Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Ternyata Xander.......


__ADS_3

Usai memberi pelajaran pada Katty, Dazian mengirimkan video itu pada Nyonya Leonhart.


"Dek, Daddy dibawa ke mana sama Pak Edward??"tanya Earth yang mengkhawatirkan keadaan Daddy Kenneth. yang tadi kelihatan sangat memprihatinkan.


"Astaga, Jo sampai lupa tapi mobil Jo mana ya Bang??"tanya Jo pada Earth.


"Abang nggak tau kan kita semuanya tadi ada di dalam markas!!"jawab Earth yang ikut celingak celinguk mencari mobil sang adik.


"Jo telpon Pak Edward dulu aja Bang nanyain Daddy!!"kata Jo.


Jo pun menghubungi kontak Pak Edward.


"Hallo Pak Edward, Bapak membawa Daddy ke mana??"


"..........."


"Ohh, ok terima kasih sebelumnya Pak!!"


"..........."


"Daddy di mana Dek??"tanya Fabian.


"Pak Edward membawa Daddy ke mansionnya. Untuk memberikan obat penawar pada Daddy."kata Jo.


"Jadi sekarang kita akan menyusul Daddy atau pulang ke mansion??"tanya Dazian bingung.


"Gimana Bang Earth??"tanya Jo pada si sulung.


"Kita ke mansion Pak Edward aja, sekalian jemput Daddy nggak enak ngerepotin Pak Edward buat ngurusin Daddy!!"ujar Earth pada adik-adiknya.


Ke empatnya segera menuju mansion milik Pak Edward untuk memastikan keadaan Daddy Kenneth.


Di mansion Pak Edward...........


"Gimana keadaan Lo??"tanya Pak Edward pada Daddy Kenneth.


"Mendingan Bang, cuma masih agak pusing!!"sahut Daddy Kenneth.


"Barusan Jo nelpon gue, nanyain Lo."kata Pak Edward.


"Astaga, di mana anak-anak gue Bang??"tanya Daddy Kenneth tiba-tiba teringat dengan ke empat anaknya.


"Waktu gue tinggal mereka lagi ngurus tikus yang tadi ngejebak Lo, bentaran juga mereka pasti sampai di sini!!"ujar Pak Edward pada Daddy Kenneth.


Tidak lama nampak seorang remaja laki-laki memasuki kamar yang ditempati oleh Daddy Kenneth.


"Gimana keadaan Uncle sekarang??"tanya laki-laki itu menyodorkan sebuah gelas berisi obat herbal sepertinya.

__ADS_1


"Sudah lebih baik, terima kasih!!"ujar Daddy Kenneth menerima gelas berisi obat herbal pemberian Xander dan meminumnya.


"Hmmmm, kamu Xander kan??"tanya Daddy Kenneth memastikan.


"Iya Uncle, saya Xander anak Papi Edward!!"ujar Xander memperkenalkan diri.


"Jadi dia beneran anak Lo Bang??"tanya Daddy Kenneth.


"Iye, anak gue napa Lo??"tanya pak Edward.


"Astaga kamu benar-benar, anaknya singa ini??"tanya Daddy Kenneth tidak percaya kalau Pak Edward telah menikah apalagi memiliki seorang anak dan parahnya lagi satu sekolah dengan Jo.


"Lebay Lo!!"ketus Pak Edward.


"Lo beneran udah nikah dan punya anak Bang??"tanya Daddy Kenneth tidak percaya.


"Iya, Napa Lo ngirain gue belok, hah???"kesal Pak Edward.


"Nggak gue yang ngomong ya!!"ujar Daddy Kenneth nyengir.


"Sialan Lo, Ken!!"kata Pak Edward jengkel.


"Jadi kamu yang ngedeketin Jo??"tanya Daddy Kenneth menggoda Xander.


"Maaf, Uncle saya sudah menyukai anak Uncle sejak pertama Jo melakukan daftar ulang."jawab Xander dengan wajah sedikit memerah.


"Maksud Lo??"tanya Pak Edward tidak paham.


"Jo bilang tiap kali Xander ngedeketin dia jantungnya berdetak lebih cepat dan dia takut kena serangan jantung. Dia takut ninggalin gue ama abang-abang nya."ujar Daddy Kenneth yang membuat tawa Pak Edward meledak seketika.


"Pfftt.......bwahahhah.....anak Lo lucu Ken!!"ujar Pak Edward.


"Pi......apa an sih!!"ketus Xander tidak terima pujaan hati ditertawakan oleh Pak Edward.


"Belom juga kamu dapat restu dari Daddynya Boy, udah belain setengah mati!!"ledek pak Edward pada sang anak.


"Tapi serius Ken, anak Lo lucu banget!!"lagi Pak Edward tertawa.


"****** Lo Bang!!"ujar Daddy Kenneth.


"Jo pintar di segala hal Bang, malah melebihi kakak-kakaknya, gue bersyukur gue cepat menyadari kesalahan gue sama dia. Kalau nggak ini pasti bakal jadi penyesalan terberat sepanjang hidup gue!!"ujar Daddy Kenneth.


"Tugas Lo sekarang jagain Jo dengan benar, tapi kayaknya kebalik dah malah anak-anak Lo yang jagain Lo gue liat-liat."ejek Pak Edward pada Daddy Kenneth.


"Iya Bang, benar Jo udah beberapa kali nyelametin perusahaan gue dan sekarang dia ngelakuinnya lagi bersama ke tiga kakaknya."jawab Daddy Kenneth.


"Jadi anak Lo beneran diuber-uber ama anak gue??"tanya pak Edward.

__ADS_1


"Iya, dia ngadu ama gue nggak mau dekat-dekat ama si Xander lagi. Dia mau meninggal karena serangan jantung mana ceritanya sambil nangis gitu lagi. Jo pandai di segala hal tapi dia buta dengan hal yang begituan. Sebenarnya gue khawatir waktu dia memutuskan masuk ke sekolah pelayaran karena di sana pelatihannya keras apalagi didominasi oleh anak laki-laki. Tapi dia bersikeras ingin masuk ke sana untuk memperkuat pelatihan fisiknya. Dan dia buktiin sekarang dia mampu melewati semua itu."papar Daddy Kenneth dan diangguki oleh Xander.


"Uncle tenang saja, saya akan menjaga Jo!!"ujar Xander tegas.


"Terima kasih Xander, sekarang memang Uncle sedikit was-was akan keselamatan Jo. Baik dari musuh FIRE DRACO, keluarga sendiri mau pun musuh BLUE BLOOD."kata Daddy Kenneth.


"Musuh blue BLUE BLOOD???? Maksud Lo apa an?? Apa hubungan Jo dengan klan no. 2 itu??"tanya Pak Edward penasaran.


"Sarah, istri gue adalah ketua dari blue BLUE BLOOD Bang, gue juga baru tau waktu Jo berumur sekitar 7 atau 8 tahun mengikuti apa yang Mommy nya wasiatkan yaitu memimpin klan BLUE BLOOD!!"kata Daddy Kenneth.


Penjelasan Daddy Kenneth sontak membuat Pak Edward dan Xander terkejut. Pantas saja aura dan kekuatan fisik Jo berbeda dengan taruna Taruni lainnya. Pikir keduanya.


"Jadi Jo sekarang sudah resmi menjabat sebagai ketua BLUE BLOOD menggantikan Sarah??"tanya Pak Edward.


"Iya Bang, dan gue juga udah nyerahin FIRE DRACO pada Earth sulung gue. Jadi gue bisa fokus ama perusahaan aja sekarang ya walau pun bungsu gue sering bantu gue diam-diam!!"ujar Daddy Kenneth.


"Nah, kau dengar Boy, sekarang kau pun harus menggantikan Papi memimpin RED FOX!!"ujar Pak Edward pada Xander.


"Nanti ku pikirkan dulu, Pi. Mengurus sekolah saja sudah membuat kepalaku pecah. Belum perusahaan Papi!!"ketus Xander.


"Sekolah?? Maksudmu Xander??"tanya Daddy Kenneth tidak paham.


"SMK JALA BUANA tempat saya dan Jo bersekolah sekarang adalah milik saya Uncle. Sekolah yang saya dirikan sendiri tanpa campur tangan Papi."jawab Xander.


"Kau memang mirip dengan Jo, penuh kejutan!"puji Daddy Kenneth pada Xander.


"Jadi Lo udah ngerestuin anak gue gangguin anak Lo??"tanya Pak Edward.


"Gue udah kenal Lo lama Bang, gue yakin Xander pun anak yang baik hanya saja........."ucapan Daddy Kenneth terhenti.


Xander merasa kalau Daddy Kenneth tidak akan merestuinya mendekati Jo lagi.


"Hanya saja......???"tanya Pak Edward penasaran.


"Hanya saja Xander harus melewati tiga singa lain selain gue. Lo paham siapa kan?? Apalagi Earth dia yang paling posesif dengan adik bungsunya itu!!"ujar Daddy Kenneth dan itu membuat Xander bisa bernafas lega.


"Saya akan berusaha Uncle!!"kata Xander tegas.


"Jaga Jo baik-baik Xander dia nyawa Uncle!!"kata Daddy Kenneth dan diangguki Xander.


Saat ketiganya sedang berbincang-bincang, seorang maid mengetuk pintu kamar itu.


"Ada apa???"tanya Pak Edward.


"Di bawah ada Tuan dan Nona Muda Leonhart, Tuan!!"jawab maid itu.


"Suruh masuk!!"titah Pak Edward pada maid itu.

__ADS_1


"Baik, Tuan!!"maid itu pun meninggalkan kamar itu dan menyuruh Jo bersaudara untuk segera masuk.


__ADS_2