
Morning sunshine........
Usai sarapan Daddy Kenneth mengajak Jo untuk pergi ke arena ice skating. Tempat awal pertama Daddy Kenneth bertemu dengan Mommy Sarah. Tempat yang penuh kenangan bagi mereka berdua.
"Dad, kita mau ke mana??"tanya Jo bingung melihat mobil yang dikemudikan oleh Daddy Kenneth memasuki sebuah tempat ice skating.
"Baby, bisa bermain ice skating??"tanya Daddy Kenneth pada Jo.
Jo menggelengkan kepala karena memang ia tidak bisa bermain ice skating sama sekali.
"Ayo Daddy ajari!!"kata Daddy Kenneth dan diangguki dengan bersemangat oleh Jo.
Keduanya segera menuju counter penyewaan sepatu seluncur. Tak lama keduanya telah siap dengan sepatu seluncur masing-masing. Arena ice skating terlihat cukup ramai. Jo meringis melihatnya kalau jatuh lumayan memalukan pikir Jo.
"Dad, di sini rame banget ntar kalau Jo di ketawain gimana, Dad??"kata Jo memperhatikan sekeliling.
"Masa seorang ketua BLUE BLOOD takut diketawain!!"kata Daddy Kenneth menggoda Jo.
"Aish Daddy........"rengek Jo.
"Ayo masuk ke arena seluncur, Daddy akan pengangin kamu sampai bisa, Baby!"kata Daddy Kenneth meyakinkan Jo.
Daddy Kenneth mulai menarik tangan Jo perlahan dan Jo mulai belajar menggerakkan kakinya satu persatu. Jo terlihat sangat antusias belajar ice skating. Keduanya benar-benar menghabiskan waktu bersama tanpa gangguan tiga singa lainnya.
"Bang, Adek sama Daddy ke mana sih, kok belom balik juga??"gerutu Dazian memainkan handphonenya dengan malas-malasan.
"Iya, mana udah mau makan siang belom pada balik. Mana ditelpon nggak ngangkat lagi.!!"tambah Fabian.
"Abang juga nggak tau, mungkin sebentar lagi mereka pulang."kata Earth yang juga menahan kesal dengan ulah sang Daddy yang menggagalkan rencana mereka untuk nongkrong bersama.
Kedua tersangka yang dibicarakan saat ini malah sedang asyik dengan dunia mereka di arena ice skating.
"Baby, kita makan siang dulu!!"ajak Daddy Kenneth pada Jo.
"Ayo Dad, Jo juga udah mulai lapar!!"kata Jo menghampiri Daddy Kenneth.
Keduanya bersiap meninggalkan arena ice skating dan mencari food court untuk makan siang.
"Dad, kita lunch di sana aja!!"kata Jo menunjuk salah satu food court yang menyediakan salad buah kesukaan Jo.
"As your wish, my princess!!"kata Daddy Kenneth membungkuk.
Jo tertawa terkekeh melihat tingkah sang Daddy, Jo tidak ingin momen-momen seperti ini hilang begitu saja. Semoga ke depannya akan selalu seperti ini. Kemudian Jo menarik tangan Daddy Kenneth menuju food court yang ia tunjuk tadi.
Keduanya memesan makanan dan menikmati suasana di food court itu dikarenakan ada live music di sana.
"Dad, Jo ke sana sebentar, boleh??"kata Jo menunjuk ke arah stage live music.
"Kamu mau ngapain Baby??"tanya Daddy Kenneth curiga.
"Sebentar saja, ya Dad!"kata Jo memelas.
"Ok, sebentar!!"kata Daddy Kenneth pada Putri bungsunya itu.
__ADS_1
Jo berjalan ke arah stage live music, kemudian berbicara sejenak dengan salah seorang personil band yang sedang tampil itu. Tak lama Jo menggantikan posisi sang vokalis untuk menyanyikan sebuah lagu.
"Selamat siang semuanya, maaf jika mengganggu waktu makan siang Anda sekalian. Saya ingin menyanyikan sebuah lagu untuk laki-laki yang paling saya sayangi."tunjuk Jo pada Daddy Kenneth.
Eh itu kan Jonathan, pemilik JJ Channel!!"heboh salah seorang pengunjung hingga membuat pengunjung lainnya melihat ke arah stage.
"Wah, benar tuh. Nggak nyangka bis ketemu di sini."ucap pengunjung lain tak kalah heboh.
"It's for you Dad!!"ujar Jo mulai menyanyikan lagu milik grup band Ada Band berjudul Yang Terbaik Bagimu.
Para pengunjung sangat heboh karena bisa melihat dan mendengar suara Jo secara langsung. Suara Jo benar-benar enak didengar. Hampir semua pengunjung melakukan live di akun media sosial milik mereka.
Hingga sampai pada lirik ini....
Tuhan, tolonglah
Sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku t'rus berjanji
Takkan khianati pintanya
Ayah, dengarlah
Betapa sesungguhnya ku mencintaimu
'Kan kubuktikan
Ku mampu penuhi maumu
"Terima kasih untuk semua cinta dan sayangmu unyuk Daddy, Baby!!"bathin Daddy Kenneth terus melihat penampilan Jo.
Para pengunjung pun dapat merasakan rasa cinta yang begitu besar dari nyanyian yang sedang Jo nyanyikan untuk Daddy Kenneth.
"Itu kayak pengusaha no. 1 di Asia itu kan...hmmmmm Tuan Kenneth Leonhart kalau nggak salah.!!"tunjuk salah seorang pengunjung pada Daddy Kenneth.
"Iya benar, sepertinya itu ayahnya Jonathan!!"timpal yang lain.
Usai Jo menyanyikan lagu, Daddy Kenneth menyusul ke stage dan memeluk sang putri dengan erat. Semua pengunjung dibuat speechless melihat adegan berpelukan antara ayah dan anak itu.
"Thanks Baby!!'ujar Daddy Kenneth mencium puncak kepala sang putri dengan bangga.
"Penampilan kamu keren Jo, boleh dong sekali-sekali kita live bareng!!"ujar vokalis band itu.
"Tentu saja, Bang!!"sahut Jo tersenyum namun mendapat pelototan dari Daddy Kenneth.
"Calm down, Daddy!!. Oh iya Abang-abang makasi ya udah ngasih kesempatan Jo buat perform! Jo permisi dulu ya!!'pamiy Jo.
"Bye Jo!!" ucap personil band itu.
"Ayo sekarang kita makan, makanannya sudah mulai dingin!!"kata Daddy Kenneth.
Keduanya pun menyantap makan siang dengan tenang. Sesekali Daddy Kenneth akan menyuapi Jo, hal itu pun tak luput dari penglihatan para pengunjung food court.
__ADS_1
"Wah enak jadi Jo, disayang banget sama bokapnya!!"terdengar bisik-bisik pengunjung.
Usai makan ada beberapa pengunjung yang mengajak Jo untuk foto bareng atau live sejenak.
Daddy Kenneth sangat geram namun bagaimana lagi resiko punya putri terkenal. Sabar Dad sayang anak......
"Baby, mau ke mana lagi setelah ini??"tanya Daddy Kenneth pada sang putri.
"Pulang aja Dad, sepertinya situasi di mansion sedang panas. Semoga saja tiga singa di mansion tidak mengacak-acak mansion!!"kekeh Jo.
Daddy Kenneth tertawa membayangkan jika benar hal itu terjadi. Apalagi si kembar yang saat ini pasti sangat marah dengan tindakan Daddy Kenneth yang memonopoli Jo seorang diri.
Tidak lama kemudian keduanya sampai di mansion. Tapi keduanya heran dengan sebuah mobil yang terparkir di halaman mansion. Usai memarkirkan mobil di garasi keduanya masuk ke mansion dengan Jo yang ningkring di punggung Daddy Kenneth.
Sesekali keduanya bercanda sembari menjahili satu sama lain.
"Hai, Ken....!"terdengar suara seorang wanita menyapa Daddy Kenneth.
Sontak Daddy Kenneth dan Jo menoleh ke asal suara, terlihat di sana ada Aunty Anneth dan Clara duduk bersama Oma Shierly dan juga seorang wanita berpenampilan hmmmmm modis . Dan jangan lupa tiga singa yang menatap garang Daddy Kenneth.
"Mau apa lagi Nyonya Leonhart ini di sini!!"bathin Jo membuang muka ketika Oma Shierly melihat padanya.
Sedangkan Aunty Anneth dan Clara menatap tidak suka pada wanita yang datang bersama Oma Shierly itu.
"Ada perlu apa??"tanya Daddy Kenneth tidak senang dengan kehadiran wanita itu di mansion ya.
"Ken, apa kau tidak rindu dengan Katty??"tanya Oma Shierly.
"Who ia she, Dad??"tanya Jo yang masih berada di gendongan Daddy Kenneth.
" Someone who doesn't matter!!"jawab Daddy Kenneth.
"Siapa dia Ken??"tanya wanita bernama Katty itu.
"My beloved daughter!!"jawab Daddy Kenneth.
"Uncle apa tidak capek selau memanjakan Jo??"tanya Clara dan diangguki oleh Oma Shierly.
"None of your business"jawab Daddy Kenneth.
Dazian tertawa keras mendengar jawaban Daddy Kenneth.
"Dad, kau harus diberi hukuman!!"ujar Fabian dengan tatapan garang.
"Maksudmu Boy??"tanya Daddy Kenneth heran.
"Hukuman karena telah memonopoli adikku seharian, kau menggagalkan rencana kami untuk nongkrong di cafe!!"ujar Fabian.
"Iya, kau harus dihukum Pak Tua!!"tambah Dazian.
Earth segera mengambil alih Jo dari gendongan Daddy Kenneth tanpa aba-aba dan membuat Daddy Kenneth menggeram.
Mereka langsung membawa lari Jo ke kamar. Daddy Kenneth yang melihat itu segera mengejar ke empat anaknya. Karena tidak terima dengan perbuatan si sulung. Namun sebuah tangan tiba-tiba mencekal lengan Daddy Kenneth.
__ADS_1
"Ken, jangan mengabaikan ku. Aku sangat merindukanmu!!"manja Katty di lengan Daddy Kenneth. Tanpa ba bi bu ba Daddy Kenneth mengibaskan tangannya hingga Katty terjerembab ke lantai.
Aunty Anneth dan Clara tertawa melihat Katty terjatuh Oma Shierly langsung membantu Katty untuk berdiri. Dan menatap nanar Daddy Kenneth yang berlari menyusul ke empat anaknya.