
Morning sunshine..........
Pagi yang bersemangat untuk Jo. Entah kenapa pagi ini Jo merasa sangat bersemangat. Senyum manis terlukis di bibir mungilnya.
"Morning, Dad!!"sapa Jo pada Daddy Kenneth dan mencium pipi sang Daddy.
"Morning too, Baby!!"jawab Daddy Kenneth.
"Morning Dad!!"sapa Earth pada Daddy Kenneth bersamaan dengan Fabian.
"Morning, too boys!!"balas Daddy Kenneth.
"Morning, Pak Tua!!"sekarang giliran Dazian yang menyapa Daddy Kenneth.
"Hmmmmmm"jawab Daddy Kenneth yang selalu dibuat kesal oleh pemuda yang kebetulan adalah putra kandungnya itu.
"Ck, tidak adil!!"keluh Dazian mendudukkan diri di samping Jo.
"Bang, jangan menaikan suhu gunung Merapi pagi-pagi begini.!!"ujar Jo memperingati sang kakak.
"Memangnya, Pak Tua itu bisa apa Dek??"tanya Dazian malah semakin menantang Daddy Kenneth.
"Siap-siap saja uang sakumu Daddy potong!!"ujar Daddy Kenneth melihat ke arah Dazian dengan angkuh.
"Ck, selalu saja uang saku. Lihat saja nanti jika perusahaanku sudah berdiri, akan kukalahkan Leonhart Corp itu!!"tantang Dazian pada Daddy Kenneth.
"Tidak akan bisa jika semua fasilitasmu Daddy cabut terlebih dahulu!!"balas Daddy Kenneth balik mengancam Dazian yang membuat Dazian diam tanpa perlawanan. Fasilitas dicabut big no. Itu kiamat bagi seorang Dazian.
"Ehmmmm, Dad nanti sepulang sekolah Jo ada praktek menjangka peta, jadi pulangnya agak sore!!"kata Jo pada Daddy Kenneth sambil menyerahkan kertas yang berisi jadwal kegiatannya selama seminggu di sekolah.
"Apa......."kata-kata Daddy Kenneth terputus ketika Aunty Anneth masuk ke ruang makan.
"Ken, apakah kamu bisa memanggil Dokter untuk memeriksa luka-luka Clara??"tanya Aunty Anneth pada Daddy Kenneth.
"Kamu telp saja sendiri, gampang kan??"ujar Daddy Kenneth dingin.
"Tapi Clara terluka karenamu Ken, apa tidak ada sedikit saja rasa kasihanmu terhadap Clara??"tanya Aunty Anneth semakin menekan Daddy Kenneth.
"Dan apa saya harus perduli??"tanya Daddy Kenneth semakin dingin.
"Pffffy, ha.....ha......ha...."tawa Fabian dan Dazian menggema di ruang makan mendengar perkataan Daddy Kenneth.
__ADS_1
"Apa bagi kalian keadaan putriku itu sebuah lelucon yang sangat lucu hingga kalian bisa tertawa lepas seperti ini??"tanya Aunty Anneth memulai dramanya.
"Aunty Anneth yang terhormat, tidak akan ada asap jika tidak ada api. Jika putrimu itu kemarin tidak mencari masalah dengan adikku maka semua itu juga tidak akan terjadi!!"sarkas Fabian.
"Benar Bang, gue setuju Lo nanam Lo yang tuai!!"tambah Dazian yang disambut tawa lepas oleh Jo.
"Loh kok Adek ketawa sih??"jengkel Dazian pada sang adik.
"Iya lucu aja Jo banyanginnya, coba aja dia nanam singkong kan bisa dapat ubi ya nggak Bang!!'kata Jo membuat amarah Aunty Anneth memuncak.
"Anak sialan, ini semua karenamu kau tidak pantas ada di tengah keluarga Leonhart. Kau bar bar sama seperti ibumu tidak beretika.!!"bentak Aunty Anneth pada Jo.
"Ya gue bangga sama Mommy gue, bar bar boleh murahan jangan. Kalau nggak Daddy pasti nggak mau bersanding ama Mommy gue!!'tukas Jo membuat Aunty Anneth sangat kesal.
Dengan gerakan tiba-tiba tangan Aunty Anneth melayang hendak menampar Jo, namun semua itu dengan cepat dapat dipatahkan oleh Jo.
"Aghhh.......lepas anak kurang ajar!!'teriak Aunty Anneth saat Jo mengunci tangan Aunty Anneth di punggungnya.
"Belajarlah lebih baik Aunty, setelah itu baru menyerangku."ujar Jo menghempaskan tangan Aunty Anneth hingga membuatnya membentur guci.
"Jadi mengenai praktek tadi??"tanya Daddy Kenneth pada Jo.
"Jadi setiap pulang sekolah kegiatan kami akan ditambah dengan kelas komputer, praktek, bela diri dan berenang Dad, dan hanya pada hari Rabu saja Jo free dari kegiatan itu."jelas Jo pada Daddy Kenneth.
"Nggak usah Dad, kalau ada apa-apa ntar kan Jo bisa telepon Daddy atau Abang??"tolak Jo.
"Ok, sekarang ayo makan dulu!!"titah Daddy Kenneth.
Usai sarapan semuanya mulai melakukan aktifitas masing-masing. Daddy Kenneth ke kantor dan ke empat anaknya ke sekolah.
Hari ini Jo memutuskan berangkat ke sekolah menggunakan motornya. Sebab ia ingin menikmati udara pagi.
Namun ketika Jo sudah menempuh setengah perjalanan menuju sekolah, motornya tiba-tiba mogok.
"Aish, Black tolong jangan bertingkah sekarang gue bisa telat ini!!"kesal Jo memeriksa motor kesayangannya.
Karena sibuk mencari penyebab mogoknya si black Jo tidak menyadari kehadiran sebuah mobil sport di sampingnya. Seseorang keluar dari mobil itu dan menghampiri Jo.
Sebuah tepukan di bahu mengagetkan Jo.
"Puk"
__ADS_1
"Astaga....."ucap Jo kaget.
"Maaf mengagetkanmu Jo, ada apa dengan motor kamu??"tanya Xander pada Jo.
"Ais Bang Xander ini senang banget bikin Jo kaget."gerutu Jo dengan wajah memerah.
"Maaf, tadi Abang nggak sengaja lihat kamu makanya Abang berhenti."sahut Xander ikut memeriksa motor Jo.
"Sepertinya lebih baik kalau dibawa ke bengkel Jo."saran Xander pada Jo.
"Yach, gimana ini??'gumam Jo bingung.
"Yaudah sekarang kita ke sekolah dulu ntar telat.!!"kata Xander pada Jo.
"Lalu bagaimana dengan motor Jo Bang Xander??"tanya Jo lagi.
"Nanti motor kamu akan dibawa teman saya ke bengkel!!"kata Xander.
Jo menerima ajakan Xander untuk berangkat bareng ke sekolah karena ia pun tidak ingin terlambat ke sekolah. Xander membukakan pintu mobil dan menyuruh Jo untuk segera masuk.
"Jo ayo nanti kita terlambat!!"kata Xander pada Jo.
"Ehh iya Bang!!"kata Jo buru-buru masuk ke mobil Xander.
Xander pun menyusul masuk ke mobil dan memacu mobilnya ke sekolah.
"Duh ni jantung kok kumatnya selalu di saat yang nggak tepat sih!!"bathin Jo kesal dengan jantungnya yang tiba-tiba berdegub kencang.
"Jo kamu nggak apa-apa??"tanya Xander yang melihat Jo seperti sedang gelisah.
"Nggak apa-apa kok Bang."jawab Jo menutupi kegugupannya.
"Aduuuuuh kok malah makin kencang sih detaknya. Apa gue harus ke rumah sakit sekarang ya!!'bathin Jo lagi.
Xander penasaran karena melihat Jo seperti sedang kebingungan.
"Ada apa dengan Jo, kenapa dia terlihat kebingungan seperti itu??"bathin Xander yang melihat Jo melalui ekor matanya.
Tidak lama kemudian keduanya pun sampai di sekolah. Semua mata tertuju pada mobil sport yang memasuki gerbang sekolah. Setelah mobil terparkir dengan rapi terlihat seorang remaja laki-laki keluar dari mobil itu. Tatapan kagum dan mendamba terarah padanya. Namun langkah kaki pemuda itu membuat heran warga sekolah dengan apa yang akan ia lakukan. Ia melangkah ke pintu mobil pada sisi satunya dan membukakan pintu itu. Nampak seorang remaja putri keluar dari mobil itu dan semua penghuni sekolah tentu saja mengetahui siapa sosok yang baru saja keluar dari mobil itu. Dan mereka adalah Jo dan Xander. Lalu keduanya melangkah meninggalkan parkiran tanpa mengacuhkan keadaan sekitar yang tengah memandang mereka dengan begitu penasaran.
"Kalau dilihat mereka berdua sangat serasi ya??"ujar salah seorang Taruni pada temannya.
__ADS_1
"Hu um, calon bibit unggul ini mah!!"kata temannya menimpali ucapan temannya.
Tapi ada juga sebagian kecil, bahkan sangat kecil yamg memandang penuh kebencian pada pasangan yang baru saja menginjakkan kaki di sekolah itu.