
Jam pulang sekolah telah tiba, semua taruna/taruni mulai keluar kelas dengan rapi. Begitu pun dengan Jo. Namun ketika sampai di parkiran mata Jo tertuju pada dua orang laki-laki berseragam SMA. Xander yang baru saja datang ikut melihat arah penglihatan Jo.
"Bughhhhh"
"Aduh jidat gue.....!!"rintis Jo.
"Eh maaf Bee, kamu fokus sekali melihat ke parkiran??"tanya Xander.
"Iya, itu Abang kembar jemput Jo, Bang!!"tutur Jo menunjuk ke arah si kembar.
"Tumben??"tanya Xander.
"Hmmm kami mau ke kantor Daddy, Bang. Bang Earth juga ikut!!"jawab Jo dan benar saja motor Earth memasuki gerbang sekolah Jo.
"Adek.....!!"panggil Earth yang melihat sang adik berdiri di samping Xander.
Sontak si kembar mencari arah suara Earth. Dan menyusul sang kakak ke sana.
"Bang Xander, Jo balik dulu ntar kesorean!!"kata Jo pada Xander.
"Ayok, sekalian Abang juga mau ke parkiran!!"kata Xander. Xander melangkah sambil menggenggam tangan mungil Jo. Kayaknya bakal jadi kebiasaan Abang Xander deh guys.
Setiba di parkiran Dazian segera menarik tangan Jo posesif dan mendelik kesal ke arah Xander.
"Adek, ayo cepetan ntar Daddy nunggu kelamaan!!"kata Dazian memasangkan helm full face milik sang adik.
"Kakak posesif!!"bathin Xander.
"Bang kita duluan ya!!"pamit Fabian.
Xander membalasnya dengan anggukan.
"Bang, Jo pulang dulu!!"ujar Jo mulai menjalankan si Black meninggalkan sekolah.
"Hati-hati, Bee!"sahut Xander tersenyum tipis.
"Ok, bye.....see you tomorrow!!"ujarnya mulai menjauh dari parkiran sekolah.
"Kita balik, Bang!!"ujar Earth lalu menyusul ke tiga adiknya.
Lagi Xander hanya mengangguk.
Xander pun segera menaiki motornya. Namun Xander terkejut ketika sebuah tangan mencekal pergelangan tangannya.
"Bang Xander Levia nebeng pulang ya, sopir Levia nggak bisa jemput lagi sakit!!"manja Levia.
Xander merogoh sakunya dan mengeluarkan uang lembaran merah.
"Naik taksi!!"ujarnya datar lalu segera menggas motornya keluar dari lingkungan sekolah itu.
Levia dibuat melongo hebat dengan tindakan Xander barusan. Belum pernah sejarahnya seorang Levia ditolak oleh orang lain.
"Sialan.......awas aja bakal gue bikin bertekuk lutut tu orang ama gue!!"ujar Levia mengepalkan tangannya geram.
Di kantor Daddy Kenneth.......
__ADS_1
Daddy Kenneth tidak sabaran menunggu kedatangan anak-anaknya.
"Ke mana mereka, lama sekali!!"gerutu Daddy Kenneth bolak balik di ruangannya.
"Tuan, ada yang bisa saya bantu??"tanya Jack melihat Bosnya yang bolak balik seperti setrikaan.
"Tidak Jack, aku hanya sedang menunggu anak-anakku."sahut Daddy Kenneth mendudukkan diri di kursi kebesarannya.
"Baiklah, Tuan saya keluar dulu!!"ujar Jack keluar dari ruangan Daddy Kenneth.
"Dasar ayah bucin!!"bathin Jack meninggalkan ruangan Daddy Kenneth.
Di lorong perusahaan, Jack berpapasan dengan para singa muda.
"Tuan Muda, Nona Muda!!"sapa Jack menunduk.
"Siang, Uncle Jack!!"sapa ke empatnya ramah.
"Sebaiknya anda berempat segera ke ruangan Tuan Besar!!"kata Jack tersenyum tipis.
"Ck, Pak Tua itu kebanyakan drama!!"gerutu Dazian membuat ke tiga saudaranya terkekeh.
"Baik, Uncle Jack. Terima kasih!!"sahut Jo lalu menarik tangan Kakaknya menuju ruangan Daddy Kenneth.
Tak lama ke empatnya pun masuk ke ruangan Daddy Kenneth.
"Hii... Dad!!"kata Jo menyala sang Daddy yang tengah sibuk dengan laptopnya.
"Akhirnya kalian datang juga!!"ujar Daddy Kenneth.
"Cukup!! Mana orang-orang itu Dad!!"tanya Earth tidak sabaran.
Daddy Kenneth menghubungi Jack melalui interkom.
"Jack, bawa ke tiga itu ke markas!!"titah Daddy Kenneth.
"Ayo kita langsung ke markas saja!!"titah Daddy Kenneth dengan aura yang telah berubah.
"The devil has returned!!"bathin Dazian tersenyum smirk.
Ke lima singa itu segera memacu kendaraan masing-masing menuju markas FIRE DRACO.
Sepuluh menit kemudian mereka telah sampai di markas FIRE DRACO.
Ke tiga calon mangsa para singa muda itu kebingungan. Kenapa mereka dibawa ke tempat menyeramkan itu.
Ke empat singa muda itu memasuki ruangan penyiksaan milik FIRE DRACO.
"Ikat mereka!!"titah Earth pada beberapa orang bodyguard.
"Lepas, apa yang kalian lakukan. Aku akan mengadukan ini pada Tuan Kenneth!!"ujar salah seorang dari mereka dan terus memberontak.
"Adukan saja, Lo kira gue takut!!"kata Fabian duduk di depan ke tiga orang itu.
"Apa salah kami Tuan Muda??"tanya yang lain sudah mulai ketakutan.
__ADS_1
"Lo nanya apa salah Lo?? Wah benar-benar nggak tau diri ni orang udah dikasih makan malah menggigit balik!!"kata Dazian duduk di samping Jo yang berkutat dengan laptop.
Daddy Kenneth hanya menonton pertunjukan itu melalui cermin dua arah. Ingin melihat bagaimana anak-anaknya menyelesaikan masalah yang sedang terjadi.
Jo memperlihatkan semua bukti penyelewengan yang mereka lakukan.
"Kasih gue satu alasan agar nggak ngehukum kalian!!"ujar Earth.
"Kami disuruh Tuan Steven, Tuan Muda!!"jawab salah satu dari mereka.
"Kenapa Lo mau, sedangkan perusahaan sudah sangat royal pada karyawannya. Selain gaji kalian juga diberi fasilitas yang cukup. Dan kalian tidak bisa memberikan loyalitas kalian pada perusahaan??"tanya Earth lagi.
Kini mereka bungkam, memang kesalahan mereka sudah sangat fatal. Padahal semua kebutuhan keluarga mereka dicukupi perusahaan. Dan entah apa yang membuat mereka tergiur untuk menyeleweng.
"Ok, ikat mereka bertiga pada masing-masing motor adikku!!"titah Earth pada pengawalnya.
"Jangan......ampuni kami Tuan Muda. Kami akan mengembalikan semua yang kami ambil!!"mohon mereka dengan tampang meghiba.
"Ampun??....Untuk pengkhianat, jangan harap ada!!"ujar Earth.
"Tolong Tuan Muda, ampuni kami. Kami akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan kami!!"
"Cepat......ikat mereka!!"bentak Earth dengan suara berat.
Ke tiganya mencoba melepaskan diri dari ikatan itu. Entah apa yang akan dilakukan terhadap mereka.
"Adik-adikku....pergilah bermain!!"titah Earth pada ke tiga adiknya.
Mereka tentu saja bersemangat mendapat perintah semacam itu. Kapan lagi coba bermain langsung dengan mangsa mereka.
Ke tiganya mulai menyalakan motor masing-masing. Di bagian belakang markas FIRE DRACO terdapat sebuah lapangan yang sangat luas dan sengaja dibiarkan terbengkalai untuk menghukum semua pengkhianat. Lapangan dengan banyak batu, tanaman berduri, dan diaspal kasar.
Dazian mulai curi start, dia melajukan motornya dengan sangat kencang hingga orang yang diikat dengan tali pada motornya jatuh dan bergesekan dengan apa saja yang mereka lalui. Fabian dan Jo pun tidak mau ketinggalan. Mereka pun segera ambil bagian. Teriakan kesakitan terdengar jelas di lapangan itu.
Keadaan ketiga orang itu sungguh memprihatinkan, luka-luka memenuhi tubuh mereka, bahkan pakaian mereka sobek karena tersangkut pada tanaman-tanaman berduri yang sengaja ditanam di sana ada juga yang kepalanya bocor karena menghantam sudut bekas aspal kasar lapangan itu. Bahkan darah mereka berceceran pada bekas jalan yang mereka lalui.
Sedangkan ketiga singa muda itu seolah saling beradu kecepatan tanpa memikirkan nasib orang yang ditarik di belakang motor mereka.
Para pengawal banyak yang mengalihkan penglihatan mereka ke arah lain, tidak sanggup melihat keadaan ke tiga orang itu. Lebih kurang satu jam mereka ditarik seperti itu. Hingga mereka tidak sadarkan diri lagi.
Earth memberikan aba-aba berhenti pada adik-adiknya.
"Periksa mereka!!"titah Earth pada pengawalnya.
"Masih bernafas Tuan Muda, hanya saja sepertinya mereka sekarat."lapor pengawal itu.
"Bawa mereka ke laboratorium, jadikan mereka objek penelitian!!"titah Earth.
"Astaga, kejam sekali Tuan Muda kita. Sekarang ketiga orang itu akan menjadi objek penelitian si gila Neil."bisik para pengawal.
"Janganlah berkhianat jika tidak ingin bernasib seperti itu!!"ujar yang lain.
"Ayo kembali ke markas!!"titah Earth pada ke tiga adiknya. Sedangkan Daddy Kenneth melihat semua aksi kebrutalan putra putrinya dari roof top markas FIRE DRACO.
"Astaga, mereka benar-benar out of the box!!"gumam Daddy Kenneth melihat tidak ada ekspresi lain dari wajah anak-anaknya selain ekspresi senang dan puas.
__ADS_1