dan ketiga adikku jika kalian masih menyayangi nyawa kalian!!"bentak Earth yang tidak terima dengan kesewenang-wenangan Opa Steven pada Daddy Kenneth.
"Memang kalian bisa apa?? Apa kekuatan yang kalian andalkan untuk bisa menyakiti kami??"tanya Ronal anak Uncle Reagan mengejek empat bersaudara itu.
Dazian dan Fabian yang tidak mampu menahan emosi mereka menyerang Ronal secara membabi buta. Namun rupanya Ronal mendapat bantuan dari sepupu mereka yang lain. Melihat keadaan yang tidak baik itu Jo mengeluarkan revolver dari balik punggungnya. Dan meletakkannya di pelipis Uncle Reagan.
"Lanjutkan maka akan kuledakkan kepala laki-laki ini!!"kata Jo.
Semua kembali ke tempat masing-masing setelah mendapat ancaman Jo. Mereka tidak menyangka jika Jo akan melakukan hal itu namun tidak bagi Daddy Kenneth dan juga ketiga kakaknya. Mereka paham dengan semua itu karena Jo sudah mulai menjalani posisinya sebagai ketua BLUE BLOOD.
"Apa kau ingin mengulang masa lalu, Ken??"tanya Uncle Reagan mencoba menakuti Daddy Kenneth agar bisa memecah rasa percaya diri adiknya dan juga anak-anaknya. Gile Lo ndro........nggak tau aja siapa lawanmu Tuan Reagan.
Daddy Kenneth memiliki trauma dengan para laki-laki di dalam keluarga besarnya itu karena kekerasan fisik yang sering ia terima sewaktu kecil sejak kehadiran Alex dalam keluarga mereka.
Daddy Kenneth menegang, kilasan penyiksaan itu kembali berputar di kepalanya. Jo yang melihat itu segera menggenggam tangan sang Daddy dan mengusapnya pelan ketiga bujangnya pun tak tinggal diam mereka pun mendekat pada sang Daddy seolah mengisyaratkan jika mereka ada bersama Daddy Kenneth. Perlahan Daddy Kenneth kembali tenang dan bisa menguasai emosinya.
"Dengar Tuan Steven yang terhormat, dengarkan dengan baik karena aku tidak suka mengulangi kata-kataku tidak ada orang luar yang akan masuk ke perusahaan yang sudah susah payah dibangun oleh Mommy dan Daddyku. Dan tidak ada yang berhak atas mansion Mommyku selain aku dan ketiga kakakku!!"ujar Jo mengeluarkan sisi psycopatnya.
"Kau jangan ikut campur, bocah!!"bentak Ricky adik Ryan.
"Kau yang jangan ikut campur Ricky!!"hardik Dazian.
"Ken, tolong turuti perintah Papamu!!"bujuk Opa Shirley pada Daddy Kenneth.
"Nyonya Leonhart yang terhormat, jangan bebankan kesalahan masa lalu kalian pada Daddy ku, jika kalian ingin memanjakan si Alex baj*ng*n ini silakan tapi jangan pergunakan milik Daddyku!!"tekan Jo dan membuat semua yang ada di ruangan itu menjadi bingung dengan arah perkataan Jo.
Sedangkan Opa Steven dan Oma Shirley mulai ketar ketir dengan perkataan Jo. Uncle Alex sendiri menegang mendengar perkataan Jo.
"Apa maksudmu bocah??"tanya Uncle Reagan.
__ADS_1
"Tuan Steven saya yang bercerita atau Anda??"tanya Jo menatap tajam Opa Steven sedangkan yang lain semakin kebingungan dengan semua hal yang mereka dengar.
Opa Steven dan Oma Shirley masih diam, mereka belum sanggup bicara jujur pada anak-anak mereka. Apalagi melihat Jo yang masih memainkan revolver di tangannya.