
Daddy Kenneth dan ke tiga Abang Jo telah pulang usai acara ulang tahun dadakan semalam. Pagi ini para taruna Taruni akan mulai mengikuti kegiatan bivak. Masing-masing kelompok akan dikirim ke dalam hutan dan harus bekerja sama dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka ditantang untuk bisa bertahan dengan apa yang ada di alam termasuk mengenali bahan alam yang bisa dikonsumsi atau tidak. Para instruktur telah memberikan ciri-ciri buah-buahan yang bisa dikonsumsi selama di dalam hutan pada setiap kelompok.
Setiap kelompok sudah mulai memasuki hutan, para senior sudah lebih dahulu memasuki area hutan, untuk mengawasi para junior mereka.
Kelompok Jo pun sudah mulai memasuki kawasan hutan. Hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari tempat yang aman untuk membuat bivak. Si kembar Sania dan Vania bertugas membersihkan area sekitar tempat yang akan digunakan untuk membangun bivak mereka. Sedangkan Jo, Butet dan Dwi mencari dedaunan dan dahan kecil yang akan digunakan sebagai atap dan tiang dari bivak mereka.
Tidak lama Jo cs kembali ke tempat mereka meninggalkan si kembar tadi.
"Kalian dapat apa saja untuk bivak kita??" tanya Vania.
"Ini ada dahan kecil ama dedaunan, ayo kita mulai ntar keburu siang panas guys!!"ujar Jo.
Mereka mulai membangun bivak mereka sambil sesekali saling menjahili. Jo terlihat sangat cekatan dalam menggunakan pisau. Teman-temannya merasa kagum dan tentu saja merasa beruntung bisa satu kelompok dengan Jo.
Lebih kurang satu jam mereka selesai membangun bivak milik mereka.
" Lapar euy, makan apa kita??"tanya Butet meringis akibat keroncongan di perutnya.
"Kita cari buah-buahan aja di sekitaran sini!!"saran Jo pada teman-temannya.
"Boleh tuh, kuylah!!"jawab Vania bersemangat.
Anggota kelompok lain melihat iri ke arah kelompok Jo yang selalu unggul dibandingkan mereka. Mereka saat ini masih saling berselisih dalam membangun bivak, sedangkan kelompok Jo sudah mulai mencari makan siang untuk mereka.
Para senior mengagumi kecekatan kelompok Jo dalam membangun bivak juga cara kepemimpinan Jo di dalam kelompoknya.
"Guys dengar nggak kayaknya ada aliran sungai dekat sini!!"ujar Jo pada teman-temannya.
"Kayaknya iya deh, kita ke sana sekalian isi persediaan air kita!!"ajak Dwi bersemangat.
"Cabut!!!"ujar Jo.
Mereka menelusuri jalan yang menurut mereka akan membawa mereka ke sungai. Dan ternyata benar, tidak jauh dari lokasi bivak mereka ada sebuah sungai dengan aliran yang tidak terlalu deras.
"Wah, airnya jernih banget guys sejuk!!"teriak Sania mainkan air sungai itu.
"Itu juga ada ikannya, gede-gede Jo!!"histeris Vania menunjuk ke sela-sela bebatuan.
"Bisa buat makan malam sekalian ini!!"sahut Jo.
"Kita nombak ikan!!"ajak Jo pada ke empat temannya.
"Kuy.....!!"jawab mereka berbarengan.
Mereka membuka seragam mereka hingga tersisa crof top dan celana short saja. Setelah Jo mengambil beberapa buah kayu yang cukup kuat dan meruncingkan ujungnya.
__ADS_1
"Nih, pake!!"kata Jo melempar kayu itu pada ke empat temannya.
Mereka mulai masuk ke sungai dan mengintai ikan-ikan yang akan menjadi mangsa mereka.
"Strike!!"teriak Jo mendapatkan seekor ikan dengan ukuran yang cukup besar.
"Gawat, kita nggak boleh kalah ini sama buketu!!"ujar Vania bersemangat dan diangguki yang lain.
Mereka tidak sadar jika kekasih mereka memperhatikan semua tingkah laku mereka dari jauh.
"Sepertinya mereka sangat bersenang-senang!!"ujar Andre melipat tangan di dadanya.
"Cewek kita ternyata anti mainstream, Dude!!"ujar Varo menggelengkan kepalanya melihat Dwi yang sangat bersemangat menombak ikan.
"Semakin menarik!!"ujar Xander singkat.
Setelah dirasa mendapat banyak ikan mereka berniat kembali ke bivak mereka. Setelah memasang kembali seragamnya para Taruni itu kembali ke bivak sambil memetik beberapa buah yang menurut mereka bisa dimakan.
Mereka kembali ke bivak hampir sore karena kelamaan bermain di sungai. Mereka melihat ke arah bivak lain. Ternyata mereka ketiduran, mungkin kecapean sehabis membangun bivak.
"Kita makan buah aja dulu sembari bikin perapian buat bakar ikan!!"titah Jo.
"Ok!!"sahut mereka kompak.
Sekarang giliran Sania dan Vania yang mencari ranting untuk bikin perapian sekalian untuk bikin api unggun untuk nanti malam.
"Ok, dah siap!!"ujar Dwi.
"Kita juga udah kelar, tinggal nunggu si kembar bawa kayu aja lagi!!"sahut Jo mendudukkan diri di depan bivak.
Tidak lama si kembar pun muncu dengan membawa kayu bakar yang mereka ikat menggunakan akar pohon.
"Kita ngidupin apinya pake apaan ya??"gumam Butet.
"Tenang, gue ada bawa korek api kayu!!"kata Sania mengeluarkan sekotan korek api kayu dari sakunya.
"Yah, basah San!!"sahut Butet ketika menerima korek api itu dari Sania.
"Sini!!"kata Jo mengambil korek api itu dari tangan Butet.
Jo meletakkan korek api itu pada ketiaknya.
"Buat apaan, Cil??"tanya Dwi heran.
"Dah lihat aja!!"tukas Jo sambil berlari-lari kecil agar suhu tubuhnya meningkat.
__ADS_1
Dua puluh menit kemudian Jo mencoba menyalakan api. Percobaan pertama gagal.
Jo kembali mencoba menyalakan api untuk yang kedua kalinya. Dan it's works.
"Daebak!!! Bocil emang nggak pernah kehabisan ide jenius di saat urgent!!"heboh Dwi.
"Dah, bakar ikannya habis itu kita makan!!"titah Jo.
Mereka saling membantu mengerjakan semuanya, hingga bau ikan bakar mereka mengganggu ketenangan perut anggota kelompok lain.
"Wangi banget, ya!!"kata Nando dengan mata setengah melek.
"Hmmmmm iya!!"sahut Al.
"Itu tu biang keroknya!!"sanggah Hendrik menunjuk ke arah bivak Jo.
"Kita cari makan jugalah, lapar gue!!"kata Rasyid.
"Kuylah, sebelum gelap kita juga harus ngumpulin kayu bakar buat nanti malam!!"tukas Sandra.
Ke lima remaja tadi berjalan ke arah bivak Jo.
"Little Sis, Lo nangkep ikan di mana??"tanya Nando.
"Lo ikutin aja jalan setapak di sana, ntar Lo bakal ketemu sungai nah tangkap dah si situ!!"ujar Jo.
"Ok, by the way bagi dong laper banget nih kita!!"ujar Al memelas.
"Nggak, enak aja Lo. Kita udah capek-capek tau nombak ni ikan!!"gerutu Dwi.
"Dah, bagi aja Dwi barang dua ekor. Itu mah banyak nggak bakal habis juga!!"kata Jo menengahi.
"Tuh dengerin!!"ujar Al.
Dengan berat hati Dwi memberikan ikan itu kepada Al. Kalau saja bukan Jo yang menyuruh Dwi pasti akan menolak mentah-mentah permintaan Al. Secara mereka sudah capek menombak ikan di sungai.
Ke lima remaja tadi makan dengan lahap, sepertinya efek kelaparan berat.
Anggota tenda lain pun mulai terbangun. Mereka pun akan mengumpulkan bekal makanan untuk mereka sebelum gelap datang.
Usai makan, kelompok Jo tertidur karena kelelahan dengan aktifitas mereka tadi. Mereka menyuruh Jo tidur di tengah karena Jo yang paling muda diantara mereka. Takut hilang alasan mereka. Xander memperhatikan ulah teman-temannya Jo yang memperlakukan Jo seperti adik kecil mereka.
Jika mereka sedang bermimpi ria, maka kelompok Taruni lainnya sedang ribut karena saling berebut buah-buahan yang ada di hutan untuk mereka petik.
Malam telah tiba, perlombaan untuk bertahan di tengah hutan pun di mulai. Dengan mengandalkan penerangan dari unggun mereka harus bertahan hingga pagi hari di bivak masing-masing, tanpa selimut, obat anti nyamuk, dan peralatan lainnya. Hanya baju yang mereka pakai itulah satu-satunya pelindung mereka.
__ADS_1
Bagi yang tidak sanggup boleh menyalakan cerawat oranye yang menandakan mereka menyerah dan berarti mereka telah kalah dalam perlombaan itu. Kita lihat siapa yang akan keluar jadi pemenang esok pagi.