
"Baby, bangun....ada yang mencarimu!!"ujar Daddy Kenneth.
Jo pun bangun, ia ingat ada janji dengan pengelola cafe Amore malam ini.
Jo pun bersiap begitu pun dengan ke tiga Kakak nya.
"Siapa Baby??"tanya Daddy Kenneth yang menggendong sang putri turun.
"Pengelola cafe Amore Dad, Jo janji ketemu mereka malam ini untuk bahas kerja sama dengan cafe itu!!"ujar Jo.
"Apa Adek ingin berbisnis cafe??"heboh Dazian.
"Iya, Bang cafe tempat kita sering nongkrong itu!!"jawab Jo.
Ke lima orang itu melewati ruang makan begitu saja.
"Ken, kau mau ke mana?? Ayo makan malam dulu , aku dan Mommy sudah memasak banyak makanan!!"ujar Regita.
"Makan saja, aku akan menemani putriku dulu. Jangan tunggu kami!!"kata Daddy Kenneth.
"Tapi nanti makanannya dingin tidak enak lagi, Ken!!"kata Regita masih coba mengambil perhatian Daddy Kenneth.
"Kalau terlalu banyak suruh saja maid dan para bodyguard memakannya!!"kata Daddy Kenneth.
"Tapi Ken.......!!"Daddy Kenneth sudah melongos pergi.
"Aghhhhhhhhh sialan!!"kesal Regita karena ajakan ditolak mentah-mentah oleh Daddy Kenneth.
Melihat Jo yang datang sambil digendong oleh Daddy Kenneth dan diiringi ke tiga Kakaknya, para pengelola cafe Amore itu sedikit merasa sungkan.
"Selamat malam, Tuan!!"sap mereka ramah dan berusaha menutupi ketakutan mereka dengan aura ke empat laki-laki di sekeliling Jo.
"Hmmmmm/malam!!"sahut ke empatnya.
"Ayo duduk Kak, Bang!!"tawar Jo ramah.
"Oh iya Jo, ini kami bawakan makanan yang biasa kalian pesan!!"ujar salah seorang diantara mereka.
"Wah tau aja kita lagi lapar!!"pekik Dazian heboh.
"Abang.......!!"geram Jo melihat tingkah sang Kakak.
"Kalau begitu kita makan malam dulu!!"ajak Daddy Kenneth pada mereka semua.
"Tapi kami tadi sudah makan malam sebelum ke sini, Tuan!!"sahut salah seorang dari mereka.
"Jangan menolak tawaran Daddy, Bang!!"kata Jo.
Dengan langkah berat mereka mengikuti Daddy Kenneth menuju meja makan. Keluarga pendatang baru heran melihat lima orang yang mengekori langkah Daddy beserta anak-anaknya.
"Duduk!!"titah Daddy Kenneth pada ke lima orang itu.
Ke limanya duduk seperti yang dititahkan oleh Daddy Kenneth.
Senyum Regita terbit melihat Daddy Kenneth duduk di meja makan. Dengan sigap ia mengambil piring Daddy Kenneth untuk mengambilkan makanan.
"Tunggu....!!"kata Daddy Kenneth menginterupsi gerakan tangan Regita.
"Marrie.......!!"panggil Daddy Kenneth memanggil kepala pelayan.
"Iya, Tuan!!"jawab Marie.
"Letakkan makanan ini di piringku dan anak-anakku!!"titah Daddy Kenneth memberikan bungkusan yang tadi dibawa oleh tamu Jo tadi.
"Tapi Ken, kenapa kau tidak memakan masakanku??"tanya Regita dengan wajah sedih dan kecewa.
"Kasihan mereka, sudah capek membawa makanan jauh-jauh ke sini!!"kata Daddy Kenneth cuek.
Marie ingin menyemburkan tawanya kalau tidak takut kepalanya berlubang. Melihat wajah kesal Regita.
"Sok iyes masak malah kena tolak mentah-mentah!!"bathin Marie.
__ADS_1
"Bibi Marie...!"panggil Jo.
"Iya Nona Muda!!"sahut Marie.
"Tolong sediakan cemilan dan minuman nanti ya untuk tamu Jo!! Dan di dapur tertawalah yang keras!!"ujar Jo membuat kening empat singa lainnya berkerut.
"Anda hebat sekali Nona Muda!!'ujar Marie kemudian segera pergi ke dapur setelah selesai menyiapkan makanan untuk Tuan dan para majikan mudanya.
"Mari makan!!"kata Daddy Kenneth.
Walau agak canggung ke lima orang tadi makan malam bersama Jo dan keluarga. Dua puluh menit acara makan malam pun usai. Mereka beralih ke ruang keluarga. Membahas kerja sama Jo dan cafe Amore.
"Jadi bagaimana??"tanya Jo pada ke lima orang itu.
Mereka masih diam belum tau apa yang akan mereka perbincangkan apalagi semuanya ada di ruangan itu.
"Ok kita kenalan dulu."ujar Jo.
"Saya Ericka"
"Saya Hesty"
"Saya Pandu"
"Saya Aditya"
"Saya Bagas"
"Ok, tolong Abang dan Kakak baca dan pelajari semua yang ada di berkas ini. Kalau ada hal yang kurang atau tidak kalian sukai maka kita akan mencari jalan keluarnya!!"ujar Jo menyerahkan berkas kerja sama mereka.
Mereka berlima membaca dengan seksama. Tiap point dari berkas kerja sama itu. Daddy Kenneth dan ke tiga Kakak Jo hanya memperhatikan Jo yang terlihat berbeda ketika sedang membahas kerja sama itu.
Namun semua itu dibuyarkan dengan kedatangan Regita dan ibunya yang membawa minuman dan cemilan untuk Jo dan tamunya.
"Ken, cobalah kopi buatanku ini!!"kata Regita dengan percaya diri.
Daddy Kenneth menghentikan sejenak kegiatannya bersama laptop di pangkuannya.
"Ada Tuan, sepertinya tertinggal di ruang tamu, sebentar saya ambilkan."kata Pandu.
Tak lama Pandu pun kembali menenteng paper bag di tangannya.
"Selanjutnya panggil saja saya, Uncle. Apa kalian membawa short macchiato??"tanya Daddy Kenneth.
"Ada Uncle!!'kata Pandu menyerahkan satu cup short macchiato hangat pada Daddy Kenneth.
"Apa ada Thai teanya juga??"tanya Fabian.
"Ada......!!"Pandu ragu harus memanggil Fabian dengan sebutan apa.
"Fabian, saya Fabian ini Dazian adik kembar saya dan itu Earth Kakak sulung saya. Panggil saja nama kami karena sepertinya kalian lebih tua dari kami!!"ujar Fabian.
"Baik, ini Thai teanya!!"kata Pandu menyerahkan masing-masing satu cup Thai tea pada Fabian, Dazian dan Earth terakhir pada Jo.
"Hmmmm ini nikmat sekali, semoga kerja sama kalian dengan putri saya bisa membangkitkan kembali cafe kalian!!"ujar Daddy Kenneth usai menyesap short macchiato itu.
"Terima kasih, Uncle!!!"sahut ke limanya.
Regita saat ini jangan ditanya bagaimana perasaannya...... seandainya bisa ia akan menelan bulat-bulat orang yang ada di depannya saat ini.
"Ken, lalu bagaimana dengan kopi buatanku!!"kata Regita dengan wajah mengiba.
"Jack!!"panggil Daddy Kenneth.
"Ya Tuan!!"ujar Jack yang segera melangkah pada sang Bos.
"Bawa kopi dan cemilan ini ke posmu, bagikan!!"titah Daddy Kenneth menunjuk dua nampan berisi minuman dan makanan yang dibawa oleh Regita dan ibunya.
"Bibi Marie!!"panggil Jo.
Marie dengan sigap membawa nampan berisi minuman dan cemilan untuk tamu Jo.
__ADS_1
"Silahkan diminum!!"kata Jo pada ke lima orang itu dan ke lima orang itu hanya mengangguk mengiyakan.
"Jadi bagaimana, apa ada yang tidak kalian setujui??"kata Jo.
"Menurut kami ini sangat menguntungkan kedua belah pihak Jo, kami setuju!!"kata Pandu mewakili ke empat temannya.
"Ok, silahkan tanda tangani. Mulai besok Jo akan mengirim orang untuk merubah sedikit interior cafe dan juga membangun beberapa kamar di bagian belakang cafe. Jadi kalian akan tinggal di sana tanpa harus bolak-balik ke kontrakan kalian itu akan menghemat waktu, tenaga dan biaya kalian!!"kata Jo.
Mereka terharu Jo sampai memikirkan tempat tinggal mereka. Biaya kontrakan dan biaya transportasi bolak balik mereka memang sangat besar. Jika mereka tinggal di cafe maka itu akan sangat menguntungkan untuk mereka.
Mereka sangat berterima kasih atas semua kebaikan Jo.
"Dan setiap Sabtu Minggu kita akan adakan live music di cafe. Dan jangan lupa segeralah buat akun milik cafe jadi kita akan segera buka pelayanan delivery. Kalau perlu ambil beberapa kurir kalau dibutuhkan. Jo ingin Kakak dan Abang berlima hanya fokus untuk rasa makanan, pelayanan dan kenyamanan di dalam cafe jika butuh tambahan karyawan maka ambil saja."jelas Jo dan diangguki ke lima orang itu.
Daddy Kenneth dan ke tiga kakak Jo sangat bangga melihat pola pikir Jo.
"Yang memasak di cafe siapa??"tanya Jo.
"Pandu dan Bagas!!"jawab Ericka.
"Barista??"tanya Jo lagi.
"Aditya!"jawab Ericka lagi.
"Mau nambah menu di cafe nggak??"kata Jo.
"Boleh Jo!"sahut pandu bersamaan dengan Bagas.
Jo pergi ke kamarnya mengambil beberapa resep makanan yang sering Mommynya buat dulu.
"Ini cobalah dulu!!"kata Jo menyerahkan catatan itu pada Pandu.
Pandu membacanya dengan seksama.
"Sepertinya ini akan menjadi menu yang sangat diminati nanti Jo!!"ujar Pandu yakin.
"Ok, jika begitu. Setelah ini Jo akan transfer uang untuk beli semua bahan makanan dan minuman. Besok Jo tunggu laporannya!!"ujar Jo.
"Baik!!"sahut ke limanya.
"Baiklah, semoga kerja sama berjalan baik dan lancar!!"ujar Jo mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, lalu disambut oleh ke lima orang itu.
"Kalau begitu kami permisi dulu, Jo. Besok pagi kami ada jadwal kuliah!!"ujar Bagas.
"Ok, oiya terima kasih ya makanan dan minumannya!!'kata Jo.
"Sama-sama, Uncle semuanya kami pamit dulu!!"pamit Bagas mewakili teman-temannya.
"Hmmm, hati-hatilah!!"ujar Daddy Kenneth.
Mereka keluar diantar oleh seorang bodyguard.
"Gue nggak nyangka rumah yang Jo bilang ternyata mansion semewah dan semegah ini. Beruntung banget kita bisa kerja sama dengan Jo!!"kata Hesty.
"Iya, dan kita harus jaga kepercayaan Jo. Dia udah jadi penyelamat di tengah masalah besar yang tengah kita hadapi!!"sahut Aditya.
"Benar, gue setuju. She is like candle in the dark."ujar Pandu.
"Daddy nggak nyangka putri kecil Daddy sudah mulai mengeluarkan taringnya!!"puji Daddy Kenneth bangga dengan pencapaian sang putri.
"Ini masih proses belajar Dad!!"jawab Jo.
"Mau Daddy bantu??"tanya Daddy Kenneth.
"Nggak Dad, Jo akan coba sendirian dulu nanti kalau nggak bisa baru Jo lambaikan tangan ke kamera!!"kekehnya.
"Kamu.......!!"gemas Daddy Kenneth.
"Selalu lah bahagia, Dek. Agar senyum Mommy yang terlukis di bibirmu selalu kami lihat!"bathin Earth.
"My angel, tersenyumlah selalu!!"bathin Fabian.
__ADS_1
"My lovely sister, jangan pernah menangis lagi!!"Dazian membathin.