Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Kami bukan Pelayan


__ADS_3

Sebuah mobil mewah memasuki sebuah mansion nan megah. Sang pemilik mobil melesat meninggalkan mobil kemudian bergegas memasuki mansion.


Ketika laki-laki itu melewati ruang makan ia menautkan kedua alisnya saat melihat dua orang wanita duduk dengan wajah pucat di meja makan.


"Ken, kau sudah pulang??"tanya wanita yang tadi duduk dengan wajah pucat di meja makan.


"Ada apa dengan kalian??"tanya Daddy Kenneth penasaran.


"Jo kembali berulah, hampir seharian dia mengikat kami di kolam renang, dan sekarang kami kelaparan karena seharian ini belum makan!!"adu Aunty Anneth pada Daddy Kenneth. Yap, wanita yang yang duduk di meja makan itu adalah Aunty Anneth dan putri tercintanya Clara.


"Jika lapar tinggal makan, apa susahnya??"tanya Daddy Kenneth.


"Tidak ada makanan, Ken. Para maid juga tidak ada!!"keluh Aunty Anneth lagi.


"Masaklah sesuatu untuk kau makan!!"titah Daddy Kenneth.


"Itu....apa...itu...aku tidak bisa memasak Ken!!"ujar Aunty Anneth menahan malu.


"Hufff aku tidak bisa apa-apa, aku lelah!!"kata Daddy Kenneth meninggalkan Aunty Anneth di ruang makan.


"Kurang ajar dia mengabaikan keadaanku begitu saja, awas kau anak j*l*ng......."teriak Aunty Anneth frustasi.


"Mom, aku benar-benar tidak kuat lagi, lambungku perih Mom!!"kata Clara memegang perutnya.


"Mommy juga bingung sekarang, apa yang harus Mommy lakukan???"ujar Aunty Anneth kesal apalagi kini ia didera rasa lapar yang amat sangat.


"Ke mana anak-anak nakal itu??"gumam Daddy Kenneth mencari keberadaan putra putrinya di kamar mereka masing-masing


"Apa mereka belum selesai juga membersihkan ruang kerjaku??"tanya Daddy Kenneth pada dirinya sendiri.


Ia pun turun dan melangkah ke ruang kerjanya.


"Ceklek....."


"Anak-anak ini........"senyum Daddy Kenneth melihat anak-anaknya yang tidur bergelimpangan. Jo yang tertidur di karpet bersama Dazian. Earth yang tertidur di meja kerja dan Fabian yang tertidur di sofa.


"Guys, bangun......!!!"kata Daddy Kenneth membangunkan anak-anaknya.


"Eunghhhhh"


Terdengar lenguhan dari Fabian menggeliatkan badannya.


"Dad, kau sudah pulang??"tanya Fabian.


"Bangunkan saudaramu Son, kita akan makan malam di luar!!"titah Daddy Kenneth pada Fabian.


"Ok Dad"sahut Fabian bersemangat.


Fabian membangunkan ketiga saudaranya, dan seperti biasa Jo adalah yang paling sulit untuk dibangunkan.

__ADS_1


"Adek, ayo bangun!! Kita makan malam di luar"kata Fabian pada sang adik.


"Iya, iya..... Abang cerewet"ketus Jo bangun lalu melangkah dengan gontai menuju kamarnya untuk bersiap-siap.


Jo melihat sekeliling namun ia tidak menemukan keberadaan Aunty Anneth dan Clara lalu Jo mengangkat kedua bahunya.


"Bodo amat!!"kata Jo meneruskan langkahnya menuju kamar.


Tiga puluh menit kemudian semuanya selesai bersiap.


"Semua siap??"kata Daddy Kenneth.


"Ready, Dad!!"ujar mereka.


"Tunggu Dad!!!"kata Jo yang berlari ke arah kamar kepala pelayan dan memanggilnya.


"Bibi Marie......"teriak Jo.


"Ya, Nona Muda ada apa??"tanya kepala pelayan itu pada Jo.


"Hmm kami mau makan malam di luar, jika kedua wanita itu menyuruh kalian memasak, masakin aja sayur ama tempe dan untuk untuk kalian dan para bodyguard masaklah seperti biasa!!"titah Jo.


"Hmmm tentu Nona Muda, sesuai keinginan Anda!!"kata kepala pelayan menunduk hormat dan sedikit tersenyum dengan perintah yang ia terima.


"Baiklah Jo pergi dulu, ya!!"kata Jo berlari ke tempat Daddy Kenneth dan para abangnya menunggu.


"Hati-hati Nona Muda!!"kata Marie melihat Jo yang menghilang di balik pintu mansion.


"Ada apa Baby??? Kamu terlihat begitu bersemangat??"tanya Daddy Kenneth curiga dengan tingkah si bungsu.


"Nanti Jo ceritakan di mobil!!"kata Jo menarik tangan Daddy Kenneth menuju mobil.


Ke limanya segera menaiki mobil dan meluncur menuju restoran langganan mereka.


"Jadi Baby apa yang tadi membuatmu begitu bersemangat dan bahagia??"tanya Daddy Kenneth penasaran.


"Hanya memberi tau Bibi Marie kalau kita akan makan malam di luar??"jawab Jo tersenyum.


"Abang tidak yakin jika hanya itu yang kamu katakan Dek!!"sahut Fabian menatap si bungsu penuh curiga.


"Hmmm bilang nggak ya??"kata Jo memancing kegemasan trio singa lainnya.


Gemas tidak mendapat jawaban dari Jo, Dazian dan Fabian menggelitik Jo.


"Ampun Bang geli hentikan!!"pinta Jo.


"Boys, cukup!!"tegur Daddy Kenneth.


"Okeh.....okeh. Jo nyerah, jadi.....tadi Jo bilang sama Bibi Marie kalau kita akan makan malam di luar. Dan nanti jika dua rubah itu menyuruh mereka memasak untuk mereka maka Jo menyuruh mereka memasak sayur dan tempe saja. Namun untuk para maid dan bodyguard Jo menyuruh mereka memasak seperti biasa!!"jelas Jo pada semua lelaki Leonhart itu.

__ADS_1


"Abang, yakin kedua rubah itu akan mengamuk pada para maid nanti!!"kata Fabian diangguki Dazian.


"Bagus kalau mengamuk Jo jadi punya alasan lagi menghukum mereka."kata Jo nyengir. Bisa ae Lo Jo.


"Lagi??"tanya Daddy Kenneth dengan dahi mengkerut.


"Iya Dad, bungsumu itu tadi mengikat kedua rubah itu di kolam renang hampir seharian!!"kata Fabian sambil tertawa.


"Untung nggak jadi ikan asin tu duo Dugong"tambah Dazian.


"Oh ternyata itu yang dia adukan pada Daddy tadi!!"kata Daddy Kenneth mengangguk-angguk.


"Oooo jadi dia mengadu lagi??"tanya Jo.


"Hmmmmm begitulah!!"kata Daddy Kenneth terkekeh.


"Bermainlah sepuas kalian singa kecilku...."bathin Daddy Kenneth tersenyum tipis.


Mereka pun sampai di restoran langganan. Jo dan Dazian lebih dahulu memasuki restoran sedangkan ketiga laki-laki lainnya hanya menggeleng-geleng melihat tingkah keduanya .


"Selalulah tersenyum adik Abang!!"bathin Earth dan Fabian.


"Daddy akan selalu menjaga senyum kalian, apalagi kamu Baby!!"bathin Daddy Kenneth.


Sementara itu.......


Aunty Anneth dan Clara bergegas ke ruang makan karena ini telah masuk jam makan malam. Keduanya segera duduk dengan manis karena tidak sabar ingin mengisi perutnya yang telah keroncongan dari tadi siang. Para maid pun menghidangkan makan malam untuk kedua rubah itu.


"Heh, pelayan kenapa cuma ini yang kalian hidangkan. Kalian kira kami sama dengan kalian cuma makan dengan ini?? Kami bukan Pelayan ingat itu!!"bentak Clara pada maid yang menghidangkan makanan.


"Maaf Nona, yang bisa dimasak cuma ini. Dan lagi Tuan Besar dan anak-anaknya makan malam di luar!!!"kata maid itu kemudian melongos pergi begitu saja.


"Kurang ajar, brengsek...."umpat Clara.


"Mom, masa kita hanya makan dengan ini, aku nggak mau Mom!!"rengek Clara.


"Clara, makan saja dulu sayang. Kita sudah seharian tidak makan. Nanti kita pikirkan lagi cara untuk membalas mereka semua."bujuk Aunty Anneth pada Clara.


"Kalau begini terus lebih baik kita pergi saja dari mansion ini, Mom!!"kata Clara yang tidak sanggup lagi untuk bertahan di mansion itu.


"Jangan manja, kita sudah susah payah menyusun rencana agar bisa masuk ke mansion ini. Jika kita keluar begitu saja Daddymu bisa murka pada kita, dan perjuangan kita selama ini akan sia-sia saja!"jelas Aunty Anneth panjang kali lebar.


"Tapi Mom, para lelaki Leonhart itu sulit untuk ditaklukkan apalagi jika ada j*l*ng sial*n itu bersama mereka"kata Clara lagi.


"Cobalah menjadi kuat sedikit saja Clara!! Jo saja yang lebih kecil darimu bisa sangat kuat!!"bentak Aunty Anneth pada Clara.


"Jangan menjadikanku bahan perbandingan dengan anak bodoh itu, Mom!!"Clara balas membentak Aunty Anneth.


"Ok, maafkan Mommy sayang!"kata Aunty Anneth mencoba menenangkan Clara.

__ADS_1


"Sekarang kita makan dulu!!"bujuk Aunty Anneth.


"Ya, teruslah bersabar dengan setiap permainannya!!!"bathin seseorang yang mengintip kedua rubah itu.


__ADS_2