Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Sisi Psykopat Jo


__ADS_3

Xander telah selesai diobati, sekarang ia ingin mencari keberadaan lebah kecilnya. Dan tak lama ia melihat Jo yang sudah kewalahan melayani para fansnya.


"Papi benar, kekasihku digilai banyak orang!!"gumam Xander mendekat ke arah kerumunan Jo.


Xander menarik lembut tangan Jo dan membawanya pergi dari kerumunan itu tanpa mempedulikan segala aksi protes dari para fans Jo.


"Bee, kamu nakal meniggalkan Abang sendirian!!"ujar Xander memeluk posesif sang kekasih hati.


"Maaf, tapi mereka menarik Jo bersama-sama Bang, Jo kalah tenaga Bang!!"sahut Jo tersenyum.


Xander menangkap wajah kecil milik sang kekasih, menatap dalam seluruh wajah Jo dari mata hingga ke bibir mungil milik gadisnya.


"Sadar Xander, belum sah!!"bathin Xander mencoba mengendalikan pikirannya.


"Cup"


Xander mengecup dahi Jo dan membuat Jo membolakan matanya karena kaget. Wajah Jo memerah hingga ke telinga. Panas.....begitulah rasanya wajah Jo sekarang.


"Ayo kembali ke sekolah!!"ajak Xander menggenggam tangan sang kekasih.


Keduanya melangkah menuju motor Jo yang terparkir sembarangan di halaman rumah sakit.


Xander ingin membawa motor itu namun dilarang oleh Jo.


"Jangan bahu Abang masih sakit biar Jo saja yang bawa motor!!"tegas Jo.


"Hmmmmm"


Mereka pun segera berkendara menuju sekolah karena Jo yakin Daddy Kenneth sudah berada si sekolah saat ini karena menunggunya.


Satu setengah jam mengendarai motor akhirnya mereka berdua sampai di sekolah dan benar saja sudah terlihat Daddy Kenneth serta ketiga Kakak Jo sedang berbicara dengan Pak Edward.


"Kalian tidak apa-apa??"tanya Pak Edward pada kedua orang itu.


"Kami tidak apa-apa, Pi!!"sahut Xander.


"Tidak apa-apa, apanya orang terluka gitu. Maaf ya Pak, Bang Xander jadi terluka karena ngelindungin Jo!!"ujar Jo merasa bersalah.


"Itu sudah jadi tanggung jawabnya menjaga sesuatu yang menjadi miliknya!!"sahut Pak Edward.


"Baby,.....!!"panggil Daddy Kenneth.


"Daddy, Abang.....!!"pekik Jo berhamburan ke pelukan sang Daddy.


"Daddy kangen putri kecil Daddy!!"ujar Daddy Kenneth menciumi wajah sang putri.


"Ck, Adek sini!!"gerutu Dazian dan menatap tajam pada Daddy Kenneth.


"Ck, perusak suasana!!"omel Daddy Kenneth.


"Oh iya, Xander terima kasih telah menjaga dan melindungi Jo."ujar Daddy Kenneth tulus.


"Sudah kewajiban saya Uncle!!"sahut Xander.


"Makasi Bang, udah jagain Adek kita!!"ujar Earth sopan.


Note: Xander lebih tua satu tahun dibandingkan dengan Earth ya guys.


"No problem!!"jawab Xander.


"Bang Dazian, Jo ngap ini!!"ujar Jo berusaha lepas dari pelukan sang kakak.


"Abang kangen tau, Dek!!"kata Dazian semakin mengeratkan pelukannya dan tidak mempedulikan protesan dari sang adik.

__ADS_1


Fabian segera melerai pelukan kedua Teletubbies itu, karena kasihan dengan sang adik.


"Kita balik dulu, Bang. Kapan-kapan kita dinner bareng anak-anak!!"kata Daddy Kenneth pada Pak Edward.


"Sure!!"sahut Pak Edward.


"Xander kami pulang dulu, sekali lagi terima kasih!!"ujar Daddy Kenneth.


"Baik Uncle, hati-hati!!"ujar Xander.


"Bang, Jo pulang dulu see you tomorrow!!"pamit Jo.


"Bye Bee, be carefull!!"kata Xander.


"Cie......Bee!!"kata Fabian menggoda Jo.


"Abang........!!"teriak Jo sambil mengambil ancang-ancang melompat ke punggung sang kakak.


Fabian lari dan segera masuk ke mobil seorang Jo tidak akan menyerah begitu saja ia pun mengejar sang Kakak ke dalam mobil. Di susul tiga singa lainnya.


"Kau cengeng sekali Boy, hanya terserempet peluru harus dibawa ke rumah sakit segala!!"ejek Pak Edward pada Xander.


"Papi pernah muda kan??"tanya Xander pada sang Papi.


"Jadi menurutmu Papi mu ini sudah tua??"tanya Pak Edward garang.


"Kalau Papi merasa!!"jawab Xander lalu kabur meninggalkan pak Edward.


"Awas kau Xander!!!"teriak Pak Edward.


Rombongan Jo telah sampai di kediaman Daddy Kenneth. Jo langsung melompat ke punggung Fabian sebagai balasan karena tadi sang Kakak telah berani mengejeknya.


"Astaga, Dek punggung Abang bisa patah kalau begini!!"protes Fabian.


Sedangkan Dazian tertawa puas melihat sang Kakak kembar yang tersiksa.


"Gimana Bang?? Enak?? Karma karena gangguin gue sama Adek tadi!!"kata Dazian mengejek sang Kakak.


"Awas Lo Daz!!"geram Fabian.


Setiba di ruang keluarga, mereka dikejutkan dengan kedatangan Clara yang tiba-tiba dan memeluk Daddy Kenneth.


"Ngapain peluk-peluk Daddy gue!!"ketus Jo.


"Uncle, tolong lepasin Mommy Clara!!"rengeknya dengan mata berkaca-kaca.


"Itu bukan urusan saya, tanyakan pada Jo. Dia yang berhak memutuskan."kata Daddy Kenneth mendorong keras tubuh Clara.


"Nggak tau diri!!"ketus Fabian menatap jijik ke arah Clara.


"Heh, Lo lepasin nyokap gue."bentak Clara pada Jo.


"Nah, ini definisi nggak tau diri. Minta tolong nggak pake adab!!"cibir Dazian.


"Tul, kutar........kurang tata Krama!!"tambah Fabian.


"Kalau gue nggak mau Lo mau apa??"tantang Jo.


"Gue pastiin Uncle Kenneth bakalan ngehukum Lo!!"kata Clara mencoba mengacaukan pikiran Jo.


"Lo kira bokap gue mau gitu??"tantang Jo.


"Pasti mau, tiga hari Lo nggak di sini gue dimanjain ama dia!"kata Clara.

__ADS_1


Daddy Kenneth mengerutkan dahinya, anak ini benar-benar cari mati dengan Jo, pikir Daddy Kenneth.


"Afa iyaaahhhhhhh??"ejek Jo lalu berlalu ke kamar Aunty Anneth.


"Mau apa Lo, brengs*k!!"teriak Clara mengejar Jo.


"Have fun!!"sahut Jo tersenyum devil.


"Lo jangan macam-macam ama Mommy gue, atau Lo bakal gue habisin!!"gertak Clara.


"Try it, i'm wait!!"tantang Jo lagi lalu masuk ke kamar Aunty Anneth.


"Hiiii......bestie.......kangen nggak ama gue!!"kata Jo mencengkram keras rahang Aunty Anneth hingga terluka.


"Llllllepppassskan sssaya, Jo!!"kata Aunty Anneth yang kondisinya sangat memprihatinkan.


"Apa?? Kayaknya gue salah dengar. Ngelepasin rubah yang mau ngejebak Daddy gue dengan cara kotor!!! Biig No...bit*h."ujar Jo.


"Pengawal, ambil obatnya!!"titah Jo.


"Baik, Jo!!"pengawal itu mengambil obat yang telah disediakan pada sebuah alat suntik yang berisi obat afrodisiak.


Para Kakak Jo dan Daddy Kenneth hanya menonton pertunjukkan itu. Sedangkan Clara melihat nyalang pada Jo, lalu mencoba menerjang Jo. Namun kalah cepat dengar si kembar yang telah mencekal kedua tangannya.


"Lihat dari sini aja!!"kata Dazian menarik paksa Clara.


"Jo.....!"kata orang itu memberikan sebuah jarum suntik pada Jo.


"Jjjjaaangan.......aku ngggaak mau!!!!"tolak Aunty Anneth.


"Pegang dia!!"titah Jo.


Dua orang pengawal berbadan Titan memegangi tangan Aunty Anneth yang terus mencoba meronta.


"Sssst......nggak sakit kok, ini akan sangat nikmat sayang......!!"kata Jo menyuntikkan cairan itu pada Aunty Anneth.


"Ikat dia, jangan sampai dia mendapat pelampiasan nafsunya. Dan berikan obat itu setiap empat jam sampai dia bosan untuk hidup. Kalau sampai dia mendapat pelampiasan kepala kalian gantinya!!"ujar Jo.


Para pengawal itu segera mengikuti perintah Jo lalu mengikat Aunty Anneth dengan kuat. Racauan dan des*h*n mulai keluar dari mulut Aunty Anneth.


"Astaga itu pasti sangat menyiksa!!"bathin ke empat laki-laki yang sedang melihat Jo apalagi Daddy Kenneth yang pernah berada di posisi itu.


"Lo bayar kesalahan Lo dengan cara yang sama dengan apa yang Lo coba lakuin ke Daddy gue. Selamat mend*s*h, bit*h!!"ujar Jo.


"Kunci pintunya, jangan ada yang masuk!!"titah Jo.


"Bos kecil kita gila Bro, ngeri gue!!"bisik-bisik pengawal.


"Kagak niat gue cari masalah ama Bos kecil!!"tambah yang lain.


"Lepasin Mommy gue, anj*ng....biadab Lo!!"teriak Clara pada Jo.


"Kalau kalian nggak mulai gue nggak bakal kayak gini. Jangan mencari pembenaran dengan ngatain gue biadab atas kesalahan nyokap Lo, anj*ng..!!"bentak Jo menoyor kepala Clara.


"Dad, Jo bersih-bersih dulu!!"kata Jo berlalu dari ruangan itu.


"Pergilah, Baby!!"sahut Daddy Kenneth.


"Dad, kenapa Adek jadi kayak psykopat gitu??"tanya Dazian bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi pada Aunty Anneth.


"Itu karena apa yang ia rasakan di masa lalu, membuat sisi iblisnya terbangun!!"sahut Earth yang paham dengan mental sang adik.


"Itu benar apalagi Mommy kalian dihabisi tepat di depan matanya. Itu akan meninggalkan trauma mendalam padanya."tambah Daddy Kenneth.

__ADS_1


Clara meraung di depan kamar sang Mommy. Sedangkan para pengawal menatap tak acuh pada Clara mereka merasa jijik pada kedua rubah itu sekaligus bergidik ngeri dengan hukuman yang Jo berikan pada Aunty Anneth.


__ADS_2