
Daddy Kenneth mengajak bungsu untuk makan siang di sebuah mall, hari ini ia ingin menghabiskan waktu dengan putri kecilnya tanpa gangguan dari tiga singa muda lainnya.
"Dad, kenapa kita nggak makan siang di kantin perusahaan aja??"tanya Jo pada Daddy Kenneth.
"Daddy hari ini ingin menghabiskan waktu dengan calon pemimpin masa depan LEONHART CORP !!"kata Daddy Kenneth mengacak-acak rambut Jo dan disambut kekehan oleh Jo.
"Tapi Dad kenapa kita nggak ajak Abang sekalian, ini kan bentar lagi Abang pulang dari sekolah??"tanya Jo.
"No, ini me time Daddy sama putri kesayangan Daddy, Daddy nggak ingin diganggu oleh tiga singa muda itu!!"omel Daddy menggiring sang putri masuk ke salah satu food court yang ada di mall itu.
"Iyain deh,"ujar Jo menggoda Daddy Kenneth dan dihadiahi pelototan oleh sang Daddy.
"Baby mau makan apa???" tanya Daddy Kenneth melihat-lihat menu di hadapannya.
"Hmmm carbonara pasta sama green tea frappuccino."kata Jo memainkan handphonenya.
Daddy Kenneth memesan makanan yang Jo inginkan, sambil menunggu pesanan mereka datang, Daddy Kenneth ingin mengambil beberapa foto mereka berdua dan mengirimkannya pada Dazian.
"Daddy ngapain senyum-senyum sendiri??"tanya Jo dengan tatapan curiga.
"Baby, ayo kita ambil beberapa foto dan mengirimkannya pada Dazian!!"kata Daddy Kenneth penuh semangat.
"Daddy kalau cari masalah sama Abang semangat ya??"kata Jo terkekeh.
Mereka mengambil beberapa foto, kemudian mengirimkan foto itu pada Dazian dengan dibubuhi kalimat "me time with young lion".
"Dad, nanti kalau Abang ngamuk Jo nggak ikut-ikutan ya...."ujar Jo.
"Baby tenang saja, kalau Kakakmu mengamuk Daddy sita semua fasilitasnya."kata Daddy Kenneth meyakinkan Jo.
Benar saja tidak lama kemudian bunyi notifikasi di handphone terdengar.
Tawa Daddy Kenneth meledak melihat pesan yang masuk ke handphonenya.
"Kenapa Dad???"tanya Jo penasaran.
Daddy Kenneth memperlihatkan pesan dari Dazian, yang membuat Jo juga ikut tertawa.
"Nanti kita lanjutkan, sekarang kita makan dulu nanti anak Daddy kurus."kata Daddy Kenneth sedangkan Jo memutar bola mata malasnya mendengar perkataan Daddy Kenneth.
Keduanya menyantap makan siang yang telah terhidang di atas meja.
Tapi di mansion Leonhart.........
"Aaaaaaa Pak Tua.......aku akan membalas mu!!!!!"teriak Dazian menggelegar di mansion.
Teriakan Dazian mengagetkan penghuni mansion. Terutama Earth dan Fabian.
"Ada apa kau berteriak-teriak, bodoh???"bentak Fabian pada Dazian.
Dazian yang dalam mode panas tinggi melemparkan handphonenya ke arah Fabian. Fabian menerima handphone Dazian, kemudian menscroll layarnya perlahan-lahan tak lama emosi Fabian pun membuncah.
"Awas akan ku balas nanti, Dad!!!"ujar Fabian.
"Ada apa dengan kalian berdua, hah??"kini Earth yang membentak keduanya.
__ADS_1
Fabian pun memberikan handphone milik Dazian pada Earth.
"Ck, menyebalkan!!!"ketus Earth kemudian mengembalikan handphone milik Dazian kemudian kembali ke kamarnya dengan perasaan dongkol.
Back to father and his dougther........
" Baby sekarang mau ke mana lagi??"tanya Daddy Kenneth.
"Hmmmmm ke time zone, Dad!!"ujar Jo dan diangguki oleh Daddy Kenneth.
Ayah dan putrinya itu menghabiskan hari hingga lupa waktu. Daddy Kenneth menemani Jo memainkan semua permainan yang ada di arena time zone. Ada kebahagiaan tersendiri yang Daddy Kenneth rasakan bisa menghabiskan waktu bersama dengan si bungsu, apalagi tanpa gangguan trio bujangnya.
Jam enam sore barulah keduanya kembali ke mansion. Jo membawa banyak hadiah hasil bermain di time zone bersama dengan Daddy Kenneth.
"Baby, segera bersih-bersih!!"titah Daddy Kenneth pada Jo.
"Carrion, Sir!!"jawab Jo terkekeh kemudian kabur meninggalkan Daddy Kenneth.
Hingga Jo masuk ke ruang keluarga, Jo merasakan aura intimidasi yang kuat. Siapa lagi pelakunya kalau bukan ketiga kakaknya.
Jo hanya nyengir melihat tatapan tajam dari ketiga kakaknya.
"Hhai...... Abang!!"kata Jo melambaikan tangannya.
Sedangkan Aunty Anneth dan Clara menatap kesal ke arah Jo. Apalagi melihat banyak hadiah dan paper bag di kedua tangan Jo.
"Jo kenapa kamu menyuruh Clara pulang sendirian dan kamu pergi bersenang-senang??"tanya Aunty Anneth.
Ketiga Kakak Jo menatap sinis ke arah Aunty Anneth dan Clara.
Ketiga Kakak Jo memandang sinis ke arah Aunty Anneth dan Clara.
"Lo sehari aja nggak bikin ribut bisa nggak?? Udah tua juga masih aja otaknya nggak dipake."gerutu Dazian meninggalkan ruang keluarga dan disusul kedua saudaranya.
"Sialan!!"umpat Aunty Anneth.
"Oh ayolah rubah, jangan mengumpat ini baru sesi pemanasan"bathin seseorang yang memperhatikan semua yang terjadi sedari tadi.
"Adek.....!!"rengek Dazian.
"Apa an sih Bang??"tanya Jo menoel-noel pipi Dazian.
"Kok Adek pergi nggak ngajak-ngajak kita??"tanya Dazian ngambek.
"Itu...itu ..a. Abang tanya aja sama Daddy ya, Jo mau siapin perlengkapan buat dibawa besok ke sekolah ya Abang!!"ujar Jo.
"Kita kemusuhan!!"delik Dazian masih on ngambek kode.
"Yah....yah .tu kan ngambek. Ini mah gara-gara Daddy, harus tanggung jawab Daddy nih. Gawat kalau ketiga maung mengamuk.."dumel Jo.
"Oo iya besok kan harus bawa karet p*nt*l sepeda ya. Tapi belum ada gimana nih. Aah tanya Daddy aja!!"gumam Jo berlari menuju kamar Daddy Kenneth.
"Dad..... dad......!!"panggil Jo berteriak di kamar Daddy Kenneth.
Pintu kamar Daddy Kenneth terbuka disertai pelototan Daddy Kenneth karena teriakan Jo.
__ADS_1
"Baby.....kamu berlari dan berteriak di mansion??"tanya Daddy Kenneth.
"I'm sorry Dad, tapi ini urgent Jo belum punya karet p*nt*l yang harus dibawa ke sekolah"ujar Jo panik.
"Udah ngapain panik tinggal bilang sama Papa atau Papi kamu Baby, minta tolong belikan"ujar Daddy Kenneth.
"Oh iya, kok nggak kepikiran ya??"gumam Jo melongos pergi dan Daddy Kenneth dibuat geleng-geleng kepala melihat tingkah si bungsu.
Jo segera mencari Papa Jacob meminta tolong membelikan apa yang ia butuhkan, kemudian ia kembali ke kamarnya untuk mandi, karena sebentar lagi jam makan malam.
Semua penghuni mansion telah selesai makan malam. Tanpa terkecuali mereka berkumpul di ruang keluarga masih dengan ketiga Kakak Jo yang dalam mode ngambek.
"Jo ini barang yang kamu minta!!"ujar Papa Jacob memberikan pesanan Jo.
"Makasi Pa, Papa sama Papi udah makan malam belom??"tanya Jo pada Papa Jacob.
"Sudah, kami sudah makan malam. Papa keluar dulu masih ada urusan dengan papimu."kata Papa Jacob.
"Tuan Kenneth saya permisi!!"kata Papa Jacob dan diangguki oleh Daddy Kenneth.
"Dad, kenapa tadi nggak ngajak kita hang out bareng??"tanya Fabian protes pada Daddy Kenneth.
"Daddy lagi merayakan sesuatu dengan adik kalian!"tutur Daddy Kenneth.
"Ngerayain apa, Dad??"tanya Earth penasaran.
"Merayakan keberhasilan Baby menyelematkan perusahaan dari kerugian besar."jawab Daddy Kenneth.
"That's mean??"tanya Earth tambah penasaran.
"Adik kalian tadi ikut meeting bersama Daddy, meeting tender proyek bernilai milyaran rupiah. Berkat ketelitian adik kalian perusahaan kita terselamatkan dari kerugian besar yang akan menimpa perusahaan kita"sahut Daddy Kenneth bangga.
"Sialan!!!"bathin Aunty Anneth.
"Berarti adek udah cocok jadi pengganti Daddy di perusahaan!!"tutur Earth bangga.
"Betul..betul..betul"sahut Dazian.
"Tapi kenapa kalian menyuruh Clara pulang sendirian?? Sedangkan kalian berdua bersenang-senang!!"tanya Aunty Anneth kesal.
"Astaga Aunty dengar ya, ketiga Abang gue aja nggak diajak ama Daddy apalagi anak Lo yang di sini berstatus NO BODY dan lagi nggak ada yang nyuruh dia pulang. Dia nya aja yang cabut sendiri tanpa ngomong Ama kita lagi.!!"ujar Jo menekan kata no body pada Aunty Anneth.
"Ken, kenapa Clara tidak diperkenalkan juga pada karyawan di perusahaanmu?"tanya Aunty Anneth.
"Udahlah jangan bikin kepala Daddy gue pusing, Lo amnesia apa ngehalu sih. Lo ama Clara itu bukan siapa-siapa, masih untung Daddy mau nampung Lo ama anak Lo di mansion ini. Jadi jangan mencoba sok berkuasa di sini!!!"bentak Dazian.
Daddy Kenneth tidak mengacuhkan apapun ocehan Aunty Anneth. Dia tetap sibuk dengan laptop di pangkuannya.
"Baby, take a rest!! Besok kegiatan kamu full tiga hari penuh."titah Daddy Kenneth pada Jo.
"Yes dad, Gute Nacht"ujar Jo mencium pipi Daddy Kenneth.
"Gute Nacht, Baby sleep well!!!"ujar Daddy Kenneth.
Jo meluncur ke kamarnya karena ia pun cukup merasa lelah sehari ini.
__ADS_1