
"Lanjutkan Baby!!"ujar Daddy Kenneth pada Jo.
"Kalian tidak menerima kehadiran Jo karena Jo lahir sebagai perempuan, apalagi setelah kematian Mommy kalian semakin membenci Jo. Awalnya kalian hanya sekedar acuh dan melontarkan kata-kata pedas dan hinaan pada Jo. Namun sejak kehadiran Clara, Daddy mulai main tangan pada Jo. Jo melakukan segala cara untuk menarik perhatian kalian. Malah Jo sampai menjadi pura-pura bodoh di setiap kegiatan akademik dan non akademik di sekolah dengan harapan Abang mau membantu Jo belajar. Tapi lagi hasilnya nihil kalian malah semakin membenci dan menjauh dari Jo. Hingga puncaknya ketika Jo berusia 20 tahun Jo meretas semua data yang berhubungan dengan penyebab kematian Mommy dan berniat menyerahkannya pada Daddy agar Daddy tidak membenci Jo lagi. Namun semua itu percuma Daddy marah pada Jo karena Clara mengatakan kalau Jo mengambil kalung miliknya. Saat itu emosi Daddy benar-benar tinggi karena perusahaan Mr. Choi yang memenangkan tender dari perusahaan Daddy menipu Daddy hingga rugi milyaran rupiah. Jadi Daddy melepaskan segala amarah Daddy pada Jo dengan memukuli Jo secara membabi buta dan tidak mengizinkan satu orang pun untuk memberi makan Jo kemudian mengurung Jo di gudang belakang hingga ya akhirnya pandangan Jo gelap dan terbangun kembali di tubuh Jo yang berusia tujuh tahun!!"kata Jo terisak mengingat rasa sakit yang tubuhnya rasakan di masa lalu.
Yang ada di ruangan itu terbenam dengan pikiran masing-masing. Sebegitu burukkah mereka memperlakukan Jo di masa lalu.
Apalagi Daddy Kenneth yang masih tidak menyangka ia sudah membunuh darah dagingnya secara perlahan-lahan.
"Lalu .....bagaimana dengan kami bertiga?."tanya Fabian yang masih ingin mendengar lanjutan dari cerita sang adik yang ia yakini inilah yang membuat perubahan sikap pada adiknya.
"Huffff kalian tidak sekejam Daddy kalian hanya sering melontarkan kata-kata pedas dan memaki Jo. Dan kalian juga hanya diam saat melihat Daddy menyiksa Jo."jawab Jo.
"Ternyata gue adalah Abang terburuk yang pernah ada, gue ngebiarin Daddy menyiksa adek gue hingga kehilangan nyawa. Bego banget sih gue!!"bathin ketiga Kakak Jo.
"Ketika terbangun Jo bertekad, akan meninggalkan mansion ini. Jo menganggap kesalahan terfatal yang Jo lakukan dulu adalah mengharap kasih sayang kalian dengan melakukan bermacam hal bodoh dan menolak pesan terakhir Mommy untuk mengambil alih BLUE BLOOD. Sejak saat itu Jo membuang semua hal yang berhubungan dengan kalian, harapan, bahkan nama Aurel tidak ingin lagi Jo memakainya. Jo juga menerima pesan dari Opa William untuk menggantikan Mommy. Dan Jo mulai mencari uang sendiri agar bisa segera keluar dari mansion ini. Jo meminta Papa Jacob dan Papi Dion melakukan pelatihan fisik untuk Jo sebagai persiapan diri menggantikan Mommy. Tapi yang terjadi selanjutnya di luar kendali Jo. Kalian berubah dan mulai menerima Jo. Jo tidak tau harus bagaimana. Apakah harus menerima perubahan kalian atau tetap memilih meninggalkan mansion ini untuk selama-lamanya"kata Jo makin terisak.
Semuanya diam masih terlarut dengan pikiran masing-masing. Bahkan air mata yang sudah mengalir di pipi mereka tidak mereka sadari. Kini mereka sadar yang menyebabkan bungsu Leonhart itu berubah drastis. Tapi pertanyaannya apakah masih ada kesempatan mereka untuk memperbaiki kesalahan yang begitu fatal dan apakah mereka masih pantas???
__ADS_1
Daddy Kenneth berjalan ke arah Jo, dan tiba-tiba tubuhnya luruh di depan Jo dengan air mata yang telah membanjiri matanya.
"Maafkan Daddy sayang.... jangan pernah memiliki keinginan untuk meninggalkan mansion ini apalagi meninggalkan Daddy sayang ....jangan pernah.!!"ucap Daddy Kenneth terisak sambil memeluk tubuh bungsunya.
"Maafkan Daddy, apakah kamu masih bisa memberikan Daddy satu lagi kesempatan saja untuk memperbaiki semua??"tanya Daddy yang masih setia memeluk tubuh Jo.
"Bukankah kesempatan itu kini yang sudah Jo berikan pada Daddy??"tanya Jo pada Daddy Kenneth.
"Maafkan Daddy..... maafkan Daddy sayang...."Isak Daddy Kenneth masih memeluk Jo.
"Adek maafkan Abang juga, Abang udah jadi Abang yang buruk nggak bisa jagain kamu!!"tutur Fabian berurai air mata.
Earth hanya menangis dalam diam sambil terus menatap sang adik. Sakit. Itulah satu-satunya hal yang hatinya rasakan saat ini. Sakit mendengar cerita betapa menderitanya sang adik. Sakit karena ia menjadi kakak yang tidak mampu menjadi tameng untuk setiap rasa sakit yang adiknya terima. Dia adalah Kakak yang sangat tidak berguna, begitu pikirnya.
Jo melihat ke arah Earth, dia paham walaupun Earth terlihat begitu dingin untuk orang lain tapi tidak untuknya. Diantara ketiga kakaknya Earth lah yang memiliki perasaan paling peka terhadap keadaannya.
"Bang Earth....."panggil Jo.
__ADS_1
Perlahan Earth mendekat pada Jo, dia langsung mengungkung tubuh si bungsu.
"Maafkan Abang!!"bisiknya pada sang adik. Dan Jo tersenyum ke arah Earth sebagai tanda ia telah memaafkan kesalahan sang Kakak.
"Apa kalian percaya dengan yang Jo ceritakan??"tanya Jo pada keluarganya.
"Tentu Daddy percaya sayang, melihat semua perubahan sikapmu dulu membuat Daddy cepat tersadar sebelum melakukan kesalahan yang lebih fatal. Daddy bersyukur diberi kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan yang telah Daddy lakukan dulu. Dan tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya."tutur Daddy Kenneth menghapus sisa air mata di pipi gembul milik Jo dan mengecup kening si bungsu.
"Kita akan sama-sama memperbaiki kesalahan kita, membuka lembaran baru. Dan melindungi satu-satunya Princess milik Leonhart!!"tambah Fabian mengelus lembut pucuk kepala Jo.
Dazian semakin memonopoli sang adik membuat Daddy Kenneth mulai meradang. Sedangkan yang lainnya hanya bisa tersenyum melihat kedua rival itu dalam memperebutkan Jo. Ada kelegaan di hati Jo. Bebannya sirna sudah, Jo siap menyambut apa pun yang akan terjadi di masa depan apalagi sekarang ia telah memastikan kalau semua keluarganya benar-benar telah menerima kehadirannya. No more pain no again.
"Tapi tunggu, tadi kamu bilang kalau perusahaan Daddy ditipu oleh Mr. Choi??"tanya Daddy Kenneth baru ingat dengan kejadian beberapa hari yang lalu di perusahaannya.
"Iya, Dad ketika melihat salah satu nama di proposal itu tertera nama CHOI COMP, Jo ingat sebelum memukuli Jo Daddy baru saja menerima telepon dari sektretaris Daddy yang mengatakan kalau perusahaan mengalami kerugian yang besar. Dan Daddy menyebut nama Mr. Choi. Makanya ketika melihat proposal milik CHOI COMP Jo langsung ingat kalau dia salah satu yang menjadi penyebab kematian Jo. Jo ingin agar Daddy menggugurkan CHOI COMP dalam tender itu, tapi rasanya akan janggal jika Jo meminta begitu saja. Tapi setelah Jo baca lagi proposalnya dan mengikuti meeting dengan Daddy Jo mendapatkan kesalahannya hingga bisa menolak pengajuan tendernya."jelas Jo pada keluarganya.
"Bagaimana pun hanya seorang Leonhart yang memiliki ketelitian seperti itu Baby!!"puji Daddy Kenneth pada Jo.
__ADS_1
"Dan berkat itu juga perusahaan kita terselamatkan!!"kata Dazian dan diangguki yang lainnya.
Kemudian mereka berbincang hal-hal kecil lainnya hingga kelimanya tertidur di ruang kerja Daddy Kenneth.