Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Al Lo Di mana???


__ADS_3

Jo saat ini benar-benar sibuk dengan kegiatan sekolah yang semakin padat, latihan band, lalu mengurus bisnis cafe yang baru mulai ia gandrungi. Sang Daddy dan ke tiga kakaknya ingin sekali bisa membantu namun bukan Jo namanya jika tidak bisa menang melawan Daddy dan ke tiga kakaknya.


Akhirnya masa untuk berkompetisi pun dimulai, satu persatu band dari tiap-tiap sekolah menunjukkan kemampuan mereka dalam perlombaan itu. Sekolah Jo tampil diurutan terakhir. Jo dan kawan-kawan tampil sangat memukau hingga lolos ke babak-babak berikutnya.


"Baby, apa hari ini final dari perlombaan band yang kamu ikuti??"tanya Daddy Kenneth pada Jo.


"Iya Dad, doain menang ya Dad!!"kata Jo tersenyum.


"Pasti sayang, Daddy yakin putri Daddy nggak pernah ngecewain Daddy!!"ujar Daddy Kenneth mencium puncak kepala Jo.


"Iya Abang yakin Adek nggak bakal ngecewain kita, lagian Abang liat seminggu kemarin Adek udah latihan dengan baik!!"tambah Earth.


"Makasi Dad, Abang!!"ujar Jo tersenyum.


"Bakalan gue buat Daddy lo kecewa ama Lo nanti, lihat aja!!"bathin seseorang melihat sinis ke arah Jo.


Jo merasakan seseorang tengah menatapnya kini dengan tatapan sinis.


"Tunggu aja jatah Lo, tikus got!!'bathin Jo tersenyum dengan satu sudut bibir yang terangkat.


Setelahnya ke lima orang itu berangkat ke tujuan masing-masing. Jo amat sangat bersemangat datang ke sekolah tidak sabar untuk segera bertemu dengan teman-temannya dan berangkat menuju tempat perlombaan.


Di parkiran terlihat Xander sudah menunggu sang pujaan hati dengan memegang sebuah paper bag. Jo pun segera memarkirkan motornya dan berjalan ke arah Xander.


"Morning, Huzelnut Prince!!"sapa Jo pada sang kekasih dengan senyum manis di bibirnya.


"Morning, too Queen Bee!!"sahut Xander tak kalah mesra.


Karena gemas Xander segera mencium puncak kepala Jo. Kemudian memberikan paper bag yang ia pegang tadi.


"Ini apa, Bang??"tanya Jo.


"Pake ini untuk perform nanti ya!!"kata Xander Jo ingin menolak tapi melihat tatapan penuh harap di mata Xander membuat mengangguk mengiyakan. Padahal Jo sudah menyiapkan semua yang ia butuhkan untuk tampil nanti di final.


Xander senang bukan main, lalu keduanya langsung melangkah menuju kelas Jo.


"Wes, ini bintang utamanya sudah datang!!"seru Arnold.


"Pagi, guys!!"sapa Jo pada teman-temannya.


"Morning/pagi/too!!"sahut teman-temannya.


"Kita semua bakal nonton perform kalian nanti, semangat ya Alphacino!!"ujar Ryan yang kebetulan ada di kelas Jo bersama Anna.


Ryan dan Anna menjadi akrab dengan Jo sejak kejadian di hari ulang tahun mereka, apalagi Anna masuk ke dalam circle Xanjo Qu. Fan base Xanjo Qu di sekolah itu bisa dibilang hampir seluruh taruna taruni menjadi membernya. Ada aja....

__ADS_1


"Iya, semangat ya Xanjo Qu!!"teriak Anna memberi semangat pada Jo.


"Xanjo Qu!!"beo Xander dan ke dua temannya.


"Ais, masa Bang Xander nggak tau itu. Itu fan base-nya Abang sama Jo. Xanjo Qu yang artinya Xander dan Jonathan jadi itu adalah fansnya kalian berdua.!!"Jabar Dwi.


Xander dibuat melongo hebat mendengar itu, iya mungkin dia terlalu sibuk hingga tidak pernah ikut melihat akun medsos milik sekolah. Tapi lucu juga mendengarnya, pikir Xander.


"Makasi dukungannya teman-teman, kita akan memberikan yang terbaik di penampilan final hari ini!!"ujar Jo.


"Gue bakal buat Lo bikin malu nama sekolah ini Jo!!"bathin seseorang menatap Jo penuh permusuhan.


"Nanti kami juga akan nonton!!"ujar Varo yang masih bergelayut manja pada Dwi.


"Ok!!"sahut Dwi singkat.


"Tapi Al mana, kok gue nggak liat!!"kata Jo mencari keberadaan pasangan duetnya.


"Sabar aelah, ntar juga datang tu orang. Yang penting kita siap-siap aja dulu habis ini kita langsung berangkat!!"titah Ryu.


"Bee, semangat ya nanti Abang ke sana bareng anggota korps yang lain!!"ujar Xander mencium puncak kepala Jo lalu mengusapnya penuh sayang.


"Ok, habis ini Jo langsung berangkat ya Bang!!"kata Jo pada Xander.


"Honey, aku ke kelas dulu ya!!"ujar Andre pada Butet.


"Ok, honey habis ini kami berangkat ya!!"kata Butet pada sang kekasih.


"Hmmmm hati-hati!!" kata Andre lalu mencium puncak kepala Butet kemudian menyusul Xander.


"Yang aku ke kelas dulu, hati-hati ntar aku nyusul!!"kata Varo pada Dwi.


"Hu um, aku berangkat ya yang!!"kata Dwi.


Varo mencuri ciuman di pipi Dwi membuat mata Dwi melotot dengan aksi sang kekasih yang di luar nalar. Lalu ngacir mengejar kedua temannya.


"Hmmm untung sayang kalau nggak gue mmmmmmm!!"gemas Dwi.


"Duh Al kok belum sampe juga ya!!"sekarang Butet yang cemas bukan kepalang.


"Iya, nggak biasanya dia telat kayak gini!!"ujar Ryu mulai resah.


"Gue coba telpon dulu!!"kata Nando.


Namun setelah mencoba menghubungi beberapa kali tetap tidak diangkat oleh Al.

__ADS_1


"Ais, gimana nih!!"panik Dwi.


"Ok, kita berangkat dulu Big Bro kirim pesan ama Al kalau kita ketemunya di tempat lomba aja!!"titah Jo.


"Ok!!"sahut Nando dan segera mengirim pesan pada Al.


"Permainan dimulai Jo, tunggu kehancuran Lo!!"smirk orang tersebut sambil melihat kepergian Jo bersama teman-temannya.


Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit mereka pun sampai di tempat lomba. Jo meletakkan tas yang berisi semua perlengkapan yang ia butuhkan di ruangan milik kelompoknya.


"Kita latihan dulu yuk, sambil nungguin Al!!"ajak Jo pada teman-temannya agar tidak tegang karena memikirkan Al.


"Ok, gas!!"sahut Ryu.


Mereka mulai latihan sebelum acara perlombaan dimulai. Pada final ini mereka menyanyikan satu lagu bergenre bebas dan satu lagi lagu daerah, dalam rangka meningkatkan rasa kecintaan para pelajar terhadap aneka kebudayaan yang ada di Indonesia.


Jo sebenarnya juga sedikit panik, karena tidak biasanya Al seperti ini. Namun Jo sudah menyuruh anak buahnya mencari keberadaan Al saat ini.


Ketika mereka sibuk dengan latihan, seseorang mengendap-ngendap ke ruangan milik mereka dan mencari tas milik Jo. Orang tersebut mengeluarkan pakaian Jo yang akan dipergunakan untuk tampil nanti lalu menggunting beberapa bagiannya kemudian dimasukkan kembali ke tas Jo. Si pelaku segera meninggalkan ruangan Jo dengan wajah sangat senang.


"Mampus Lo Jo!!"gumamnya.


Kini semua anggota Alphacino bersiap dan mengganti kostum mereka di ruangan.


Jo dan teman-temannya sudah duduk di tempat yang disediakan untuk para finalis. Ada lima grup band yang lolos ke babak final dari sekian banyak yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan itu.


"Gila, tahun ini peserta dan penontonnya membludak banget ya!!"ujar Toni salah satu panitia lomba.


"Benar Lo, kita ampe lembur dibikinnya!!"sahut Ari sang teman.


"Tapi kayaknya gue tau penyebab membludaknya penonton kita!!"kata Toni.


"Mang apaan??"tanya Ari penasaran.


"Lo tau pemilik JJ Chanel??"tanya Toni.


"Tau, mang Napa??"tanya Ari lanjut.


"Dia kan jadi salah satu kontestan di acara ini, Lo nggak dengar kemarin penonton teriak-teriak manggil nama Jonathan??"tanya Toni balik.


"Lah iya iya nggak connect gue gara-gara numpuknya kerjaan kita!!"sahut Ari.


Sekarang tiba giliran Alphacino yang tampil, namun Al sama sekali belum memperlihatkan batang hidungnya.


"Al, Lo dimana??"bathin semua teman-teman Al.

__ADS_1


__ADS_2