
Semua orang telah meninggalkan mansion untuk melakukan aktivitas masing-masing. Sekarang hanya tinggal Jo dan juga dua wanita rubah.
"Sekarang saatnya kau membayar apa yang telah kau lakukan padaku kemarin, anak sialan!!"kata Aunty Anneth mencoba mengintimidasi Jo.
"Lo lihat kan bokap lo ngizinin gue buat ngehukum Lo Jo."kata Clara tersenyum manis.
"Ha ....ha.....ha.....lawak Lo berdua, suka gue."ujar Jo tertawa dengan kerasnya.
Aunty Anneth dan Clara saling tatap bingung kenapa Jo tidak merasa takut sama sekali dengan gertakan mereka.
Clara menjambak rambut Jo, namun Jo tidak mengeluarkan ekspresi apapun sama sekali. Karena kesal dengan permainan Clara yang tidak menantang sama sekali kini giliran Jo yang mengambil alih permainan. Jo memukul tengkuk Clara hingga yang bersangkutan terkapar tidak berdaya.
"Kau, baj*ngan kecil berani menyakiti putriku!!"pekik Aunty Anneth melihat Clara yang sudah terkapar.
"Ssstt, tenang giliran Lo bakalan datang, sa....bar!!"ujar Jo meletakkan telunjuknya di bibir Aunty Anneth kemudian ditepis kasar oleh Aunty Anneth.
"Ck ...ck sepertinya kau menyukai permainan kasar ya rubah!!"kata Jo tersenyum smirk.
Dalam sekali gerakan Jo juga memukul tengkuk Aunty Anneth hingga Aunty Anneth pun sekarang pingsan.
"Nah....begini kan aman, nggak pengeng kuping gue"ujar Jo.
Jo kemudian pergi ke ruang penyiksaan milik Daddy Kenneth. Ia mengambil dua borgol di sana. Lalu pergi ke mansion para bodyguard.
"Pi....."teriak Jo mencari Papi Dion.
"Girl bisakah sekali saja tidak berteriak sayang. Papi tidak tuli!!"geram Papi Dion mendengar teriakan Jo yang menggema di mansion bodyguard. Untung saja mereka hormat padamu Jo, kalau tidak ntahlah.....
"He...he...maaf Pi maaaaffff"ujar Jo menunjukkan dua jarinya.
"Ada apa hmmm?"tanya Papi Dion.
"Tolong carikan pemberat Pi dan bawakan ke kolam renang!!"kata Jo pada Papi Dion.
"Untuk apa??"tanya Papi Dion curiga.
"Ingin memberi pelajaran berenang untuk rubah!!"kata Jo cengengesan.
"Baiklah, tunggu saja di kolam renang!!"ujar Papi Dion.
Jo kembali ke ruang keluarga, dan kedua rubah mainannya masih tertidur pulas. Jo menggeret tubuh kedua rubah itu satu persatu menuju kolam renang, lalu memasangkan borgol pada kaki masing-masing rubah itu. Tidak lama Papi Dion dan dua orang bodyguard datang membawa pemberat yang Jo minta.
"Apa yang akan kau lakukan, Girl??"tanya Papi Dion penasaran.
"Papi tonton saja semoga Papi terhibur!!"kata Jo mengaitkan tali pada borgol dan juga pemberat.
"Ok, selesai kita tunggu putri tidurnya bangun!!"kata Jo sambil memercikkan air ke wajah dua wanita itu.
Keduanya mengerjapkan mata mereka karena silau terkena cahaya matahari.
"Ohh sudah bangun rupanya. Mari belajar berenang sayang!!"kata Jo tersenyum tipis.
"Paman bodyguard tolong lempar mereka kedua ke kolam renang sekalian dengan pemberat itu.!!"kata Jo pada kedua bodyguard tadi.
__ADS_1
"Jangan berani menyentuhku!!"kata Aunty Anneth menjauhkan diri dari kedua bodyguard itu.
"Lo nggak waras lepasin gue!!"kata Clara mencoba melepas borgol dari kakinya.
Tapi.........
"Byuuuuur"
Tubuh keduanya sudah dilemparkan ke tengah kolam renang. Dan mereka kesulitan untuk keluar dari kolam renang karena Jo mengikatkan kaki mereka dengan pemberat.
"Keluarin gue anj*ng!!"teriak Clara meringis kesakitan karena borgol yang terpasang pada sebelah kakinya yang dikaitkan pada pemberat di dasar kolam renang.
"Ken akan menghukummu lebih berat dari ini, anak sialan!!!"teriak Aunty Anneth dari dalam kolam renang sambil terus meronta agar kakinya terlepas dari borgol yang menyiksa itu.
"Ya...ya...ya...lebih baik dari pada mengoceh kau berusaha untuk melepaskan diri dari borgol itu sebelum matahari mencapai puncaknya.!!"kata Jo tersenyum.
"Uncle...jaga mereka berdua jangan sampai lepas, nanti Jo akan menghubungi Uncle jika sudah waktunya membebaskan mereka!!"kata Jo.
"Baik, Nona Muda"sahut kedua bodyguard itu.
"Sepertinya jiwa psykopatmu mulai terbentuk Jo!!"kata Papi Dion melihat Jo.
"Pi Jo mau ke sekolah mengambil seragam dan perlengkapan sekolah lainnya!!"kata Jo.
"Apa kau ingin diantar Jo???"tanya Papi Dion.
"Tidak usah Pi, Jo sendiri saja lagian Papi bantuin jaga Mak sama anak Dugong itu!!"tunjuk Jo ke arah Aunty Anneth dan Clara.
Jo bersiap lalu mengambil motornya di garasi.
"Kangen banget gue ama Lo, Black"ucap Jo mengusap motor sport kesayangannya kemudian memasang helm full face yang berwarna senada dengan warna motornya.
Jo bergegas ke sekolah agar tidak terlambat mengambil perlengkapan sekolah.
"Udah lama nggak motoran, enak banget."kata Jo menikmati perjalanan ke sekolah.
Beberapa saat setelah itu sebuah motor sport hitam memasuki area sebuah sekolah. Kedatangan motor itu cukup menyita perhatian warga sekolah. Siapa kira-kira pemilik motor sports dengan harga fantastis itu.
Jo memarkirkan motornya bersama motor lainnya. Kemudian melangkah menuju ruang tata usaha untuk mengambil perlengkapan sekolahnya.
"Hai Jo,"sapa Nando teman satu jurusan Jo.
"Hai juga udah ambil seragam Lo??"tanya Jo.
"Nih mau ambil yok gabung sama yang lain di sana!!"menunjuk ke arah sebuah taman yang terletak di dekat ruang tata usaha.
"Hai Jo"sapa teman-teman Jo yang lain.
"Oh hai..."kata Jo lalu bergabung bersama mereka.
"Gila motor Lo keren banget Jo."puji Hendri.
"Biasa aja kok!!"kata Jo tersenyum.
__ADS_1
"Tumben Lo nggak dianterin bokap atau Abang Lo??"tanya Sandra.
"Bokap ama Abang gue udah berangkat tadi pagi, so gue berangkat sendiri deh!!'jawab Jo.
Mereka terus melanjutkan obrolan ringan mereka. Sedangkan Jo saat ini memeriksa cctv di rumahnya untuk melihat keadaan kedua rubah yang sedang belajar berenang sesekali Jo tersenyum melihat perjuangan kedua rubah itu untuk melepaskan diri.
"Ini baru awal, Pembunuh!!"bathin Jo.
"Mom, Clara nggak sanggup lagi. Clara bisa tenggelam karena kecapekan Mom!!"keluh Clara.
"Mommy tau tapi bagaimana cara melepaskan borgol sialan ini, mereka sama sekali tidak mengacuhkan kita!!"kata Aunty Anneth yang terlihat sudah sangat lelah karena berusaha agar tetap mengapung dari tadi.
"Lihat saja nanti kita akan membalas anak sialan itu berkali-kali lipat dari ini!!"kesal Aunty Anneth.
Ini sudah lewat tengah hari, tapi belum ada tanda-tanda dari Jo agar para bodyguard itu melepaskan Aunty Anneth. Hingga ketiga Kakak Jo pulang sekolah.
"Adek ke mana ya??"tanya Dazian celingak celinguk mencari Jo.
"Ntahlah coba telpon Daz!!"kata Fabian pada adik kembarnya.
Dazian mengeluarkan handphonenya dari saku lalu mencari kontak Jo dan menghubunginya.
"Hallo, adek di mana??"
"..........."
"Ya udah, kalau udah selesai cepat pulang!!"
"..........."
"Hah.....benarkah!!"
".........."
"Ok Abang tutup dulu, adek cepat pulang ingat hukuman Daddy tadi pagi"
"........."
"Apa kata Adek??"tanya Fabian.
"Dia masih di sekolah Bang tapi kata Adek tadi di kolam renang ada hiburan. Gue penasaran Bang lihat yok!!"kata Dazian merangkul bahu sang kakak.
Ketika si kembar hendak menuju kolam renang, langkah mereka terhenti karena panggilan dari Earth yang juga baru pulang sekolah.
"Mau ke mana kalian??"tanya Earth curiga dengan gelagat kedua adiknya itu.
"Udah Bang ikut aja dulu...."kata Fabian menarik tangan Earth agar mengikuti mereka.
Sesampai di kolam renang......
"What the f*ck....."
"Ha.......ha......ha......"
__ADS_1