Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Ternyata........


__ADS_3

"Tuan William apa ini tidak terlalu terburu-buru, Jo bahkan masih berusia empat belas tahun dan itu belum genap!!"tolak Daddy Kenneth.


"Maaf, Tuan sebenarnya saya juga tidak menginginkan ini namun ketua BLACK STONE sudah mengatakan itu apalagi beliau juga sahabat dari mendiang ketua BLUE BLOOD yang lama. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena ini mempengaruhi hubungan banyak klan, Tuan!!"jawab William.


"Baiklah, Tuan William saya akan coba membicarakan ini dengan anak-anak saya terutama Jo!!"kata Daddy Kenneth.


"Baiklah, Tuan. Saya permisi!!"kata William menunduk hormat lalu meninggalkan ruangan Daddy Kenneth.


"Aku harus bagaimana sayang??"gumam Daddy Kenneth lirih dan menyenderkan tubuhnya pada kursi kebesarannya.


Kemudian Daddy Kenneth, mengambil handphone di sakunya dan mengirim pesan pada Earth yang sedang berada di markas Red Fox untuk membawa Xander nanti ke mansion Daddy Kenneth.


Suara notifikasi handphonenya membuat Earth terbangun dari tidurnya yang sedang memangku kepala sang adik Jo sedangkan Earth sendiri tertidur dalam keadaan menyender di sofa.


"Membawa Bang Xander ke mansion, ada apa ini??"bathin Earth dengan perasaan tidak enak setelah membaca pesan yang dikirim oleh Daddy Kenneth.


Tak lama Dazian dan Fabian sudah bergabung dengan kedua saudaranya di ruang tamu dengan Dazian yang menjadikan paha sang adik sebagai bantalnya.


"Daddy menyuruh kita membawa Bang Xander ke mansion setelah ini!!"ujar Earth pada kedua adik kembarnya.


"Ada apa Bang, kok perasaan gue tiba-tiba nggak enak ya??"tanya Dazian.


"Abang juga merasa ada sesuatu yang nggak beres, mana Bang Xander??"tanya Earth pada si kembar.


"Membereskan si hama!!"jawab Fabian.


Tak lama Xander pun bergabung dengan empat singa muda itu, Jo sendiri masih terlelap tidur di pangkuan Earth.


"Hmmm tertidur rupanya!!"ujar Xander duduk di samping Fabian.


"Bang, Daddy menyuruh Abang ikut kami ke mansion setelah ini!!"kata Earth.


"Ada apa, Earth??tanya Xander penuh selidik.


"Saya juga tidak tau pasti, hanya itu pesan yang dikirim oleh Daddy tadi!!"jawab Earth.


"Baiklah, Abang ganti baju sebentar!!"sahut Xander bergegas ke ruangan pribadinya.


"Sebenarnya ada apa ini ya Bang??"tanya Fabian memijit pelan pelipisnya.


"Abang nggak tau!!"jawab Earth menengadahkan kepalanya dan terlihat sedikit kesal.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Xander kembali dari ruangan pribadinya.


"Ayo!!"ajak Xander.


"Biar Abang yang angkat!!"kata Xander membopong Jo ke mobil miliknya, sedangkan motor Jo ditinggalkan di markas Xander.


Mereka mulai melajukan kendaraan masing-masing keluar dari markas Red Fox dan memacu kendaraannya ke mansion Daddy Kenneth.


Dua puluh menit setelahnya, mereka sampai di mansion Daddy Kenneth, terlihat sang Daddy juga baru sampai di mansion dan keluar dari mobilnya.


"Kalian juga baru sampai??"tanya Daddy Kenneth.


"Iya Dad/ Uncle!!"jawab mereka bersamaan.


"Baby tertidur lagi??"ujar Daddy Kenneth melihat Jo di gendongan Xander.


"Iya, Uncle sejak di markas tadi!!"sahut Xander.


"Ayo masuk!!"titah Daddy Kenneth pada ke lima remaja itu.


Ke limanya masuk ke mansion dan Xander mengantarkan Jo ke kamarnya. Xander berusaha membaringkan Jo sepelan mungkin agar tidurnya tidak terganggu. Xander mencium kening Jo lalu segera turun ke ruang tamu


Terlihat Earth dan si kembar telah duduk di sana dan terlihat lebih segar dari tadi. Tak lama Daddy Kenneth pun menyusul bergabung bersama mereka.


"Ini mengenai perjodohan adik kalian!!"ujar Daddy Kenneth lalu menghela nafas panjang.


Baru saja ingin memulai pembicaraan itu Daddy Kenneth Jo datang dengan wajah bantalnya.


"Astaga Adek, cuci muka kek dulu!!"ujar Dazian.


"Hufffff Abang berisik!!"ujar Jo langsung nemplok di samping Daddy Kenneth.


"Jadi Dad...!!"ujar Earth tidak sabaran.


"Mereka meminta meminta untuk mempercepat pertunangan adik kalian!!"kata Daddy Kenneth.


Jo terdiam, ia ingat dengan perjanjian perjodohan antar klan BLUE BLOOD dan klan BLACK STONE itu. Sedangkan Xander masih menyimak pembicaraan itu sambil mencoba mengontrol emosinya.


"Dad, tidak adakah cara untuk membatalkan perjodohan bodoh itu, aku tidak ingin adikku hidup dengan laki-laki yang tidak ia sayangi Dad!!"bantah Dazian garang.


"Daddy sudah berusaha, Boy. Tapi bagaimana caranya lagi jika kita menolak maka BLUE BLOOD akan jadi sasaran semua klan, kalian tidak ingin itu terjadi bukan??"ujar Daddy Kenneth.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, jika harus mengahancurkan semua klan itu aku tidak takut. Yang penting adikku tidak terikat lagi dengan perjanjian konyol itu!!"tolak Fabian.


"Bang Xander lakukan sesuatu, jangan diam saja!!"kata Dazian emosi.


Xander menghela nafas panjang, terus terang saja hatinya hancur saat ini, cinta pertamanya yang baru saja terjalin beberapa saat harus kandas di tengah jalan. Sedangkan Jo pergi meninggalkan ruang keluarga. Ia melangkah menuju ruang latihannya. Jo membuka seragamnya dan meninggalkan kaos putihnya dengan brutal Jo menghajar samsak yang biasa ia gunakan untuk latihan.


"Xander, tolong susul Jo. Tolong tenangkan dia!"ujar Daddy Kenneth memijit pelipisnya.


"Kau lihat Dad, aku tidak mau adikku terluka apalagi hatinya. Selama ini kita belum bisa memberinya kebahagiaan Dad, setidaknya biarkan dia bahagia dengan pilihannya!!"ujar Earth penuh emosi.


"Boy, Kai kira Daddy menerima semua ini begitu saja. Tapi ini menyangkut banyak orang, nak!!"ujar Daddy Kenneth.


Ke empat singa itu larut dengan pemikiran masing-masing. Apa yang harus mereka lakukan untuk membatalkan perjodohan konyol itu.


Sedangkan di sisi Jo saat ini, ia terus menghajar samsak itu hingga tangannya terluka, Xander memperhatikan dari jauh. Hatinya sakit melihat orang yang ia sayang menghajar habis-habisan samsak itu namun dengan tatapan kosong.


Perlahan Xander mendekat ke arah Jo dan memeluknya dari belakang.


"Bee, sudah. Cukup jangan menyakiti dirimu sendiri!!"ujar Xander memegang kedua tangan Jo yang sudah terluka.


Jo hanya diam di pelukan Xander, nafasnya masih memburu. Ingin rasanya Jo menangis namun air mata itu tidak ingin keluar. Dadanya masih sesak amarahnya masih belum keluar sepenuhnya.


"Apa kita akan stop sampai di sini, Bang??"tanya Jo melihat ke arah Xander.


"Selama bukan kamu yang ingin meninggalkan Abang, maka kita akan tetap bersama Bee. Jalani saja pertunangan itu dulu. Sementara itu kita akan tetap menjalani hubungan kita seperti biasa, sayang!!"ujar Xander mengelus pelan punggung Jo agar Jo segera tenang.


"Bang jangan tinggalkan Jo!!"kata Jo denga suara gemetar.


Perlahan air matanya menetes, bahunya berguncang hebat. Hati Xander sangat perih melihat kesayangannya harus menangis di pelukannya.


"Tidak, tidak akan pernah Bee. Abang akan selalu ada di sampingmu. Kita akan hadapi ini bersama-sama."kata Xander semakin mengeratkan pelukannya pada Jo.


Di mansion ketua BLACK STONE.......


"Nak, kau harus menjalani perjodohan ini. Kita tidak bisa menentang Kakekmu!!"ujar sang ibu membujuk anak laki-lakinya.


"Ma, aku tidak ingin melakukan pertunangan bodoh itu. Mama kan tau kalau aku sangat mencintai Butet."teriak laki-laki itu.


"Mama tau sayang, tapi Mama dan Papa tidak bisa berbuat apa-apa nak. Kami juga sangat menyayangi Butet. Tapi kau kan tau sifat Kakekmu. Kau tidak ingin kan Kakekmu melakukan hal buruk pada kekasihmu??"ujar ibunya lagi.


"Aghhhhhhhhh.... tua bangka sial*an, kenapa dia nggak mati aja??"teriak laki-laki itu menggema di seluruh ruangan.

__ADS_1


Sang ibu hanya bisa menangis ia tau seberapa sakit hati putranya akibat perjodohan itu. Apalagi ia juga menyukai kekasih sang putra. Tapi apa daya ini menyangkut nyawa banyak orang yang akan terkorban nantinya jika terjadi pertikaian antar klan.


__ADS_2