Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Hari Pertama di Sekolah


__ADS_3

"Mom, ini sudah sangat keterlaluan aku nggak sanggup lagi Mom!!"ujar Clara meringis memegang dahinya yang bocor akibat terkena lemparan gelas dari Earth.


"Clara, dengarkan Mommy jika kita keluar dari sini apa kamu sanggup menghadapi hukuman dari Daddymu?? Hukumannya akan lebih sakit dan berat dari ini sayang. Lagi pula nanti ketika kita telah berhasil menguasai semua milik Kenneth Leonhart dan juga BLUE BLOOD keluarga dan mafia kita akan berada di urutan pertama. Setelah itu semuanya akan tunduk kepada kita!!"kata Aunty Anneth menjelaskan pada Clara.


"Tapi jika terus terluka seperti ini Clara nggak kuat Mom!!"rengek Clara lagi.


"Mommy akan menjagamu!!"kata Aunty Anneth meyakinkan Clara.


"Hufffff baiklah!!"kata Clara mengangguk lemah mengiyakan perkataan Aunty Anneth.


SMK PELAYARAN JALA BUANA tempat Jo bersekolah dihebohkan dengan kedatangan sebuah mobil sports mewah ke lingkungan sekolah. Setelah memarkirkan mobilnya, Jo segera keluar dari mobil dan berjalan santai menuju kelasnya. Tatapan kagum, gemas, iri bin benci melayang pada Jo. Namun bukan seorang Jo namanya jika akan acuh dengan semua tatapan itu.


Jo memasuki kelasnya terlihat beberapa teman yang sudah ia kenal ketika masa ospek dulu telah datang lebih dahulu.


"Pagi, Jo..."sapa Nando.


"Pagi juga.."kata Jo mendudukkan diri di bangkunya.


Tiba-tiba kelas jadi heboh karena kedatangan Sandra.


"Wesss, keren teman gue mobilnya keluaran terbaru cuy."puji Sandra pada Jo.


"Biasa aja guys, jangan berlebihan!!"kata Jo merendah.


Sebenarnya Jo tidak ingin memakai mobil itu hanya saja Jo tidak ingin membuat Daddy Kenneth bersedih karena terlalu sering menolak pemberiannya. Jika ditolak Jo merasa seperti menghalangi kebahagiaan sang Daddy untuk dekat dengannya. Tapi ya sebagai akibatnya ia akan jadi bulan-bulanan temannya seperti sekarang. Hal yang Jo benci. Kayak makan buah simalakama.


"Tapi gue salut ama Lo Jo, Lo masih mau temenan ama kita yang notebenenya dari perekonomian jauh dari keluarga Lo. Gue bangga jadi teman Lo Jo!!"ujar Butet tersenyum pada Jo.


"Thanks juga kalian mau berteman ama gue."ujar Jo balas tersenyum melihat teman-temannya satu persatu.


Bel masuk pun berbunyi. Semua Taruna/I melakukan apel pagi sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.


Apel dipimpin oleh Danyon, Andre Novero.


"Selamat pagi...."ujar Danyon.


"Pagi"sahut Taruna/I.


"Saya akan memberi tahukan kegiatan tambahan selain belajar mengajar di kelas untuk Taruna/I tingkat satu. Untuk Nautika hari Senin sepulang sekolah kalian akan mengikuti kelas komputer, hari Selasa dan Sabtu kegiatan karate, hari Rabu kalian free, hari Kamis praktek Menjangka Peta dan hari Jumat berenang. Untuk Teknika Senin kelas komputer, hari Selasa dan Sabtu kegiatan karate, hari Rabu free, hari Kamis praktek mesin, dan hari Jumat berenang. Bagi yang perlengkapannya belum lengkap silakan dilengkapi hari baik itu berupa pakaian pdh dan pakaian praktek atau wearpack. Dan ingat untuk semua tingkat tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut apalagi tingkat satu kecuali sakit dengan surat izin Dokter atau keperluan keluarga. Paham??" kata Danyon tersebut mengakhiri apel pagi itu.


"Siap, paham.."jawab semua Taruna/I.

__ADS_1


Usai apel pagi semua Taruna/I memasuki kelas masing-masing. Ketika berjalan menuju kelasnya salah seorang senior tingkat dua, yang bername tag Ningsih dengan sengaja menubruk tubuh Jo. Jo kaget dan hampir saja terjungkal jika saja Hendri tidak sigap menangkapnya.


Jo menatap panjang pada Ningsih.


"Mainan baru!!"bathin Jo.


"Thanks, Ndri. Udah bantuin gue."kata Jo pada Hendri.


"Santai, eh tu orang kayak punya dendam banget ama Lo Jo?"kata Hendri yang memperhatikan tindak tanduk senior yang baru saja menabrak Jo.


"Lo lupa, kan dia diskors karena lalai menjaga teman kita yang hampir tenggelam waktu itu!!"kata Dwi mengingatkan Hendri.


"Benar, gue baru ingat. Jo Lo mesti hati-hati ama tu senior."peringat Hendri pada Jo.


"Tenang aja!!"kata Jo kemudian melanjutkan langkah menuju kelasnya.


Semua Taruna/i di kelas Jo duduk di bangku masing-masing. Pelajaran pertama mereka hari ini adalah bongkar muat dengan instruktur pengajar bernama Bapak Ali.


"Pagi taruna/i" sapa instruktur itu ramah.


"Pagi, Pak!!"jawab mereka kompak.


"Perkenalkan nama Bapak Ali Munir, Bapak yang akan menjadi wali kelas kalian. Dan Bapak mengajar mata pelajaran muat bongkar.


"Caper palingan Pak!"jawab salah satu dari mereka bername tag Levia.


Jo dan Butet memberi tatapan remeh pada Taruni itu.


"Guys sebagian duduk ama tu taruni!"kata Jo pada teman-temannya yang ntah mengapa hampir tiga perempat tarunanya duduk di kanan tepatnya di bagian Jo dan Butet duduk.


"Emang kenapa kalau kita duduk di sini Pak?? Apa melanggar peraturan sekolah??"tanya Taruna bername tag Ryu.


"Tidak ada masalah, saya hanya sekedar bertanya karena pada tingkat sebelum kalian para Taruni selalu duduk dalam satu kelompok. Tapi kalau bisa berbaur seperti ini malah bagus."puji instruktur itu.


"Kamu Jonathan, penerima dua wing penghargaan dari Sertu Chairil??"tanya instruktur itu.


"Iya, Pak"jawab Jo singkat.


"Saya bangga akhirnya ada Taruni yang bisa menyamai Taruna di tahun ini, apalagi ini melebihi ekspektasi kami para instruktur!!"ujar Pak Ali dengan bangga melihat ke arah Jo.


Pelajaran pun dilanjutkan hingga jam istirahat.

__ADS_1


"Jo, ngantin yok!!"ajak Al pada Jo.


"Boleh, gue juga udah lapar!!"kata Jo mengiringi langkah teman-temannya.


Sesampai di kantin mereka bingung.


"Jo, kayaknya kita bakal duduk mencar nih!!"ujar Sandra.


"Gabungin mejanya!!"titah Jo dan diikuti teman-temannya.


Sekarang terlihat Jo seperti duduk dengan anggota gengnya.


"Kita boleh gabung??"tanya Rona salah satu anggota geng Levia.


"Udah penuh!!"kata Nando dingin.


"Tapi kita kan sekelas!!"ujar Rona lagi.


"Lo nggak tuli kan?? Lo udah dengar tadi kalau Nando udah bilang penuh!!"ulang Al kesal.


Levia menatap tajam ke arah Jo seakan Jo lah yang memprovokasi teman-temannya untuk melarang mereka bergabung.


"Kita cari meja lain!!"ujar Sinta menengahi keributan itu.


Rasyid dan juga Sandra pergi memesan makanan untuk mereka. Sembari menunggu pesanan datang mereka mereka berbincang ringan satu sama lain. Lalu kantin dihebohkan dengan kedatangan anggota korps sekolah itu yang diketuai oleh Danyon mereka, Andre Novero.


"Wah, para most wanted sekolah udah pada datang guys"terdengar bisik-bisik diantara para taruna/i dengan semua tatapan terarah pada meja anggota korps itu.


Sedangkan di meja Jo mereka semua cuek, sama sekali tidak mengacuhkan keberadaan para most wanted sekolah itu yang berisi taruna/I dengan wajah tampan dan cantik serta otak yang cerdas itu.


"Eh, baru kali ini ada kelas sekompak ini, sampai menggabungkan meja!!"kata anggota korps bertali kuning bis merah yang berjabatan sebagai Danki Nautik itu.


Sontak perhatian semua anggota korps itu tertuju pada gerombolan Jo. Namun lagi yang ditatap malah tidak acuh sama sekali berbeda dengan meja yang diduduki oleh Levia and geng yang sudah seperti cacing kepanasan mencari perhatian.


"Buset, baru kali ini anggota korps dicuekin oleh junior angkatan satu lagi!!"ujar Varo yang menjabat Wadanyon itu.


Seluruh anggota korps sungguh penasaran dengan junior baru mereka. Apalagi di sana terselip dua Taruni yang mana terlihat lebih cuek dibandingkan teman-temannya yang lain.


"Dude, bukankah itu junior yang Lo suka??"bisik Arlen pada Xander.


"Hmmmmm"jawab Xander.

__ADS_1


Makanan yang dipesan oleh geng Jo telah datang mereka makan dengan tenang. Sekarang malah mereka yang menjadi poros tatapan semua isi kantin. Sikap yang tenang dan aura yang dingin. Ternyata pengaruh seorang Jo tidak main-main saudara-saudara.


__ADS_2