
Hampir seharian Daddy Kenneth dan anak-anaknya bersantai ria di gazebo samping. Bahkan makan siang pun mereka menyantapnya di gazebo itu.
"Eughhhhhhh.........Seru juga ternyata kita sekali-sekali santai seperti inii!!"seru Fabian sambil meregangkan otot-ototnya setelah tadi mereka sempat tertidur.
"Lo benar Bang, di sini nyaman."sahut sang adik Dazian.
"Sudah hampir sore, ayo masuk dari pagi kalian berempat belum mandi!!"titah Daddy Kenneth.
"Hmmmm iya Pak Tua!!"sahut Dazian dan mendapat hadiah sentilan di dahinya dari Daddy Kenneth.
"Ashh sakit Dad, kau sensitif sekali Pak Tua!!"omel Dazian sambil melangkah masuk ke mansion.
Ke lima orang itu segera memasuki mansion. Baru beberapa saat berada di dalam mansion, mereka dikagetkan dengan teriak beberapa orang.
"Aghhhhhhhhh"
"Mommmmmm"
Serentak kelimanya mengarahkan pandangan mereka ke ruang kerja sang Daddy, lalu ke arah kamar Tom dengan wajah yang berekspresi seperti orang kebingungan.
"Apa yang kau lakukan, Tom??? Apa kau sudah gila hah???"bentak Regita pada sang putra.
"Bagaimana aku bisa di sini, Mom??"tanya Tom bingung dan tidak mengingat apapun.
"Apa yang sudah kalian lakukan hiks....hiks....??"ujar Oma Angel yang telah lebih dulu berurai air mata.
Tak lama terdengar teriakan Angel dan Mia dari arah kamar Tom.
"Opa.......apa yang terjadi hiks...hiks...??"tanya Mia menangis menahan rasa sakit di seluruh tubuh apalagi di bagian intinya.
Angel pun tak kalah kaget ketika melihat mereka bertiga tidak mengenakan sehelai benang pun yang lebih mengejutkan lagi ada beberapa bercak darah di sprei. Sang Opa masih mencerna apa yang sudah terjadi.
"Astaga apa yang telah kulakukan pada kedua cucuku??"gumam sang Opa sambil mengusap kasar wajahnya.
Perlahan pintu kamar dibuka oleh sang Oma.
"Plaaaaak"
"Kurang ajar kau Rheinald, kau telah merusak kedua cucumu!!"bentak Oma Roselind.
"Aku tidak tau kenapa bisa seperti ini, Rose!!'kata Opa Rheinald membela diri.
"Drama yang membagongkan!!"ujar Dazian.
"Kamu sungguh licik, Baby!!"kata Daddy Kenneth mengusap punggung sang putri.
"Tidak akan ada asap jika tidak ada api, Dad. Masa lalu membuat Jo harus selalu waspada. Dan kita hanya mengembalikan permainan ini pada pemiliknya. Apakah kita salah, Dad??"tanya Jo.
"Adek, ini tidak salah ini baru awal dari sebuah pembelajaran!!"seringai Earth.
flash back
__ADS_1
"Jo mereka berencana menjebakmu dan Daddymu!! Berhati-hatilah!!"ujar seseorang pada Jo.
"Thanks, A!!. Jo akan berhati-hati!!"jawab Jo lalu orang tersebut segera pergi meninggalkan Jo.
"Kenapa permainan murahan seperti ini sangat disukai oleh para tikus seperti mereka. Apa otak mereka kehabisan ide untuk mendapatkan apa yang mereka mau hingga harus melakukan trik sampah seperti ini!!"gumam Jo sambil terus menatap ke arah gerbang mansion.
"Untung saja Bang Xander ngasih penawar afrodisiak buat gue!!"kata Jo lalu melangkah masuk ke dalam mansion.
Paginya.......
"Dad, bangun......!!"kata Jo mengguncang bahu Daddy Kenneth.
"Mmmmmm apa Baby, tumben pagi-pagi kamu sudah merusuh di kamar Daddy, sayang??"tanya sang Daddy.
"Makanya Daddy bangun dulu!!"kata Jo.
"Baiklah, sekarang ceritakan ada apa??"tanya Daddy Kenneth bersandar di headboard.
Jo menceritakan semua informasi yang diberikan padanya oleh sang mata-mata.
"Lalu apa rencanamu Baby??"tanya Daddy Kenneth penasaran.
"Kita ikuti cerita mereka namun kita butuh pemain lainnya!!"ujar Jo.
"Jadi,....!!"tanya Daddy Kenneth.
"Ayo kita pergi ke kamar Bang Earth!!"kata Jo berdiri lalu melangkah keluar kamar sang Daddy.
"Tunggu sebentar Daddy ingin mandi dulu, kamu duluan saja, tunggu Daddy di kamar Abangmu!!"titah Daddy Kenneth.
Jo melangkah ke kamar Earth, sebelumnya Jo sudah membangunkan si kembar lalu menarik paksa keduanya menuju kamar Earth.
"Ooooo ayolah Jonathan izinkan Abangmu yang tampan paripurna ini untuk hibernasi seharian!!"pinta Dazian saat Jo memaksanya untuk bangun.
"Sejak kapan Abang jadi narsis begini?? Baiklah jika tidak mau bangun maka jangankan salahkan Jo kalau Abang melewati drama kolosal hari ini!!"ujar Jo.
Dazian langsung bangun walau pun nyawanya belum terkumpul semuanya. Drama kolosal?? Pikir Dazian, ahh mangsa baru!!
Tanpa cuci muka Dazian mengikuti langkah Jo menuju kamar Earth, di sana rupanya sang Daddy telah menunggu dengan kedua Kakak Jo lainnya.
"Jadi......!!"tanya Earth pada sang adik.
Jo memperlihatkan rekaman percakapan keluarga lucknut itu yang ingin menjebaknya dan juga sang Daddy.
"Apa rencana kita Baby??"tanya Daddy Kenneth.
"Jo dan Daddy akan mengikuti arus permainan mereka dan Abang bertiga harus membuat dua gadis lainnya meminum minuman yang diberi obat ini!!"ujar Jo singkat dan diangguki oleh ke empat singa lainnya.
"Kenapa kami harus kebagian tugas itu, Dek??"kesal Earth.
"Karena mereka sedang menguber-nguber kalian, jadi rencana ini pasti berjalan dengan lancar!!"tukas Jo bersemangat membayangkan hasilnya nanti.
__ADS_1
"As you wish, Princess!!"ujar Fabian.
"Dad, pergunakan obat ini nanti!! Dan jangan lupa suntikan ini nanti!!"kata Jo memberikan botol kecil berisi beberapa butir obat dan juga sebuah alat suntik yang sudah diisi cairan afrodisiak.
"Ini apa Baby, dan dapat dari mana??"tanya Daddy Kenneth.
"Ini penawar afrodisiak, Bang Xander yang memberikan pada Jo untuk jaga-jaga katanya dan yah sekarang kita membutuhkannya!!"kata Jo.
"Jadi hari ini kita akan bermain drama, sure why not??"seringai Dazian.
Jo meninggalkan kamar Earth dan berjalan ke arah kolam renang. Jo sudah memprediksi Tom akan melancarkan aksinya pada Jo hari ini.
Usai meminum es jeruk yang diberikan oleh Tom, Jo segera menekan anti afrodisiak yang diberikan oleh Xander padanya. Lalu Jo berpura-pura pingsan. Ketika sampai di kamar Tom, Jo segera memukul tengkuk Tom saat ia lengah dan segera menyuntikkan afrodisiak yang telah ia siapkan.
"Let's enjoy the party, Tom!!"kata Jo kemudian memanggil dua bodyguard untuk menjaga Tom kemudian memindahkan Tom ke ruang kerja Daddy Kenneth setelah mendapat aba-aba dari Jo nanti.
back to Daddy Kenneth......
Usai memakan bubur yang diberikan oleh Regita, Daddy Kenneth pun menelan anti afrodisiak dan menelungkupkan kepalanya di meja kerja. Saat Regita masuk dan berada di dekat Daddy Kenneth, maka hal yang sama dengan Tom pun terjadi. Daddy Kenneth memberi tanda pada Jo bahwa bagiannya telah selesai.
Para bodyguard pun memapah tubuh Tom menuju ruang kerja Daddy Kenneth. Dan selanjutnya .....ya itulah........
Beralih pada tiga singa muda.........
"Bibi Marie, buatkan tiga gelas minuman lalu masukkan ini pada ke tiganya! Setelah nanti saya panggil bawa keluar minuman ini, paham!!"titah Earth.
"Paham, Tuan Muda!!"jawab kepala pelayan itu.
Dan sesuai prediksi Jo, kedua gadis itu mulai mencari perhatian ke tiga singa muda itu dengan bergabung bersama mereka di ruang keluarga.
Saat minuman itu datang kedua gadis itu tanpa malu langsung menghabiskannya tanpa sadar mereka sudah didorong ke dasar jurang oleh Jo.
Dalam keadaan sudah berada di bawah pengaruh afrodisiak, keduanya dibawa ke kamar Tom oleh para bodyguard.
"Buatkan aku teh!"titah Omanya Angel.
Pelayan segera mengerjakan apa yang wanita tua itu perintahkan.
"Masukkan ini!!"titah Dazian pada pelayan itu.
"Baik, Tuan Muda!!"sahut pelayan itu.
Kemudian pelayan segera memberikan teh itu pada si empunya. Lalu wanita tua itu memberikan teh itu pada sang suami.
"Suamiku, ini tehmu!!"ujar Omanya Angel menyerahkan secangkir teh hangat pada sang suami.
"Terima kasih sayang, Regita dan Tom ternyata bergerak dengan cepat. Dengan begini kita akan segera menguasai semua milik Sarah dan Kenneth secara bersamaan!!"ujar sang suami menyesap teh yang tadi diberikan oleh istrinya.
"Suamiku, aku ingin ke kamar mandi sebentar!!"kata wanita tua itu pada suaminya.
Sang suami hanya mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
"Ashhhhh kenapa kepalaku pusing sekali!!"ujar laki-laki tua itu memijit pelipisnya.
Jo pun memberi tanda pada para bodyguardnya untuk memindahkan laki-laki tua itu ke kamar Tom bergabung dengan dua cucu perempuannya.