
"Jo udah nggak apa-apa, Bang!!"ujar Jo yang ngap sedari tadi tidak lepas dari pelukan Xander.
"Maafin Abang, Bee??"kata Xander lagi masih memeluk erat Jo.
"Iya, Jo udah maafin lagian bukan Abang yang salah kenapa minta maaf??"tanya Jo lagi.
Xander tidak bicara lagi, yang dia tau pasti saat ini semua yang Jo lakukan untuk menahan amarahnya agar tidak meledak-ledak.
"Udah bayi besar!!"geram Jo.
"Hmmmm sudah mulai nakal, Bee??"tanya Xander dengan suara Husky miliknya.
"Habisnya nggak dilepas dari tadi, Jo ngap Abang. Mau Jo meninggal......hmpmmp."belum selesai kalimat Jo Xander sudah membungkam mulut Jo terlebih dahulu dengan bibirnya. Mata Jo melotot jantungnya jangan ditanya lagi pemirsah......
"Anjir, biasanya gue liat di tv doang orang ciuman nah sekarang gue yang ciuman!!"bathin Jo menjerit.
"Jangan pernah bicara seperti itu lagi Bee, Abang nggak suka dengarnya!!"ujar Xander sendu. Kalimat Jo ambigu baginya, mengingatkan Xander akan kematian sang Mami.
"Maaf!!"cicit Jo namun setelah itu Jo malah menabok lengan Xander dengan kuat.
"Aghhh sakit Bee, Abang salah apa??"tanya Xander.
"Nggak merasa bersalah, udah nyosor bibir Jo??? Bibir Jo masih suci tau belom ada yang pernah cium Abang enak aja main nyosor!!"omel Jo.
Xander bersorak dalam hati mendapatkan first kiss sang pujaan hati.
"Kan Abang, calon suamimu Bee!!"kata Xander menaik turunkan alisnya.
"Sekolah aja belom kelar udah bahas suami-suamian!!"omel Jo semakin menjadi.
"Utu.....utu...utu...sayangnya siapa ini??"tanya Xander menoel-noel pipi mochi Jo.
"Sayangnya Daddy Kenneth!!"jawab Jo kesal.
"Enak aja, sekarang sayangnya Abang tau!!"manja Xander menyandarkan kepalanya di bahu Jo.
Bel masuk pun berbunyi, Jo segera turun dari brankar hendak melangkah menuju kelasnya.
"Bee, tungguin!!"rengek Xander mengejar Jo lalu merangkul pinggang si manis.
"Ihhhhhhh Abang ngeselin, malu tau diliatin orang!!"gerutu Jo namun Xander tidak ambil pusing dengan gerutuan sang kekasih.
"Bodo, calon istri sendiri juga...!"jawab Xander acuh.
"Ala Hay...narsisnya pacar anakmu Mak!!"ujar Jo geleng-geleng kepala.
Yang punya sekolah mah bebas ya guys......
"Woi, pacaran nggak tau tempat, lepas!!"tegur Pak Edward pada Xander.
Xander mendengus kasar mendengar perkataan Pak Edward.
"Iri, bilang bos q!!"ejek Xander.
"Awas kamu, Papi bikin ilang restu mertuamu!!"ancam Pak Edward pada sang putra.
Xander acuh dan meneruskan langkahnya menuju kelas Jo.
"Heran, agresif banget!!"gumam Pak Edward melihat tingkah si batu karang yang sayangnya itu adalah putra kesayangannya.
Setiba di depan kelas Jo, Xander melepas rangkulannya dan mencium puncak kepala Jo.
"Bee, masuk sana gih!!"ujar Xander dan diangguki oleh Jo.
"Dah, Bang!!"kata Jo melangkah ke dalam kelasnya.
"Makin ngegemesin!!"gumam Xander lalu berjalan menuju kelasnya.
Tan sekelas Jo heboh saat Jo masuk ke kelas.
"Cil, Lo nggak apa-apa??"tanya Nando.
"Nggak apa-apa, Big Bro. Tadi udah dikasih salep ama anak medis!!"kata Jo.
"Duh Jo, saingan Lo pada gila yak, nggak habis pikir gue!!"ujar Sandra geleng-geleng kepala.
"Oooo guys, ntar pulang sekolah kita latihan dulu gimana??"tanya Al.
"Boleh juga tuh, udah ada emang tempat latihannya??"tanya Dwi.
__ADS_1
"Ada studio milik sepupu gue, tadi gue udah hubungin dan kita bisa pakai sepuasnya!"kata Al bersemangat.
"Ok!!"jawab mereka serentak.
Diakhir jam belajar Jo mengirim pesan pada Earth.
"Bang, Jo pulang telat karena latihan di studio musik Garis Langit!!"
Begitu bunyi pesan yang Jo kirim pada sang Kakak.
"Hati-hati!!"
Balas Earth.
Sekelompok remaja itu pun melangkah ke parkiran dan mengambil kendaraan masing-masing. Rata-rata mereka menggunakan motor sebab lebih mudah dalam menghadapi kemacetan. Tak lama rombongan Xander pun sampai di parkiran dan mendekati pasangan masing-masing.
"Bee, pulang sekarang?"tanya Xander.
"Hmmm nggak Bang, kami mau ke studio musik untuk latihan!!"sahut Jo.
"Tumben??"tanya Varo.
"Kita ikut lomba band antar sekolah Bang, jadi persiapannya di mulai dari sekarang!!"jawab Ryu.
"Mau kita antar??"tanya Andre.
"Nggak usah Bang, ini kan kita rame!!"sahut Butet.
"Ya udah hati-hati, Bee sudah kasih tau orang rumah??"tanya Xander.
"Udah, tadi udah kirim pesan sama Bang Earth."jawab Jo.
"Kita jalan dulu!!"ujar Jo menyalakan motornya.
Ke tiga seniornya itu mengacungkan jempol mengiyakan.
"Kenapa nggak kita aja yang antar sih??"tanya Varo kesal.
"Mereka juga butuh kebebasan jangan terlalu dikekang ntar bisa bosan. Awasi dari jauh aja!!"kata Xander dan diangguki kedua temannya paham.
Hanya memakan waktu sepuluh menit mereka pun sampai di tempat yang dituju. Al menemui sepupunya untuk mengatakan kalau mereka akan memulai latihan hari ini.
Para remaja itu mulai latihan dengan sangat bersemangat dan kompak. Jo dan Al memang pasangan duet yang patut diacungi jempol.
"Keren.....!!"teriak Butet yang sedari tadi sibuk merekam segala aktifitas mereka.
"Ya udah balik yok, udah sore!!"ujar Jo.
"Ok!!"sahut mereka serentak.
"Bro, thanks ya gue balik dulu!!"teriak Al pada sepupunya.
"Yoi, hati-hati Lo!!"sahut laki-laki berambut blonde itu.
Mereka berjalan ke arah parkiran sambil sesekali melempar candaan pada Jo.
Ujung-ujungnya seperti biasa Jo akan ngambek pada mereka. Tapi bagi mereka menggoda Jo adalah suatu kesenangan karena sifat Jo yang ketika bersama mereka akan berubah seperti anak kecil.
"Gue balik duluan ya!!"ujar Jo.
"Mau kita antar Cil??"tanya Al.
"Ogah.....!!"cibir Jo membuat mereka terkekeh melihat tingkah si Bocil.
Jo melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Ketika melewati cafe favoritnya Jo berhenti sejenak membeli makanan untuk para Titannya dan juga untuk Jo sendiri.
"Permisi, Adek ada yang bisa dibantu??"Kat pelayan itu ramah.
"Hmmmm Mba pesan nasi goreng seafood empat, lalu nasi goreng udang tiga, lalu Thai teanya empat, short macchiato tiga!!"pesan Jo.
"Take a way tunggu sebentar ya Dek, kami siapkan dulu!!"ujar pelayan itu sambil mempersilahkan Jo duduk.
Jo mengambil kursi di samping kasir untuk mendudukkan dirinya, sambil memainkan handphonenya menunggu pesanan siap.
"Akhirnya ada juga tamu yang masuk!!"ujar salah satu karyawan di cafe itu.
"Iya, gue bingung kalau misalnya cafe tutup kita kuliah dan ngebiayain hidup gimana coba!!"keluh yang lainnya.
Jo mendengarkan dengan seksama keluhan dan cerita dari masing-masing karyawan itu. Hatinya terenyuh mendengar keluhan para karyawan itu.
__ADS_1
"Permisi!!"kata Jo menyembulkan kepalanya di depan kasir.
"Astaga kaget gue!!"ujar mereka. bersamaan.
"Maaf....maaf...!!"kata Jo.
"Ada yang bisa kami bantu lagi, Dek??"tanya pelayan yang tadi.
"Enggak, itu Jo cuma mau tanya kenapa cafenya bisa sepi Mba, padahal makanan dan minumannya enak-enak??"tanya Jo penasaran.
"Kami juga nggak tau Dek, malah cafe kami hampir gulung tikar!"sahut yang lainnya.
"Hmmm boleh Jo kasih usul??"tanya Jo kemudian.
"Boleh Dek!!"kata pelayan itu.
"Kenapa Kakak nggak jualan melalui online juga, coba aja Kak, bikin promo untuk menarik customer. Sekarang orang banyak malas keluar Kak, mereka lebih suka pesan lewat aplikasi nah Kakak bisa mendaftar juga di link itu. Ntar Jo bantu buat promosiin cafe Kakak!!"ujar Jo.
"Wah terima kasih usulannya ya Dek, tapi ngomong-ngomong wajah kamu kayak nggak asing ya!!"kata pelayan itu.
"Ya iyalah Kak, Jo kan langganan setia di sini sama abang-abang nya Jo."sahut Jo sumringah.
"Bukan itu, kamu Jonathan pemilik JJ Chanel itu kan??"histeris karyawan itu.
"He....he...iya Kak, ya udah ntar Kakak datang aja ke rumah Jo kita akan kerja sama buat bikin bangkit cafe ini lagi. Jo bakal menanam saham di sini sekalian jadi brand ambassador cafe ini!"kata Jo.
"Aaaa mimpi apa kita semalam, guys. Dapet hoki kayak gini!!"histeris mereka kegirangan.
Jo dibuat meringis oleh para karyawan itu.
"Ekheeeem!!"Jo berdehem agar keributan itu terhenti.
"Maaf Jo kami senang sekali, cafe ini satu-satunya penyambung hidup kami di sini. Kalau sampai tutup kami tidak tau harus bagaimana lagi!!"sendu salah satu karyawan itu.
"Sekarang jangan melow-melowan lagi. Besok langsung kita kerjakan. Datang saja ke rumah Jo sekitar jam tujuh malam. Sekarang Jo pulang dulu nanti Daddy sama Abang Jo nyariin!!"kata Jo.
"Ini pesanannya sudah selesai, Jo!!"kata pelayan yang pertama tadi.
"Ok, makasi Kakak-kakak, Abang-abang semua Jo pamit dulu!!"kata Jo.
"Kami yang berterima kasih Jo atas bantuan kamu!!!"ujar salah seorang dari mereka.
"Oh iya, ini no telp Jo. Sebelum datang telp dulu ya kak, takutnya nanti Jo lupa!!"kata Jo memberikan no telepon nya pada pelayan yang pertama tadi.
"Ok, sekali lagi makasi ya Jo!!"ujar mereka bersamaan.
"Bye.....!!"ujar Jo lalu melangkah keluar kafe.
"Masih ada ya anak muda kayak gitu, cantik, manis, baik, peduli lagi!!"ujar pelayan yang tadi melayani Jo.
"Memang langka di zaman sekarang!!"sahut temannya.
Jo melajukan motornya ke arah mansion. Capek satu kata kini yang bertengger di kepalanya.
Tak lama motor pun memasuki gerbang mansion.
Jo melihat ada dua mobil yang terparkir di halaman mansion.
"Hama dari mana lagi ini??"gerutu Jo.
Usai memarkirkan kendaraannya, Jo masuk ke dalam mansion dengan berteriak.
"Yooo Jo anaknya Daddy Kenneth pulang........!!"teriaknya hingga membuat semua orang di ruangan itu menutup telinga.
"Baby/Adek..........!!"kesal Daddy dan Kakak nya.
"Maap Jo sengaja!!" cengir Jo.
"Adek bawa apa, tumben??"tanya Dazian segera meraih paper bag yang dibawa sang adik.
"Makanan dan minuman kesukaan kita, ini milik kita. Ini milik Papa sama Papi!!"ujar Jo lalu memanggil kepala pelayan.
"Bibi Ani....!!"panggil Jo.
"Ya Nona Muda!!"jawab pelayan itu.
"Tolong berikan ini pada Papa dan Papi ya!!"ujar Jo.
"Baik Nona Muda, saya permisi!!"katanya kemudian pergi meninggalkan Jo.
__ADS_1
"Ekheeeem!!"
Jo menoleh ke arah suara deheman. Lalu memberi tatapan datar pada ke ke enam orang itu.